Masuk

Morning Briefing – Drs. H. Nur Kholis Syam’un : Hiduplah dengan Nilai Kebaikan, Bukan Atas Hawa Nafsu

Featured Morning Briefing – Drs. H. Nur Kholis Syam’un : Hiduplah dengan Nilai Kebaikan, Bukan Atas Hawa Nafsu

MAMHTROSO.COM – Madrasah Aliyah (MA) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs.) Matholi’ul Huda Troso kembali adakan morning briefing, Sabtu (27/11/2016) pagi tadi. Morning Briefing  atau apel pagi ini dilaksanakan secara kondisional. Tujuannya yaitu selain untuk memberikan informasi kepada seluruh civitas akademika MTs. dan MA Matholi’ul Huda Troso, juga digunakan sebagai media untuk memberikan motivasi dan himbauan secara persuasif untuk membangun karakter siswa-siswinya oleh Kepala Madrasah.

Setelah bel dibunyikan pada pukul 06.50 WIB, sebanyak 1.300-an siswa langsung berkumpul dan duduk rapi di halaman madrasah. Mereka bersiap mendengarkan ceramah dan informasi yang disampaikan oleh Kepala Madrasah Aliyah Matholi’ul Huda Troso, Drs. H. Nur Kholis Syam’un.

Diawali dengan kalimat perbandingan, “wong apek karo wong elek bedho opo orak ? wong genah karo wong rak genah bedho opo orak ? wong koplak karo wong orak koplak bedo opo orak ? wong ngesot karo wong mlaku tegap bedo opo orak ?”, tanya Drs. H. Nur Kholis Syam’un, Kepala Madrasah Aliyah Matholi’ul Huda, di halaman madrasah, pagi tadi.

Beliau menyampaikan dari Surat Al Mulk ayat 22, dan ditirukan oleh seluruh siswa :

أَفَمَنْ يَمْشِي مُكِبًّا عَلَىٰ وَجْهِهِ أَهْدَىٰ أَمَّنْ يَمْشِي سَوِيًّا عَلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

“Maka apakah orang yang berjalan terjungkal di atas mukanya itu lebih banyak mendapatkan petunjuk ataukah orang yang berjalan tegap di atas jalan yang lurus?”

Dari ayat tersebut Drs. H. Nur Kholis Syam’un mengingatkan bahwa semua hal ada implikasinya, hidup tidak hanya seenaknya sendiri, tetapi semua akan dimintai pertanggung jawaban. Jangan sampai semua perilaku itu didasari atas kesenangan dan hawa nafsu saja.

Berkaitan tentang pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan siswa pada saat mengikuti Pekan Ulangan Bersama (PUB), pihak madrasah akan bertindak lebih tegas untuk mengantisipasi pelanggaran tersebut di ulangan-ulangan berikutnya.

“Pertama, bagi siswa yang mengerjakan dengan main-main, akan diberi sanksi menulis jawaban dengan berlipat-lipat dan dipanggil orang tuanya. Kedua, bagi siswa yang menyontek, bekerja sama dengan temannya akan dikeluarkan dari ruangan selama ulangan tersebut dan akan dipanggil orang tuanya. Ketiga, siswa tidak boleh keluar dari ruangan selama ulangan berlangsung, kecuali memang sudah sangat darurat. Keempat, siswa hanya diberikan waktu istirahat selama 15 menit untuk jajan, dan selanjutnya gerbang akan dikunci kembali agar siswa memaksimalkan waktunya untuk belajar”, tegasnya.

Selanjutnya berkaitan tentang Lomba Keterampilan Penegak (LKP) Ke-3, madrasah mengambil kebijakan untuk mengadakan latihan setiap hari setelah ulangan semester selesai. Yaitu mulai terhitung mulai besok hari Selasa (29/11/2016) sampai Selasa depan (6/12/2016).

Kemudian perilaku-perilaku siswa yang tidak sesuai tata tertib madrasah juga selalu diingatkan oleh Kepala Madrasah agar segera sadar dan memperbaiki perilakunya tersebut. Terkait dengan tidak mau mengisi uang kas dana sosial, mewarnai rambut, dan membawa hp ke madrasah.

Sejatinya semua aturan-aturan yang ada adalah bukan masalah besar bagi siswa yang baik. Karena aturan ini dirancang madrasah karena saking cintanya kepada siswa-siswinya supaya menjadi manusia-manusia yang mulia, mendapat ridha Allah, dan nantinya menjadi khusnul khotimah.

 

(Syah)

Terakhir diperbarui pada Senin, 28 November 2016 09:45

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.