Masuk

Silaturahmi, MA Darul Aman Sambangi Kampus MA MH Troso

Troso, MAMHTROSO.com – Kampus MA Matholi’ul Huda Troso kedatangan tamu istimewa. Sebanyak 20 orang guru dan siswa dari MTs-MA Maarif Darul Aman Pringsurat, Temanggung menyambangi kampus MA MH Troso, kemarin (18/5/2013). Kunjungan itu dimaksudkan untuk menjalin silaturahmi dan mengangsu kaweruh di madrasah ini.


“Tujuan kami ke sini untuk menjalin silaturahmi serta ingin mencontoh hal-hal baik dari madrasah ini,” kata Kepala MA Darul Aman Syarif Hidayatullah. “Harapannya kita bisa menyerap banyak ilmu dari sini dan dapat menerapkannya di madrasah kami,” tambah Syarif.

Lebih lanjut Syarif mengungkapkan, hal yang mendasari dirinya dan rombongan melakukan studi banding ialah keinginan untuk menelisik lebih jauh kiat dan trik yang ditempuh lembaga pendidikan ini sehingga dapat berkembang pesat meski berada di kawasan pedesaan. “Kami awalnya membaca dari internet tentang madrasah ini. Setelah kami telusuri, madrasah ini berkembang dengan sangat baik meski berada di pedesaan,” kata Syarif. “Ada rasa takjub saat baru pertama masuk (di dalam lingkungan kampus, red.). Melihat sekilas dari gedungnya memang sudah besar dengan berbagai program kegiatan yang sudah berjalan,” lanjutnya.

Rombongan yang juga didampingi oleh anggota DPRD Temanggung Umi Suwaibah itu tiba di halaman kampus sekitar pukul 10.00 WIB. Sesaat setelah turun dari bus yang mereka tumpangi, sejumlah unsur pimpinan MTs-MA MH Troso langsung mengajak mereka berkeliling menyaksikan beragam aktivitas di kampus ini. Selain melihat suasana pelaksanaan Pekan Ulangan Bersama (PUB), mereka juga berkesempatan melihat aktivitas latihan siswa kelas IX dan XII yang tengah mempersiapkan acara perpisahan.

Acara silaturahmi berlanjut di ruang multimedia. Kepala MA MH Troso yang memimpin ramah-tamah itu sempat membeberkan kiat membawa madrasah yang nahkodainya bisa bertahan di tengah persaingan antarlembaga pendidikan belakangan ini. “Kata kuncinya adalah kita harus percaya pada kemampuan diri sendiri,” ungkap Kamad. “Tidak mungkin kita mengajak orang lain percaya pada diri kita bila kita sendiri kita tidak percaya pada diri sendiri,” tambahnya.

Selain itu, lanjut Kamad, penanaman fanatisme pada warga madrasah juga perlu dilakukan. Sebab menurutnya, fanatisme dapat memunculkan rasa memiliki dan tanggung jawab moral terhadap kemajuan pendidikan di daerahnya sendiri. “Sering kita katakan, kalau tidak kita sendiri, siapa lagi,” ungkapnya. “Meski begitu, kita juga harus mengupayakan sedemikian rupa agar kemajuan benar-benar didapatkan dalam lembaga kita. Jangan sampai tidak imbang (antara sikap fanatik dengan realisasi di lapangan, red.)” tegasnya.

Kiat ketiga, masih menurut Kamad, adalah memberikan pelayanan penuh kepada peserta didik. Hal yang perlu dijauhi oleh penyelenggara pendidikan adalah pola pikir hanya mencari keuntungan. “Kita harus berani memberikan pendidikan yang terjangkau bagi siapa saja, tetapi tetap memiliki daya saing,” paparnya.

Sementara itu, Waka Kurikulum MA MH Troso Sobari menjelaskan langkah menyusun struktur kurikulum setelah ada penambahan sejumlah mata pelajaran muatan lokal. “Mata pelajaran muatan lokal kita alokasikan minimal satu jam tatap muka, dan maksimal dua jam tatap muka untuk setiap minggunya,” jelas Sobari. “Sebagai imbasnya, beberapa mata pelajaran yang digariskan pemerintah kita kurangi jamnya,” lanjutnya. Kendati demikian, jumlah tatap muka mata pelajaran eksak tetap dipertahankan.

Tidak hanya guru saja yang saling bertukar pengalaman. Tiga orang perwakilan Osis dan pramuka Darul Aman juga memanfaatkan kesempatan itu untuk mengetahui lebih banyak tentang bentuk kegiatan kesiswaan di MA MH Troso.

Acara silaturahmi dipungkasi dengan serah-terima cindera mata dari masing-masing pimpinan lembaga. (aaf)


Terakhir diperbarui pada Sabtu, 25 Mei 2013 06:36

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.