Masuk

“CINTA SUBUH” Film Pendek yang Menjadi Tayangan Inspiratif Sesi Pertama di MA MH Troso Tahun Ini

Featured “CINTA SUBUH” Film Pendek yang Menjadi Tayangan Inspiratif Sesi Pertama di MA MH Troso Tahun Ini

MAMHTROSO.COM – MA Matholi’ul Huda Troso mulai menjalankan program nonton bareng tayangan inspiratif. Program tersebut dilaksanakan tiga kali dalam satu pekan, yaitu pada hari Sabtu, Ahad, dan Kamis. Program nobar ini dimulai pada waktu selesai proses belajar mengajar. Yaitu pada jam 13.15 WIB menggantikan ritual kemadrasahan, seperti regular and irregular verb conjugation pada hari Sabtu, Tahlilan pada hari Ahad, dan Yasinan pada hari Kamis.

Koordinator program tayangan inspiratif H. Ahmad Harisul Haq, Lc. menjelaskan, program nobar tayangan inspiratif diikuti oleh seluruh siswa dengan sistem bergiliran. Dalam sekali pertemuan diikuti oleh siswa kelas XII, kemudian siswa kelas XI pada pertemuan berikutnya, dan siswa kelas X untuk pertemuan ketiga.

Program itu, kata beliau, dimaksudkan agar siswa dapat mengambil nilai positif dari video yang tengah ditontonnya. “Nonton bareng ini salah satu tujuannya adalah memberikan inspirasi kepada siswa setelah melihat tayangan-tayangan video baik berupa cerita pendek, kisah nyata documenter, atau ceramah-ceramah motivasi,” ungkapnya saat berlangsung nobar perdana di aula madrasah, Sabtu (20/8/2016) siang hari.

H. Ahmad Harisul Haq, Lc. menjelaskan, program nobar ini sebenarnya sudah dicanangkan bakal menjadi agenda rutin madrasah sejak beberapa tahun yang lalu. Namun karena terkendala berbagai hal, program tersebut berjalan kurang maksimal dan akhirnya baru dapat direalisasi pada tahun ajaran ini. Sampai kemarinpun program ini digelar masih terkendala beberapa sarana dan prasarana, akan tetapi pihak madrasah akan secepatnya melengkapi fasilitas tersebut agar salah satu program madrasah ini dapat berjalan dengan baik dan benar-benar dapat menginspirasi siswa-siswinya.

Jalannya Cerita :

Nobar sesi pertama ini menceritakan tentang “cinta subuh”. Dimana menceritakan seorang pemuda bernama Angga, dia memiliki seorang pasangan muslimah sholihah. Angga sendiri memiliki kebiasaan buruk yaitu kesulitan menunaikan sholat subuh karena sangat lelap dalam tidurnya. Karena kebiasaan buruknya itu akhirnya sang perempuan memutuskan hubungan mereka dengan alasan Angga tidak layak dijadikan imamnya.

Saking galaunya, akhirnya Angga meminta bantuan kepada temannya supaya dapat dibangunkan waktu subuh. Namun tidak mudah untuk membangunkan Angga. Mulai dari memasang alarm, dicubit, disembur air, semua usaha gagal. Sampai kemudian teman Angga memiliki satu cara yang ampuh membangun Angga, yaitu dengan memasang jepitan pakaian di telingan, hidung, dan bibir angga. Semua jepitan tersebut diberi tali kemudian ditariklah tali tersebut dengan bersamaan, serontak Angga bangun menjerit. Proses pembiasaan diri Angga yang begitu panjang akhirnya Angga terbiasa sholat Subuh tanpa dibangunkan temannya.

Pada akhir cerita sang perempuan muslimah tadi kembali menemui Angga. Akan tetapi Angga sudah pergi belajar memantaskan diri untuk menjadi imam yang baik.  

(Syah)

 

Terakhir diperbarui pada Senin, 22 Agustus 2016 10:45

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.