Masuk

Perpisahan dan Pelepasan Siswa Kelas XII “Legendary Generation” Tahun 2019 Bagikan 14 Jenis Berkas Kelulusan

Featured Perpisahan dan Pelepasan Siswa Kelas XII “Legendary Generation” Tahun 2019 Bagikan 14 Jenis Berkas Kelulusan

Troso, MAMHTROSO.com - Perpisahan dan pelepasan siswa kelas XII MA Matholi’ul Huda Troso “Legendary Generation” Tahun 2019 diselenggarakan pagi tadi, Rabu (26/6/2019). Acara ini adalah acara terakhir sebelum siswa-siswi akhir Kelas XII meninggalkan kampus MA Matholi’ul Huda secara resmi.

Lihat galeri fotonya - klik disini

Acara terakhir untuk kelas XII ini dimulai pada pukul 07.30 WIB dan dilaksanakan di Hall Muslimat NU Troso selatan. Setidaknya diikuti sebanyak 500 orang lebih, yang terdiri dari 204 siswa kelas XII beserta wali muridnya masing-masing, seluruh dewan guru dan jajaran pengurus Yayasan Pendidikan Islam Matholi’ul Huda Troso. Dengan memakai pakain dominan warna putih, para wali kelas disambut dengan tampilan rebana Kelas XII ketika memasuki ruangan.

Afrizal Malna Isre dan Tsalsa Dyna Shofwatin sebagai pembawa acara dengan baik melaksanakan tanggung jawabnya. Mulai dari dibuka dengan bacaan surat Al Fatihah, pembacaan Al Qur’an oleh Bpk. Mustofa wali murid dari siswa yang bernama Ita Nurul Laili. Dilanjutkan dengan bacaan tahlil bersama yang dipimpin oleh K. Nasikhin wali murid dari Jazilatus Sa’adah. Sementara untuk sambutan-sambutan secara berurutan yang pertama oleh perwakilan siswa Kelas XII oleh Safinatun Nikmah, kemudian perwakilan dari wali murid oleh Bapak Talkhis wali dari siswa yang bernama Khotimatus Sa’adatun Nikmah. Dan Kepala Madrasah, Drs. H. Nur Kholis Syam’un juga memberikan sambutan dan wejangan terakhir untuk siswa dan para wali murid. Terakhir sambutan dari Ketua Yayasan Pendidikan Islam Matholi’ul Huda Troso, H. Sunarto. Dan barokah dipimpin oleh KH. Ali Ahsan.

Safina dalam sambutannya menyampaikan dengan haru ucapan terima kasih kepada para orang tua, juga memohon maaf kepada para guru. Dia mengaku selama di madrasah selalu dididik untuk menjadi anak yang berakhlak. Dengan banyaknya agenda dari madrasah ternyata bisa menumbuhkan sikap saling peduli antar sesama. Kehidupan di madarasah akan menjadi kerinduan baginya dan teman-temannya untuk kehidupan yang nyata di masyarakat.

Sementara senada dengan sambutan pertama, perwakilan dari wali murid Bpk. Talkhis menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bapak/Ibu Guru yang telah mendidik anak-anaknya. Beliau juga mohon maaf jika ada kesalahan dari anak-anaknya selama di madrasah. Menurutnya di MA MH Troso sudah berupaya sangat banyak untuk mendidik anak-anaknya, karena orang tua sendiri tidak mungkin bisa mendidik seperti itu. Salah satu contohnya, mengadakan sholat dhuha berjama’ah setiap paginya, supaya rezeki lancar. Dan berkah anak-anak bisa menjadikan madrasah semegah ini. Beliau kemudian menutup sambutannya dengan sholawat dan bacaan al fatihah agar dilimpahkan keberkahan untuk madrasah.

