Masuk

Emha Variety Show Semester Genap TP. 2017-2018 – Melatih Kreatifitas, Kerjasama, Kebersamaan, dan Kewirausahaan Siswa MH Troso

Featured Emha Variety Show Semester Genap TP. 2017-2018 – Melatih Kreatifitas, Kerjasama, Kebersamaan, dan Kewirausahaan Siswa MH Troso

Troso, MAMHTROSO.com – Madrasah Aliyah Matholi’ul Huda Troso kali ini selenggarakan agenda rutinnya yang bertajuk pentas seni budaya yang disebut Emha Variety Show Semester Genap Tahun 2017-2018 kemarin, Ahad (4/3/2018). Sesuai dengan namanya di Emha Variety Show ini terdapat berbagai macam pertunjukan yang ditampilkan oleh seluruh siswa-siswinya. Mulai dari band, rebana, fashion show, bazar-bazar makanan, sendratari, drama bergenre komedi, drama bergenre histori, dll. yang semuanya melibatkan seluruh siswa di MA Matholi’ul Huda Troso mulai dari Kelas X sampai Kelas XII dari semua jurusan.

Lihat geleri kegiatannya - klik

Pagelaran seni budaya ini biasanya dilaksanakan pasca Pekan Ulangan Bersama (PUB) ke-1 di setiap semesternya. Dengan ketentuan semester gasal yang ditugaskan adalah Semua Kelas XII dan Kelas XI IPS sebagai pengisi acara, sementara untuk Kelas XI IPA dan semua Kelas X bertugas di pengisi bazar-bazar makanan. Kemudian sebaliknya di semester genap Kelas XI IPA dan Kelas X sebagai pengisi acara kemudian Kelas XII dan Kelas XI IPS bertugas mengisi bazar-bazar makanan. 

Secara teknis acara ini memang melibatkan semua elemen yang ada di madrasah, mulai dari kretifitas siswa, pendampingan dari kepala madrasah dan wali kelas yang dilakukan secara terus menerus, sebagian kelas juga melibatkan dari para alumni, tenaga make-up, kostum, properti pentas, pengisi suara, desain panggung, dll. Dari semua elemen itu kemudian terlaksanalah Emha Variety Show yang tujuan sebenarnya adalah memberikan media ekspresi siswa sekaligus melatih mental siswa agar lebih berkarakter. Karena dalam persiapan dan latihannya siswa harus bekerjasama, disiplin, saling toleransi, dan selalu menjaga kebersamaan dengan teman-teman sekelasnya.

Selain itu juga untuk Kelas yang bertugas mengisi bazar makanan, mereka juga dilatih bekerjasama mulai dari perencanaan makanan yang akan dijual, peralatan yang dibutuhkan, sampai dengan cara pelayanan dan penjualannya. Dengan modal Rp 400.000,- dari madrasah bisa ditambah dari kelas untuk menjajakan makanan dan minuman kepada siswa-siswi yang sedang menikmati berbagai macam penampilan yang berdurasi kurang lebih 6 jam yaitu mulai dari pukul 08.00 WIB sampai pukul 13.30 WIB. Dan bisa dipastikan seluruh makanan dan minuman akan habis terjual. Tentu bagi kelas yang membuka bazar makanan akan mendapatkan keuntungan untuk menambah kas kelasnya masing-masing.

Jalannya Acara :

Kurang lebih pada pukul 08.00 WIB acara Emha Variety Show ini dibuka oleh 2 siswa sebagai pembawa acaranya, yaitu Arini Najikhatal Ulya dan Kharirotus Suadah. Sebagai openingnya MH Band langsung memainkan 3 buah lagu. Sumiati (X IIS-3) nampaknya sukses membawakan lagu yang berjudul Tendangan dari Langit yang dipopulerkan oleh Kotak Band. Dilanjutkan dengan lagu kedua yang dinyanyikan sendiri oleh salah satu gitaris MH Band Ramdhan Kholid (XII IPA-2) dengan judul Akhirnya Ku Menemukanmu yang dipopulerkan oleh Naff. Dan sebagai lagu terakhir dinyanyikan oleh Khusna yang berjudul Dan yang dipopulerkan oleh Sheila on 7.

Disambung langsung dengan Penampilan dari Rebana MH Troso yang divokali oleh 4 siswa mereka adalah Lutfiyanto Firmansyah, Nova Alfaqih, M. Nurul Fajri, dan Ahmad Khanifurridlo. Dengan membawakan 4 sholawat yang berjudul Shollu Alannur, Sholawatullah, Qomarun, dan Ya Habibal Qolbi. Setelah ini juga ada penampilan fashion show dari perwakilan kelas XII. Dikoordinatori langsung oleh Guru Tata Busana di MA MH Troso Ibu Siti Saudah, S.Pd.I. siswa-siswi yang berjalan lenggak-lenggok di atas panggung memamerkan berbagai macam desain pakaian yang menggunakan kain tenun Troso. Selain sebagai ajang promosi potensi budaya lokal juga hal ini bisa melatih siswa lebih kreatif dan bangga memakai produk asli dari daerahnya sendiri.

Dari serangkain acara opening tadi, kemudian baru dilanjutkan dengan acara inti yaitu penampilan dari masing-masing kelas. Diawali dari Kelas XI IPA-3 yang menyuguhkan drama bergenre romance dengan judul “Limba Wangit in Love”. Mereka menampilkan cerita fiktif hasil karya salah satu siswa di kelasnya, yaitu Siti Muzaroah. Sebagai pemeran utamanya, Nita Susanti dalam ceritanya dijodohkan dengan M. Khoirul Amin Syah. Akan tetapi Nita karena menolak akhirnya kabur dari rumah dan bertemulah dengan Limba Wangit yang diperankan oleh M. Mujahidin. Kisah cinta mereka berdua ini kemudian menjadi pertikaian hebat antara teman-teman Amin dengan teman-teman Mujahidin. Karena Amin merasa tidak terima calonnya telah direbut oleh Limba Wangit.

