Masuk

Tim MA MH Troso Terima Penghargaan di Puncak Peringatan Hakteknas

Featured Dari kiri-kanan: Novia Salafiyah, Khoirun Nisa’, dan Java Mahbubillah Nibras MAMHTROSO.com Dari kiri-kanan: Novia Salafiyah, Khoirun Nisa’, dan Java Mahbubillah Nibras

MAMHTROSOCOM, TROSO – Tim MA Matholi’ul Huda Troso menerima penghargaan pada puncak peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-19 di area Kura-Kura Ocean Park Pantai Kartini, Jepara, Selasa (9/9).

Sebelumnya tim yang beranggotakan Khoirun Nisa’, Java Mahbubillah Nibras, dan Novia Salafiyah itu berhasil meraih juara pertama pada Lomba Karya Ilmiah Inovatif (LKII) tingkat pelajar kategori ilmu sosial yang digelar Dewan Riset Daerah (DRD) Kabupaten Jepara, beberapa waktu lalu. Khoirun Nisa’ dkk berjaya lewat karya ilmiah yang berjudul “Pengaruh Sikap Mandiri dan Pengetahuan Wirausaha Tenun Ikat Troso Terhadap Minat Berwirausaha Siswa-Siswi MA Matholi’ul Huda Troso”.

Tim binaan Muhammad Muhtar Sya’roni ini menerima penghargaan berupa trofi, piagam penghargaan, serta uang pembinaan senilai Rp 2 juta.

Pada event itu pula, Tim SMKN 1 Jepara yang meraih juara pertama pada LKII kategori ilmu alam juga menerima penghargaan serupa.

Selain itu, pihak menyelenggara juga memberi penghargaan kepada Kasemo, warga Desa Sukodono, Kecamatan Tahunan, yang memenangkan lomba kreativitas dan inovasi (Krenova) dengan produk mesin pencetak kue dan molen. Produk ini dianggap unik karena memanfaatkan limbah kayu dari industri mebel.

Galeri kegiatannya, klik tautan ini.

Peringatan Hakteknas tahun ini mengusung tema “Inovasi Pangan, Energi, dan Air untuk Daya Saing Bangsa”. Jepara dipilih sebagai lokasi perhelatan akbar ini untuk memasyarakatkan teknologi guna menanamkan kesadaran pada masyarakat Jepara bahwa pemanfaatan, pengembangan dan penguasaan teknologi di masyarakat sangatlah penting untuk meningkatkan daya saing di daerah.

Peringatan ini juga bertujuan untuk membangun kebersamaan di antara stakeholder iptek, yakni Lembaga Penelitian dan Pengembangan (Litbang) daerah, Balitbang Jawa Tengah, perguruan tinggi, para praktisi dan peneliti, serta lembaga posyantek dan masyarakat. (Agus Ahmad Fadloli)

Terakhir diperbarui pada Minggu, 14 September 2014 10:27

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.