Sambutan dari Kepala Madrasah, Drs. H. Nur Kholis Syam’un. Pertama, terkait dengan kemadrasahan. Bahwa meskipun ini adalah madrasah swasta, tetapi insyallah tidak akan kalah dengan sekolah negeri. Karena sesuai madzhab madrasah adalah madzhab pergerakan dan kegiatan. Sekian banyak agenda tujuannya adalah untuk membawa dampak positif dan membentuk mental siswa. Anak tidak boleh hanya pintar secara akademis, tetapi peran dalam masyarakatlah yang sangat penting. Yang muara dari semuanya adalah anfauhum lin nas. Siswa-siswi terus kami doakan supaya kaya, tidak hanya kaya materi, tetapi kaya shodaqohnya, kaya infaqnya, kaya pengorbanannya, kaya perjuangannya.

Kedua, acara perpisahan di MA MH Troso memang berbeda jika dibandingkan dengan sekolah-sekolah lain. Ada panggung gembira untuk perpisahan kepada adik-adik kelas dan para guru. Dan pada acara perpisahan dan pelepasan ini adalah pamitan akhir dengan para orang tua wali. Panggung gembira merupakan ajang kesenian lintas budaya. Jika siswa madrasah bisa tahlil itu memang harus. Tetapi siswa madrasah di sini juga bisa menari, bisa menyanyi, bisa komputer, dll. Tidak kalah dengan siswa-siswi yang sekolah di umum.

Ketiga, Kepala Madrasah juga berpesan kepada bapak/ibu wali murid agar tetap menjaga anak-anaknya. Supaya tetap menjaga etika dan akhlak yang baik sebagaimana siswa madrasah yang islami. “Saya berpesan untuk bapak ibu, terutama untuk perempuan, begitunpun yang putra. Haram, jika ada anak yang mau menikah, kemudian foto prewedding dengan foto-foto yang tidak pantas, tempel pipi, rangkul-rangkulan, padahal belum sah menjadi suami istri. Bagi saya najis ada siswa madrasah yang seperti itu”, tegasnya. Maka sangat penting untuk saling mengingatkan antar orang tua kepada anak, anak kepada pasangannya.

Terakhir, beliau meminta maaf kepada para wali murid jika ada kesalahan selama mendidik anak-anaknya. Tidak ada guru membenci siswanya, jika ada hukuman, jeweran itupun sangat terpaksa dan merupakan salah satu bentuk cintanya guru kepada siswa. Agar siswanya menjadi manusia yang lebih baik. Dan jika ada hal-hal yang kurang pas di madrasah segeralah ditanyakan kepada madrasah, tidak malah kemudian membenci dan memfitnah madrasah.

Sambutan terakhir dari Ketua Yayasan Pendidikan Islam Matholi’ul Hua Troso, H. Sunarto dalam sambutannya menyampaikan pesannya kepada seluruh siswa agar setelah meninggalkan  madrasah tetaplah menjadi orang-orang yang jujur apapun profesinya nanti. “Jangan kecewakan orang tuamu, jangan kecewakan masyarakat, karena sikap baik kalian akan membesarkan madrasahmu”, ungkap beliau.

Setelah sambutan dan doa yang dipimpin oleh KH. Ali Ahsan, kemudian pembagian berkas atau map kelulusan kepada seluruh siswa. Ada sebanyak 14 jenis yaitu Ijazah Asli, Legalisir Ijazah, Surat Hasil Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional (SHUAMBN), Raport, lulus belajar keterampilan komputer, tata busana, tata boga, bahasa Inggris, bahasa Arab, syahadah kelas kajian kitab kuning bagi yang mengikuti, CD foto satu kelas, ditambah piagam osis dan pramuka bagi para pengurus.

Terakhir, setelah pembagian syahadah seluruh siswa bermushafahah atau bersalam-salaman dengan seluruh jajaran yayasan dan dewan guru. Acara berakhir pada pukul 12.00 WIB dengan foto-foto bersama. (Syah)

Terakhir diperbarui pada Kamis, 27 Juni 2019 11:50

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.