Masuk

Safina Ketua OSIS Periode 2018-2019 Laporkan Hasil Kerjanya – Fatikha Amalia Dilantik sebagai Penerus Estafet OSIS Periode 2019-2020

Featured Safina Ketua OSIS Periode 2018-2019 Laporkan Hasil Kerjanya – Fatikha Amalia Dilantik sebagai Penerus Estafet OSIS Periode 2019-2020

Troso, MAMHTROSO.com - Setelah selama satu periode mengemban amanat mulia, OSIS periode 2018-2019 yang dipimpin oleh Safinatun Nikmah (XII IPA-1) melaporkan hasil kerjanya. Acara Laporan Pertanggung-jawaban dan Serah Terima Jabatan Pengurus OSIS periode 2018-2019 ke periode 2019-2020 MA Matholi’ul Huda Troso Pecangaan Jepara dilaksanakan kemarin, Kamis (16/5/2019).

Lihat galeri kegiatannya – klik tautan berikut

Kepengurusan OSIS lama yang dipimpin oleh Safinatun Nikmah (XII IPA-1) telah purna tugas sehingga diserahkan kepada penggantinya, Fatikha Amalia  (XI IPA-3) dan rekan-rekan. Fatikha terpilih sebagai ketua OSIS melalui proses pemilihan umum pada Sabtu kemarin (11/5/2019).

Acara yang dilangsungkan pada pukul 09.00 WIB di Hall Muslimat NU Troso kidul ini dihadiri oleh seluruh siswa MA Matholi’ul Huda Troso sebanyak 600-an siswa dan dewan guru. Seremoni serah terima jabatan ini dimulai dengan pembacaan laporan pertanggungjawaban (LPJ) OSIS. Wakil Ketua OSIS periode 2018-2019, Afrizal Malna Isre (XII IPA-1) membacakan seluruh hasil kerja yang telah dilakukan OSIS selama satu periode kepengurusan. Seusai pembacaan LPJ, Kepala MA Matholi’ul Huda Troso, Drs. H. Nur Kholis Syam’un melantik seluruh pengurus OSIS baru dan memimpin pengucapan janji kesanggupan menjadi pengurus OSIS. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara serah terima jabatan oleh pengurus lama dan pengurus baru.

Pada acara sambutan, mantan ketua OSIS periode 2018-2019 Safina mengaku pada tahun kemarin usai dilantik menjadi Ketua OSIS merasakan ketakutan, keraguan, dan kekhawatiran akan dirinya sebagai pengemban amanat dari madrasah. Akan tetapi setelah belajar tentang kepemimpinan secara langsung dan juga dukungan dari teman-teman, ia mengaku sangat bangga dengan para rekan-rekannya. Apresiasi yang setinggi-tingginya diungkapkannya untuk seluruh pengurus yang lain. Karena dalam organisasi diibaratkannya sebuah “sapu lidi”. Jika sapu lidi hanya terdiri dari 1 atau 2 lidi saja, maka akan sangat mudah dipatahkan. Akan tetapi jika sapu lidi itu banyak jumlah lidinya dan diikat menjadi satu maka akan sulit untuk dipatahkan. Itulah salah satu filosofi organisasi yang dia bangun bersama teman-temannya untuk membangkitkan kerjasama, menghilangkan keegoisan dan menumbuhkan keberanian untuk kemajuan. Sebagaimana kutipan dari RA. Kartini “Pemberani-pemberani akan menguasai seperempat dari dunia”, ungkapnya.

Kemudian dengan singkat, pemimpin OSIS baru Fatikha Amalia juga menyampaikan sambutannya. Ia mengucapkan terima kasih seluruh siswa, para guru, dan juga Kepala Madrasah atas terpilihnya dan diberikan amanat menjadi ketua OSIS periode 2019-2020. Kemudian dia juga sangat mengharap bantuan rekan-rekannya selama satu tahun kedepan. Meskipun dia sudah menjabat sebagai ketua OSIS tentu tidak mungkin berkerja seorang diri. Dan terakhir Fatikha minta didoakan agar selama kepengurusannya nanti lebih baik dan dapat membawa OSIS lebih maju.

Sambutan terakhir dari Drs. H. Nur Kholis Syam’un, Kepala Madrasah Aliyah Matholi’ul Huda Troso Pecangaan Jepara. Pertama, beliau menyampaikan terima kasih kepada pengurus OSIS lama. Karena telah membantu madrasah, dan semoga pengalaman belajar kepemimpinan di madrasah dapat memberkahi hidup.

Kemudian beliau bercerita, “ada seorang pendidik, dia tidak marah ketika anaknya mendapat nilai jelek di pelajaran eksak. Akan tetapi dia akan marah ketika melihat anaknya tidak tertib menunggu antrian”.

Dari cerita tersebut tentu orang yang paham tentang pendidikan akan lebih mementikan mental, moral, adab, etika atau akhlak. Berkali-kali beliau menyampaikan akan lebih menghormati siswa yang ketika di kelas biasa-biasa saja, akan tetapi dia mau aktif, mau berkorban, dan mau membantu madrasah. Memang idealnya seorang siswa itu pintar secara akademis, dan juga memiliki mental yang baik. Akan tetapi anak yang seperti itu tidak banyak.

Maka ketika ada sekolah yang membanggakan beberapa siswanya yang dapat menjadi juara Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat Nasional. Akan tetapi itu tidak bisa secara dominan menggambarkan keadaan siswa di sekolah tersebut, maka itu semuanya akan sia-sia dalam pendidikan. Karena selain biaya yang dikeluarkan mahal, namun tidak secara masiv berpengaruh kepada siswa-siswinya. Maka beliau lebih menyukai kegiatan-kegiatan yang sifatnya masiv untuk pendidikan karakter dan mental siswa-siswinya. Sesuai dengan madzhab madrasah yaitu madzhab pergerakan dan kegiatan.

Siswa MA Matholi’ul Huda Troso diajarkan supaya memiliki mental-mental yang baik, bukan mental-mental yang jelek. Akan tetapi ternyata masih ada siswa yang bermental jelek, mereka itu adalah yang tidak mau menghargai temannya, tidak mau membantu madrasah, kegiatan apa saja di madrasah selalu dikomentari negatif, hanya memikirkan dirinya sendiri, tidak mau diingatkan oleh orang lain, hanya mengukur semuanya dari kesenangan dan materi.

“Semuanya harus sadar dan harus berubah, jangan mau jadi orang yang rugi. Karena untuk menjadi manusia yang mulia, maka biasakanlah berperilaku mulia. Jika kalian sudah terbiasa dengan perilaku yang mulia, itulah yang dimaksud pendidikan yang berhasil”, tegasnya.

 Terakhir beliau mengajak seluruh siswa untuk menirukan salah satu kalimat bijak dalam bahasa Arab.

العَبْدُ يُضْرَبُ بِالعَصَا وَالحُرُّ تَكْفِيْهِ بِالإِشَارَةِ

Hamba sahaya itu harus dipukul dengan tongkat, dan orang yang merdeka (bukan budak) cukuplah dengan isyarat.

Dari kalimat itu beliau mengingatkan agar seluruh siswa mau dengan sendirinya bergerak. Tidak usah menunggu dipukul atau diperingatkan guru dengan keras. Karena itu termasuk mental-mental budak. Jika orang yang merdeka, memiliki ilmu pengetahuan, memeliki kesadaran tinggi maka cukup dengan bahasa isyarat saja dia sudah bergerak. (Syah)

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.