Masuk

Puluhan Pesilat Ujian Kenaikan Tingkat

Faruq Fahmi (membentangkan tangan) bersama rekan-rekannya sedang mengikuti ujian pemantapan sabuk merah.Pecangaan, MAMHTROSO.com – Sebanyak 36 pesilat Persaudaraan Pencak Silat (PPS) Kembang Setaman mengikuti ujian kenaikan tingkat, kemarin (28/12). Ujian yang ditempatkan di Gedung MWC NU Pecangaan itu diikuti oleh 30 pesilat dari ranting MTs/MA Matholi’ul Huda Troso, dan 6 pesilat lainnya berasal dari ranting Pecangaan.

Sebelum berangkat menuju tempat ujian, seluruh peserta berkumpul di halaman MA Matholi'ul Huda untuk mengikuti pengarahan dari pelatih PPS Kembang Setaman. Setelah itu, mereka bertolak menuju MWC NU Pecangaan dengan berlari bersama. Jarak 1 km lebih mereka tempuh untuk sampai ke lokasi. Sesampainya di sana, mereka berkumpul untuk menerima pengarahan lebih lanjut dari tim penguji.

Para pesilat yang mengikuti ujian ini dikelompokkan ke dalam 4 jenjang pengujian. Dimulai dari jenjang terbawah, pengambilan badge. Disusul tingkatan berikutnya pengambilan sabuk merah. Level selanjutnya, beberapa pesilat yang telah memegang sabuk merah diuji lagi untuk pemantapan. Pada tingkatan tertinggi pada ujian kali ini, seorang pesilat mengikuti ujian pengambilan sabuk kuning.

Di jenjang paling bawah, para pesilat yang masih baru diuji kemampuan dasar beladiri berupa pukulan, tendangan dan tangkisan. Selain teknik dasar, para pesilat pemula tersebut juga diharuskan memperagakan lima jurus PPS Kembang Setaman. Bila mereka lulus, maka sebuah badge Kembang Setaman akan mereka dapatkan. Badge itu sekaligus sebagai penanda keanggotaan resmi seorang pesilat dalam PPS Kembang Setaman.

Pesilat yang akan melakukan ujian pengambilan badge sedang melakukan salam pembuka.Pada tingkatan pengambilan sabuk merah, materi yang diujikan lebih beragam. Selain harus bisa mengombinasikan teknik-teknik dasar, pesilat juga harus menguasai teknik menjatuhkan lawan. Selain itu, pesilat level ini harus mumpuni dalam memperagakan jurus 1-10, dan ditambah jurus pancawara. Sebagai syarat berikutnya, pesilat akan dihadapkan dengan pesilat lain untuk diuji kemampuan duel yang diistilahkan dengan sambung. Bila lulus, sabuk hitam yang selama ini terikat di pinggangnya dapat ditanggalkan dan diganti dengan sabuk merah.

Para pesilat yang sudah pernah mendapatkan sabuk merah masih harus diuji lagi melalui tes pemantapan sabuk merah. Ujian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kelayakan seorang pesilat menyandang sabuk level dua tersebut. Materi yang diujikan pun lebih banyak bila dibandingkan dengan ujian pengambilan sabuk merah. Para pesilat yang berhasrat mendapatkan tanda pemantapan berupa badge pada sabuk merah mereka harus piawai dalam memperagakan materi seperti pada ujian pengambilan sabuk merah, dan ditambah jurus beruntun serta jurus tunggal dengan tangan kosong.

Pada level puncak yang diujikan, seorang pesilat dari ranting Pecangaan harus berhadapan dengan beberapa tim penguji. Untuk mendapatkan sabuk kuning, tidaklah mudah. Dia harus menguasai materi-materi level sebelumnya, ditambah 15 jurus, dan teknik rajawali.

Seluruh pesilat yang mengikuti tes diuji oleh tujuh tim penguji dari beberapa ranting di Jepara. Para penguji umumnya sudah berpredikat pelatih yang menyandang sabuk putih dan asisten pelatih yang menyandang sabuk kuning.

Ujian jurus tunggal dengan tangan kosong.Meski seluruh pesilat telah mengikuti ujian, beberapa dari mereka masih harus mengulangi lagi lantaran belum maksimal. Pelatih Zaenal Arifin memberikan alasannya kepada MAMHTROSO.com melalui telepon. “Sebenarnya dalam silat (PPS Kembang Setaman) semuanya lulus, namun belum maksimal sehingga harus remidi lagi,” kata Zaenal. Adapun waktu pelaksanaan ujian ulang, lanjut Zaenal, bisa dilaksanakan di ranting masing-masing saat latihan rutin berlangsung.

Ditanya soal potensi pesilat MAMH Troso, Zaenal membeberkan beberapa kelebihan dan kekurangan pesilat berpotensi di MAMH Troso. “Anis Megawati kalau dilihat dari segi teknik memang OK, namun power yang dimilikinya masih belum maksimal. Hal itu berkebalikan dengan Nurul Lailis Sa’diyah yang memiliki power lumayan, namun tekniknya masih perlu peningkatan lagi,” papar Zaenal.

Dirinya bersama rekan-rekan pelatih terus berupaya memberikan menu latihan yang maksimal dengan memadukan teknik yang sudah dan tambahan dari media internet. Hal itu diakuinya sebagai langkah step by step pembinaan bibit-bibit pesilat yang unggul di MTs dan MAMH Troso. (aaf)

Terakhir diperbarui pada Kamis, 29 Desember 2011 12:34

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.