Masuk

8 Drama Berbagai Genre Ditampilkan di Emha Variety Show (EVS) Semester Genap Tahun 2019

Featured 8 Drama Berbagai Genre Ditampilkan di Emha Variety Show (EVS) Semester Genap Tahun 2019

Troso, MAMHTROSO.com – Sudah menjadi agenda rutin tiap tengah semester di MA Matholi’ul Huda Troso selenggarakan Emha Variety Show Semester Genap Tahun 2019 kemarin, Kamis (28/3/2019).

Lihat galeri kegiatannya - klik disini 

Emha Variety Show atau lebih dikenal dengan sebutan EVS ini sudah sejak 5 tahun yang lalu pertama kali diselenggarakan. Berawal dari banyaknya kegiatan-kegiatan yang dimiliki oleh Madrasah Aliyah Matholi’ul Huda Troso, sehingga madrasah memberikan media kepada seluruh siswa-siswinya untuk mengeksplor masing-masing kemampuannya tersebut. Kegiatan-kegaitan tersebut mulai dari yang bersifat ilmiah, keolah-ragaan, keterampilan, terlebih lagi bidang kesenian. Termasuk salah satunya adalah EVS ini untuk media pendidikan mental siswa-siswinya. Karena dengan kegiatan ini siswa harus bekerjasama dengan teman sekelasnya atau dengan kakak kelas dan para wali kelas untuk mengkonsep sebuah tampilan yang memukau.

Hampir seluruh siswa terlibat dalam kegiatan EVS ini. Karena rangkaian acara sangat padat, mulai dari dari penampilan MH Band, Rebana, penampilan drama dari kelas-kelas, dan juga bazar-bazar makanan. Untuk EVS Semester Gasal kemarin Kelas XII dan XI IPS mendapat kesempatan untuk tampil di atas panggung untuk menunjukkan penampilan dramanya, namun di Semester Genap ini giliran untuk Kelas XI IPA dan seluruh Kelas X yang berada di atas panggung. Dan untuk Kelas XI IPS dan XII bertugas untuk membuka bazar-bazar makanan untuk seluruh siswa MA dan MTs. Matholi’ul Huda Troso yang menonton.

Jalannya acara EVS Semester Genap Tahun 2019

Acara dimulai sekitar pukul 07.45 oleh Safinatun Ni’mah (XII IPA-1) dan Astri Cahyaning Khoirunnisa’ (XII IPA-2) sebagai pembawa acara. MH Band, Wahyu Aji Wijanarko, dkk. langsung membuka dengan 3 lagu dari Naff dan Iwan Fals. Ahmad Rofiqul A’la (XII IPA-3), Nilam Maharani (X MIA-1), dan Sumiati (XI IIS-1) berunjuk gigi sebagai vocalisnya. Disambung dengan tampilan Rebana oleh M. Kholikul Isna, dkk. dengan 4 vocalisnya yaitu M. Ainul Yakin (XII IPS-1), M. Najmudin Said (XI MIA-2), M. Sahal Abdan (X MIA-1), dan A. Rofiqul A’la (XII IPA-3).

Dilanjutkan dengan acara penampilan drama dari siswa-siswi yang semua kelas XI MIA dan X. Total ada sebanyak 8 kelas, yaitu 3 kelas XI IPA dan 5 kelas dari Kelas X. Keseluruhan menampilkan drama dengan berbagai genre. Ada yang bergenre sejarah seperti mengangkat cerita RA. Kartini, genre komedi, sampai genre romance yang paling sering muncul.

Kelas XI MIA-2 sebagai penampil pertama mengangkat cerita dari sebuah Film layar lebar, yang berjudul Mowgle The Jungle Book. Dibuka dengan tarian kocak khas suku pedalaman oleh Berlian Beta, dkk. Drama ini menceritakan sebuah bocah yang bernama Mowgle diperankan oleh M. Soya Arifin Ilham hidup di tengah-tengah hutan bersama dengan para hewan. Dari penampilan kelas ini yang paling mencuri perhatian adalah banyaknya properti seperti gajah, ular, badak, macan, dll. yang sebagian besar mereka membuatnya sendiri. Bahkan yang paling memukau adalah ketika ular besar keluar dengan digerakkan ala ular barongsai oleh banyak siswa putri.

Sebagai penampil yang kedua adalah dari Kelas X MIA-2 dengan judul Kartini. Mengadopsi dari Film yang menceritakan sejarah asli pejuang emansimasi wanita asal Jepara. Tampilan ini dibuka dengan tarian tradisional kreasi dari salah satu sanggar tari di Jakarta, koreo dan gerakannya memang cukup dapat menyejukkan mata. Lailatul Munawaroh (X MIA-2) berperan sebagai Kartini terlihat anggun dengan dandanan khas perempuan jawa.

