Masuk

Apel Pagi – Drs. H. Nur Kholis Syam’un : Termasuk Dosa Besar Adalah Melaknat Kedua Orang Tua Sendiri

Featured Apel Pagi – Drs. H. Nur Kholis Syam’un : Termasuk Dosa Besar Adalah Melaknat Kedua Orang Tua Sendiri

Troso, MAMHTROSO.com - Pagi ini lebih dari 1.100-an orang siswa Madrasah Aliyah dan Madrasah Tsanawiyah Matholi’ul Huda Troso Pecangaan Jepara berkumpul di halaman madrasah untuk mengikuti apel pagi, Rabu (11/12/2019).

Dalam apel pagi kali ini seperti biasanya Drs. H. Nur Kholis Syam’un, Kepala Madrasah Aliyah Matholi’ul Huda Troso memberikan pengarahan kepada siswa-siswi terkait dengan padangan hidup secara umum, informasi kemadrasahan, dan wejangan-wejangan agar siswa beretika baik di madrasah maupun di lingkungan masyarakat.

Pertama, beliau langsung menyampaikan sebuah hadits :

إِنَّ مِنْ أَكْبَرِالْكَبَائِرِ أَنْ يَلْعَنَ الرَّجُلُ وَالِدَيْهِ، قِيلَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ وَكَيْفَ يَلْعَنُ الرَّجُلُ وَالِدَيْهِ؟ قَالَ: يَسُبُّ الرَّجُلُ أَبَا الرَّجُلِ فَيَسُبُّ أَبَاهُ وَيَسُبُّ أُمَّهُ

Artinya : “Sesungguhnya termasuk diantara dosa terbesar adalah seseorang melaknat kedua orang tuanya sendiri, ” Beliau ditanya; “Bagaimana mungkin seseorang tega melaknat kedua orang tuanya?” Beliau menjawab: “Seseorang mencela (melaknat) ayah orang lain, kemudian orang tersebut membalas mencela ayah dan ibu orang yang pertama.”

Beliau mengingatkan seluruh siswa agar sadar, supaya memikirkan terlebih dahulu apa yang mereka perbuat. Karena ketika siswa melakukan perbuatan tercela baik di lingkungan madrasah ataupun di luar lingkungan madrasah, akibatnya orang tuanya sering ikut terseret menjadi bahan umpatan. Padahal orang tua belum tentu tau perbuatan tercela apa yang dilakukan sang anak. Hal semacam ini bisa menjadi perbuatan anak yang melaknat orang tua, dan itu termasuk dosa besar.  

 “Semua apa yang kita lakukan ternyata buntute dowo. Karena perbuatan dosa yang kita lakukan bisa melaknat kepada orang tua. Sadaro, nek awakmu sadar tidak mungkin menjadi anak yang mbulet”, tandasnya.  

Kedua, berkaitan dengan tugas remidial bagi siswa yang nilainya belum mencapai KKM. Beliau menegaskan jika ada siswa yang tidak mengumpulkan tugas tersebut, maka madrasah akan mengambil kebijakan tidak menaikkan siswa tersebut atau bahkan dipindah ke sekolah lain.

Ketiga, Setelah Penilaian Akhir Semester (PAS) di MA dan MTs. Matholi’ul Huda Troso selalu diagendakan Class Meeting, dan untuk Semester ini dijadwalkan sampai pada Hari Senin (23/12/2019). Agenda ini tidak hanya sekedar mengisi waktu, tetapi dibuat benar-benar berkualitas. Berbeda dengan di sekolah-sekolah lain siswanya bebas mau masuk sekolah atau tidak berangkat, tetapi di MA dan MTs. MH Troso semuanya siswa harus masuk karena Class Meeting termasuk agenda pembelajaran. “Pelajaran di dalam kelas secara formalnya, tetapi apapun agenda madrasah di luar kelas juga termasuk pembelajaran, berilah suport kepada teman-teman yang lomba”, ungkap beliau.

Keempat, berkaitan dengan agenda-agenda rutin madrasah setiap harinya. Mulai dari jama’ah sholat dhuha dan dzuhur untuk terus ditertibkan. Siswa putra masih lamban untuk membentuk saf-saf sholatnya, musholah harus dipenuhi dulu. Dan jika masih ada siswa putri yang enggan mengikuti sholat berjama’ah, atau malah berbicara keras ketika berhalangan sholat, maka madrasah akan bertindak tegas. Sementara untuk gerakan infaq madrasah, juga harus lebih disadarkan lagi agar siswa tidak ada yang berperilaku medit. Karena sejatinya infaq ini adalah amal jariyah untuk pembangunan madrasah. Jika di tahun sebelumnya masih seribu maka semakin tahun harus bertambah. Pembayaran SPP, juga tidak boleh nunggak setiap bulannya, karena tidak disiplin itu termasuk perbuatan dosa. Apalagi biaya SPP di MA MH Troso hanya 50 ribu, dan di MTs. MH Troso hanya 35 ribu, maka syukurilah karena murahnya itu jangan sampai disepelekan. Dan terakhir tren buruk dengan potong rambut yang tidak standar untuk siswa putra. Siapapun yang tidak segera sadar maka akan digundul.


Sebelum Kepala Madrasah mengakhiri apel pagi ini, beliau mengajak doa bersama untuk seluruh siswa, orang tua, para guru, dan madrasah agar semuanya dimudahkan urusannya oleh Allah. Dan ditutup dengan kafarotul majlis tiga kali. (Syah)

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.