Masuk

Kemadrasahan Hari Kelima – Drs. H. Nur Kholis Syam’un : Orang Muslim Semuanya Bersaudara Maka Jagalah Lisan dan Tanganmu Agar Tidak Saling Menghina

Featured Kemadrasahan Hari Kelima – Drs. H. Nur Kholis Syam’un : Orang Muslim Semuanya Bersaudara Maka Jagalah Lisan dan Tanganmu Agar Tidak Saling Menghina

Troso, MAMHTROSO.com – Hari ke-5 Kemadrasahan digelar di MA dan MTs. Matholi’ul Huda Troso Pecangaan Jepara, Senin (24/7/2017). Dimulai pada pukul 07.00 WIB sebelum diadakannya proses belajar mengajar di halaman madrasah. Kemadrasahan ini tidak hanya diberikan kepada siswa baru Kelas VII dan Kelas X, tetapi diikuti seluruh siswa mulai kelas VII sampai kelas IX MTs. Matholi’ul Huda Troso dan Kelas X sampai kelas XII MA Matholi’ul Huda Troso.

Kali ini giliran Drs. H. Nur Kholis Syam’un menyampaikan lanjutan dari panca jiwa yang empat dan kelima yaitu tentang jiwa Penolong dan Ukhuwah Islamiyah. Beliau menekankan bahwa cara membantu madrasah tidak cukup hanya dengan materi seperti mengisi uang kas, menyumbang semen untuk pembangunan, dll. Tetapi cara membantu madrasah yang benar adalah dengan wujud dari siswa-siswi itu sendiri. Siswa dengan perilaku baik, dengan akhlak yang baik, siswa yang berprestasi, baik dengan orang tua, bermanfaat di lingkungannya inilah cara yang paling benar membantu madrasah.

Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Matholi’ul Huda Troso adalah sebuah lembaga pendidikan, bukan industri. Makanya madrasah tidak berorientasi kepada untung rugi dalam pendidikan, tetapi berupaya menjadi penolong bagi umat melalui pendidikan. Ini terbukti di YPI Matholi’ul Huda Troso tidak ada biaya yang memberatkan siswa-siswinya. Bahkan madrasah memberikan subsidi bagi siswa yang memang benar-benar tidak mampu.

Selain itu juga madrasah berusaha menjadi penolong bagi umat dengan menghasilkan kader-kader yang baik dan berkualitas. Sehingga dapat bermanfaat di masyarakat dan membangun umat dengan pengetahuan dan wawasannya.

Panca jiwa yang terakhir adalah Ukhuwah Islamiyah. Kepala Madrasah mengingatkan agar antar siswa di MTs. – MA Matholi’ul Huda Troso tidak ada yang saling menghina karena semuanya adalah bersaudara. Hal ini disampaikan karena seusia pelajar memang rentan terjadi pertengkaran karena bercanda saling hina yang melibatkan fisik, kebiasaan, bahkan sampai orang tua. Meskipun hanya sekedar bercanda, beliau berpesan sebaiknya tidak menghina, lebih baik saling menghormati, saling berempati satu sama lain.

Selain itu juga untuk menghindari kebiasaan buruk dari siswa yang suka mencuri uang atau barang dari temannya, kepala madrasah menegaskan siswa yang terbukti mencuri akan secara tegas dikeluarkan. Karena sikap tersebut tidak mencerminkan sikap Ukhuwah Islamiyah dengan mencuri hak orang lain. Bahkan dicontohkan ada sebuah lembaga pendidikan yang saling berebut kekuasanaan sampai terjadi perpecahan para pengurusnya, ini adalah contoh yang tidak menghormati agama sebagai ukhuwah Islamiyah tetapi hanya menuruti nafsu saja.

Dikutip sebuah potongan hadits yang diriwayatkan Imam Bukhori :

الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ

Artinya : Orang muslim adalah orang yang tidak mengganggu orang muslim lain baik dengan lidah maupun tangannya.

Sebelum diakhirinya sesi kemadrasahan kali ini kepala madrasah menginformasikan bahwa mulai minggu depan semua kegiatan akan bisa dijalankan. Mulai dari Morning Fun, intrakurikuler Pramuka, Mukhadlarah, dan yang lain-lainnya. Selain itu juga satu bulan yang akan datang pihak madrasah berupaya untuk merampungkan sarana prasarana berkaitan dengan diselenggarakannya sholat dzuhur berjama’ah setiap harinya.

Terakhir kepala madrasah mengajak seluruh siswa berdoa, semoga semuanya dapat mengamalkan panca jiwa yang dijadikan jiwa di madrasah. Berdoa agar orang tua, guru, semua siswa diberikan kemudahan dan kebaikan dengan bacaan Surat Al Fatihah tiga kali. (Syah)

Terakhir diperbarui pada Senin, 24 Juli 2017 11:26

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.