Masuk

Belajar Demokrasi, Pemilu Osis dan Pradana Digelar

Troso, MAMHTROSO.COM – Pendidikan berdemokrasi kini sudah menjadi keharusan, utamanya bagi pelajar SMA/sederajat. Hal itu dikarenakan sebagian besar pelajar kelas 10 hingga kelas 12 sudah memenuhi syarat menjadi pemilih pada Pemilu 2014 mendatang. Hal itu pula lah yang menjadi alasan digelarnya Pemilihan Umum (Pemilu) ketua Osis dan Pradana di MA Matholi’ul Huda Troso, Kemarin (01/05).

“Pemilu ini dapat dijadikan media latihan bagi siswa untuk belajar berdemokrasi,” kata Pembina Osis Noor Ubaidillah, S.Pd.I. saat memberikan sambutan sebelum acara dimulai. Ubaidillah mengungkapkan bahwa sistem pemilu yang diambil pada tahun ini benar-benar beda dengan tahun-tahun sebelumnya. Untuk kali pertama, pemilihan digelar secara langsung dan menggunakan prosedur layaknya pemilu presiden atau pemilu kepala daerah. Ubaidillah menghimbau kepada seluruh pemilih untuk tidak asal pilih calon pemimpin Osis dan pramuka selama satu periode kepemimpinan tersebut. Kriteria yang baik menurut Ubaidillah adalah mereka yang memiliki sifat amanat. “Perhatikan visi dan misi yang disampaikan oleh setiap kandidat sebelum memilih, juga harus amanat.” tambah Ubaidillah sebelum mengakhiri sambutannya.

Pada pemilu tahun ini mengusung tema “Sukseskan pemilu Osis dan Pradana MA Matholi’ul Huda Troso Tahun 2012 demi tegaknya visi dan misi madrasah”.

Setelah sambutan pembina, ketua KPU Joko Aji Saputro membacakan peraturan pemungutan suara. Dalam tata tertib tersebut, setiap pemilih berhak mendapatkan dua surat suara, masing-masing berupa satu surat suara Ketua Osis dan sisanya surat suara Pradana. Selain itu, pemilih dapat memilih kandidat dengan menyontreng gambar yang ada pada surat suara.

Babak yang paling seru adalah saat acara orasi dari kandidat. Satu per satu calon diberi kesempatan selama 5 menit untuk mengungkapkan semua visi dan misi yang ingin dicapai oleh masing-masing kandidat.


Calon Ketua Osis yang tampil pertama adalah Alfin Iqbal Rifqi Ardiansyah. Ia mengajak kepada seluruh pemilih untuk tidak memilih secara buta. Ia menegaskan pula bahwa dirinya siap menerima amanat apabila terpilih menjadi ketua Osis.


Calon Ketua Osis yang kedua, Fatkhul Anam, berorasi lebih pada menyoroti pada hakikat pemimpin. Ia memberikan gambaran tentang sosok pemimpin yang sempurna. Tidak lupa, ia melafalkan beberapa dalil berkaitan dengan pemimpin. Senada dengan Alfin, Anam juga berujar siap apabila menjadi pemimpin Osis menggantikan Joko Aji Saputro. Bila tidak terpilih, lanjutnya, ia akan dengan senang hati menerima calon lain yang terpilih. Tepuk tangan membahana mengiringi suasana orasi lima menitnya.


Seusai orasi kedua calon ketua Osis, giliran calon pradana putra yang berorasi. Iwan Awaludin yang tampil setelah Fatkhul Anam nampak kurang meyakinkan. Meski demikian Iwan juga menyatakan siap untuk menjadi Pradana putra periode 2012/2013.


Tribowo Krismawanto adalah calon pradana putra yang tampil kedua di depan ribuan siswa yang menyaksikan kampanye terbuka. Tribowo dengan mantap menhimbau agar para pemilih mencontreng gambarnya apabila mereka merasa yakin dengan kepemimpinannya mendatang. Namun apabila merasa tidak yakin, Tribowo menyarankan agar tidak memilihnya dan memilih calon lain yang lebih berkompeten.


Kampanye terakhir jatuh pada Lia Listiana. Dengan mantap, Lia berujar akan siap membantu memajukan kepramukaan di MAMH Troso. Sebab menurutnya, pramuka yang ada di MAMH Troso sudah menjadi istimewa sejak awal berdirinya kepramukaan di lembaga ini. Ia mengajak kepada semua siswa untuk turut berpartisipasi mengharumkan nama madrasah, salah satunya melalui kepramukaan.

Sebenarnya, Aliana Aisya, calon pradana putri memiliki kesempatan untuk berorasi menyampaikan visi dan misinya di hadapan para pemilih. Namun ia berhalangan hadir lantaran sedang diopname di rumah sakit.

Setelah kampanye usai, acara dilanjutkan dengan pemungutan suara. Petugas memanggil sejumlah nama secara bergantian untuk mendapatkan surat suara. Panitia menyediakan empat bilik suara agar mempercepat proses pemungutan suara.

Setelah pencontrengan, pemilih dibimbing oleh petugas untuk memasukkan surat suara ke setiap kotak yang tersedia. Terakhir, jari mereka ditandai dengan tinta sebagai tanda bahwa dia telah melakukan memberikan suaranya.

Pemungutan suara rampung pada pukul 12.30 WIB. Sesaat kemudian, panitia melakukan penghitungan suara dengan diawali dengan kotak suara ketua osis yang berwarna merah. Dari sebanyak 407 pemilih memberikan suaranya, hanya 13 suara saja yang dinyatakan batal. Di akhir penghitungan, Fatkhul Anam unggul dengan perolehan 220 suara. Sedangkan rivalnya, Alfin, mendapatkan dukungan sebanyak 174 suara. Dari hasil tersebut, Fatkhul Anam ditetapkan sebagai Ketua Osis terpilih.

Pada penghitungan suara Pradana putra, tampak terjadi “pertarungan” yang tidak imbang. Tribowo unggul 105 suara dari Iwan yang hanya memperoleh 38 suara. Sebanyak 13 suara dinyatakan tidak sah.

Kotak suara terakhir menjadi kemenangan bagi Lia Listiana. Lia mendominasi perolehan suara sebanyak 200 suara kontra Aliana Aisya dengan 42 suara, serta tiga suara lainnya tidak sah.

Selepas acara pemilu ketua Osis dan Pradana ini, dalam waktu dekat panitia akan segera melakukan reorganisasi kepengurusan Osis dan Pradana.

Pengalaman pertama yang sukses

Perhelatan pemilu ketua Osis dan Pradana tahun ini menjadi pengalaman pertama bagi banyak pemilih. Seperti yang diungkapkan M. Abil Mawahib seusai pencontrengan. “Pengalaman pertama menjadi pemilih. Berguna sekali saat nanti tahun 2014, soalnya saya sudah berhak bersuara pada pemilu legislatif nanti,” kata Abil sambil membersihkan bekas tinta di jari kelingking kirinya.

Pernyataan serupa juga dinyatakan oleh Mujab Juhaini. Penyelenggaraan pemilu kali ini, tutur Mujab, tergolong cukup sukses. “Meski demikian, pemilu yang akan datang saya harapkan lebih baik lagi, misalnya dengan penambahan TPS (tempat pemungutan suara-red) biar tidak terlalu lama mengantre,” tambah Mujab. (aaf)

Terakhir diperbarui pada Rabu, 02 Mei 2012 13:07

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.