Penampilan kedua dari Kelas X MIA-1 dengan drama inspiratif yang berjudul “Thank Zaman Old”. Sebagaimana bahasa anak remaja kekinian atau sering disebut kids zaman now yang tidak pernah lepas dari gadget memang juga ada dampak negatif yang ditanggungnya. Wahyu, Ulufiyah, dan Samudra yang berperan menjadi kids zaman now dalam kisahnya berperilaku sangat bandel dan tidak pernah memperhatikan orang tuanya yang diperankan oleh Aliantar dan Manzikhul Hikam. Dengan tidak sengaja ketiga anak bandel itu masuk ke mesin waktu hingga sampai di zaman dulu dan bertemu dengan siluman kerbau yang diperankan oleh Beta Osama. Akhir cerita ketiga anak bandel itu kemudian sadar berkat diselamatkan oleh petapa tua yang diperankan oleh Henry Hermawan.

Dilanjutkan penampilan ketiga oleh Kelas XI IPA-1 dengan judul “Kisah Tragis Pembunuhan Ning Ratna Suminar”. Diambil dari kisah nyata pada tahun 2000-an, yaitu berawal dari cemburu buta dalam hubungan percintaan seorang pemuda yang diperankan oleh Boy Aghna nekat membunuh wanita yang dicintainya dengan membacok kepalanya dengan petel (alat tukang kayu) hingga mayatnya dikubur masih tertancap petel tersebut. Hisah horror dan dramatis ini sontak mendapatkan gemuruhnya tepuk tangan dari pentonton melihat totalitas akting pada pemain.

Keempat, penampilan dari Kelas X MIA-2 dengan judul “The Miracle of Music”. Ramdhan Kholid (XII IPA-2) sebagai koordinator kelas ini mengungkapkan bahwa minimnya lagu anak-anak untuk generasi sekarang begitu memprihatinkan. Penampilan yang didominasi dengan berbagai macam dance ini bermula dari suasana di salah satu kelas Sekolah Dasar. Ada seorang guru yang diperankan oleh Maftuh Ahnan sedang mengetes kemampuan siswa-siswinya dalam bernyanyi, tetapi semua lagu yang dibawakan oleh anak-anak SD itu malah tentang percintaan yang notabene tidak sesuai dengan umurnya.

Kemudian penampilan kelima dari Kelas X IIS-2 dengan judul “Deso Mowocoro Negoro Mowototo”. Dibuka dengan tarian jawa klasik yang anggun dengan dominan warna merah dan slendang kuning. Cerita dengan genre humor lokal jawa ini mengekspos kelucuan perbedaan bahasa antara Jawa Timur Surabaya dengan bahasa Ngapak Banyumas. Aji Saputra, M. Alaik, Khumairoh, Mustakim, Nizam, Alfiatur R. dengan guyonannya cukup membuat para penonton terpingkal-pingkal.

Penampilan keenam dari Kelas X IIS-1 dengan judul De Sinyo. Diawali dengan tarian tempo dulu dan parodi orkestra opera, kisah ini berlatar kehidupan di era pra kemerdekaan atau zaman belanda. Acong dari China yang diperankan oleh Taufiq berteman akrab dengan Tuan Besar Belanda yang diperankan oleh Habib. Keduanya kemudian bersepakat untuk menjodohkan putra putrinya. D Sinyo yang perankan oleh Ilham merupakan anak dari Tuan Besar Belanda dan Eka Safitri yang perpakaian ala ledi-ledi belanda diawal cerita dianggap putri dari Acong. Tetapi akhir cerita ternyata anak dari Acong adalah seorang bencong yang diperankan oleh Gunawan.

Urutan ke-7 penampilan dari Kelas X MIA-3 dengan judul “Pentol Gedhi”. Kisah ini dimulai dari Kepala Sekolah yang diperankan oleh Selamet Agung akan membuat sebuah pentas seni. Karena kebingungan menamai pentasnya itu akhirnya Kepala Sekolah memberikan nama pentas tersebut Pentol Gedhi yang artinya Pentas Sekolah Generasi Berbudi. Di dalam ceritanya kelas ini mempertontonkan berbagai pentas seni seperti dence, menyanyi, dll.

“The Tears of Childrens” judul dari penampilan Kelas XI IPA-2 di urutan ke-8. Diadopsi dari Film India yang berjudul Slumdog Millionaire, bercerita tentang seorang anak miskin yang besar di lingkungan kumuh (slum) kota Mumbai yang mendadak menjadi kaya setelah memenangkan kuis Who Wants To Be A Millionaire. Moh. Khoiri sebagai pemeran utama begitu sangat menjiwai tokoh yang diperankannya.

Tampilan pamungkas dari Kelas X IIS-3 membawakan Drama Komedi dan Seni Drama yang berjudul “Panglima Burung dari Dayak” menceritakan suku dayak asal kalimantan yang terkenal kehebatannya. Eko sebagai panglima burung yang berpasangan dengan bencong asal suku dayak yang diperankan Bogi. Aktingnya yang lucu membuat tawa para penonton yang masih berkumpul di teras-teras kelas dan halaman madrasah di siang hari. Kelas ini nampaknya membuat properti dengan cukup detail semua aksen-aksen dayak tergambar di pakaian yang mereka gunakan. (Syah)

Terakhir diperbarui pada Senin, 05 Maret 2018 11:08

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.