Masuk

Berpanas-Panasan, Siswa Ikuti Outbound Kepramukaan

Troso, MAMHTROSO.com – Selama ini, kegiatan pramuka identik dengan penanaman cinta alam dan survival skill (keahlian dalam bertahan hidup). Nyatanya, ada banyak kegiatan lainnya di pramuka. Salah satunya adalah pembentukan karakter yang dibalut dalam permainan yang mengasyikkan.


Siang kemarin (16/10/2012), gerakan pramuka MA Matholi’ul Huda Troso menggelar acara yang bertajuk Outbound Kepramukaan. Selain bertujuan menciptakan suasana baru dalam pembelajaran materi pramuka, kegiatan yang diikuti oleh seluruh anggota penegak di gugus depan MAMH Troso ini juga dimaksudkan untuk menanamkan arti kerjasama dan kepemimpinan dalam sebuah tim.

“Kegiatannya nanti kebanyakan adalah untuk melatih kita agar bisa lebih memahami arti sebuah kerjasama dan kepemimpinan,” kata Pradana putra, Tri Bowo Krismawanto kepada MAMHTROSO.com.

Meski acara yang diisi dengan aneka permainan dan teriakan yel-yel tersebut berlangsung di tengah terik matahari, namun antusias dari peserta kegiatan ini terbilang cukup besar. Mereka rela berpanas-panasan mengikuti hingga akhir acara. Maklum saja, selain tergolong acara yang langka, mungkin lewat outbound inilah, mereka dapat merasakan sensasi belajar di luar kelas.

3Sebelum outbound berlangsung, beberapa sangga menggelar apel kecil. Salah seorang anggota dewan ambalan dipilih menjadi pimpinan apel. Sementara itu, setiap guru pembimbing otomatis didapuk menjadi pembinanya.

Tak berselang lama setelah apel berakhir, outbound pun dimulai. Sejumlah anggota dewan ambalan yang ditugasi mendampingi setiap sangga nampak menenteng beberapa lingkaran dari bilah bambu berdiameter 70 cm serta beberapa utas tali pramuka. Kebanyakan peserta belum paham bagaimana cara memainkannya, sampai ketika para pembina pendamping menjelaskan bentuk permainan itu.

Dalam permainan ini, setiap sangga baris bersaf dan diikat kakinya satu sama lain. Mereka harus berjalan menyamping sambil melewati rintangan berupa lingkaran bambu yang diletakkan di atas tanah. Kerjasama benar-benar dibutuhkan untuk menyelesaikan permainan ini. Sebab, mereka harus kompak saat melangkahkan kaki. Jika tidak, mereka bisa saja tersungkur ke tanah. Mereka juga tidak boleh menginjak rintangan. Bila itu terjadi, siap-siap saja menerima sanksi menyanyikan lagu dengan gubahan lirik sendiri.

Pemandangan semacam ini nampaknya membuat Lorenzo Cardi tertarik untuk mencobanya. Pria asal negeri spaghetti, Italia tersebut bergabung dengan salah satu sangga dan mencoba melewati rintangan.

Ada-ada saja tingkah kelompok ini. Bukannya berusaha tidak terjatuh, kelompok yang dipimpin Muhammad As’ad ini malah ‘berkonspirasi’ untuk menjatuhkan sang bule. Dengan aba-aba yang tidak dipahami oleh Lorenzo, As’ad dkk sengaja menyungkurkan badannya ke tanah dengan harapan agar Lorenzo ikut terjatuh pula. Namun nampaknya trik mereka tidak berjalan mulus, lantaran Lorenzo yang kebagian pada urutan paling belakang dapat mengontrol tubuhnya sehingga tidak terjatuh. Tentu saja aksi tersebut mengundang sorakan dari peserta lainnya.

Outbound sesi kedua diisi dengan permainan voli mini. Namun, tidak seperti permainan voli pada umumnya, para peserta harus bersaing memasukkan bola ke daerah lawan dengan menggunakan karung. Sama seperti permainan pertama, pada permainan voli mini ini juga membutuhkan kerjasama yang apik untuk mencetak angka.

Di penghujung acara, setiap sangga menampilkan kebolehannya meneriakkan yel-yel penyemangat sangga mereka. Kebanyakan mereka menggunakan lagu-lagu yang cukup terkenal, dengan pengubahan lirik sesuai keinginannya.

Besarnya animo peserta dalam kegiatan ini, membuat sejumlah pembina pramuka berencana memasukkan outbound menjadi agenda rutin gugus depan. Rencananya, kegiatan semacam ini bakal rutin digelar setiap tiga bulan sekali. Kegiatan tersebut dimaksudkan juga sebagai selingan pertemuan kepramukaan sepekan sekali.

Sekedar tahu, kegiatan kepramukaan di kampus ini sudah menjadi bagian intrakurikuler yang diajarkan setiap hari Selasa. Materi yang diajarkan, tidak melulu soal kepanduan. Keterampilan berorasi juga diberikan kepada siswa. Boleh jadi, baru madrasah inilah yang membuat inovasi memasukkan kepramukaan ke dalam pelajaran muatan lokal (mulok). (aaf)


Terakhir diperbarui pada Sabtu, 03 November 2012 00:21

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.