Masuk

Pengumpulan Zakat Fitrah Sesuai Target

Troso, MAMHTROSO.com – Target 80 persen pengumpulan zakat fitrah di MA Matholi’ul Huda Troso akhirnya tercapai. Hingga Sabtu pagi(11/08/2012), sedikitnya 419 dari 518 pelajar di madrasah ini telah menunaikan zakatnya lewat panitia yang dibentuk oleh Organisasi Siswa Intra Sekolah (Osis).

“Alhamdulillah, hasilnya patut kita syukuri. 80 persen  telah terkumpul, sesuai dengan target madrasah,” kata ketua amil zakat Noor Arif. Menurutnya, perolehan tersebut tidak terlepas dari kebijakan madrasah yang menganjurkan siswanya berzakat melalui madrasah. Apalagi, tambahnya, madrasah berjanji memberikan dispensasi liburan lebih awal jika target terpenuhi.

Noor Arif menjelaskan, siswa diperbolehkan berzakat menggunakan uang tunai, disamping beras seperti yang disyariatkan agama. “Setiap siswa diperbolehkan zakat dengan beras 2,5 kg atau dengan uang 20 ribu rupiah. Mereka boleh memilih satu di antaranya,” jelasnya. Hasil zakat yang berupa uang tunai, paparnya, nantinya akan dikumpulkan dan dibelikan beras. “Jadi, tujuannya adalah untuk mempermudah,” paparnya.

Pengumpulan zakat di hari terakhir ini dimulai pada jam pertama secara serentak. Sejumlah panitia pun dikerahkan untuk menyukseskan agenda tahunan Osis ini. Dalam menjalankan tugasnya, mereka juga dibantu oleh guru yang kebetulan mengajar di kelas tersebut. Setelah rampung, para amil lalu merekap seluruh perolehannya. Sebanyak 55 kantong beras dan uang tunai senilai 7,3 juta rupiah berhasil dikumpulkan.

Secara terpisah, ketua Osis Fatkhul Anam menjelaskan waktu pendistribusian zakat. “Kami sudah berembuk dengan panitia MTs dan disepakati waktunya adalah hari Rabu (15/08/2012) besok,” kata Anam.  Awalnya, amil berencana membagi hasil zakat hari ini (12/08/2012). “Karena plastik pembungkusnya belum siap, rencana tersebut kami undur,” paparnya.

Lebih lanjut, Anam menjelaskan area pendistribusian zakat. Selain di Troso, panitia juga membagikan hasil zakat di desa-desa terdekat dengan kampus, semisal Ngeling, Pecangaan, Sowan, Rengging, Gemulung, Geneng dan beberapa desa lainnya. “Kalau bisa, setiap desa yang ada siswa Troso di situ dapat kami,” terangnya. Skenarionya, jelas Anam, akan disamakan dengan tahun lalu. “Kami bekerja sama dengan ketua RT sebagai basecamp pendistribusian,” katanya.

Bila dibandingkan tahun sebelumnya, hasil pengumpulan zakat tahun ini meningkat cukup tajam. “Total zakat gabungan antara panitia MTs dan MA adalah sebanyak 976 siswa,” jelas Anam. Tahun lalu, amil zakat MTs dan MAMH Troso ‘hanya’ mendapatkan sekitar 700-an orang.

Hari Ini, Libur Pertama Jelang Idul Fitri

Sementara itu, aktivitas belajar-mengajar di MA Matholi’ul Huda Troso mulai diliburkan hari ini. Waktu libur tersebut sebenarnya 4 hari lebih cepat dari yang direncanakan sebelumnya. Hal itu disampaikan Kepala Madrasah pada acara Morning Briefing terakhir menjelang libur hari raya, kemarin. “Sebenarnya, rencana awal libur adalah hari Kamis (16/08/2012). Namun karena ada beberapa pertimbangan, akhirnya libur diajukan besok pagi (hari ini-red), dengan syarat target zakat fitrah 80 persen tercapai,” ujar Kamad.

Lantaran libur lebih dini, terang Kamad, gerakan amal yang bertajuk Gerakan Peduli Madrasah (GPM) otomatis terhenti. Karenanya, Kamad menghimbau siswanya untuk mengikhlaskan lima hari pertama saat masuk sekolah pada Senin (27/08/2012) mendatang dapat digunakan sebagai ganti GPM sebelumnya.

Kamad berpesan kepada seluruh siswa agar memanfaatkan sisa-sisa waktu Ramadan dengan meningkatkan amal soleh. Kamad juga mengigatkan agar siswa memperhatikan Lembar Kerja Ramadan (LKR) yang telah diberikan beberapa waktu lalu. Lembar kerja yang berisi daftar aktivitas siswa selama bulan puasa tersebut diharapkan diisi dengan sebenar-benarnya. “Isi dengan sejujur-jujurnya! Dan, ketika masuk pertama nanti, LKR harus dikumpulkan ke madrasah,” ujarnya.

Menyoal tentang kunjungan hari raya, Kamad mewanti-wanti siswa untuk berpakaian yang sopan selama berkunjung ke rumah guru. “Khusus putra, jangan sekali-kali mengenakan celana pendek atau kaos oblong. Khusus putri, pakaian harus yang sopan dan berkerudung,” wejang Kamad. Selain itu, mereka diharapkan membuat planning kunjungan agar seluruh guru dapat terkunjungi. (aaf)

Terakhir diperbarui pada Minggu, 12 Agustus 2012 18:52

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.