Masuk

Berlangsung Meriah - Pagelaran EVS Tahun 2018 Dibarengi Dengan Peringatan Hari Santri Nasional

Featured Berlangsung Meriah - Pagelaran EVS Tahun 2018 Dibarengi Dengan Peringatan Hari Santri Nasional

Troso, MAMHTROSO.com – Kembali adakan acara ajang kreasi seni dan budaya, MA Matholi’ul Huda gelar Emha Variety Show (EVS) Tahun 2018 sekaligus peringatan Hari Santri Nasional, Senin kemarin (22/10/2018). Berlangsung di halaman madrasah dengan set panggung yang megah EVS kali ini menampilkan 9 kelas yaitu dari 6 kelas XII IPA dan XII IPS ditambah dengan 3 kelas XI IPS. Sementara untuk Kelas X dan XI IPA tidak hanya menonton saja, namun setiap kelas mereka mendirikan bazar makanan dan minuman.

Ehma Variety Show (EVS) ini adalah salah satu agenda rutin yang diselenggarakan oleh pihak madrasah tiap pertengahan semester. Acara yang sudah menjadi tradisi sejak lama ini selain untuk hiburan siswa juga sebagai ajang ekspresi siswa dalam dunia seni dan wirausaha. Kelas yang bertugas untuk menampilkan pagelaran seni tentu mereka secara tidak langsung terdidik untuk menjalin kebersamaan antar teman satu kelasnya, lebih kreatif untuk menyuguhkan sebuah pertunjukan, dan juga mendidik siswa agar menjadi pribadi-pribadi yang bermental kuat berani tampil di depan.

Selain menampilkan kesenian budaya lewat drama dan tari, di EVS semester gasal tahun 2018 ini juga menggelar bazar berbagai jajan makanan dan minuman. Makanan yang dijajakan adalah makanan-makanan ringan yang dapat dikonsumsi oleh seluruh siswa ketika menonton pertunjukan ini. Belum sampai acara selesai seluruh makanan di bazar-bazar ini habis dibeli oleh seluruh civitas akademika Matholi’ul Huda Troso, mulai dari siswa Madrasah Aliyah, siswa Madrasah Tsanawiyah, dan juga bapak dan ibu guru.

Meskipun acara ini bukanlah sebuah event perlombaan antar kelas, tetapi antusias siswa sangat kuat untuk dapat menyuguhkan tampilan yang luar biasa. Tidak jarang siswa-siswi melibatkan para alumni untuk membantu suksesnya tampilan mereka. Mulai dari konsep, editing musik, kostum, dan adegan demi adegan.

Lihat galeri kegiatannya – klik tautan berikut ini

Jalannya Acara :

Sekitar pukul 08.00 WIB acara dibuka oleh Fikri Aida Fitri, Eva Elviana Novita Sari, Aulia Fitriani sebagai pembawa acara. Dilanjutkan dengan Penampilan Paduan Suara dari perwakilan siswi Kelas XI MIA. Ulufiyatur Rahmanita berserta 20 teman yang lainnya menyanyikan lagu “Yalal Waton” sebagai peringatan Hari Santri Nasional. Setelah itu kemudian Nilam Maharani, dkk menampilkan pantun-pantun santri.

Kelas XII IPA-1 sebagai penampil pertama, kali ini mereka menyuguhkan drama komedi yang berjudul Malin Konde. Tokoh utamanya adalah Moh. Khoiri sebagai Malin berhasil membuat penonton tertawa dengan aksi kocaknya. Diangkat dari salah satu kisah legenda yang terkenal Malin Kundang namun banyak adegan-adegan yang diplesetkan. Bahkan pada klimaknya sebelum dikutuk menjadi batu Malin dikutuk Ibunya terlebih dahulu menjadi perempuan yang berkonde, maka itulah penampilan mereka diberi judul Malin Konde.

Kelas XII IPS-3 menampilkan drama tragedi yang berjudul the victim. Muhammad Nur Rokhim sebagai pemeran utamanya diceritakan adalah seorang pemuda yang mengidap penyakit HIV/AIDS akibat dari penyalahgunaan narkoba. Adegan-adegan kenakalan remaja seperti membuli teman, mabuk-mabukan sampai pengkonsumsi dan pengedar narkoba menjadi tontonkan pada penampilan mereka ini. Banyak pelajaran yang dapat diambil dari penampilan mereka, yaitu background keluarga yang baik sangat berpengaruh terhadap pergaulan anak-anaknya.

