Masuk
MA Matholi'ul Huda Troso

MA Matholi'ul Huda Troso

Seorang web administrator, reporter, dan penulis berita di MA Matholi'ul Huda Troso.

Surel situs web: http://www.mamhtroso.com/

MA Matholi’ul Huda Troso Selenggarakan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) Hari Ini

Troso, MAMHTROSO.com – Setelah menggelar dua jenis ujian akhir Kelas XII yaitu Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional (UAMBN-BK) dan Ujian Nasional (UN-BK), pada hari ini MA Matholi’ul Huda Troso Pecangaan Jepara menyelenggarakan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN), Kamis (19/4/2018).

USBN ini adalah satu-satunya jenis ujian yang masih berbasis pensil kertas pada tahun ini, berbeda dengan dua jenis ujian sebelumnya yang semuanya berbasis komputer. Karena masih berbasis pensil kertas sehingga seluruh Kelas XII yang berjumlah 221 orang siswa sebagai peserta ujian membutuhkan ruang kelas sebagai ruang ujian. Ada sebanyak 12 ruang yang digunakan. Maka siswa Kelas X dan XI diliburkan selama pelaksanaan USBN ini.

Ujian ini rencananya akan dilaksanakan selama 5 hari. Yaitu mulai Hari Kamis ini sampai Selasa (24/4/2018). Setiap harinya ujian dimulai pada pukul 07.00 WIB sehingga siswa dianjurkan agar datang sebelum ujian dimulai.

Ada sebanyak 9 mata pelajaran yang diujikan pada USBN kali ini. Yaitu Bahasa Indonesia, Matematika, sejarah, PKn, Bahasa Inggris, Penjaskes, ditambah 3 mapel jurusan untuk IPA adalah Biologi, Fisika, dan Kimia sementara untuk jurusan IPS adalah Ekonomi, Sosiologi, dan Geografi.

Bentuk soalnya 90 % berupa pilihan ganda dan 10 % berbentuk uraian. Setiap mata pelajaran diberikan alokasi waktu mengerjakan 120 menit. Dan setiap sekolah diberikan kewenangan untuk memberikan bobot nilai dari masing-masing jenis soal.

Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) termasuk kriteria penentu kelulusan siswa tahun ini, selain sikap yang minimal mendapatkan nilai baik dan 2 kriteria yang lainnya. Yaitu Menyelesaikan seluruh program pembelajaran dan mengiuti Ujian Nasional. (Syah)

Menurut Pejabat India Ini, Internet Sudah Ada Sejak Zaman Mahabharata

Seorang pejabat tinggi di negara bagian Tripura di India melontarkan sebuah pernyataan kontroversial yang menyita perhatian publik.

Biplab Kumar Deb, nama pejabat tersebut, dengan yakin mengatakan bahwa teknologi internet dan satelit telah ada di India sejak era Mahabharata.

Dikutip dari India Times pada Rabu (18/4/2018), argumen tersebut dilontarkan oleh Kumar Deb ketika berbicara di sebuah seminar reformasi jaringan internet di kota Agartlala.

"Internet dan komunikasi satelit telah ada pada zaman Mahabharata. Bagaimana mungkin Sanjaya (kusir Raja Dhritarashtra) memberikan penjelasan rinci dan deskripsi kepada raja buta tentang pertempuran Kurukshetra? Itu berarti internet ada di sana, satelit dan teknologi itu ada di negara ini pada waktu itu," katanya panjang lebar.

Ditambahkan oleh Kumar Deb, bahwa Eropa dan Amerika Serikat telah sepihak mengklaim kedua teknologi tersebut sebagai temuan mereka.

Padahal, menurutnya, internet dan satelit merupakan hasil dari perkembangan budaya leluhur masyarakat India.

"Internet dan sistem satelit telah ada di India selama puluhan abad lalu, menjadi budaya terkaya milik bangsa kita, dan saya merasa bangga akan hal itu," ujarnya bangga, seraya menyebut India modern berada di posisi terdepan dalam pengembangan teknologi informasi.

