Masuk

“Mario Teguh Golden Ways” Jadi Penutup MOS di Bulan Ramadan

Featured Kepala Madrasah (berdiri) memberi kata pengantar sebelum nonton bareng dimulai. MAMHTROSO.com Kepala Madrasah (berdiri) memberi kata pengantar sebelum nonton bareng dimulai.

MAMHTROSO.COM, TROSO – Kegiatan masa orientasi siswa (MOS) bagi siswa baru di MA Matholi’ul Huda Troso berakhir Sabtu (19/7) lalu. MOS terakhir di bulan Ramadan ini diisi dengan pemutaran video inspiratif “Mario Teguh Golden Ways”.

MOS tahun ini telah berlangsung sejak Senin (14/7) lalu, serta diikuti oleh sedikitnya 210 murid baru. Kegiatan orientasi ini diramaikan dengan berbagai acara, seperti nonton bareng dan ceramah kemadrasahan.

Galeri kegiatannya, klik tautan ini.

Pada kesempatan ini, panitia MOS menayangkan video ceramah Mario Teguh yang bertema “Mengatasi Rasa Takut Gagal”. Video berdurasi 10 menit tersebut diharapkan dapat memberi motivasi kepada siswa agar tidak mudah putus asa saat mengalami kegagalan saat melakukan sesuatu.

“Kita akan putarkan video ‘Mario Teguh Golden Ways’ untuk anak-anak supaya kelak bisa menjadi orang yang tahan banting dari segala bentuk kegagalan yang pernah dialaminya,” kata Kepala MA Matholi’ul Huda Troso, Drs. H. Nur Kholis Syam’un, saat memberi kata pengantar di aula madrasah.

Beliau mengungkapkan, tidak semua pencapaian yang diinginkan manusia selama hidup dapat terwujud. “Kebanyakan manusia kalau kalau mendapatkan hal yang tidak diinginkan atau disenangi, biasanya akan memunculkan banyak reaksi negatif, seperti marah, atau bahkan putus asa,” jelasnya.

Beliau menjelaskan, ada dua tipe orang memaknai kegagalan. “Pertama ada orang yang menemui kegagalan, kemudian orang itu menjadi malas berusaha karena takut mengalami kegagalan untuk kedua kalinya. Ada juga orang yang belum pernah mencoba suatu hal. Tapi karena ada bayang-bayang takut gagal, akhirnya dia tidak jadi melakukan pekerjaan tersebut. Ibaratnya kalah sebelum berperang,” ungkapnya.

Tipe kedua, lanjutnya, adalah orang yang berkali-kali yang pantang menyerah dan terus berusaha meski kerap tersandung kegagalan. “Anak-anak kami harapkan kelak menjadi orang-orang tipe ini,” timpalnya.

“Lebih baik mengalami kegagalan daripada membayangkan kegagalan,” ucap Kepala Madrasah mengutip pernyataan Mario Teguh.

Seperti pada MOS di hari-hari sebelumnya, para murid baru diwajibkan menulis ringkasan dari materi ceramah sang motivator setelah nonton bareng selesai. Selain itu, beberapa siswa baru diberi kesempatan untuk memberi tanggapan di depan teman-temannya terkait materi ceramah.

MOS kali ini berlangsung hingga siang hari. kegiatan ini diwarnai puluhan kali aplaus dan tawa.

Setelah MOS di bulan Ramadan berakhir, MOS akan dilanjutkan kembali setelah liburan Lebaran. Rencananya, MOS pasca Lebaran akan diisi dengan ceramah kemadrasahan. (Agus Ahmad Fadloli)

Terakhir diperbarui pada Selasa, 22 Juli 2014 01:32

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.