Masuk

Upacara Pengibaran Bendera – Anik Rosyidah, S.T. : Jadilah Anak yang Imbang Antara Imtaq dan Teknologi

Featured Upacara Pengibaran Bendera – Anik Rosyidah, S.T. : Jadilah Anak yang Imbang Antara Imtaq dan Teknologi

Troso, MAMHTROSO.com – Seperti biasanya pada Sabtu pagi Madrasah Aliyah dan Madrasah Tsanawiyah Matholi’ul Huda Troso Pecangaan Jepara melaksanakan upacara pengibaran bendera Merah Putih, Sabtu (25/8/2018). Petugas Upacara kali ini perwakilan dari siswa Madrasah Tsanawiyah Matholi’ul Huda Troso.  

Kalau di sekolah-sekolah lain bisanya mengadakan upacara pengibaran bendera ini pada hari Senin pagi, namun di MA dan MTs. Matholi’ul Huda Troso sengaja melaksanakan pada Hari Sabtu pagi dengan pertimbangan tiap Hari Senin pagi ada agenda lain yaitu Morning Fun (Shobah Farhah). Selain itu juga hari Sabtu dirasa lebih tepat untuk mengadakan upacara pengibaran bendera karena setelah libur hari Jum’at dan untuk mengawali proses pembelajaran untuk satu minggu ke depan.

Anik Rosyidah, S.T. bertindak sebagai pembina upacara menyampaikan amanatnya. Pertama, beliau mengajak seluruh siswa agar terus bersyukur atas nikmat kesehatan yang diberikan Allah. Maka gunakanlah nikmat kesehatan itu benar-benar untuk sesuatu yang positif.

Kedua, beliau mengutip dari salah satu motivator Merry Riana, bagaimana cara menghadapi kids zaman now ? Ada 3 kiat-kiat untuk menghadapi anak-anak zaman sekarang. Pertama harus kepo (knowing every particular object) selalu mau tahu sesuatu yang baru. Dari rasa keinginan tahu yang tinggi diharapkan siswa mau mengembangkan potensinya agar dapat menjadi generasi-generasi unggul yang dapat diandalakan. Akan tetapi meskipun begitu tidak boleh siswa bersikap sombong. Harus siap dikritik oleh orang lain, apalagi oleh gurunya sendiri. Tidak boleh marah atas kritikan tersebut, akan tetapi harusnya lebih sadar bahwa kritikan itu tujuannya adalah untuk memperbaiki diri agar lebih baik.

Kemudian yang kedua adalah harus baper. Baper disini bukalan seperti remaja sekarang yang diartikan bawa perasaan. Akan tetapi baper yang dimaksud adalah bawa perubahan. Setiap agenda di madrasah seperti halnya adanya sholat dhuha berjama’ah, sholat dzuhur berjama’ah, dll. Dari kebiasaan baik itu siswa diharapkan mempu membawa perubahan di dalam dirinya masing-masing. Lebih tekun ibadah, lebih memperhatikan lingkungan sekitar sebagaimana selain menjaga hubungan baik dengan Tuhan (hablum minallah) juga harus menjaga hubungan horizontal yang baik.

Ketiga, selalu Utang. Utang yang dimaksud adalah Unggul dan Tangguh. Selalu berusaha menjadi yang terbaik dalam semua hal. Tidak hanya ikut-ikutan saja, tetapi harus ada kemauan untuk menjadi manusia yang unggul dan tangguh dengan keadaan. Tidak mudah putus asa, selalu siap menghadapi proses kehidupan, dan pandai mencari solusi setiap ada masalah.

“Saya berharap melalui 3 kiat tadi, yaitu kepo, baper, dan utang siswa-siswi dapat menyikapi dengan imbang antara imtaq dan perkembangan teknologi. Agar nantinya semuanya dapat mengamalkan visi misi madrasah yaitu Luhur dalam Budi dan Tinggi dalam Prestasi tidak ahanya sebagai panjangan di kelas”, pungkasnya. (Syah)

Terakhir diperbarui pada Rabu, 29 Agustus 2018 08:06

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.