Masuk

Nonton Bareng dan Ceramah Kemadrasahan, Cara MA MH Troso Gelar MOS

Featured Suasana nonton bareng. MAMHTROSO.com Suasana nonton bareng.

MAMHTROSO.COM, TROSO – MA Matholi’ul Huda Troso menggelar masa orientasi siswa (MOS) bagi para siswa baru dengan cara yang unik, yakni dengan mengadakan nonton bareng video inspiratif serta ceramah kemadrasahan. Kegiatan ini untuk menjauhkan MOS sebagai ajang bullying para senior kepada adik kelasnya.

“Kita punya cara sendiri dalam mengisi masa orientasi peserta didik baru, di antaranya, anak-anak akan kita putarkan potongan film inspiratif,” kata Kepala MA MH Troso, Drs. H. Nur Kholis Syam’un, di aula madrasah, Rabu (16/7).

“Kita ingin menghilangkan kesan bahwa MOS identik dengan kekerasan. Maka lewat nonton bareng ini, anak-anak dapat merasa senang dan nyaman selama mengikuti masa orientasi,” jelasnya.

Pada acara nonton bareng, ungkapnya, video yang diputar merupakan film semi dokumenter yang bercerita mengenai perjuangan orang pinggiran untuk bisa bertahan hidup meskipun kehidupan mereka terus tergerus oleh perkembangan zaman. “Memenuhi berbagai kebutuhan hidup meskipun dengan keterbatasan dan ketertinggalan diharapkan dapat menjadi inspirasi tersendiri bagi anak-anak yang menontonnya,” jelasnya.

Galeri kegiatannya, klik tautan ini.

Kepala Madrasah mengungkapkan, para peserta tidak hanya menonton video saja. Mereka juga diberi tugas untuk membuat sinoposis terkait film yang ditontonnya. “Kita wajibkan setiap anak membuat resume yang selanjutnya akan dikumpulkan untuk diberi nilai. Dari resume itu akan kelihatan siapa yang mengerjakan tugas dengan baik, dan siapa yang hanya main-main saja,” paparnya.

Selain menonton tayangan video inspiratif, para peserta MOS juga diajak menyaksikan video kontes dai yang pernah ditayangkan di salah satu stasiun TV swasta. “Dari video tersebut, anak-anak diajak untuk mengamati bagaimana gaya penampilan dan retorika sang kontestan. Mereka juga diharapkan dapat meniru cara dai menyampaikan materi pidato,” jelas Kepala Madrasah, pagi tadi (17/7).

Video tersebut, kata beliau, diputar agar para siswa baru nantinya dapat meniru dan mengembangkan teknik berorasi dengan baik saat mereka mengikuti mata pelajaran muatan lokal Muhadarah alias Pidato. “Belajar dari pengalaman yang sudah-sudah, anak-anak selama ini pidatonya masih biasa-biasa saja, atau bahkan terkesang kurang bermutu. Oleh karenanya, dengan adanya tayangan video ini, anak-anak dapat belajar berpidato lebih baik lagi,” harapnya.

Selain nonton bareng, para peserta MOS tahun ini juga mengikuti kegiatan ceramah kemadrasahan. Mereka disatukan dalam satu ruangan dan diberi beragam materi, mulai motivasi bersekolah hingga adab seorang pelajar. Agar lebih bervariasi, acara tersebut sesekali diadakan di halaman madrasah.

Khusus tahun ini, MOS diadakan bertepatan dengan bulan suci Ramadan. Karenanya, para peserta MOS akan lebih banyak mendapatkan kegiatan yang tidak banyak menguras tenaga serta yang mengarah pada peningkatan keimanan dan ketakwaan.

Rencananya, MOS tahun ini akan berlangsung hingga Ahad (20/7).

Menurut Kepala Madrasah, MOS model seperti ini sudah lama diterapkan di MA MH Troso. Selain lebih sederhana, MOS cara ini diklaim dapat mengurangi praktik perpeloncoan di kalangan siswa baru.

Peserta MOS pun tidak dibebani untuk membawa atribut-atribut aneh seperti yang kerap terjadi di tempat lain. Mereka hanya disuruh mengenakan seragam SMP atau MTs asal. (Agus Ahmad Fadloli)

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.