Masuk

Upacara Hari Sumpah Pemuda – H. Musthofa Kamal : Jangan Sampai Jadi Siswa Yang Bodoh dan Tidak Berakhlak

Featured Upacara Hari Sumpah Pemuda – H. Musthofa Kamal : Jangan Sampai Jadi Siswa Yang Bodoh dan Tidak Berakhlak

Troso, MAMHTROSO.com – Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober Madrasah Aliyah dan Madrasah Tsanawiyah Matholi’ul Huda Troso Pecangaan Jepara adakan Upacara Pengibaran Bendera, Sabtu (28/10/2017) kemarin pagi.

Upacara Hari Sumpah Pemuda ini hampir sama dengan upacara pengibaran bendera yang dilaksanakan secara rutin setiap sabtu pagi. Akan tetapi ada tambahan petugas pembaca Teks Sumpah Pemuda yang dibacakan oleh Rinfaati Dewi (XII IPA-2).

Siswa yang bertugas pada upacara kali ini adalah perwakilan dari Kelas X (sepuluh). Eva Elviana Nofita Sari siswi dengan suara lantang asal Kelas X MIA-2 rupanya cukup cakap menjadi pemimpin upacara. Petugas pengibar bendera yang menggunakan pasukan 8 dengan membuka formasi awalnya kurang berjalan baik, akan tetapi kekurangan itu bisa diatasi setelah Sely Dianawati berhasil mengibarkan bendera Merah Putih dengan cukup baik.

H. Musthofa Kamal kali ini berkesempatan menjadi Pembina upacara di Hari Sumpah Pemuda ini. Beliau berpesan kepada seluruh peserta upacara agar mencontoh para pahlawan. Yaitu dengan membangkitkan semangat belajar dan menjadi siswa yang penuh dengan keaktifan.

Menurutnya ada 3 macam golongan siswa. Pertama, jadilah siswa yang pandai, alim, dan berakhlak mulia. Siswa golongan pertama ini bisa memahami situasi dan kondisi. Mereka juga menyadari pentingnya ilmu makanya ketika mereka mengikuti pelajaran di kelas selalu memperhatikan. Kedua, adalah siswa yang bodoh tetapi berakhlak mulia. Golongan ini cukup baik karena meskipun bodoh, siswa ini masih mau berusaha untuk menghafal dan memahami ilmu. Dengan usaha yang keras insyallah akan didapatkan pemahaman. Ketiga, jangan sampai menjadi golongan siswa yang bodoh dan tidak berakhlak. Karena siswa yang seperti ini biasanya tidak pernah menyadari bahwa dirinya bodoh. Dengan tidak berakhlak, dia merasa tidak membutuhkan ilmu. Sehingga ilmu yang disampaikan oleh guru akan mubadzir tidak diamalkan. (Syah)

Terakhir diperbarui pada Minggu, 29 Oktober 2017 10:48

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.