Logo
Cetak halaman ini

Berkesan, Perpisahan Kelas XII

Troso, MAMHTROSO.COM – Ahad (17/06/2012) pagi, boleh jadi adalah hari yang paling mengesankan bagi siswa kelas XII MA Matholi’ul Huda Troso. Sebab pada hari itu, mereka menggelar perhelatan akbar yang bertajuk Perpisahan dan Pentas Gembira. Acara yang digelar di halaman madrasah tersebut menjadi salah satu dari rangkaian kegiatan pasca Ujian Nasional sebelum mereka meninggalkan almamaternya.

Sekitar pukul 07.30 WIB, acara sudah dimulai. Duo host Mu’tasim Khoir dan Dafiq Alvian membacakan serentetan mata acara yang bakal berlangsung hingga menjelang tengah hari. Kedua host tampil serba kompak. Selain dalam hal pakaian yang serba sama, mereka juga terlihat klop saat memandu acara. Mereka membagi acara menjadi dua sesi, yaitu sesi seremonial, dan sesi performance.

Dalam sesi seremonial, Ketua Panitia Perpisahan Ega Fans Dinar merasa berbangga hati dapat merealisasikan impian untuk mempersembahkan pentas seni di hadapan seluruh warga madrasah. Mewakili seluruh rekannya, ia mengucapkan terima kasih atas segala bimbingan dan kerja sama dari seluruh pihak yang turut membantu pelaksanaan acara tersebut.

Pada kesempatan selanjutnya, Kepala MAMH Troso memberikan apresiasi kepada siswa kelas XII yang telah berupaya keras dalam mempersiapkan acara besar ini. Beiau juga menyampaikan bahwa melalui pentas seni ini, dapat menjadi ajang berkreasi bagi siswa kelas XII untuk menunjukkan karya-karya mereka kepada adik-adik kelas dan para dewan guru. Mereka, seperti yang diungkapkan beliau, bebas berekspresi melalui karya-karya seni. Hal itu dimaksudkan agar mereka mempunyai kenangan yang mendalam ketika mereka telah meninggalkan madrasah secara jismiyah, namun mereka diharapkan tetap memiliki hubungan dengan madrasah baik secara jismiyah maupun secara batiniyah setelah mereka tidak lagi di madrasah. Acara perpisahan dibuka secara simbolik oleh Kepala MAMH Troso dengan penabuhan bedug.

Sesi Performance yang dinanti

Selepas pembukaan acara secara simbolik, sesi performance pun dimulai. Ribuan penonton yang memadati halaman madrasah tampak tidak sabar menyaksikan kejutan apa yang akan ditampilkan oleh siswa kelas akhir tersebut. Antusiasme yang luar biasa tidak hanya datang dari siswa dan guru saja, tidak kurang dari seratusan warga sekitar kampus juga tidak mau ketinggalan untuk menyaksikan hiburan gratis ini.

Selama sesi performance, sedikitnya ada 12 penampilan yang seluruhnya dipentaskan oleh siswa kelas XII.

Grup paduan suara menjadi starting performance. Kelompok harmoni suara yang dikonduktori oleh Iin Fitriani tersebut tampil dengan membawakan tiga buah lagu. Hymne Guru menjadi lagu perdana yang mereka nyanyikan. Nyanyian yang mendayu dan dipadu dengan deklamasi puisi bertema guru tersebut seolah mewakili suara seluruh siswa kelas XII yang merasa berhutang budi kepada para pendidik atas ilmu yang telah diberikan kepada mereka. Setelah lagu pertama, grup ini kemudian menyanyikan lagu Tanah Air dan ditutup dengan lagu Insyaallah yang dipopulerkan oleh Maher Zain.


Pada penampilan berikutnya, Emha Band unjuk gigi dengan menampilkan empat lagu secara beruntun. Grup band yang digawangi oleh Zadit Taqwa dan Dafiq Alvian sebagai vokalis, Muhammad Iqbal pada gitar melodi, Andi Himawan pada bass, Budi Santausa pada gitar ritem, dan Syafa’ Junaidi pada drum tersebut membawakan Percayalah karya grup band Last Child, Kebesaran-Mu karya ST-12, Luka di Sini karya Ungu, dan Aku Sendiri besutan D’Paspor. Meski bukan lagu ciptaannya sendiri, tetapi kelima personil Emha Band tampil cukup memukau hadirin lantaran lagu yang mereka bawakan sudah tidak seperti pakem aslinya alias telah mereka aransemen ulang.

Tidak kalah heboh, sebanyak delapan siswa tampil apik lewat pantomim. Untuk mendalami karakter masing-masing, mereka tidak segan untuk ‘merusak’ wajah mereka dengan dandanan serba putih. Mereka membawakan sebuah lakon yang mengisahkan tentang salah pergaulan remaja yang diakibatkan oleh kelalaian orang tua dalam memberikan pengawasan. Cerita disajikan dengan balutan komedi yang kental sehingga tidak jarang memantik tawa setiap orang yang menyaksikannya.

Tarian dari negeri barata, India tampil pada urutan keempat. Dalam pentas ini, sebanyak tujuh dancer yang berkostum mirip Sari–busana khas India–menari dengan cukup lincah di atas panggung mengikuti alunan musik Hindustan populer.

