Masuk

Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih – Hj. Muarrofah, S.Ag. : Belajar Hidup dari Filosofi Kopi

Featured Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih – Hj. Muarrofah, S.Ag. : Belajar Hidup dari Filosofi Kopi

Troso, MAMHTROSO.com - MTs-MA Matholi’ul Huda Troso kembali menggelar upacara pengibaran bendera, Sabtu pagi (13/10/2018) ini.

Petugas upacara kali ini dilakoni oleh siswa Kelas XII MA Matholi’ul Huda Troso. M. Samsul Ma’arif (XII IPA-2) dengan lantang memimpin upacara pengibaran bendera pagi ini. Sementara untuk bendera merah putih dikibarkan oleh Fima Kurnia Robbi (XII IPA-3), Wahyu Aji Wijanarko (XII IPA-2), dan Yunita Hidayah (XII IPA-3).

Bertindak sebagai pembina upacara guru mapel Ekonomi di unit MTs, Hj Muarrofah. Dalam amanatnya beliau mengupas bagaimana cara belajar hidup dari Filosofi Kopi. Menurut beliau perjalanan hidup manusia itu bisa diibaratkan dengan proses pembuatan kopi yang sedap.

Mulai dari yang pertama pemilihan biji kopi yang baik. Tentu untuk menghasilkan kopi yang sedap tidak sembarang biji kopi dapat digunakan. Harus dipilah-pilah terlebih dahulu yang biji kopinya sudah matang, bentuknya sempurna, dan aromanya sedap. Dalam dunia pendidikan atau kehidupan siswa baik di sekolah maupun di lingkungan rumah, dapat diartikan bahwa pemilihan teman sangat berpengaruh terhadapt kualitas kehidupan siswa. Jika seorang anak yang biasanya berteman dengan anak-anak yang tidak baik biasanya dia akan ikut-ikutan melakukan perbuatan yang tidak baik itu. Sebaliknya, jika seorang anak yang biasanya berkumpul dengan teman-teman yang baik maka dia akan ikut berperilaku baik.  

Proses pembuatan kopi yang dikeringkan terlebih dahulu sebelum digiling menjadi serbuk kopi. Ini diibaratkan setiap manusia mau tidak mau harus melewati setiap tahapan kehidupan. Ada kalanya menjadi anak-anak yang hanya bermain, dilanjutkan menjadi siswa yang harus belajar dengan baik di sekolah, dan seterusnya. Jika dapat melaksanakan setiap tahapan itu dengan sebaik-baiknya maka hasil akhirnya nanti juga insyaallah akan mendapatkan kemuliaan dan keberkahan.

Setelah menjadi serbuk kopi, supaya dapat diminum juga masih membutuhkan proses pembuatan. Harus merebus air terlebih dahulu, dicampur dengan gula, menunggu kopi sampai benar-benar larut dengan air. Artinya manusia harus memiliki sifat sabar dalam menjalani proses kehidupannya. Siswa ketika belajar di kelas harus sabar menghadapi rasa malasnya, rasa kantuknya, rasa laparnya demi mendapatkan ilmu yang bermanfaat. Ketika mengikuti kegiatan juga harus sabar, mungkin karena capeknya. Akan tetapi tujuannya tentu baik yaitu untuk melatih kedisiplinan dan karakter siswa.

Rasa kopi yang manis pahit, sesuai dengan rasa kehidupan. Kadang kalanya manusia mendapatkan rasa kesenangan karena mendapatkan sesuatu yang diharapkan. Seperti contoh siswa yang senang setelah belajar mendapatkan nilai baik. Akan tetapi juga harus diingat bahwa ada kalanya hidup ini juga ada pahitnya. Yaitu ketika seseorang mendapatkan sesuatu yang mungkin tidak sesuai harapannya. Seperti contoh seorang siswa sudah belajar dengan sungguh-sungguh tetapi masih belum juga paham pelajarannya, maka tentu dia harus bersabar. Dan jangan langsung menyerah justru itulah tantangan kehidupan. (Syah)

Terakhir diperbarui pada Sabtu, 13 Oktober 2018 13:30

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.