Masuk

Nada dan Dakwah Tetap Ramaikan Class Meeting di MA MH Troso

Featured Nada dan Dakwah Tetap Ramaikan Class Meeting di MA MH Troso

MAMHTROSO.COM – Panitia Class Meeting yang tergabung dari para pengurus OSIS MA Matholi’ul Huda Troso kembali menggelar acara bertajuk “Nada dan Dakwah”. Acara ini merupakan salah satu dari rangkaian Kegiatan Class Meeting Semester Gasal Tahun Pelajaran 2015-2016.

Sebagai salah satu bentuk media untuk menguji kemampuan siswa dari muatan lokal Muhadlarah yang diajarkan setiap Hari Rabu. Acara ini memadukan lomba ceramah alias dakwah dengan konser musik dangdut religi dalam satu panggung. Lomba ceramah diikuti oleh 17 kontestan perwakilan kelas, sementara konser musik diisi dengan penampilan grup musik dangdut lokal Maherta. Acara semacam ini sudah beberapa kali digelar setiap kali pelaksanaan Class Meeting Semester Gasal.

Bertempat di halaman kampus MA Matholi’ul Huda Troso, Ahad (20/12/2015), para peserta lomba satu per satu berceramah di atas pentas dengan tema keagamaan. Tema tersebut disesuaikan dengan sejumlah judul lagu karya Rhoma Irama. Setiap peserta diberi waktu paling lama 7 menit untuk menyampaikan pidatonya.

Seusai penampilan peserta dakwah, giliran grup musik Maherta beraksi. Grup pimpinan Hermansyah itu memainkan judul lagu milik grup musik Soneta sesuai dengan topik dari peserta dakwah.

Lihat galeri kegiatannya di sini.

Pada sesi kontes, Siska Noviana Dewi berhasil meraih juara pertama lewat ceramahnya yang bertopik “Mala Petaka”. Kontestan asal kelas XI IPA-2 itu tampil memukau dengan gayanya yang santai, bersuara mantab dan dinamika yang sangat baik.

Dalam balutan busana blazer fuschia dan hijab ping Siska mengingatkan supaya selalu waspada terhadap bencana. Karena banyak sekali bencana yang melanda  Indonesia. Mulai dari banjir, asap kebakaran hutan, gempa, bahkan di Jepara yang tidak dilewati jalur patahan bumi juga mengalami gempa.

“Seandai bencana cuma cobaan, maka mantapkanlah iman dan kesabaran. Akan tetapi kalau bencana itu adalah peringatan atau hukuman, maka ayo kita memohon pengampunan dan kesadaran”, ajakan Siska di akhir pidatonya.

Sementara itu, juara kedua diraih oleh Imam Abu Hanifah. Siswa perutusan dari kelas XI IPS-2 itu tampil apik membawakan ceramah berjudul “Stop”. dengan kombinasi gaya orasi yang lugas serta pelantunan ayat suci Al-Quran yang mendayu-dayu bagai kyai besar yang mengisi pengajian.

Berceramah berdurasi 6 menit, Imam mengungkapkan bahwa jangan sampai ada pertengaran antara sesama muslim, karena sesuai dengan hadits Rosulullah SAW. Persaudaraan setiap muslim ibarat sebuah bangunan yang saling menguatkan.

“Stop perdebatan, stop pertengkaran, stop permusuhan, dan stop pertikaian”, quote di usai penampilannya.

Untuk posisi ketiga ditempati kontestan asal kelas XII IPA-2, Liya Shinta lewat ceramah bertopik “Rupiah”.

Shinta mengungkapkan bahwa manusia jangan sampai hanya mementikan kehidupan dunia saja. Karena pada hakikatnya dunia hanya tempat mencari bekal untuk kehidupan di Akhirat. Kalau manusia rela melakukan tindakan haram demi mendapatkan Rupiah, maka dia ibarat mendapat kulit kacang tanpa isinya. “Hidup memang perlu rupiah, tetapi bukan segalanya. Silakan mencari rupiah, asal jangan halalkan segala cara”, tegasnya.

 

(Syah)

Terakhir diperbarui pada Minggu, 20 Desember 2015 23:48

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.