Masuk

“Luar Biasa” Tampilan Siswa Kelas X dan XI MIA di Emha Variety Show (EVS) Tahun 2020

Featured “Luar Biasa” Tampilan Siswa Kelas X dan XI MIA di Emha Variety Show (EVS) Tahun 2020

Troso, MAMHTROSO.com - Kembali adakan acara ajang kreasi seni dan budaya, MA Matholi’ul Huda Troso gelar Emha Variety Show (EVS) kemarin, Sabtu (14/3/2020). EVS ini adalah salah satu agenda rutin yang diselenggarakan oleh pihak madrasah setiap satu semester. Selain untuk hiburan untuk seluruh civitas akademika MA dan MTs. Matholi’ul Huda Troso, yang tak kalah penting dari kegiatan ini siswa dapat belajar secara langsung banyak ilmu di luar kelas. Seperti melatih keikhlasan, kerjasama, tanggung jawab, kebersamaan, kreatifitas, kewirausahaan, dan masih banyak nilai-nilai pendidikan lainnya. 

EVS ini berisi berbagai macam tampilan seperti halnya pentas seni yang melibatkan seluruh siswa-siswinya. Dari 17 kelas dibagi menjadi 2 bagian, ada yang bertugas untuk mengisi acara di panggung dan ada kelas yang mendapat tugas untuk mendirikan bazar-bazar jajan atau makanan ringan. Biasanya untuk Kelas XII dan XI IIS bertugas mengisi acara di panggung pada EVS Semester Gasal, kemudian untuk Kelas X dan XI MIA mendapat bagian untuk mengisi bazar-bazar. Dan pada semester berikutnya gantian untuk Kelas X dan XI yang mengisi acara di panggung, sementara untuk Kelas XII dan XI IIS mengisi bazar-bazar makanan dan minuman.

Untuk mempersiapkan EVS ini tidaklah hal yang mudah. Tidak jarang siswa-siswi kelas X dan XI  melibatkan para alumni atau siswa kelas XII untuk membantu suksesnya tampilan mereka. Mulai dari mengkonsep tema tampilan, memilih backsound, perekaman pengisi suara, mempersiapkan property, kostum, make up, dll. Meskipun acara ini bukanlah sebuah event perlombaan antar kelas, tetapi antusias siswa sangat kuat untuk dapat menyuguhkan tampilan yang luar biasa.

Lihat galeri kegiatannya – klik tautan berikut ini

Acara dimulai pada pukul 07.45 WIB dibuka oleh Wahyu Budi Santoso dan Eva Elviana Novitasari sebagai pembawa acara. Sebagai pembuka Kelompok rebana Muhammad Najmudin Said, dkk. langsung memainkan 4 lagu yang berjudul  Shollalloh ala Muhammad, Assubhu bada, Ya abal hasanain, dan Subhanallah. Dilanjutkan dengan tampilan MH Band yang membawakan 2 lagu berjudul Rela yang dipopulerkan Inka Cristy dinyanyikan oleh salah satu guru Nur Muzaroh, S.Pd. dan Cinta Karena Cinta yang dipopulerkan Judika dinyanyikan oleh salah siswa kelas XI Nilam Maharani. Dilanjutkan dengan Fashion Show dari siswa-siswi Kelas XII dengan pakaian dominan berbahan kain tenun Troso.

X MIA-1 dengan judul The Secret of Rahwana. Diangka dari cerita pewayangan Rama dan Shinta melawan Rahwana. Berbeda dengan cerita Rahwana pada umumnya yang identik dengan kejahatannya, namun kali ini Rahwana sebagai pemeran protagonis. Kerajaan Alengka yang dipimpin Rahwana mengalami kesengsaraan dan kekeringan. Sehingga Rahwana menculik Dewi Shinta karena titisan Dewi Sri itu dapat menyuburkan tanah di Alengka. Tampilan ini lebih banyak nyanyian-nyanyian musikal dari pada dialog percakapannya. Penyuguhan yang sangat luar biasa di awal tampilan EVS pada tahun ini didukung dengan properti, aksesoris dan make up yang sangat indah. Ahmad Irfan Pramudia sebagai lakon Rahwana begitu pas dengan postur badannya yang tinggi dan besar.

XI MIA-2 dengan judul Rebutan Warisan. Melibatkan salah satu alumni Moh. Khoiri sebagai konseptornya, seperti biasa banyak adegan-adegan lucu namun ternyata akhir cerita menjadi mengharukan. Ulum dan Sofiyan diceritakan sebagai kakak adik yang ditinggal mati oleh Ayahnya. Karena meninggalkan harta warisan yang banyak sehingga Ulum dan Sofiyan sampai menghalalkan segala cara untuk merebut warisan orang tuanya itu. Mulai dari bertengkar adu mulut, berkelahi, bahkan saling membunuh dengan cara santet. Namun diakhir cerita mereka dapat sadar karena bermimpi bertemu ibu dan sang ayah. Selain itu mereka merasa tidak tega melihat ibunya yang sudah mulai sakit-sakitan karena melihat pertikaian mereka. Salah satu cerita yang absurd tapi lucu adalah ketika setan ketemu setan dan mereka malah saling jatuh cinta.