Tidak hanya karya seni dari negeri asing saja, siswa kelas XII juga tidak mau ketinggalan dengan menampilkan karya seni dari negeri sendiri. Sebut saja Rebana, sebuah seni perkusi tanah air yang cukup digemari. Grup rebana yang diketuai oleh Abdul Wahid tersebut membawakan sejumlah lagu bernuansa islami. Wahid yang didapuk sebagai vokalis bersama Hesti Nur Farida bernyanyi dengan merdu sembari diiringi pukulan rebana dan perkusi lain.

Masih dari karya budaya nusantara, sebanyak delapan penari unjuk gigi dengan menampilkan tarian Saman. Tari khas Nangroe Aceh Darussalam tersebut dibawakan oleh Joko Aji Saputro dkk dengan sangat energik. Kelincahan para penari Saman semakin didukung dengan kehadiran Hesti Nur Farida yang menyanyikan syair khas kota serambi Mekah teresbut. Tidak heran jika di penghujung pementasan tarian ini, penonton tak segan memberikan tepuk tangan kekaguman.


Sebelum pentas tari Saman, sejumlah tujuh siswa putri menampilkan modern dance. Kostum merah maroon yang mereka pakai memberikan kesan ceria dan energik. Dan benar saja, tim dancer yang dipimpin oleh Ria Zumrotul Khusna ini cukup mampu membuat para penonton terbelalak dengan aksi panggung mereka.

Pentas Gembira terasa semakin lengkap dengan penampilan musik dangdut. Untuk kali pertama, sejumlah siswa level akhir ini berani mencoba kerumitan bermain kendang. Beberapa lagu ciptaan Rhoma Irama dinyanyikan dengan baik oleh Yusuf Maulana. Untuk menarik perhatian, Yusuf berdandan layaknya sang Raja Dangdut dengan mengenakan syal di pundaknya.

Penonton kembali dibuat terpukau oleh Miftahul Umam dkk yang tampil menghentak lewat tarian ala boyband. Salah satu dancer bahkan sanggup menirukan gaya tarian moonwalk yang dipopulerkan oleh Michael Jackson. Dialah Faruq Fahmi Rubeka. Dengan aksesoris berupa topi fedora dan sarung tangan putih, Faruq mampu membius ribuan pasang mata yang menyaksikannya.

Usai modern dance kelompok putra, pertunjukan dilanjutkan dengan lagu campur sari yang bawakan oleh Shofiatun dkk. Lagu yang mengandalkan cengkok khas Jawa tersebut dapat dinyanyikan dengan elegan.


Seni bela diri tidak luput untuk ditampilkan. Aksi lima siswa diuji kekompakan gerakan-gerakan dasar Tae Kwon Do. Tidak hanya itu, para taekwondo-in unjuk kebolehan menghancurkan papan kayu. Sebelum memungkasi pertunjukan, salah seorang taekwondo-in ditantang untuk memecah gerabah tanah liat. Hasilnya, ia berhasil meremukkan benda pecah belah tersebut.

Berikutnya, drama komedi menjadi pementasan yang paling mengundang gelak tawa. Lakon yang ditampilkan menceritakan tentang kehebatan televisi ajaib yang dimiliki oleh pasutri yang diperankan oleh Ahmad Feri dan Siti Khumaesaroh. Tidak hanya dapat mengatur jalan ceritanya, televisi tersebut juga dapat menayangkan acara secara live. Aksi kocak Feri dan kawan-kawan berlangsung dalam durasi 21 menit.

Perpisahan dan Pentas Gembira dipungkasi dengan penampilan Emha Band untuk kedua kalinya. Empat buah lagu penutup dinyanyikan oleh Muslihah, Dafiq Alvian, dan Ahmad Feri secara bergantian.

Persiapan panjang

Sebelum menyongsong perhelatan akbar ini, siswa kelas XII telah mempersiapkan jauh-jauh hari. Mereka merelakan waktu bebasnya untuk berlatih materi pementasan selama hampir dua bulan.

Latihan biasanya dimulai pukul 08.00 WIB, sesaat setelah mereka menyelesaikan amaliyah-amaliyah di dalam kelas. Beberapa siswa berlatih mandiri dengan memanfaatkan media laptop dan pengeras suara. Beberapa di antaranya juga ditunggui pembimbing.

Selain menyiapkan materi, waktu dua bulan tersebut juga digunakan untuk menyiapkan perlengkapan panggung. Beberapa siswa yang mendapatkan bagian perlengkapan membantu pembuatan dekorasi yang sengaja dirancang megah.

Pentas Gembira Siswa MTs

Sehari sebelumnya, perpisahan juga digelar di tempat yang sama. Siswa kelas IX MTs Matholi’ul Huda Troso menggelar acara bertajuk Perpisahan dan Pentas Gembira. Berbagai karya budaya ditampilkan, semisal tarian, musik, drama kabaret, paduan suara, dan sejumlah atraksi budaya yang lain. (aaf)


Terakhir diperbarui pada Sabtu, 21 Juli 2012 18:08
Hakcipta © 2015 MA Matholi'ul Huda Troso.