Masuk

Pemilu Osis dan Pradana, Demokrasi Ala Siswa MAMH Troso

Troso, MAMHTROSO.com – Selasa siang (14/5/2013), siswa MA Matholi’ul Huda Troso menggelar Pemilihan Umum (Pemilu) Ketua Osis dan Pradana Pramuka untuk periode 2013-2014. “Hajatan besar” yang digelar di halaman madrasah ini menjadi ajang latihan berdemokrasi ala siswa di MAMH Troso.


“Acara ini diadakan sebagai media belajar pengenalan demokrasi bagi siswa di MA Matholi’ul Huda Troso,” ungkap Waka Kesiswaan Noor Ubaidillah. Dikatakannya, Prosedur pemungutan suara dalam pemilu kali ini nyaris disamakan dengan pemilu sungguhan, semisal pembentukan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), penjaringan kandidat, hingga proses pemungutan suara.

Lebih lanjut dikatakan Ubaidillah, pemilu kali ini diharapkan menjadi simulasi bagi siswa saat mereka telah memenuhi syarat menjadi pemilih dalam pemilu yang sebenarnya. Karenanya, Ubaidillah mengharapkan hak pilih yang dimiliki oleh siswa dapat dipergunakan dengan baik. “Pergunakan hak pilih secara bertanggung jawab,” kata Ubaidillah. “Pilih calon yang dianggap mampu memajukan kegiatan kesiswaan, utamanya kegiatan kepramukaan yang menjadi ujung tombak prestasi di madrasah ini,” imbau Ubaidillah.

Dari amatan MAMHTROSO.com, rangkaian kegiatan pemilu diawali dengan penyebaran pamplet ke kelas-kelas oleh anggota KPPS, beberapa hari sebelumnya. Syafrudin Kamal Najih (XI IPA-2) dan Siti Khotijah (XI IPA-2) bersaing pada bursa pencalonan ketua Osis. Sementara itu, Noor Arif (XI IPA-2) dan Arsena Arif Widadi (XI IPA-1) maju pada persaingan kursi Pradana putra, serta Imro’atul Latifah (XI IPA-1) dan Nurun Nailis Sa’adah (XI IPA-2) yang bersaing pada bursa calon Pradana putri.

Sebelum pemungutan suara berlangsung, setiap kandidat berkesempatan melakukan kampanye untuk menarik dukungan massa. Rata-rata mereka menyatakan dirinya  siap menjadi pemimpin bila terpilih dan mengaku bakal bekerja maksimal untuk kemajuan organisasi.

Dari sekian banyak kandidat yang berorasi, kampanye Imro’atul Latifah cukup menyita perhatian publik. Pasalnya, alih-alih mempromosikan dirinya dipilih menjadi pradana putri, Latifah malah memilih untuk berorasi tentang  pencerdasan berpolitik. “Setiap organisasi butuh yang namanya pemimpin, termasuk Osis dan pramuka di madrasah kita,” ujar Latifah.

“Sebagai warga negara,” lanjut Latifah, “kita mempunyai hak dan kewajiban dalam berpolitik. Hak kita adalah memilih pemimpin sesuai dengan hati nurani kita, serta kewajiban kita harus bertanggung jawab dengan pilihan kita”.

Saat pelaksanaan pemungutan suara, seluruh siswa yang hadir melakukan pencontrengan kertas suara di balik bilik suara. Setiap siswa mendapatkan dua jenis kertas suara yang berbeda, selembar untuk pemilihan ketua Osis, sisanya untuk pemilihan Pradana. Khusus untuk pemilihan pradana, siswa laki-laki hanya mendapatkan surat suara khusus pradana  putra dan siswi mendapatkan kertas suara pradana putri.

Seusai mencontreng, siswa memasukkan kertas suara ke dalam kotak suara, dan diakhiri dengan pencelupan jari ke dalam tinta.

Penghitungan dilakukan seusai pemungutan suara. Siti Khotijah didaulat menjadi suksesor ketua Osis lama, Fatkhul Anam, setelah berhasil setelah menang dengan 299 suara. Sementara rivalnya, Syafrudin Kamal Najih hanya mendapatkan dukungan 163 suara.

Perolehan suara yang dengan jumlah fantastis diperoleh oleh Latifah. Ia mendapatkan dukungan sebanyak 234 suara. Hasil itu terpaut sangat jauh dari perolehan Nurun Nailis Sa’adah yang hanya mendapatkan 57 suara. Dengan jumlah dukungan yang besar, Latifah dipastikan menggantikan Lia Listiana sebagai Pradana putri Ambalan Fatmawati.

Demikian halnya dengan Noor Arif. Ia terpilih sebagai Pradana putra menggantikan Tri Bowo Krismawanto setelah menang dengan raihan 103 suara. Rivalnya, Arsena hanya mampu menyaingi dengan perolehan 72 suara.

Pemilu Ketua Osis dan Pradana pramuka tahun ini merupakan pelaksanaan pesta demokrasi gaya siswa MAMH Troso untuk kali kedua. Sebelumnya, kegiatan serupa juga pernah digelar, tepatnya pada awal Mei tahun lalu. Pemilu ini menggantikan sistem voting konvensional yang kerap dilakukan untuk memilih ketua Osis maupun pradana pramuka. (aaf)


Terakhir diperbarui pada Rabu, 15 Mei 2013 22:26

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.