Masuk

Apel Pagi – Drs. H. Nur Kholis Syam’un : Semuanya Harus Bergerak dengan Keikhlasan

Featured Apel Pagi – Drs. H. Nur Kholis Syam’un : Semuanya Harus Bergerak dengan Keikhlasan

Troso, MAMHTROSO.com – Seluruh civitas akademika MA dan MTs. Matholi’ul Huda Troso Pecangaan Jepara berkumpul di halaman madrasah sebelum dimulainya proses belajar mengajar untuk mengikuti apel pagi, Ahad (13/5/2018).

Apel pagi ini dilaksanakan secara kondisional oleh Drs. H. Nur Kholis Syam’un, Kepala Madrasah Aliyah Matholi’ul Huda Troso untuk menyampaikan informasi atau motivasi kepada sebanyak 1.300-an siswa dan seluruh jajaran guru.

Diawal pembicaraannya, beliau mengingatkan panca jiwa yang pertama yaitu tentang keikhlasan. Semua pergerakan di madrasah harus diniatkan atas dasar keikhlasana. “keikhlasan itu tidak tampak, dan jangan ditampak-tampakkan, hanya diri sendiri dan Allah yang tahu keikhlasan. Tetapi hasil dari keikhlasan begitu nyata di masyarakat”, ungkapnya.

Seluruh siswa di MA dan MTs. Matholi’ul Huda Troso Pecangaan Jepara harus ikhlas diisi ilmunya, dididik karakternya. Jika ada siswa yang tidak sopan dengan gurunya hanya karena merasa siswa tersebut telah membayar uang administrasi maka akan ditindak lanjut, bahkan kalau perlu dikeluarkan. Kalau guru bukanlah buruh yang dibayar siswa, tetapi guru adalah pendidik siswa dan pembentuk karakter baik siswa.

متى يتم البناء اذا كنت تبنى والاخر يهدم

“Kapan Anda membangun bangunan yang sempurna, jika Anda membangun dan yang lainnya menghancurkannya”.

Madrasah ini ingin membangun siswa-siswinya memiliki karakter baik, jika ada satu atau dua anak yang tidak ikhlas untuk dididik, maka dia akan merusak dan menghancurkan tatanan yang ada di madrasah. Dan anak yang seperti ini jika tidak merubah sikapnya, tidak menjaga lisannya, tidak mengubah etikanya, pasti nanti tidak akan menjadi manusia yang mulia di masyarakat.

Selanjutnya, Kepala madrasah menyampaikan informasi terkait dengan libur awal Bulan Ramadhan. Mulai Hari Rabu (16/5/2018) akan diliburkan selama 3 hari yaitu sampai Jum’at (18/5/2018). Hari Sabtu siswa-siswi harus masuk kembali karena pada hari Senin (21/5/2018) akan diadakan Penilaian Akhir Sekolah (PAS) Semester Genap Tahun Pelajaran 2017-2018.

Jadi PAS atau biasanya yang disebut Ulangan Kenaikan Kelas (UKK) pada tahun ini dilaksanakan pada saat Bulan Puasa. Begitupun juga siswa Kelas XII yang masih tetap masuk sekolah karena mempersiapkan Panggung Gembira yang rencananya akan dilaksanakan pasca Hari Raya Idhul Fitri atau tepatnya tanggal 30 Juni 2018.

Kepala Madrasah mengajak berdoa bersama agar seluruh siswa dikuatkan terutama siswa Kelas XII yang memiliki agenda besar, dan seluruh siswa juga agar dikuatkan dan disadarkan karena ternyata masih banyak sekali hal-hal yang harus dibenahi terutama dalam hal etika. Dan rencananya nanti pada tahun ajaran baru akan dibuat buku etika siswa. Dengan harapan itu akan menuntun siswa-siswi MA dan MTs. Matholi’ul Huda Troso agar lebih beretika, sopan santu, dan berakhlakul karimah.  Di MA dan MTs. Matholi’ul Huda Troso Pecangaan Jepara siswa terus diajak untuk menjaga sunnah (tradisi) baik, memang dirasa berat tetapi jika semua kalau diniatkan atas dasar ikhlas maka efeknya nanti akan nampak jika siswa-siswi sudah terjun di lingkungan masyarakat.

Setelah itu Kepala Madrasah juga mengajak doa bersama agar orang tua, para guru, semuanya urusannya dimudahkan dan semuanya disadarkan akan arti hakikat pendidikan. Karena banyak orang tua sekarang yang menilai sekolah yang baik adalah sekolah yang gedungnya bagus dan megah. Padahal tidak jarang yang memakai kedok pendidikan yang sebetulnya tujuan utamanya adalah untuk mendapatkan profit atau sering disebut proyek pendidikan.

المدرسة بأبنائها لاببنائها

“Madrasah unggul karena anak-anaknya, bukan karena gedung dan bangunannya”, pungkasnya. Madzhab di MA dan MTs. Matholi'ul Huda Troso adalah madzhabnya kegiatan. Dengan banyaknya agenda kegiatan siswa-siswi terbiasa menjadi penggerak di setiap kegiatan yang diikutinya. Dengan terbiasa bergerak di madrasah harapannya di masyarakat nanti para siswa juga menjadi penggerak di lingkungannya masing-masing. Orang pintar saja di masyarakat tidak cukup, tanpa dibarengi dengan keterampilan sosialisasi dan bermasyarakat yang baik. (Syah)

Terakhir diperbarui pada Minggu, 13 Mei 2018 15:35

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.