Masuk

Inilah Keseruan Lomba Perkusi 2014

Featured Penampilan tim perkusi XII IPS-2. Agus Ahmad Fadloli Penampilan tim perkusi XII IPS-2.

MAMHTROSO.com – Perhelatan pekan olahraga dan seni antarkelas bertajuk Class Meeting Semester Gasal 2014 memasuki hari kedelapan pada Sabtu (20/12/2014), ditandai dengan lomba perkusi antarkelas. Lomba ini berlangsung seru dengan aneka kreatifitas yang ditampilkan para peserta.

Lomba ini diikuti oleh 16 kelompok musik perkusi yang rata-rata beranggotakan sedikitnya 20 orang siswa. Selain memainkan perkusi dari barang-barang bekas seperti potongan drum, kentongan bambu, baskom bocor, botol sirup dan barang-barang tak berguna lainnya, mereka juga menampilkan koreografi tarian yang menawan. Tak berhenti sampai di situ, mereka juga membawakan sejumlah nomor lagu daerah dengan aransemen ala mereka sendiri.

Penampilan atraktif seperti ini tak pelak mengundang kekaguman tersendiri dari ribuan penonton yang memadati halaman MA Matholi’ul Huda Troso.

Berbeda dari perhelatan lomba perkusi tahun lalu, pada pelaksanaan lomba kali ini, hampir semua kontestan tidak menampilkan barongan maupun dadak merak. Hal itu terkait dengan aturan panitia penyelenggara yang tidak memasukkan atraksi itu sebagai salah satu unsur penilaian. Sebagai gantinya, panitia mewajibkan setiap kelompok menyanyikan lagu daerah secara live.

Kreatifitas para peserta juga dituangkan dalam bentuk pemilihan kostum sesuai dengan konsep yang diusung oleh masing-masing kelas, seperti kelompok perkusi XII IPS-2 yang berbusana ala Aceh, hingga tim X IIS-3 yang berkostum layaknya suku di Papua.

Banyak kelompok yang pentas dengan serius, namun ada juga beberapa kelompok yang tampil dengan jenaka, seperti saat penampilan tim perkusi dari kelas XI IPS-2. Ketika kelompok lain menampilkan koreografi tarian yang indah, tim ini justru memunjulkan beberapa siswa yang berdandan ala banci. Tentu saja kehadiran ‘wanita jadi-jadian’ itu mengundang tawa dari para penonton.

Galeri kegiatannya, klik tautan ini.

Dari sekian banyak kelompok yang berunjuk gigi, atraksi kelas XII IPS-2 yang paling banyak menyita perhatian penonton. Perpaduan teknik gebuk perkusi yang unik serta koreografi tarian yang lincah menjadikan kelompok ini memperoleh penilaian tertinggi dari para juri. Tak heran bila tim ini berhasil meraih gelar juara pertama.

Diawali dengan penampilan 5 orang percussionist berhelm ala pekerja proyek bangunan. Selain kompak, penampilan mereka cukup mengundang tawa lewat aksi pukul helm.

Setelah itu, giliran belasan siswi menari dengan diiringi lagu dari Nangroe Aceh Darussalam.

Penampilan kelas XI IPA-2.

Atraksi yang tidak kalah seru juga disajikan anak-anak kelas XI IPA-2. Tampil dengan konsep yang lebih rancak, tim ini membuka tampilan dengan koreografi tarian. Setelah itu, giliran tiga penari tampil dengan tarian “Yamko Rambe Yamko” ala Papua. Atas penampilan tersebut, kelompok ini akhirnya berhasil menempati peringkat kedua.

Penampilan kelas XII IPA-1.

Sementara itu, posisi ketiga ditempati kelompok perkusi dari kelas XII IPA-1. Konsep yang disajikan tidak jauh beda dari tim lain, yakni menyajikan kolaborasi cantik antara ansambel perkusi dan komposisi tarian berkonsep kesenian daerah. Hebohnya, kelompok ini membuka penampilan dengan permainan perkusi dari tongkat bambu berukuran 160 sentimeter. Setelah itu, kelompok ini membawakan lagu “Ondel-Ondel” ala Betawi. (Agus Ahmad Fadloli)

1 komentar

  • Vieta
    Vieta Kamis, 30 April 2015 10:45 Pranala Komentar

    wah senangnya melihat kekompakan anak anak emha troso :)

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.