"Lihat Microsoft, mungkin perusahaan AS. tetapi sebagian besar insinyurnya semuanya berasal dari negara kami," lanjutnya.

https://www.liputan6.com/global/read/3466800/menurut-pejabat-india-ini-internet-sudah-ada-sejak-zaman-mahabharata

  • Diterbitkan di Unik
  • 0

لا حرج في ذكر الله وقراءة القرآن بعد سنة الفجر وقبل الفريضة

السؤال
أنا أصلي صلاة الفجر ركعتين فور انتهاء الأذان، وأجلس حوالي عشر دقائق أذكر الله. بعدها أقرأ ما تيسر من القرآن. وبعدها أنهض وأصلي ركعتي الصبح. فهل صلاتي صحيحة؟ أرجو الإجابة. وشكرا على ما تبذلونه من مجهود.
 
 
الإجابــة 

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه، أما بعد:               

 فإن وقت الفجر يبدأ بطلوع الفجر الصادق, ولا يشترط فيه سماع الأذان, لكن إذا كان الأذان الذي سمعتِه صادرا من مؤذن عدل، عارف بالأوقات، فيجوز لك الاعتماد عليه, وراجعي في ذلك الفتوى رقم: 140479.

وفي هذه الحالة لا حرج عليك في الإتيان بسنّة الفجر, ثم تأخير الفريضة بعد القيام ببعض الأذكار, وتلاوة القرآن. وراجعي للفائدة، الفتوى رقم: 137351.
 والله أعلم.

http://fatwa.islamweb.net/fatwa/index.php?page=showfatwa&Option=FatwaId&Id=375112

 

 

Making Up for Missed Fasts: Equal to Ramadan Days?

Question:

As-salamu `alaykum. If a woman missed several days of fasting in Ramadan due to her period and made up for these days later on, is her reward equal to that if she fasted these days during Ramadan? Jazakum Allah khairan.

 

Answer:

Wa `alaykum as-salamu wa rahmatullahi wa barakatuh.

In the Name of Allah, Most Gracious, Most Merciful.

All praise and thanks are due to Allah, and peace and blessings be upon His Messenger.


In this fatwa:

menstruating woman does not fast and makes up for these days after Ramadan by Allah’s command. Hence, she will be rewarded, inshaa’ Allah, the same as those who fast in Ramadan.


Answering your question, Dr. Wael Shehab, PhD in Islamic Studies from Al-Azhar University and currently the Imam of the Downtown Toronto Masjid in Canada, states:

menstruating woman is not allowed to fast or offer the prayers. However, she is asked to make up for the missed days of the fast of Ramadan later on; she is not required to make up for the missed prayers during her period.

`A’ishah (may Allah be pleased with her) said: “That – meaning menses – used to happen to us and we were commanded to make up for missed fast-days but we were not commanded to make up for missed prayers.” (Al-Bukhari and Muslim)

This ruling is a clear manifestation of the ease and mercy of Islamic Shari`ah. Allah says in the Qur’an:

The month of Ramadan [is that] in which was revealed the Qur’an, a guidance for the people and clear proofs of guidance and criterion. So whoever sights [the new moon of] the month, let him fast it; and whoever is ill or on a journey – then an equal number of other days. Allah intends for you ease and does not intend for you hardship and [wants] for you to complete the period and to glorify Allah for that [to] which He has guided you; and perhaps you will be grateful.” (Al-Baqarah 2:185)

Allah Almighty promises great rewards and blessings for the fasting persons. Allah says about the fasting person: “He has left his food, drink and desires for My sake. The fast is for Me. So I will reward (the fasting person) for it and the reward of good deeds is multiplied ten times.” (Al-Bukhari)

As the menstruating woman doesn’t fast in obedience to Allah and makes up for the missed fast-days of Ramadan later, Allah Almighty will bless her with His favors and great rewards.

Her reward may exceed the reward of many others who fast in Ramadan but don’t disobey Allah’s commands.

Sister, be assured that Allah Almighty is the Most-Just and Most-Generous; you’ll gain by obeying Allah’s Shari`ah countless favors and blessings.

Allah Almighty knows best.

 

http://aboutislam.net/counseling/ask-the-scholar/fasting/making-missed-fasts-equal-ramadan-days/

Berlangganan RSS feed