Logo
Cetak halaman ini

Usung Tema Hantu, Iwan Yasir Juara “Stand Up Comedy”

Troso, MAMHTROSO.com – Iwan Yasir akhirnya keluar sebagai juara pertama lomba Stand Up Comedy antarkelas tahun 2013. Komika asal kelas XI IPA-2 itu berhasil mengungguli belasan kontestan lain, dalam perlombaan bertajuk Class Meeting yang dihelat di halaman MA Matholi’ul Huda Troso, Sabtu (14/12) pagi.

Selama hampir lima menit, Yasir terbilang sukses mengocok perut lewat komedi yang dia suguhkan di depan tiga orang juri penilai dan ribuan penonton.

Dengan tema “hantu”, tampil berbaju gamis dan aksesoris unik. Yasir membuka ocehannya dengan guyonan satir yang dibungkusnya dengan cerdas. Yasir mendeskripsikan kegemaran masyarakat Indonesia dengan cerita hantu. “Hantu paling terkenal di Indonesia adalah pocong yang jalannya loncat-loncat itu. Tapi hantu ini dijamin pasti kalah kalau ikut lomba balap karung tujuh belasan. Kenapa kalah? Lha tangannya saja diikat. Gimana bisa pegang karungnya,” cerita Yasir.

Yasir kemudian membahas tuyul dan pentingnya mematenkannya sebagai citra hantu Indonesia. “Tuyul itu mungkin satu-satunya hantu di Indonesia yang masih kecil sudah disuruh nyari duit. Coba kalau ketahuan Kak Seto bisa dilaporkan ke Komnas Perlindungan Anak. Tapi kita harus bangga dengan adanya tuyul sebagai identitas Indonesia. Sebab bila tidak, bisa-bisa nanti akan diklaim Malaysia,” masih cerita Yasir disambut ledakan tawa para penonton yang mengerti maksud lawakannya.

Sementara itu, gelar juara kedua diraih oleh kontestan asal kelas X A, Abdullah Muttaqin. Taqin berhasil menjadi komika terbaik kedua setelah tampil apik lewat topik “tawuran”.

Di awal penampilannya, komika berbadan mungil itu memaparkan asal-muasal istilah tawuran dimunculkan. “Tawuran itu ternyata kata yang berasal dari Bahasa Inggris, yaitu ‘tawu’ dan ‘ran’. ‘Tawu’ itu artinya dua, nah kalau ‘ran’ itu artinya lari. Jadi di saat ada dua orang bermasalah, teman-temannya pada lari ikut-ikutan membuat masalah,” celoteh Taqin.

Taqin juga membahas alasan mengapa tawuran menjadi tren di kalangan remaja saat ini. “Tawuran sudah ada di mana-mana. Lihat tuh acara di tv. Pagi, nonton tawuran. Malem, nonton rebut-ributan. Tidak lagi acara yang lain. Dan ternyata penyebabnya kenapa berita tawuran terus? Ternyata akibat acara Teletubbies sudah tidak ada,” cerita Taqin.

Di posisi ketiga ditempati Muhammad Ali Rosyadi, komika asal kelas XI IPS-2. Tampil dengan balutan baju biru, Ali membawakan tema cerita “gosip”.

Di awal penampilannya, Ali mencoba membuat lawakan dengan memaparkan fenomena artis saat ini. “Yang namanya artis itu saya paling tidak tertarik. Sebab artis ganteng itu percuma, ujung-ujungnya narkoba lagi. Mending seperti saya ini, gak narkoba, ganteng juga kagak,” kisah Ali.

Di bagian berikutnya, Ali mengkritik kebiasaan masyarakat yang menilai seseorang dari penampilan luarnya. “Begini, kita itu jangan suka menilai orang dari cara penampilan. Contohnya, melihat orang berbaju koko dan berpeci putih, dibilang Pak Haji. Padahal belum tentu sudah haji. Siapa tahu dia tukang bubur,” kata Ali.

Sebelum menyudahi penampilannya, Ali kembali membuat guyonan yang dibalut cukup cerdas. “Sekarang ini bahan gosip sudah merambah ke pengemis. Saat ini, pengemis sudah menjadi lapangan pekerjaan. Dan tahu tidak, pengemis itu ternyata butuh skill, butuh disiplin ilmu yang tinggi, tata busana, tata rias, hingga koreografi, semuanya butuh penjiwaan,” cerita Ali. “Sudah saatnya pemerintah mengeluarkan peraturan pembuatan SIM alias Surat Izin Mengemis bagi pengemis di Indonesia. Kalau sim C, pengemis bisa mengemis pengendara sepeda motor. Kalau sim A, pengemis bisa mengemis pengendara mobil. Atau sim B, pengemis bisa mengemis kendaraan besar, seperti mobil container,” celoteh Ali. (Agus Ahmad Fadloli)


Terakhir diperbarui pada Rabu, 18 Desember 2013 05:57
Hakcipta © 2015 MA Matholi'ul Huda Troso.