Masuk

Ir. H. Ali Mahir, MM. – Perwakilan MPR RI Adakan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan dengan Siswa-siswi MA Matholi’ul Huda Troso

Featured Ir. H. Ali Mahir, MM. – Perwakilan MPR RI Adakan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan dengan Siswa-siswi MA Matholi’ul Huda Troso

MAMHTROSO.COM - Siswa-siswi MA Matholi’ul Huda Troso ikuti Sosialisasi empat pilar kebangsaan, Ahad (28/2/2016) siang ini. Dimulai tepat pada pukul 09.30 WIB dan bertempat di Ruang Aula MA Matholi’ul Huda Troso rombongan perwakilan dari Anggota MPR RI, yaitu Ir. H. Ali Mahir, MM. dan Drs. H. Ali Mansyur, HD., M.Si. memberikan sosialisasi dan juga mengadakan dialog aktif tetang pancasila, UUD NRI, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhineka Tunggal Ika kepada para siswa-siswi MA Matholi’ul Huda Troso.

Ada sebanyak 70 siswa, 10 guru, dan 20 tokoh masyarakat yang mengikuti acara sosialisasi empat pilar kebangsaan ini. Acara yang digagas oleh salah satu partai politik Nasdem ini disambut baik dan antusiasme tinggi oleh siswa-siswi MA Matholi’ul Huda Troso. Itu terbukti banyak siswa yang ingin mengajukan pertanyaan ketika acara rapat dengar pendapat tentang empat pilar kebangsaan anggota MPR RI dengan MA MH Troso berlangsung.

Lihat galeri kegiatannya - klik di sini

Sebelum acara sosialisasi dimulai H. Musthofa Kamal memimpin tahlil dan doa. Dilanjutkan sambutan dari perwakilan YPI Matholi’ul Huda, Moh Syakur. Beliau menyampaikan selamat datang kepada tim sosialisasi empat pilar yang telah menyempatkan diri datang langsung dari MPR RI. Selain itu beliau juga menyampaikan agar dengan diadakanya kegiatan sosialisasi ini akan bermanfaat bagi para siswa-siswi untuk menanamkan jiwa patriotisme dan semakin cinta kepada NKRI.

Sambutan kedua dari Anggota DPRD Kabupaten Jepara Komisi C, Sunarto, S.Sos. Beliau mengingatkan siswa-siswi MA MH Troso untuk terus mengamalkan pancasila dalam kehidupan sehari-harinya. Dari hal-hal kecil seperti menghormati guru-guru, menghormati orang yang lebih tua, dan masih banyak lainnya contoh-contoh perilaku yang mencerminkan dari pancasila.

Dan sambutan terakhir dari Anggota MPR RI, Ir. H. Ali Mahir, MM. Beliau menyampaikan bahwa dulu pada saat beliau menempuh perkuliahan di UPN Yogyakarta ada kewajiban harus lulus penataran P4 dan bersertifikat. Karena itu sebagai salah satu syarat untuk lulus dari perkuliahan pada saat sebelum era reformasi. Akan tetapi setelah tahun 1998, era reformasi berlangsung persyaratan untuk penataran P4 ini lama kelamaan menghilang. Sehingga dari MPR RI berinisiatif untuk terus mensosialisasikan empat pilar kebangsaan ini kepada rakyat Indonesia terutama generasi-generasi muda yang akan berjuang memajukan bangsa ini.

Beliau juga menyampaikan keanekaragaman bangsa Indonesia sangat kompleks. Baik dari segi agama, suku, marga, dan bahasa. Maka menurutnya dengan sosialisasi empat pilar kebangsaan ini diharapkan mampu menyatukan dan memperkuat jiwa NKRI dari keanekaragaman rakyatnya. Karena menurutnya ini adalah satu benteng yang dimiliki Negara untuk rakyat-rakyatnya.

“Adik-adik yang sekolah di MA Matholi’ul Huda ini seharusnya bersyukur karena di madrasah ini kalian punya benteng-benteng untuk menjaga NKRI dalam jiwa kalian masing-masing, contohnya sebelum mulai pelajaran ada doa, tahlil, dan macem-macem ritual untuk membentengi kalian”, tambanya.

Sebelum mengahiri sambutannya beliau mengajak do’a bersama. Selain untuk mendo’akan ketua YPI Matholi’ul Huda Troso, KH. Abdul Jalil Al Hafidz yang belum lama kemarin tutup usia, juga untuk membentengi masing-masing diri peserta sosialisasi empat pilar kebangsaan ini.

Pada acara inti yaitu Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan difasilitatori oleh Drs. H. Ali Mansyur HD., M.Si. Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah. Sebelum dimulai acara sosialisasi para siswa-siswi diperlihatkan video tentang perbandingan sebelum dan sesudah era reformasi. “Karena yang ada di sini semua orang NU biasanya orang NU itu sudah kental dengan empat pilar kebangsaannya, PBNU saja itu kan kepanjangannya sudah menjadi empat pilar, P = pancasila, B = Bhineka Tunggal Ika, N = NKRI, U = UUD 1945”, kalimat pembuka Drs. H. Ali Mansyur, HD., M.Si.

Beliau juga menyampaikan bahwa munculnya organisasi-organisasi yang ingin mendirikan Negara sendiri seperti Galvatar, Hisbut Tahrir, dll. salah satu sebabnya adalah kurangnya memegang empat pilang kebangsaan ini. Jadi sosialisasi seperti ini sangatlah penting untuk menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Di era reformasi dan juga era globalisasi seperti ini sebuah faham-faham organisasi ilegal bisa berkembang sangat cepat. Maka beliau juga berpesan supaya siswa-siswi menggunakan media-media sosial untuk sisi kebaikan.

Pada sesi tanya jawab moderator memberikan kesempatan hanya untuk empat pertanyaan. Tiga pertanyaan dari siswa yaitu Noviea Khoirun Nisa’ (XII IPA-2), Nanda Aulia (XII IPS-2), dan Muhammad Fajrian Choeroni (XII IPA-1). Dan satu pertaanyaan sekaligus menyampaikan aspirasinya yaitu dari Kepala Madrasah Tsanawiyah Matholi'ul Huda Troso, Noor Ubaidillah, S.Pd.I.

Terakhir setelah acara selesai Ir. H. Ali Mahir, MM. perwakilan dari MPR RI menyempatkan diri untuk foto bersama dengan para dewan guru dan siswa-siswi peserta sosialisasi empat pilar kebangsaan.

 

(Syah)

Terakhir diperbarui pada Minggu, 28 Februari 2016 16:07

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.