Masuk

Ayah Meninggal Mendadak, Nailin dan Keluarga Terpukul

Featured H. Musthofa Kamal (pegang mikrofon) memberi sambutan rombongan pelayat dari MA Matholi'ul Huda Troso. MAMHTROSO.com H. Musthofa Kamal (pegang mikrofon) memberi sambutan rombongan pelayat dari MA Matholi'ul Huda Troso.

MAMHTROSO.COM, TROSO – Rona duka masih tersirat dari wajah Nailin Nazah. Siswi kelas XII IPA-2 MA Matholi’ul Huda Troso ini telah ditinggal ayahnya, Tas’an untuk selamanya pada Kamis (1/5). Sang ayah meninggal secara mendadak dalam usia 50 tahun.

“Pagi-pagi bapak masih berangkat kerja ke Menganti seperti biasa. Siang harinya, bapak istirahat untuk salat dan makan. Setelah itu bapak mengeluh kepalanya pening, dan tak lama kemudian bapak sudah tidak ada,” kata Nailin di rumahnya di RT 8 RW 1, Desa Troso, Kecamatan Pecangaan (3/5).

Masih menurut Nailin, ayahnya tersebut tidak mempunyai riwayat sakit kepala akut sebelum menemui ajal. Justru penyakit paru-paru dan asma lah yang telah lama diderita sang ayah. “Terakhir kali bapak dirawat di rumah rumah sakit gara-gara sakit paru-paru dan asma pas bulan puasa kemarin,” imbuhnya.

Dirinya mengaku sangat terpukul atas kepergian bapaknya yang begitu cepat. Sang ayah selama ini berperan sebagai tulang punggung bagi keluarganya.

Nailin mengungkapkan, beberapa hari sebelum meninggal, sang ayah memang sudah terlihat sayu. “Saya bilang pada ibu kalau alis bapak belakangan ini kelihatan turun. Lalu ibu menyuruh saya untuk tidak menyampaikan hal tersebut kepada bapak”.

Almarhum meninggalkan seorang istri, dua orang anak, dan satu orang cucu.

Siswa kelas XII Adakan Takziyah

Sementara itu, seluruh siswa kelas XII MA Matholi’ul Huda Troso menggelar acara takziyah ke rumah almarhum, Sabtu (3/5) siang.

Galeri foto, klik tautan ini.

Waka Humas H. Musthofa Kamal, saat memberi sambutan mewakili rombongan madrasah, mengatakan turut berbela sungkawa atas musibah yang telah menimpa keluarga almarhum. Beliau juga berharap agar pihak keluarga dapat ikhlas dan tabah atas kepergian almarhum.

Menurut beliau, almarhum dapat dikatakan meninggal dalam keadaan khusnul khatimah. Alasannya, almarhum meninggal secara mendadak dan dalam posisi mencari nafkah untuk keluarga dengan cara yang halal. Agus Ahmad Fadloli

Terakhir diperbarui pada Minggu, 04 Mei 2014 09:43

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.