Masuk

Penerimaan Rapor, Parkir Membeludak

Troso, MAMHTROSO.com – Ahad siang (16/12/2012), halaman MTs-MA Matholi’ul Huda Troso mendadak beralih fungsi menjadi lapangan parkir yang penuh sesak dengan kendaraan bermotor. Kendaraan tersebut adalah milik wali murid yang diundang madrasah untuk menerima rapor hasil belajar anak mereka selama semester gasal 2012.

Ya, nyaris seluruh wali murid lebih memilih halaman kampus lama sebagai tempat parkir kendaraan mereka. Tidak heran bila hampir seribuan sepeda motor dan sebuah mobil van berjubel di sana. Padahal sebelumnya, pihak madrasah telah mewanti-wanti siswa tingkat MA. Madrasah mengimbau mereka untuk mengarahkan orangtuanya memarkirkan kendaraan di halaman kampus baru saat pengambilan rapor.

Kendati demikian, banyak wali murid yang tidak mengindahkan imbauan itu. Pasalnya, selain akses yang lebih mudah, mereka juga sudah terbiasa dengan tempat yang lama.

Meski sempat diwarnai dengan deruan mesin kendaraan bermotor, suasana penerimaan rapor akhirnya berjalan dengan khidmat. Sebelum pembagian rapor dimulai, wali kelas mengajak dialog para orang tua terkait dengan perkembangan anak-anak mereka selama menuntut ilmu di madrasah. “Kita bersama-sama mengawasi perilaku anak-anak kita. Saat di madrasah, tugas kami sebagai guru yang mengawasi. Saat di rumah, tugas panjenengan semua untuk mengawasi anak-anak,” kata Noor Faizin, wali kelas X B saat berdialog dengan orang tua murid.

Orang tua juga diharapkan untuk turut aktif meningkatkan pemantauan perkembangan akademik anak mereka dari rapor yang bakal diterimanya. “Tujuan diberikan rapor ini adalah agar panjenengan semua bisa melihat kelebihan dan kekurangan anak-anak, dan selanjutkan dapat dilakukan evaluasi, sebab rapor menjadi salah satu penentu kelulusan siswa,” jelas Faizin.

Pada kesempatan itu pula, wali kelas melakukan sosialisasi peraturan dan tata tertib baru bagi siswa. “Kami perlu menjelaskan tentang revisi pertatib (peraturan dan tata tertib-red) ini agar kita sama-sama memahami, seperti apa batasan-batasan yang perlu tidak boleh dilanggar siswa,” terang Hadi Maulidi, wali kelas XII IPA-2. Selain itu, lanjut Hadi, orang tua murid diharapkan lebih legowo saat anak mereka terkena sanksi lantaran melanggar pantangan. “Semua sanksi sebenarnya adalah untuk kebaikan siswa sendiri, jadi kami mohonkan keikhlasan dari Bapak dan Ibu sekalian,” kata Hadi.

Seusai dialog dengan orang tua siswa, wali kelas membagikan rapor berdasarkan peringkat tertinggi. Peringkat itu diperoleh dari jumlah seluruh mapel non-muatan lokal. Bersamaan dengan itu, wali kelas juga membagikan kalender terbaru yang dirilis madrasah.

Tidak Ada Rapor yang Ditahan

Mengulagi ‘tradisi’ tahun-tahun sebelumnya, tidak ada rapor siswa yang ditahan madrasah lantaran belum melunasi administrasi ujian.

Kepala Tata Usaha Mustain menerangkan, beberapa orang tua yang belum mampu menyelesaikan pembayaran tetap diberi kesempatan untuk menerima rapor yang merupakan hak setiap wali murid setiap semester. Meskipun demikian, lanjut Mustain, bagi orang tua murid yang masih menunggak pembayaran diharapkan untuk berusaha melunasinya. Sebab, menurutnya, dana tersebut sejatinya digunakan untuk biaya operasional pendidikan. “Mengenai cara pembayarannya bisa dikomunikasikan dengan pihak madrasah,” terangnya.

Lebih lanjut, pengambilan rapor harus dilakukan oleh orang tua atau wali siswa. “Hal itu bertujuan agar para orang tua atau wali murid dapat mengetahui dinamika madrasah,” jelas Mustain. (aaf)

Terakhir diperbarui pada Minggu, 30 Desember 2012 14:25

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.