Masuk

Mengejutkan, Kontingen MA Matholi’ul Huda Troso Peraih Tropi Terbanyak di Survival ke-XXVIII Tahun 2018 Namun Tidak Sebagai Juara Umum

Featured Mengejutkan, Kontingen MA Matholi’ul Huda Troso Peraih Tropi Terbanyak di Survival ke-XXVIII Tahun 2018 Namun Tidak Sebagai Juara Umum

Troso, MAMHTROSO.com – Mengirimkan 2 sangga sebagai Kontingen Survival ke-XXVIII tingkat Kwartir Cabang Jepara Tahun 2018, MA Matholi’ul Huda Troso mencoba untuk mempertahankan gelarnya sebagai juara bertahan. 2 sangga yang terdiri dari 8 siswa putra yang dipimpin oleh Gilang Agil Syafrizal (X MIA-2) dan 8 sangga putri yang dipimpin oleh Dewi Ayu Safitri (XI IPA-3) telah bergabung dengan sebanyak 620 Pramuka dari 13 Kwartir Rantin (Kwarran) di Kabupaten Jepara, mengikuti upacara pembukaan kegiatan di lapangan Kedung Sport Center Desa Budel, Kecamatan Kedung, Kamis (5/7/2018).

Lihat galeri kegiatannya - klik tautan berikut.

Jumlah seluruh peserta 620 pramuka dari 35 sekolah se-Kabupaten Jepara pada Survival ke-XXVIII Tahun 2018 ini bisa dikatakan menurun jika dibandingkan dengan kegiatan Survival sebelum-sebelumnya. Menurut keterangan Mustaqim, purna Ketua Dewan Kerja Cabang Jepara peserta Survival di tahun-tahun sebelumnya pernah mencapai hampir 1000 anggota pramuka se-Kabupaten Jepara. Bahkan pada tahun ini ada beberapa sekolah-sekolah yang biasanya menonjol di kegiatan pramuka, seperti MA Sultan Hadirin Mantingan, SMA-SMK Islam Jepara, SMK Pakis Aji, dll. kali ini tidak mengirimkan kontingen pada ajang Survival ke-XXVIII Tahun 2018 karena pertimbangan waktu pelaksanaan yang kurang tepat. Karena mendekati Bulan Ramadhan, Hari Raya Idul Fitri, dan Tahun Ajaran Baru.

Survival ke-XXVIII tingkat kwartir Cabang Jepara ini dilaksanakan selama 5 hari, dengan 2 hari pertama seluruh peserta harus berjalan sejauh 15 KM dari Desa Bugel menuju tempat perkemahan di Desa Karangrandu, Pecangaan, Jepara. Perjalanan yang berlangsung selama 2 hari ini disebut Survival Race yang di dalamnya terdapat 5 mata lomba mulai dari semboyan, menaksir, peta, pertolongan pertama, dan tehnik survival. Menurut keterangan salah satu Pembina, Danang Fardian, S.Pd.I. mengungkapkan bahwa pada Survival Race ini yang biasanya manjadi andalan dari kontingen MA Matholi’ul Huda Troso, namun kali ini banyak yang tidak maksimal, karena teknis lomba yang belum jelas.

MA Matholi’ul Huda Troso yang pada bulan Agustus mendatang mewakili kabupaten Jepara diajang Gladi Widya Cakra Adi Birawa se-Kwartir Daerah Jawa Tengah, untuk itu kali ini MA Matholi’ul Huda Troso menugaskan kontingen lapis kedua di Kegiatan Survival ke-XXVIII Tahun 2018. Mulai dari seleksi tim dan latihan pertama kali yang dilaksanakan pada awal Bulan Ramadhan, hingga waktu pelaksanaan yaitu pada tanggal 5 Juli 2018 kontingen MA Matholi’ul Huda Troso berlatih efektif kurang dari satu bulan. 16 siswa yang tergabung dalam kontingen Survival ke-XXVIII mulai berlatih dengan keras setelah libur hari raya setiap harinya dari pagi hingga sore. Bahkan lomba-lomba selain Teknik pramuka mereka juga berlatih di malam hari.

Hingga hari kelima, Senin (9/7/2018) upacara penutupan dilaksanakan pada pukul 09.00 WIB. Pengumuman hasil lomba dibacakan setelahnya. Alih-alih ingin mempertahankan sebagai juara umum di Survival ke-XXVIII Tahun 2018, kontingen MA Matholi’ul Huda Troso malah tergelincir sampai di Tergiat 3 baik sangga putra maupun sangga putri. Meskipun begitu kontingen MA Matholi’ul Huda Troso masih membawa 10 tropi kejuaraan, ditambah dengan 2 tropi sangga tergiat. 10 tropi tersebut adalah juara 1 menaksir putri, juara 1 perpetaan putri, juara 3 pertolongan pertama putri, juara 1 tehnik survival putra, juara 3 senam kreasi, juara 1 lukis tong sampah putra, juara 2 lukis tong sampah putri, juara 2 teknologi tepat guna putri, juara 3 teknologi tepat guna putra, dan juara 1 K5 Perkemahan Putri.

Penentuan kejuaraan yang menggunakan sistem rekap nilai di Survival ke-XXVIII Tahun 2018 ini dirasa kurang begitu cocok mengingat bobot setiap lomba berbeda. Meskipun mendapat raihan tropi terbanyak kontingen MA Matholi’ul Huda Troso tidak menjadi juara umum, karena kalah di satu lomba yaitu Permainan Tradisional (balap ban) yang rentang nilainya sangat tinggi jika dibandingkan dengan lomba-lomba yang lain. Bahkan kontingen MA Matholi’ul Huda Troso dengan mengejutkan tergeser di posisi ketiga oleh SMAN 1 Welahan dan SMAN 1 Mayong karena mereka memenangi Lomba Permainan Tradisional.

Dengan hasil ini memang sempat membuat kecewa seluruh anggota kontigen MA Matholi’ul Huda Troso. Namun semuanya harus berbesar hati dan berlapang dada, terbukti usai pengumuman hasil kejuaraan kontingen MA Matholi’ul Huda Troso memberikan ucapan terima kasih kepada panitia penyelenggara dan memberikan ucapan selamat kepada SMAN 1 Tahunan sebagai juara umum dengan bersalam-salaman. (Syah)

Terakhir diperbarui pada Kamis, 12 Juli 2018 09:33

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.