Masuk

Takling Desa Troso – Tumbuhkan Karakter Islami

Featured Takling Desa Troso – Tumbuhkan Karakter Islami

MAMHTROSO.COM – Desa Troso Pecangaan Jepara malam tadi ramai dengan arak-arak Takbir Keliling (Takling)  untuk memeriahkan Hari Raya Idul Adha 1436 H. Rabu (23/9). Acara ini menjadi agenda tahunan IPNU dan IPPNU Ranting Desa Troso yang bekerja sama dengan pemerintah Desa Troso setempat.

Galeri Takling 1436 H - Klik di sini 

Ali Musaid, Ketua Panitia Takbir Keliling 1436 H Desa Troso, mengusung tema “Tumbuhkan Karakter Islami”. Dari tema tersebut diharapkan dengan diadakannya Takling, remaja dan pemuda Desa Troso bisa membangun karakter Islaminya yang pada era ini sudah melayu.

“Acara ini bukan untuk bersenang-senang dan berjoged-joged sepanjang jalan, tetapi niatnya untuk mengumandangkan asma-asma Allah”, imbuh Abdul Basir, Petinggi Desa Troso dalam sambutannya dan sekaligus membuka acara Takling tadi malam. Beliau menyampaikan bahwa acara takbir keliling ini diadakan untuk dijadikan salah satu media syiar Islam. Beliau juga berpesan kepada seluruh peserta yang berpartisipasi pada acara tersebut supaya mengingat betul niat dan tujuan diadakannya acara Takling ini.

Acara yang arak-arakannya dimulai dari Lapangan Desa Troso pada pukul 19.30 WIB dikuti sebanyak 1.600-an orang dari 23 mushola yang berpartisipasi dalam Acara Takbir Keliling kali ini.  Mushola-mushola tersebut berasal dari kawasan Troso bagian selatan.

Dalam pawai takbir kali ini, panitia melombakan sejumlah kategori, meliputi kekompakan, kreativitas, dan kerapian. Ketiganya menjadi penentu ditetapkannya juara umum. Selain itu, panitia juga melombakan kategori juara favorit. Setiap mushola berlomba-lomba dengan kreatifitas audio visual. Mulai dari membuat patung-patung dengan kerangkan bambu, patung hewan kurban, patung beduk, miniatur masjid, perahu, dll. Dengan gemerlap lampu penghias, tidak ketinggalan juga obor yang dibawa oleh setiap peserta Takling. Gema takbir dikumandangan dengan kompak dan diiringi berbagai macam kesenian suara mulai dari gaya tongtek sederhana, gaya perkusi, drum band, sampai ada yang mengiringi dengan gaya gending jawa.

Pada festival Takling kali ini, Mushola Roudlotus Sibyan meraih juara umum pertama dan berhak memboyong trofi bergilir Petinggi Troso. Sementara itu posisi juara umum kedua diraih oleh Mushola Baitul Magfur dan posisi juara umum ketiga diraih oleh Mushola Ar-Rahman. 

 

(Syah)

Terakhir diperbarui pada Kamis, 24 September 2015 15:29

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.