Masuk

Serunya OPP di MTs. MH Troso

Pembina pramuka (kiri) sedang memandu pengecekan perlengkapan.Troso, MAMHTROSO.com - Kegiatan Orientasi Pramuka Penggalang (OPP) yang digelar di MTs. Matholi’ul Huda Troso, Jumat (21/10/2011) kemarin berlangsung meriah. Tidak kurang dari 200 calon anggota pramuka penggalang mengikuti kegiatan tersebut. Berbagai kegiatan asah kreatifitas dan kekompakan mengisi acara sehari ini, seperti: lomba yel, dinamika kelompok, permainan meniup balon, serta hasta karya. Dalam OPP ini, Peserta terbagi menjadi 20 regu putra dan putri. Agar dapat mengikuti jalannya acara dengan tertib, setiap regu didampingi satu bina damping yang berasal dari anggota dewan penggalang.

Seusai upacara pembukaan di halaman MTs. MH Troso, dewan penggalang selaku panitia kegiatan dengan dibantu oleh sejumlah Pembina pramuka melakukan pengecekan perlengkapan yang dibawa oleh peserta OPP. Perlengkapan tersebut meliputi  perlengkapan regu dan pribadi yang dibutuhkan selama OPP berlangsung.

Lomba yel.Sebelum keberangkatan, setiap regu diwajibkan menampilkan sebuah yel penyemangat. Boleh jadi, lomba ini adalah ajang adu spontanitas, pasalnya hampir seluruh peserta OPP belum mempersiapkan materi yel yang akan dilombakan. Dapat dimaklumi, rentang waktu persiapan dan dan pelaksanaan lomba hanya terpaut satu hari. Meski demikian, kreatifitas peserta OPP yang juga siswa kelas VII tersebut patut diacungi jempol. Mereka dapat menyuarakan yel dengan cukup vokal. Setiap regu yang telah melewati lomba ini dapat meneruskan perjalanan menyusuri rute di desa Troso dan sekitarnya.

Dalam perjalanannya, setidaknya ada tiga kegiatan yang diikuti oleh peserta OPP. Ketiga kegiatan tersebut ditempatkan di tiga pos yang berbeda. Pada pos pertama, peserta diajak bermain komunigaya, sebuah permainan mengasah komunikasi antarpeserta dalam satu regu. Dalam permainan ini, salah satu anggota regu maju ke depan barisan untuk menerima lima kata rahasia yang diberikan oleh Pembina pramuka. Kata-kata tersebut harus disampaikan kepada rekan-rekannya menggunakan gestur tubuh. Jika dapat menjawab semua kata dengan tepat, maka regu tersebut mendapatkan nilai sempurna pada lomba ini.

Keluguan dan kepolosan peserta OPP begitu kental terasa. Mereka yang ditugasi memeragakan kata-kata tersebut berusaha memahamkan kata-kata yang dimaksudnya melalui gestur yang lucu, sehingga tak jarang memantik tawa dari rekan-rekannya maupun Pembina yang menyaksikan lomba ini.

Permainan tak kalah serunya adalah di pos kedua. Jika di pos sebelumnya, peserta diadu kecerdasan dalam menebak suatu kata, maka di pos kedua peserta harus beradu cepat meniup balon hingga pecah. Setiap regu menunjuk salah satu perwakilaan untuk memecahkan balon yang berisi tepung putih. Tentu saja peserta yang satu ini menjadi peserta yang paling ‘sial’ dalam satu regu. Selain harus memompakan udara sebanyak-banyaknya ke dalam balon, dia harus mendengarkan ‘nyaringnya’ bunyi letusan balon yang ditiupnya, sedangkan teman-temannya hanya menutup telinga sambil menertawainya. Sialnya lagi, noda putih dari tepung akan mengenai pakaiannya ketika balon meletus. Meskipun begitu, peserta yang menjadi ‘korban’ tersebut merasa senang dan puas karena dapat memecahkan balon dengan sempurna. Bahkan untuk melampiaskan kepuasannya, peserta tersebut justru berpose saat MAMHTROSO.com mengabadikan momen tersebut menggunakan kamera.

Menjelang istirahat shalat jumat, kegiatan dilanjutkan di pos ketiga. Peserta diwajibkan membuat sebuah hasta karya yang berbahan dasar bekas kemasan rokok. Berbagai kreasi unik dihasilkan, seperti miniatur menara, rumah, mobil, hingga burung garuda.

Peserta tengah membuat hasta karya.Perjalanan dilanjutkan setelah peserta putra mengikuti shalat Jumat di masjid Datuk Ampel Troso. Kegiatan berikutnya adalah pengenalan Dewan Penggalang (DP) yang digelar di ruang pertemuan MTs. MH Troso.

Setiap anggota DP diberi kesempatan satu per satu untuk memperkenalkan diri kepada seluruh peserta OPP. Mereka juga memberikan kesempatan kepada peserta untuk menanyakan segala sesuatu yang berkaitan dengan kepramukaan di MTs. MH Troso.

Setelah itu, acara dilanjutkan dengan upacara penutupan dan pengumuman pemenang lomba yang telah diikuti oleh peserta OPP.

Kegiatan yang menyenangkan

Boleh dikatakan, kegiatan OPP tahun 2011 yang digelar di MTs. MH Troso nyaris tanpa materi teknik kepramukaan. Ada beberapa alasan mengapa format OPP kali ini dibuat demikian. “Ya, karena (OPP tahun 2011-red) ini sifatnya hanya sebagai perkenalan kepramukaan di MTs. MH Troso, jadi kegiatan dibuat semenyenangkan mungkin dan tidak memberatkan anak.”, kata Danang Fardian, salah satu Pembina pramuka saat ditanyai MAMHTROSO.com melalui sms.

Alasan yang diungkapkan Danang cukup masuk akal, pasalnya kegiatan ekstrakurikuler kepramukaan di MTs. MH Troso menjadi satu-satunya ekstrakurikuler yang diwajibkan bagi siswa kelas VII. Dengan dibuatnya format OPP tanpa materi tekpram diharapkan dapat menjadikan anggota pramuka penggalang baru di MTs. MH Troso merasa senang dan betah mengikuti kepramukaan hingga kelas IX. (aaf)


Terakhir diperbarui pada Sabtu, 29 Oktober 2011 23:16

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.