Kelas XI MIA-3 mendapat giliran tampil di urutan ketiga dengan mengangkat judul Asmara Terbuang. Diawali dengan peragaan gerakan variasi baris-berbaris, cerita fiktif ini menceritakan seorang perwira yang berprestasi yang diperankan oleh Wahyu Budi Santoso. Akan tetapi karena dengan jiwa patriotiknya sebagai tentara angkatan laut dia rela mengorbankan jiwanya di medan perang. Dan tentu istri yang ditinggalkannya bergitu sangat sedih ketika mendapat surat pemberitahuan tentang gugurnya sang suami.

X MIA-1 bekerjasama dengan Moh. Khoiri (XII IPA-1) sebagai konseptornya dapat menampilkan drama  yang berjudul “Sudut Khilaf” dengan genre yang sangat kuat antara komedi dengan romance. Dengan khas adegan-adegan konyolnya di awal-awal dapat mengocok perut para penonton, akan tetapi tidak jarang yang bersedih terharu diakhir-akhir cerita. Cerita fiktif ini mengisahkan perjalanan asmara dua sejoli yang diperankan oleh Nilam Maharani dan Septian. Mereka ketika sekolah menjadi lulusan terbaik, sampai kemudian keduanya berhasil meraih cita-citanya. Akan tetapi karena berbedaan keyakian orang tua Septian sampai tega membunuh anaknya sendiri. Kematian Septian-pun membuat sedih Nilam, adegan dan totalitas akting Nilampun mampu membuat banyak siswa menahan air matanya.

Penampil berikutnya adalah dari Kelas X IIS-2 denan judul “Cinta Abadi”. Bekerjasama dengan Siswa Kelas XII Afrizal Malna Isre sebagai konseptornya. Banyak sekali tampilan seni tarinya dengan konsep duel. Yaitu Antara negeri es dengan seorang raja yang diperankan oleh M. Nasirin dan negeri api yang memiliki seorang ratu yang diperankan oleh Wulida. Totalitas mereka dengan kostum putih dan biru yang menggambarkan dinginnya es, sementar dominan merah menggambarkan panasnya api. Cerita fiktif ini akhirnya mempersatukan putra dan putri mahkota antar kedua negeri yang semula saling bertentangan. Namun karena dua cinta mereka berdua akhirnya dapat menyatukan antar kedua negeri tersebut.

Kelas X IIS-1 diurutan keenam juga menampilkan drama dengan genre komedi yang berjudul “Tuyul Scane”. M. Zaka Farikul dan Wahab Chudori berperan sebagai tuyul. Cerita komedi ini bermula dari Ahmad Rouf sebagai orang kaya yang pelit tetapi akhirnya bangkrut. Mintalah dia bantuan tuyul kepada Dukun yang diperankan oleh Abdul Rouf. Timbul konflik di masyarakat karena banyak uang yang hilang namun yang tertuduh adalah mantan preman yang insyaf menjadi pendakwah. Namun akhirnya semuanya kembali damai setelah si tuyul ketemu emaknya dan bapaknya yaitu Si Kunti dan Drakula yang diperankan oleh Sabilil Falah.

“Perjuangan Para Santri” judul yang diangkat oleh Kelas XI IIS-3 dengan bekerjasama konseptor salah satu alumni Ramdhan Khalid diadopsi dari sebuah Film Sang Kyai. Diperankan oleh Imam Syafi’i sebagai KH. Hasyim Asy’ari menceritakan perjuangan para santri melawan penjajah bangsa jepang. Salah satu santri yang sentral sebagai tokohnya adalah Harun yang diperankan oleh Amirudin. Dan perjuangannya didukung oleh kekasihnya yang diperankan oleh Intan. Pesan yang kuat dalam drama ini adalah keikhlasan hati KH. Hasyim Asy’ari dalam berdakwah dan juga perjuangan para santri.

Sebagai penampil terakhir adalah dari Kelas XI MIA-1 dengan judul “Berbulan madu dengan sang Bidadari”. Cerita fiktif ini diperankan oleh M. Syarif Hidayat sebagai tokoh utamanya. Dia adalah seorang pemuda yang baik hatinya. Dia mencintai anak seorang raja, yang semula sudah dijodohkan dengan putra mahkota dari kerjaan lain. Akibat tidak terimanya sang putra mahkota akhirnya Syarif terbunuh. Dan yang paling menghibur pada tampilan ini adalah mereka menari dengan gerakan-gerakan kocak.

EVS kali ini ditutup dengan tampilan MH Band yang membawakan lagu dari Iwan Fals yang dinyanyikan oleh Nilam Maharani dan Slank yang berjudul Ku Tak Bisa yang dinyanyikan oleh A. Rofiqul A’la. (Syah)

Terakhir diperbarui pada Sabtu, 30 Maret 2019 08:26

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.