Masuk

Apel Pagi dan Penyerahan Tropi Kejuaraan 5 Ajang Lomba – Drs. H. Nur Kholis Syam’un : Madrasah Butuh Dibantu, Dibela, dan Diperjuangkan

Featured Apel Pagi dan Penyerahan Tropi Kejuaraan 5 Ajang Lomba – Drs. H. Nur Kholis Syam’un : Madrasah Butuh Dibantu, Dibela, dan Diperjuangkan

Troso, MAMHTROSO.com – Seluruh civitas akademika MTs. dan MA Matholi’ul Huda Troso mengikuti Apel pagi hari ini, Sabtu (23/11/2019). Seluruh siswa baik MTs. maupun MA yang berjumlah hampir 1.100 berkumpul dan duduk rapi di halaman madrasah. Apel pagi ini diagendakan untuk mendengarkan ceramah langsung Drs. H. Kholis Syam’un dan prosesi penyerahan tropi kejuaraan yang diraih oleh siswa-siswi di perlombaan baik di tingkat Kabupaten maupun Provinsi.

Lihat galerinya - klik

Drs. H. Kholis Syam’un, selaku Kepala Madrasah Aliyah Matholi’ul Huda Troso berulang kali menegaskan bahwa madrasah perlu dibantu, perlu dibela, dan perlu diperjuangkan. Karena tidak mungkin madrasah akan berkembang dan menjadi besar sendiri tanpa adanya usaha dari pihak guru, siswa, dan masyarakat yang bersinergi. Ada banyak cara untuk membantu madrasah, dan yang paling mudah adalah keberadaan siswa dengan akhlaknya, etikanya, budi pekertinya, dan karakternya.

Ketika siswa atau alumni dapat mengaktulisasikan perilaku dan berakhlak baik di rumah dan di lingkungan masyarakat, itulah termasuk wujud nyata cara membantu madrasah. Karena dengan cara seperti itu berarti secara tidak langsung menunjukkan bahwa pendidikan di madrasah berhasil. Akan tetapi jika yang terjadi sebaliknya. Jika ada siswa atau alumni yang berperilaku kayak Bento, koplak, menjadi wereng di masyarakat, perilaku tersebut tidaklah membantu madrasah tetapi malah merusak madrasah.

Cara kedua untuk membela madrasah adalah meluruskan dan memahamkan masyarakat agar tidak muncul fitnah-fitnah. Karena sejatinya guru dalam mendidik tidak ada yang gila, semua bertujuan baik untuk mendidik siswa-siswinya. Guru boleh marah tetapi pada saatnya, orang tua boleh marah tetapi pada saatnya, tidak melulu setiap hari marah-marah. Begitupun siswa tidak boleh menyakiti hati guru dan orang tua. Karena itu akan mengangkat berkah dalam kehidupan. Begitupun guru juga tidak boleh kalah dengan siswa, jika ada siswa yang melanggar aturan, tidak mau memperhatikan guru ketika menerangkan, bahkan tidur pada saat pelajaran, maka guru wajib menegur siswa tersebut. Karena semua bertujuan baik untuk mendidik siswa-siswinya.

Cara ketiga untuk memperjuangkan madrasah adalah dengan menjadi siswa-siswi yang berprestasi, baik dalam bidang akademik maupun non-akademik. Seperti contoh raihan prestasi siswa-siswi MA dan MTs. Matholi’ul Huda Troso kali ini. Semuanya dalam rangka membantu, membela dan memperjuangkan madrasah.

Ada 32 tropi dari 5 event yang diserahkan kepada madrasah dari siswa-siswi yang berprestasi. Yang pertama adalah juara 2 dan mayoret terbaik di Lomba Marching Band di SMA NU Al Ma’ruf Tingkat Jawa Tengah. Kedua, Juara Umum di Kompetisi Pramuka Penegak (KOMPAK) Ke-5 Se-Jawa Tengah Racana Wijaya Fakultas Ilmu Sosial UNNES Semarang. Ketiga, Juara Umum Rover Scout Competition (ROSCOMP) Ke-10 Racana Subiadinata Universitas PGRI Semarang. Keempat, Juara Umum Dinus Rover Scout Competition (DRSC) Ke-3 di UDINUS Semarang, dan Kelima, siswa MTs. Matholi’ul Huda Troso berhasil meraih Juara 3 Lomba Rebana tingkat SMP/MTs. di SMK N 1 Jepara. (Syah)

Terakhir diperbarui pada Sabtu, 23 November 2019 12:33

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.