Masuk

Upacara Pengibaran Bendera – Hj. Muarrofah, S.Ag. : Cara Bicara Menunjukkan Kualitas Diri

Featured Upacara Pengibaran Bendera – Hj. Muarrofah, S.Ag. : Cara Bicara Menunjukkan Kualitas Diri

Troso, MAMHTROSO.com - MTs-MA Matholi’ul Huda Troso kembali menggelar upacara pengibaran bendera, Sabtu pagi (1/4/2017) ini.

Petugas upacara kali ini dilakoni oleh siswa MTs. Matholi’ul Huda Troso. Eva Elviana Novita Sari (IX B) dengan lantang memimpin upacara pengibaran bendera pagi ini. Sementara untuk bendera merah putih dikibarkan oleh si kembar yaitu Indah Wahyu Laili Sofiyani (IX C) dan Linda Wahyu Laila Sofiyana (IX A).

Bertindak sebagai pembina upacara guru mapel Ekonomi di unit MTs, Hj Muarrofah. Dalam amanatnya beliau mengupas bagaimana cara komunikasi yang baik.

Di depan ribuan peserta upacara, Muarrofah mengungkapkan bahwa setiap orang pasti berkomunikasi dengan yang lainnya. Komunikasi ini berbagai macam bentuknya, ada komukasi dengan sesama teman, saudara, orang tua, dan gurunya. Atau lebih bisa disimpulkan menjadi dua jenis komukasi, yaitu komunikasi dengan sesama dan komunikasi dengan orang lebih tua.

“Misalnya ada seorang murid sangat dekat dengan gurunya, bahkan sampai dianggap sahabatnya, tetap saja murid tersebut harus menggunakan cara komunikasi yang baik sebagaimana cara komunikasi dengan orang yang lebih tua”, ungkapnya.

Komunikasi ini memang sangat tergantung dengan situasi dan kondisi. Orang yang berjiwa tenang pasti memiliki cara komunikasi yang baik, tetapi orang yang berjiwa pemarah biasa sering terucap kata-kata yang tidak baik dari mulutnya. Karena cara berbicara menunjukkan kualitas diri seseorang.

Diakhir amanatnya beliau menceritakan seorang anak yang pemarah. Sang Ayah-pun mengetahui bahwa anaknya adalah seorang pemarah. Sang ayah kemudian sepakat dengan anaknya jika anaknya marah maka pakulah pagar belakang rumah untuk melampiaskan kemarahannya. Lama kelamaan anak tersebut sadar dan berjanji untuk berperilaku baik. Ayahnya-pun bersepakat dengan anaknya jika anaknya melakukan sebuah kebaikan cabutlah satu paku dipagar belakang rumahnya itu. Kebaikan demi kebaikan dilakukan anaknya tersebut, sehingga habislah paku yang menancap di pagar belakang rumahnya. Tetapi anak tersebut kemudian diingatkan oleh ayahnya, “lihatlah anakku, meskipun semua paku sudah berhasil kau caput tetap saja masih menyisakan bekas. Itulah perumpamaan dari amarahmu, meskipun kamu sudah melakukan kebaikan saat ini tetapi dampak dari kemarahanmu dulu pasti masih membekas bagi orang-orang yang kau rugikan”, jelas ayahnya.

Usai upacara pengibaran bendera, dilanjutkan dengan penampilan khitobah dari perwakilan siswa. Muhammad Khoirur Rozaq Al Marsudi, salah siswa dari Kelas XII IPA-2 ini menyampaikan tentang cinta kepada Rasulullah SAW. Penampilan Rozaq diawali dan diakhiri dengan lantunan sholawat “Ya Rasulullah”. Rozaq mengajak seluruh siswa yang duduk didepannya untuk bersama-sama mengucapkan, “Ya Rasulullah, I miss you. Ya Rasulullah I need you. Ya Rasulullah I love you”. (Syah)

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.