Masuk

Upacara pengibaran Bendera - Siti saudah, S.Pd.I. : Berjuanglah Supaya Hidup Bermanfaat, Supaya Hidup Berarti

Featured Upacara pengibaran Bendera - Siti saudah, S.Pd.I. : Berjuanglah Supaya Hidup Bermanfaat, Supaya Hidup Berarti

Troso, MAMHTROSO.com – MA dan MTs. Matholi’ul Huda Troso selenggarakan upacara pengibaran bendera merah putih pagi ini, Sabtu (29/4/2017).

Upacara pengibaran bendera merah putih kali ini ditugaskan kepada Kelas XII MA Matholi’ul Huda Troso. Ahmad Dzakiyuddin Wafa sebagai pemimpin upacara, Firda Aricha Silvi sebagai pembawa acara, kemudian Nuril Fitriyanto, M. Ilham Nurul Fajrin, dan Atika Sari sebagai pengibar bendera.

Siti Saudah, S.Pd.I. salah satu guru di MA Matholi’ul Huda Troso berkesempatan menjadi Pembina upacara kali ini. Beliau dengan suara dan intonasi yang khas menyampaikan amanat kepada lebih dari 1.300 siswa yang berbaris rapi di depannya.

Pertama, beliau menyampaikan bahwa sebentar lagi ternyata telah sampai di ujung akhir tahun pelajaran. Dan itu artinya akan dilaksanakannya ulangan akhir semester atau babak final bagi siswa untuk menuju kenaikan kelas setelah setahun dibimbing dan diberi materi oleh pendidik.

“Tiga minggu lagi kalian akan menghadapi babak final, yaitu ulangan akhir semester. Siap tidak siap, kalian harus siap dan wajib siap”, tegas Siti Saudah pada amanatnya. 

Kemudian, sebagaimana latar belakang beliau yang menjadi salah satu guru tata boga di MA MH Troso, beliau menganalogikan perjuangan hidup seperti proses pembuatan krupuk.

“Setiap perjuangan hidup untuk menjadi manusia yang berguna pasti membutuhkan proses yang berat. Seperti halnya krupuk yang kriuk-kriuk, supaya menjadi krupuk yang istimewa, krupuk yang semula berbahan tepung, harus digiling, dihaluskan, dan dijemur sampai kering”, ungkapnya.

Menurutnya jika krupuk tidak melewati satu proses saja, misalkan tidak dijemur, maka pasti ketika digoreng tidak akan mengembang, dan pasti tidak akan berguna. Begitu juga manusia yang tidak mau berusaha, tidak mau berjuang dalam hidupnya pasti orang ini tidak akan berguna, “orak kanggo”.

“Berjuanglah supaya hidup kalian bermanfaat, supaya hidup kalian berguna. Selamat berjuang, menggapai prestasi, meraih prestasi, supaya hidup kalian berarti”, pungkasnya. (Syah)

Terakhir diperbarui pada Sabtu, 29 April 2017 11:34

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.