Masuk

Ratusan Anggota Pramuka Ikuti Ujian Bantara

Troso, MAMHTROSO.com – Sebanyak 8 sangga putra dan 10 sangga putri anggota ambalan gudep MA Matholi’ul Huda Troso mengikuti ujian Syarat Kecakapan Umum (SKU) tingkat Bantara, kemarin (28/09/2012). Kegiatan yang diikuti oleh siswa kelas X ini menjadi syarat bagi mereka untuk mendapatkan predikat sebagai pramuka penegak Bantara.

Bantara sendiri merupakan tingkatan terawal dalam sistem gerakan pramuka golongan Penegak.

Sebelum ujian dimulai, Pembina pramuka, Mustain menghimbau kepada seluruh calon Bantara untuk bersungguh-sungguh dalam menempuh ujian. “Seluruhnya kami harapkan serius selama ujian berlangsung,” ujar Mustain saat menyampaikan amanat dalam upacara pembukaan. Mustain menambahkan, ada sebanyak 7 materi kecakapan yang diujikan. Ketujuh materi tersebut, lanjut Mustain, diambil dari SKU, mulai baris-berbaris, hingga tanda pengenal pramuka.

Materi baris-berbaris menjadi ujian pembuka bagi para calon bantara. Masing-masing sangga mendemonstrasikan sejumlah gerakan dasar uji kedisiplinan dan kepemimpinan tersebut. Setiap sangga didampingi oleh sedikitnya seorang Pembina pendamping yang mengawasi dan mengarahkan gerakan yang benar. Ujian ini digelar di halaman depan dan belakang kampus.

Seusai melewati ujian pertama, para calon bantara mulai melakukan perjalanan untuk mengikuti ujian berikutnya. Mereka diberangkatkan bersamaan dari pangkalan menuju tempat yang telah ditentukan sebelumnya. Meski demikian, rute yang ditempuh setiap sangga tidaklah sama dan memencar. Hal itu dimaksudkan agar ujian dapat berlangsung secara efektif dan efisien. “Waktunya hanya sehari, jadi kita mengacaknya, ada yang urut dari pos pertama hingga terakhir, ada pula yang langsung pos terakhir sebelum pos pertama dilalui,” ujar Danang Fardian, salah seorang pembina pramuka yang dimintai keterangan MAMHTROSO.com seputar ikhwal pengacakan rute tersebut.

Materi yang diujikan terbilang tidak terlalu menyulitkan. Pasalnya, beberapa hari sebelum ujian dilaksanakan, para peserta telah diberi batasan bahan ujian yang mesti mereka persiapkan.

Setelah baris-berbaris, materi ujian berikutnya adalah pengetahuan olahraga. Setiap peserta menjawab beberapa pertanyaan seputar sepak bola dan voli dari tim penguji.

Kecakapan intelektual juga tidak luput dari pengujian. Dalam tes kecakapan ini, sedikitnya ada dua materi sejarah yang menjadi bahan untuk mengukur layak tidaknya para peserta menyandang dek bantara tersebut. Sejarah berdirinya Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan peristiwa Sumpah Pemuda diberikan penguji dalam bentuk soal-soal yang selanjutnya dijawab oleh para peserta.

Masih seputar kecakapan intelektual, para calon bantara dituntut mampu menghayati dan mengamalkan Trisatya dan Dasadarma yang menjadi inti dari gerakan pramuka. Atas dasar itu, tim penguji mewajibkan para peserta untuk melewati pos ini.

Materi terakhir yang diujikan untuk bidang kecakapan intelektual adalah pengetahuan atribut pengenal pramuka.

Selain kecakapan intelektual dan fisik, para peserta juga dites kecakapan spiritualnya. Kali ini, mereka harus berhadapan dengan tim penguji yang telah menyiapkan sejumlah soal seputar rukun iman, rukun islam, serta shalat berjamaah.

Acara puncak ujian ini diakhiri dengan penyematan dek bantara di pundak dua orang perwakilan dari tamu ambalan. Penyematan dilakukan langsung oleh pembina Mustain. Penyematan dek tersebut sekaligus menandai resminya keanggotaan para tamu ambalan menjadi pramuka penegak. (aaf)


Terakhir diperbarui pada Sabtu, 03 November 2012 00:28

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.