Kelas XI IPS-3, Dimas Al Habib Efendi, dkk. menampilkan drama kolosal sejarah perjuangan pahlawan Indonesia dalam meraih kemerdekaan. Dengan judul Pertempuran Surabaya, mereka menceritakan asal usul ditetapkannya tanggal 10 November sebagai Hari Pahlawan. Adegan pidato bung tomo, pertempuran antara pejuang indonesia dengan belanda, kematian jendral Malaby dan deklamasi puisi menjadi suasana haru penampilan kelas ini. Akhir penampilan mereka menyanyikan lagu kebyar-kebyar besama-sama.

Kelas XI IPS-1 menampilkan Drama Kolosal dengan judul Sultan Iskandar Muda. Diawali dengan dagelan lucu antara M. Taufiq, Alaik Habibullah, Ilham Surjoseno. Mereka beradegan sedang belajar tentang sejarah yang menceritakan Sultan Iskandar Muda. Eko Ferdian sebagai tokoh utamanya memimpin pertempuran dengan tentara Belanda. Kapal perang lengkap dengan meriamnya dipertunjukan pada penampilan mereka. Klimak dari cerita ini Sultan Iskandar Muda membunuh dengan memenggal kepala anaknya yang telah terfitnah telah berselingkuh dengan prajuritnya.

Kelas XII IPA-2 mengangkat cerita sejarah tokoh Islam dengan judul The Great Adventure of Ibnu Batutah. Diperankan oleh Agna Boy Mumtaz sebagai Ibnu Batutah, diceritakan bahwa beliau adalah pengembara yang mempelajari kebudayaan islam di seluruh dunia. Mereka mengkreasikan tari-tari dari masing-masing daerah mulai dari Arab, India, China, Afrika, dan Indonesia sebagai aktualisasi kebudayaan bangsa. Namun diakhir cerita Ibnu Batutah sangat rindu dengan istrinya dan kembali ke Arab.

Selanjutnya dari Kelas XII IPS-2 yang menampilkan Drama Komedi dari cerita pewayangan yang berjudul Cinta Suci Rahwana. Sebagai tokoh utamanya adalah Muhammad Ma’arif sebagai Rahwana, Fiqiatul Abadiah sebagai Shinta, Himam Wahyu sebagai Rama, dan Dicky Kurniawan sebagai Laksmana. Cerita ini lucu ketika diawali munculnya 2 narator yaitu Selvin Maulana bergaya Wiro Sableng dan David Maulana sebagai Si Buta dari Goa Hantu. Banyak plesetan-plesetan cerita yang membuat adegan kocak sampai kemudian diakhiri dengan matinya Rahwana dan bertemu dengan pocong yang diperankan oleh Muhyidin Syafil Kahfi.

XII IPS-1 mengangkat cerita fenomenal dari timur tengah yaitu Kisah Aladin Lampu Ajaib. Aladin yang diperankan oleh Shohibul Munir, Yasmin yang diperankan oleh Nikmatul Khomsa, Ja’far diperankan oleh Ahmad Saifuddin dan Jin diperankan oleh Arfian Afriyanto. Cerita ini terasa mengalir dengan intonasi para pengisi suaranya dan juga backsound yang digunakan. Di kemas dengan gaya musical spektakular banyak lagu ala-ala barat disesi opening dan endingnya.

XI IPS-2 dengan Judul EVS Behind The Scene. Dengan judul yang sederhana tetapi dapat membuat para penonton tertawa terbahak-bahak. Aji Suharto sebagai narator berhasil menghidupkan suasana penampilan kelasnya ini. Banyak adegan-adegan lucu yang memperlihatkan karakter-karakter setiap siswa yang ada di kelas. Ada yang rajin, ada yang cerewet, ada yang pendiam, ada yang galak, ada yang suka berjualan, ada yang sebagai aktifis dan ketua kelas. Adegan lucu juga dilanjutkan dengan parodi-parodi perkembangan musik di Indonesia.

XII IPA-3 sebagai penampil terakhir juga tidak kalah serunya. Mereka mengangkat tema tragedi dengan judul Catatan Terakhir Untuk Ayah. Syafrizal Malna Isre sebagai pemeran utamanya yang bernama Aldo, Dia adalah seorang siswa yang berprestasi namun sejak kecil sudah ditinggalkan oleh ayahnya. Ketika di sekolah Aldo dekat dengan Siti Muzaroah yaitu anak dari Arofiqul seorang konglomerat. Tidak terima anaknya dekat dengan anak miskin, Arofiqul sampai tega membunuh Aldo. Padahal dalam cerita tersebut Aldo juga diketahui adalah anak dari Arofiqul.

Acara Emha Variety Show (EVS) ini selesai pada pukul 13.30 WIB. Siswa langsung menuju ke Kelas masing-masing untuk absen, dan pulang ke rumah masing-masing. Pada semester genap nanti juga rencana akan dilaksanakan EVS untuk Kelas X dan XI IPA. (Syah)

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.