Masuk

Usung Gaya “Ndeso”, Ulin Juara Stand Up Comedy 2014

Featured Ulin Nuha. Agus Ahmad Fadloli Ulin Nuha.

MAMHTROSO.com – Ulin Nuha akhirnya keluar sebagai juara pertama lomba Stand Up Comedy antarkelas tahun 2014. Komika perwakilan kelas XI IPS-1 itu melawak dengan gaya ndeso dan mengantarkannya unggul dari belasan komika lain.

Ulin menjadi salah satu dari 16 kontestan lomba Stand Up Comedy yang digelar bersamaan dengan lomba menyanyi pop pada Class Meeting Semester Gasal 2014.

Bertempat di halaman MA MH Troso, Ahad (21/12/2014). Ulin tampil berbusana nyeleneh, yakni kaos cokelat ukuran jumbo, sepatu sebelahan, serta berkacamata hitam. Ulin yang meniru gaya komedian Dodit itu membuka ocehannya tentang gaya hidupnya yang sudah modern. “Meski pakaian saya begini, ndeso katrok, tapi saya sudah gaul. Jadinya gaya bicara saya juga harus berbeda. Ehm... Perkenalkan guwe Ulin, guwe model, bintang iklan, pupuk kandang, jadi kandangnya,” celotehnya disambut dengan tawa para penonton.

Dia juga menceritakan suka duka menjadi selebritis dengan wajah pas-pasan. “Tadi pas saya ke sini, banyak cewek yang neriakin ‘Ulin... Ulin... I love you’. Yang cowok pun gak mau ketinggalan. Mereka bilang gini, ‘Munyuk... Munyuk... Untumu!” katanya sambil menunjuk ke giginya.

Ulin kemudian membahas kebiasaan sehari-hari. “Meskipun saya orang desa, tapi keluarga saya memegang teguh budaya Eropa. Kalau orang desa biasanya tidur tidak pakai baju alias bloder, saya beda. Minimal saya pakai piyama. Tidur di lantai,” ucapnya sambir nyengir.

Di akhir penampilannya, Ulin membuat twist yang cukup menggelitik. “Saya kasihan kalau bapak saya melihat saya ikut lomba ini. Pasti bapak akan bilang gini, ‘Duh kasihan ya Ulin. Berdiri sendiri di atas panggung, diketawain orang banyak, kayak orang guoblok!” ucap dia.

Faiz Rahman

Sementara itu, gelar juara kedua diraih komika asal kelas XI IPA-1, Faiz Rohman. Dengan materi dan gaya hampir mirip dengan Ulin, Faiz mengungkapkan berbedaan gaya makan orang desa tulen dengan orang desa yang mengikuti tren. “Orang desa kalau makan itu paling juga sejenis. Tapi kalau saya harus ada table manner-nya. Ada menu pembuka, menu utama, dan menu penutup. Biasanya kalau menu penutup itu ada puding sama minuman bersoda. Air putih? Cieh!! Muntah saya,” lawaknya disambut tawa pemirsa.

Faiz juga mengungkapkan, cara makannya dengan orang desa pada umumnya pun berbeda. “Cara makan saya berbeda. Alat-alat makan saya harus lengkap, ada sendok, garpu, dan cinta,” lanjut dia.

Firda Aricha Silvi

Pada posisi ketiga, Firda Aricha Silvi dari kelas X MIA-2 tampil cukup memikat. Menjadi salah satu dari sedikit komika perempuan tak membuat Firda minder untuk open mic di depan ribuan penonton. Dia bercerita tentang ciri-ciri anak yang baik.

“Anak yang baik itu tidak suka mencontek. Saya paling sebel karena selalu dituduh nyontek gara-gara suka noleh ke kanan dan ke kiri pas ulangan di sekolah. Padahal saya tidak ingin menyontek, saya cuma mau memastikan apakah soalnya sama atau tidak,” celotehnya.

Anak baik, lanjutnya, adalah bisa bersabar. “Saya melatih kesabaran sejak kecil. Dulu SD masuk jam 7, saya sabar, nggak usah buru-buru seperti teman-teman saya yang sudah datang di sekolah jam setengah 7. Itu tidak nggak sabar namanya. Kalau saya sabar, paling nggak setengah 8 baru berangkat,” ungkapnya.

“Bentuk kesabaran saya yang lain adalah kalau ditanya soal matematika. Saking sabarnya saya, dulu saya pernah ditanya 5 x 5 saya jawab 20. Eh malah dimarahin. Saya bilang, ‘Sabar dong, Bu. Lama-lama kan juga 25. Baru juga 20. Kalau saya terburu-buru saya bisa jawab 30, iya kan? Bisa kelewatan kalau buru-buru. Makanya yang sabar,” pungkasnya.

Selain ketiga komika tersebut, belasan komika lain juga turut unjuk kebolehan dalam mengocok perut para penonton. Sebagian besar materi yang dibawakan diambil dari beberapa para komika ngetop yang sering tayang di layar kaca. (Agus Ahmad Fadloli)

Galeri kegiatannya, klik tautan ini.

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.