X IIS-2 dengan Judul Joko Kendil. Diperankan oleh Aflah yang dalam ceritanya memiliki perawakan buruk dan muka yang jelek. Namun sebenarnya dia adalah seorang pemuda tampan yang mendapat kutukan dan akan kembali tampan ketika dia sudah menemukan cinta sejatinya. Dan pada akhirnya Joko Kendil menemukan Antika sebagai cinta sejatinya berubahlah wajahnya menjadi tampan. Sehingga menjadi rebutan para wanita. Cerita ini dikemas dengan genre komedi dan diakhiri dengan pesan yang baik untuk para penontonnya.

X IIS-1 dengan Judul The Beginning of Srikandi. Salah satu tokoh dalam wiracarita dari India, yaitu Mahabharata. Dalam kisah, ia merupakan putri Raja Drupada dengan Dewi Gandawati dari Kerajaan Panchala. Diperankan oleh Rahma sebagai tokoh utamanya menjadi karakter Srikandi menjadi sangat hidup. Didukung rekan-rekannya sebagai Punokawan membuat cerita ini tampak menarik. Rendi, Hendi, Malik, Rif’an yang bercakap-cakap dengan Pramudia sebagai Raja yang galak malah Nampak lucu dengan mimik dan gaya bahasanya. Akhir cerita Srikandi berhasil menyelesaikan tugas dari gurunya untuk menangkap seorang perampok.

X MIA-2 dengan Judul The Srikandi Journey. Melanjutkan cerita kelas sebelumnya tentang Srikandi. Kali ini diperankan oleh Nayla Sayyidatun Nisa. Jika sebelumnya menceritakan pertumbuhan Srikandi, namun pada kali ini menceritakan petualangan Srikandi ketika memimpin Kerajaan Panchala yang terkena wabah penyakit yang disebabkan oleh Mahesa Sura yang diperankan oleh Rival Arafat. Rival dan kawan-kawannya sebagai pemeran antagonis lengkap dengan kostum-kostum pewayangannya. Background yang terus bergantian menyesuaikan latar adegan terjadi cukup menarik perhatian. Singkat cerita Srikandi berhasil mengalahkan Mahesa Sura dan mendapatkan obat penyembuh untuk rakyat-rakyatnya.

XI MIA-1 dengan Judul Kerinduan. Dibuka oleh duet Nilam Maharani dan sahal Abdan dengan menyanyikan lagu Kerinduan yang dipopulerkan oleh H. Rhoma Irama. Kisah fiktif ini dimulai dari  seorang siswa yang rindu akan masa-masa sekolah. Safiqun Nafi’ dan Ariyanto sebagai pemeran utamanya kemudian mereka mengingat-ingat peristiwa ketika sekolah dulu. Pernah ketika mendapat tugas untuk mengerjakan naskah drama di salah satu rumah temannya, tetapi malah kemudian dituduh mencuri jam tangan. Beberapa ada adegan lucu, diantaranya adalah ketika Memet sebagai anak SD dengan lugunya menirukan lagu “Lagu Pada Hari Minggu”.

X MIA-3 dengan judul Panji Asmoro Bangun Kembar Tiga. Ada 3 kerajaan, kerajaan pertama tidak memiliki pasangan. Dan raja kedua memiliki 3 istri yang ketiga-tiganya cacat. Dua raja itu menyukai wanita yang sama, yaitu istri raja ketiga yang bernama Panji Asmoro Bangun. Panji juga disukai oleh adik dari raja ke-2 yaitu Pandansari, sehingga mereka berdua bekerja sama untuk memisahkan Panji Asmoro Bangun dan istrinya Dewi Sekar Jati. Awalnya mereka berhasil memisahkan, tetapi akhirnya kejahatan mereka terungkap. Raja pertama, kedua, dan adik dari raja ke-2 tewas akibat peperangan yang memperebutkan Sekarjati. Dan akhirnya Panji Asmoro Bangun dan Dewi Sekarjati bersatu kembali. 

X IIS-3 dengan Judul Mata Luka Sengkon Karta. Melibatkan siswa Kelas XII Wahyu Budi Santoso, kelas ini mengakat cerita fakta kelam dunia peradilan di Indonesia pada tahun lampau. Sengkon dan Karta adalah petani berasal dari Bojongsari, Bekasi, Jawa Barat. Diperankan oleh Bagus Chamlus Said dan Abdul Kahfi Asrori, mereka menerima vonis pengadilan negeri Bekasi dengan hukuman 12 tahun (Sengkon) dan 7 tahun (Karta) atas dakwaan pembunuhan dan perampokan. Putusan itu dikuatkan oleh Pengadilan Tinggi Jawa Barat. Padahal mereka hanyalah korban fitnah dari orang yang iri dengannya. (Syah)

Terakhir diperbarui pada Senin, 16 Maret 2020 10:20

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.