Masuk

Peringatan Tahun Baru Hijriyah 1440 H – MA dan MTs. Matholi’ul Huda Troso Adakan Kepungan Bareng

Featured Peringatan Tahun Baru Hijriyah 1440 H – MA dan MTs. Matholi’ul Huda Troso Adakan Kepungan Bareng

Troso, MAMHTROSO.com – Pagi ini seluruh siswa-siswi MA dan MTs. Matholi’ul Huda Troso berkumpul di halaman madrasah untuk ikut memperingati Tahun Baru Hijriyah 1440 H, Sabtu (15-9-2018). Sebanyak 1.200-an orang siswa berkumpul duduk di halaman dengan alas tikar atau koran berkumpul dengan teman satu kelasnya.  

Lihat galeri kegiatannya - klik 

Salah satu siswa dari Kelas XII IPA-3, Adi Setiawan membuka acara dengan bacaan Surat Al Fatihah, dilanjutkan dengan tahlilan yang dipimpin oleh Ismail, S.Pd.I. salah satu guru MA Matholi’ul Huda Troso dan barokah doa dipimpin oleh H. Ahmad Harisul Haq, Lc. Kemudian mauidhoh hasanah disampaikan oleh Kepala Madrasah Aliyah Matholi’ul Huda Troso Pecangaan Jepara, Drs. H. Nur Kholis Syam’un.

Pertama, beliau menyampaikan arti “hijrah” secara etimologi yang berarti “pindah”. Merujuk pada sejarah islam dari kisah Nabi Muhammad SAW yang hijrah dari Mekah ke Yastrib untuk mendakwahkan Islam. Namun arti hijrah sekarang lebih kepada perubahan perilaku seseorang, yang semula memiliki kebiasaan buruk berubah menjadi manusia yang berakhlak baik. Sebagaimana yang tersurat di salah satu ayat Alqur’an :

وَمَنْ يُهَاجِرْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ يَجِدْ فِي الْأَرْضِ مُرَاغَمًا كَثِيرًا وَسَعَةً

“Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rizki yang banyak”. (An-Nisaa : 100).

Maka untuk siswa-siswi MA Matholi’ul Huda Troso bersamaan dengan momentum peringatan tahun baru hijriyah ini, semua diajak agar siswa yang kadang masih punya perilaku negatif agar segera berubah menjadi baik. Madrasah tidak segan-segan bertindak tegas kepada siswa yang selalu melanggar peraturan. Karena siswa yang setiap harinya dididik oleh guru di madrasah, tetapi tidak tambah baik malah tambah buruk akan menimbulkan fitnah-fitnah di masyarakat.

Terakhir beliau mengajak seluruh siswa berdoa bersama, supaya hatinya dibuka oleh Allah SWT., pikirannya juga diluaskan, semoga siswa-siswi menjadi manusia yang beretika, menjadi manusia yang berakhlak, dan manusia yang berkualitas. Sebelum salam beliau membacakan parikan bahasa jawa tentang nasihat-nasihat hidup, dilanjutkan dengan pengumuman lomba dekorasi kelas dan K5, diakhiri dengan kepungan atau makan di satu wadah bersama-sama.

Kepungan atau makan bersama ini pertama kalinya diadakan di MA dan MTs. Matholi’ul Huda Troso. Selain menjadi momentum doa bersama peringatan Tahun Baru Hijriyah 1440 H, juga sebagai syukuran siswa setelah selama kurang lebih satu bulan berjibaku mempersiapkan lomba dekorasi kelas. Tradisi kepungan yang biasanya ada di pondok-pondok ini sangat baik untuk para siswa. Selain perut menjadi kenyang juga bisa merekatkan rasa persaudaraan (ukhuwah islamiah) antar teman. Karena mereka harus rela berbagi makanan di satu wadah untuk dimakan bersama-sama antara 4 – 10 siswa tergantung besar kecilnya wadah yang digunakan. Ada yang menggunakan wadah nampan dari plastik ada juga yang membawa daun pisang. (Syah)

Terakhir diperbarui pada Minggu, 16 September 2018 11:57

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.