Masuk

Apel Pagi – Drs. H. Nur Kholis Syam’un : Jangan Jadi Anak yang Melaknat Orang Tuamu

Featured Apel Pagi – Drs. H. Nur Kholis Syam’un : Jangan Jadi Anak yang Melaknat Orang Tuamu

Troso, MAMHTROSO.com – Sebelum libur panjang Hari Raya Idhul Fitri 1443 H. siswa-siswi Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah Matholi’ul Huda Troso Pecangaan Jepara ikuti apel pagi, Kamis pagi kemarin (28/4/2022).

Apel pagi ini dimulai pada pukul 07.00 WIB, dan setidaknya diikuti oleh seribuan siswa dan para guru yang memadati gedung serbaguna. Drs. H. Nur Kholis Syam’un, selaku Pengurus Yayasan Pendidikan Islam Matholi’ul Huda Troso, beliau memberikan banyak nasihat, informasi, dan juga pesan kepada seluruh civitas akedemika MTs. dan MA Matholi’ul Huda Troso.

Dalam mukoddimahnya, beliau menyampaikan bahwa pengurus YPI. Matholi’ul Huda Troso harus selalu bergerak, tidak hanya menjalankan rutinitas. Karena dari pergerakan itu akan tercapai kemajuan di masa yang akan datang. Selain itu beliau selalu berdoa semoga kedepannya tidak hanya seribu, tetapi bisa jadi dua, tiga, empat ribuan siswa maupun santri yang memadati gedung ini. Karena semua upaya yang dilakukan Yayasan mulai dari pembangungan, perluasan tanah, dll. adalah dalam rangka memikirkan kemajuan Yayasan jauh kedepan.

Selanjutnya beliau mengajak doa bersama seluruh siswa dan guru. Semoga seluruh orang tua, guru-guru, diberikan kesehatan lahir batin, lancar dan berkah rezekinya. Selain itu juga untuk Kelas 9 dan Kelas 12 semoga lulus semua dan bermanfaat ilmunya. Khusus untuk Kelas 9 yang sebentar lagi juga lulus semoga mau ikut membersarkan madrasahnya yaitu dengan mendaftar dan mau melanjutkan di MA Matholi’ul Huda Troso.

Setelah berdoa bersama, masuk pada pada poin inti dari apel pagi kali ini. Pertama beliau menyampaikan salah satu hadits yang artinya Termasuk dosa besar, termasuk anak yang melaknat orang tuanya sendiri”. Maksud dari hadits tersebut, bentuk dari anak yang melaknat orang tuanya adalah dengan melakukan perbuatan-perbuatan yang menyimpang dari ajaran agama dan dapat mencoreng nama baik orang tuanya. Diantara contohnya adalah pergaulan bebas, karena pacaran sampai hamil, atau mencuri, membully, menyakiti yang lain, sehingga orang tua terbawa-bawa dan ikut bertanggung jawab atas kesalahan anaknya, itulah bentuk seorang anak yang melaknat orang tuanya.  

Kamudian kebanyakan dari manusia juga suka mendzalimi diri sendiri, ingin pintar tapi malas belajar, ingin masuk surga tapi suka berbuat dosa, ingin jadi orang mulia tapi sehariannya jahat, ingin terhormat tapi kesehariannya suka menghina yang lain. Maka perlu meletakkan pondasi keimanan yang kuat dan kesadaran yang tinggi agar terhindar dari perbuatan-perbuatan tersebut.

Kedua, informasi libur Hari Raya Idhul Fitri 1443 H. yaitu mulai Jum’at (29/4/2022) sampai Senin (9/5/2022). Gunakan kesempatan hari libur ini selain untuk berkunjung silaturahim ke rumah sanak saudara dan guru, juga untuk belajar di rumah. Karena setelah masuk kembali akan langsung diadakan Pekan Ulangan Bersama (PUB) dan menyusul kemudian Penilaian Akhir Semester (PAT).

Beliau juga memperingatkan agar pada saat libur siswa-siswi jangan sampai berubah menjadi liar. Tetap menjaga pergaulan, tata cara berpakaian, rambut dll. sebagaimana mestinya. Jangan terus-terusan pegang handphone, gunakan seperlunya, karena itu handphone bisa berubah menjadi setan gepeng yang siap membawa kepada jalan yang tidak benar jika penggunaannya juga tidak benar.

Terakhir, beliau berpesan agar siswa pada saat Hari Raya Idhul Fitri 1443 H. nanti jangan sampai malas-malasan berkunjung ke rumah-rumah guru. Karena itu termasuk momentum untuk silaturrahim. Karena banyak sekali manfaatnya, diantaranya adalah bisa mendapat pahala, mengugurkan dosa, dan bonus makan jajanan. Tetapi ingat berpakaian yang sopan jangan norak. (Syah)

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.