Masuk

Perpisahan dan Pelepasan Siswa Kelas XII Tahun 2018 MA MH Troso – Semoga Seluruh Siswa Menjadi Anak yang Alim dan Anfa’uhum Lin Nas

Featured Perpisahan dan Pelepasan Siswa Kelas XII Tahun 2018 MA MH Troso – Semoga Seluruh Siswa Menjadi Anak yang Alim dan Anfa’uhum Lin Nas

Troso, MAMHTROSO.com – Madrasah Aliyah Matholi’ul Huda Troso Pecangaan Jepara adakan Perpisahan dan Pelepasan Siswa Kelas XII Tahun 2018 kemarin, Ahad (2/7/2018).

Acara ini setidaknya diikuti sebanyak 500 orang lebih, yang terdiri dari 221 siswa kelas XII beserta wali muridnya masing-masing, seluruh dewan guru dan jajaran pengurus Yayasan Pendidikan Islam Matholi’ul Huda Troso. Acara terakhir untuk kelas XII ini dimulai pada pukul 07.30 WIB dan dilaksanakan di Hall Muslimat NU Troso selatan.

Lihat galeri kegiatannya – klik tautan ini.

Dipandu oleh Kharirotus Su’adah acara perpisahan dan pelepasan ini diawali dengan bacaan tahlil bersama yang dipimpin oleh H. Sobari dan barokah doa oleh K. Abdul Aziz wali murid dari Ihya’ Ulumuddin salah satu siswa kelas XII. Dilanjutkan dengan sambutan dari perwakilan siswa kelas XII Tahun 2017-2018 oleh Muthik Hanim Mufallahah.

Muthik menyampaikan bahwa selama belajar di MA Matholi’ul Huda Troso membuatnya sadar akan hakikat Pendidikan. Bahwa Pendidikan tidak cukup didapat hanya dari materi pelajaran di dalam kelas, akan tetapi Pendidikan yang lebih penting saat ini adalah Pendidikan Mental. Karena hanya dengan mental yang kuat manusia tidak akan kalah dan mudah menyerah dengan keadaan. Muthik juga memohon doa kepada para guru agar seluruh siswa yang lulus nanti selalu diberikan kemudahan pada setiap langkahnya, baik yang melanjutkan ke perkuliahan, yang langsung bekerja, bahkan mungkin juga yang sudah ada siap ke jenjang pernikahan. Sebelum salam Muthik menyanyikan sepotong lagu yang berjudul “Sampai Jumpa” sontak sebagian besar teman-temannya merasa haru dan tidak sedikit juga yang tidak tahan meneteskan air matanya.

Sambutan kedua dari Wali Murid yang diwakili oleh K. Abdul Aziz orang tua wali dari Muhammad Ihya’ Ulumudin. Beliau mewakili seluruh wali murid menyampaikan terima kasih kepada para guru yang sudah sabar membimbing anaknya. Ketika anaknya dihukum ngepel lantai karena terlambat niatkanlah ngepel itu untuk membersihkan kebodohan. Dan yang terpenting untuk membendung kenakalan remaja saat ini, mereka harus disibukkan dengan kegiatan-kegiatan yang baik. Salah satu contohnya dengan Panggung Gembira, selain mengolah kreativitas juga untuk mencegah anak agar punya kegiatan yang positif. “Dadio bocah sing sikile ngedak lemah, tapi yo duwe cita-cita sing duwur Nang”, pungkas beliau.   

Kepala Madrasah, Drs. H. Nur Kholis Syam’un dalam sambutannya menyampaikan bahwa semua pergerakan di madrasah diawali dari bahasa hati, bukan bahasa logika. Kalau orang yang melihat pergerakan madrasah hanya dengan logika, maka munculnya hanya fitnah. Padahal tujuan utama madrasah mendidik siswa-siswinya agar menjadi anak-anak yang alim dan anfa’uhun lin nas (manusia yang bermanfaat). Makanya dengan banyak kegiatan anak dididik supaya lebih tanggap dan tidak egois. Ingin supaya anak-anaknya menjadi manusia yang mulia tidak hanya di keluarganya sendiri akan tetapi bagi orang lain di masyarakat. “Ojo mung nunut kamokten, tapi meluo gawe kamokten”, ungkapnya. Terakhir beliau mendoakan agar seluruh siswa menjadi orang yang kaya. Kaya zakatnya, kaya shodaqohnya, kaya amalnya, dll. “Atas nama lembaga kami mohon maaf jika ada kekeliruan dalam membimbing putra-putri bapak/ibu”, pungkas Kepala Madrasah.

Ketua Yayasan Pendidikan Islam Matholi’ul Hua Troso, H. Sunarto dalam sambutannya menyampaikan pesannya kepada seluruh siswa agar setelah meninggalkan  madrasah tetaplah menjadi orang-orang yang jujur apapun profesinya nanti. “Jangan kecewakan orang tuamu, jangan kecewakan masyarakat, karena sikap baik kalian akan membesarkan madrasahmu”, ungkap beliau.

Setelah sambutan kemudian pembagian syahadah atau sertifikat kepada seluruh siswa. Ada sebanyak 8 syahadah yaitu lulus belajar keterampilan komputer, tata busana, tata boga, bahasa Inggris, bahasa Arab, syahadah kelas kajian kitab kuning bagi yang mengikuti, sertifikat ujian akhir madrasah sementara, SKHUN sementara, ditambah piagam osis dan pramuka bagi para pengurus.

Terakhir, setelah pembagian syahadah seluruh siswa bermushafahah atau bersalam-salaman dengan seluruh jajaran yayasan dan dewan guru. Acara berakhir pada pukul 10.30 WIB dengan foto-foto bersama. (Syah)

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.