Masuk

Pilgub Jateng 2013: Partisipasi Minim, Bukti Kesadaran Politik Masih Rendah

Troso, MAMHTROSO.com – Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah yang digelar Ahad kemarin (26/5/2013) telah usai. Pesta demokrasi bagi 27,4 juta warga Jateng yang memiliki hak pilih itu berlangsung kurang sukses. Pasalnya, partisipasi para pemilih dalam Pilgub dinilai masih minim.

Berdasarkan hasil quick count Indo Barometer (IB), seperti yang dikutip dari Jaringnews.com, tingkat partisipasi pemilih (voter turn out) pada Pilgub Jateng tahun ini hanya sebesar 54,72 persen suara sah, 3,7 persen suara tidak sah, serta 41,57 persen tidak menggunakan hak pilihnya.

Adapun hitung cepat IB dilaksanakan di 400 Tempat Pemungutan Suara (TPS) sampel yang diambil dari 61.951 TPS yang yang tersebar di 35 kabupaten/kota di Provinsi Jateng, dari total 27.385.985 pemilih. Dengan jumlah sampel sebesar itu, margin of error adalah kurang lebih 1 persen, pada tingkat kepercayaan (level of confidence) sebesar 99 persen. Quick count menggunakan metode multi stage random sampling, yaitu metode acak bertingkat dengan mengambil sampel di seluruh kabupaten/kota di Provinsi Jateng.

Di Kabupaten Jepara, sebanyak 1.806 TPS digunakan untuk pemungutan suara. Jumlah tersebut tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Jepara, termasuk satu TPS di dalam lembaga pemasyarakatan (LP).

Pada penyelenggaraan Pilgub di tingkat desa, Panitia Pemungutan Suara (PPS) Desa Troso mencatat sebanyak 6.949 suara atau sekitar 47,2 persen dinyatakan sah, 247 suara atau 1,7 persen suara tidak sah, serta 7.528 pemilih atau sekitar 51,1 persen tidak menggunakan hak pilihnya.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun MAMHTROSO.com di lapangan, pengunjung di sejumlah TPS di Troso cenderung sepi meski petugas KPPS telah membuka TPS beberapa jam sebelumnya. Tidak heran bila jumlah kehadiran para pemilih di setiap TPS tidak bisa banyak.

Seperti yang terjadi di TPS 10 yang berlokasi di kampus MA Matholi’ul Huda Troso. Pemilih yang datang ke TPS hingga penutupan pada pukul 13.00 WIB hanya sebanyak 305 pemilih. Padahal, total DPT yang ada di TPS ini sebanyak 529 pemilih.

Seusai perhitungan, sebanyak 295 pemilih atau sekitar 55.8 persen suara dinyatakan sah, 10 pemilih atau 1,9 persen suara batal, dan sisanya, yakni sebanyak 224 pemilih atau sekitar 42 persen tidak ikut mencoblos.

Hasil yang hampir sama juga didapatkan oleh TPS 8. Dari 518 DPT yang terdaftar KPU, hanya 309 pemilih atau sekitar 59,6 persen dinyatakan sah, 4 suara atau 0,7 persen dinyatakan batal, serta 313 pemilih atau 60,4 persen memilih golput.

Minimnya partisipasi masyarakat dalam pemilihan lurah Jateng tahun ini cukup disayangkan. Sebab, hal itu mengindikasikan masih rendahnya kesadaran berpolitik yang dimiliki warga.

“Ternyata masih banyak warga masyarakat kita yang belum melek politik. Tidak selamanya politik itu buruk,” ungkap anggota Panitia Pengawas Lapangan Ahmad Rudi kepada MAMHTROSO.com di TPS 10, Ahad siang.

Rudi menambahkan, warga yang memilih golput dalam Pilgub kali ini kebanyakan didominasi oleh pemilih berjenis kelamin laki-laki yang berusia antara 20-40 tahun. “Dari 30 TPS yang ada di Troso, kebanyakan mereka yang golput ya yang masih tergolong muda, antara 20-40 tahun, dan kebanyakan laki-laki,” tambahnya. Rata-rata jumlah warga yang golput, lanjut Rudi, mencapai antara 50-60 persen dari daftar pemilih yang ada.

Selain itu, ungkap Rudi, banyak dari para calon pemilih yang terang-terangan tidak bakal menggunakan hak pilihnya bila mereka tidak mendapatkan ‘uang pesangon’ dari tim sukses calon.

“Ada juga yang beralasan mereka sudah jengah dengan tingkah polah para elit politik yang sudah-sudah. Warga sudah mencoba memilih mereka, tapi ujung-ujungnya justru menghianati warga dengan menyalahgunakan jabatan. Istilah gampangnya, masyarakat mungkin sedang alergi politik,” jelas Rudi.

Ganjar-Heru Menang Versi Quick Count Lembaga Survei dan KPU

Pilgub Jateng tahun ini diikuti oleh 3 pasangan calon gubernur dan wakil gubernur, yakni Hadi Pranowo-Don Murdono (HP-Don) yang diusung koalisi Partai Gerindra, PKS, PKB, PPP, Partai Hanura dan PKNU, calon incumbent Bibit Waluyo-Sudijono Sastroatmodjo (BISSA) yang diusung Partai Demokrat, PAN, dan Partai Golkar, serta Ganjar Pranowo-Heru Sudjatmoko  yang diusung partai tunggal PDIP.

Hasil quick count IB yang ditayangkan Metro TV menyebutkan, dari data masuk 90,5 persen, Ganjar-Heru unggul 46,82 persen. Sementara pasangan Bibit-Sudijono mendapat suara 21,38 persen. Sedangkan pasangan nomor urut 1, HP-Don mendapat suara 21,37 persen.

Sementara itu quick count Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang ditayangkan SCTV juga mencatat analisa serupa. Ganjar unggul dengan angka cukup telak.

Dari data 98, 67 persen yang masuk. Ganjar-Heru mendapat 49,78 persen, disusul Bibit-Sudijono 30,29 persen dan terakhir HP-Don 19,93 persen.

Sementara itu hasil quick count Lingkaran Survei Indonesia (LSI) yang ditayangkan TVOne, dari 93,7 persen suara masuk. Ganjar-Heru menang 49,21 persen, disusul pasangan Bibit-Sudijono mendapat 30,14 persen, sementara pasangan ke 3 HP-Don mendapat 20,65 persen.

Hasil quick count pilkada Jateng oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Tengah tidak berbeda jauh dengan sejumlah lembaga survei.

Real count melalui mekanisme pesan singkat dari setiap KPPS di setiap TPS yang dikirimkan ke server KPU tersebut sementara ini masih menempatkan pasangan nomor tiga, Ganjar-Heru memenangi Pilgub Jateng 2013.

Pasangan Ganjar-Heru memimpin dengan perolehan suara mencapai 48 persen, disusul pasangan nomor dua, Bibit-Sudijono dengan raihan 30 persen, dan diikuti pasangan HP-Don sebesar 20 persen. (Agus Ahmad Fadloli)

Terakhir diperbarui pada Selasa, 28 Mei 2013 08:25

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.