Masuk
MA Matholi'ul Huda Troso

MA Matholi'ul Huda Troso

Seorang web administrator, reporter, dan penulis berita di MA Matholi'ul Huda Troso.

Surel situs web: http://www.mamhtroso.com/

OSIS MA Matholi’ul Huda Troso Selenggarakan Class Meeting dengan 22 Jenis Mata Lomba Semester Gasal 2018-2019

Troso, MAMHTROSO.com - Class Meeting Semester Gasal Tahun 2018-2019 MA Matholi’ul Huda Troso Pecangaan Jepara bergulir mulai kemarin, Rabu (5/12/2018). Rencananya event ini akan berlangsung selama 12 hari yaitu sampai Selasa (18/12/2018).

Class Meeting yang akan dilaksanakan oleh OSIS ini rencananya akan diadakan 22 mata lomba. 22 mata lomba dalam Class Meeting kali ini adalah :

A. Kategori Olah Raga

  1. Bola Basket
  2. Bola Voli
  3. Tenis Meja
  4. Futsal
  5. Badminton

B. Kategori Permainan

  1. Permainan Bola Sarung Putri
  2. Tarik Tambang Putri
  3. Permainan ZO Putra dan Putri

C. Kategori Kesenian dan Keterampilan

  1. Deklamasi Puisi
  2. Al Barzanji
  3. Memasak
  4. Short Movie
  5. Lawak
  6. Pitutur Agami
  7. Pop Song
  8. Desain Baju
  9. Nada dan Dakwah Islami
  10. Miniatur
  11. Poster
  12. Tahlil
  13. Murottal
  14. Al Kalam Al Jama’i

Bahkan Proposal Anggaran Dana dari panitia pelaksana mencapai hampir 5 juta. Tetapi beberapa kegiatan masih ada yang menggunakan biaya langsung dari madrasah seperti kebutuhan sound, panggung, dan grup qasidah pada lomba dakwah, band, dan pitutur agami yang total biayanya nanti diperkirakan mencapai hampir 13 juta.

Jika pada sekolah umumnya Class Meeting hanya untuk mengisi waktu luang antara selesai ujian semester dan menerima rapor, namun di MA Matholi’ul Huda Troso Pecangaan Jepara ajang akhir semester ini dibuat semeriah mungkin. Karena dari kegiatan ini juga memberikan nilai pendidikan dan pembelajaran kepada siswa. Maka seluruh siswa diwajibkan tetap masuk sekolah dan diabsen seperti pada saat proses belajar mengajar berlangsung. Sampai pada pukul 12.00 WIB semua jadwal Class Meeting berakhir kemudian mengadakan sholar dzuhur berjama’ah, absensi dan baru semua siswa dipersilakan pulang.

Kegiatan ini menjadi kombinasi yang saling menguntungkan antara peserta dan panitia. Bagi peserta, mereka dapat merasakan atmosfer pertandingan dan menjadi ajang silaturahim. Sedangkan bagi panitia, mereka dapat merasakan cara menjadi panitia sebuah acara pertandingan olahraga, official, serta menjalani tugas dan tanggung jawab.

Kegiatan sekolah yang mempertemukan antar kelas dalam berbagai pertandingan dan perlombaan. Jika dilaksanakan dengan baik maka kegiatan classmeeting akan membawa manfaat luar biasa bagi siswa. Selain untuk mempererat tali silaturrahmi antar sesama siswa, juga menjadi ajang menambah keakraban antara siswa di sekolah. Menjadi media refreshing siswa seusai ujian semester dan menyalurkan bakat dan minat siswa dalam berbagai bidang kegiatan. Selain itu juga melatih mental bersaing dan sportifitas dalam perlombaan dan pertandingan. (Syah)

Apel pagi – Drs. H. Nur Kholis Syam’un : Jangan Jadi Tunas yang Berguguran, Jangan Jadi Generasi Muda yang Menyepelekan Dosa

Troso, MAMHTROSO.com – Pagi ini seluruh siswa-siswi beserta dewan guru Madrasah Aliyah Matholi’ul Huda Troso Pecangaan Jepara megikuti apel, Rabu (05/12/2018).

Apel ini memang biasanya diadakan secara kondisional pada waktu pagi hari sebelum siswa-siswi masuk ke kelasnya masing-masing. Dengan berkumpul dan duduk di halaman madrasah terbagi mengelompok antara siswa putra dan putri. Mereka semua siap untuk mendengarkan informasi dan motifasi dari Drs. H. Nur Kholis Syam’un, Kepala Madrasah Aliyah matholi’ul Huda Troso Pecangaan Jepara.

Pertama, beliau menyampaikan bahwa agenda pasca Penilaian Akhir Semester (PAS) setiap harinya nanti mulai pagi hari adalah sholat dhuha berjama’ah, masuk kelas untuk mengikuti ritual pagi (asmaul husna, sholawat nariyah, membaca Al qur’an, dan doa bersama). Absensi kehadiran siswa oleh masing-masing wali kelas dan terakhir adalah Class Meeting yang pada kali ada sebanyak 21 mata lomba yang akan diselenggarakan.

Kedua, Kepala Madrasah juga mengingatkan agar seluruh siswa terus berhati-hati dalam berperilaku. Ada ungkapan tunas-tunas muda layu sebelum berkembang atau tunas-tunas muda berguguran. Anak-anak muda atau siswa-siswi ini diibaratkan adalah tunas-tunas tersebut. Jangan sampai generasi-generasi muda ini hancur tidak memiliki masa depan seperti tunas-tunas yang layu dan berguguran, karena sering “menyepelekan dosa”.

Banyak sekali kejadian-kejadian negatif sekarang ini, mulai dari yang dialami oleh siswa-siswi, para alumni, bahkan aktivis masyarakat yang dapat menjatuhkan harga dirinya, semuanya diawali dengan sikap menyepelekan dosa. “Masih muda, kaya rasa, relasinya banyak, tampan, ada kesempatan, kalau tidak bisa menjaga diri maka itulah sumber kemaksiatan. Jika ingin selamat hidupmu, ingatlah setiap akibat dari perilakumu”, tegasnya.

Kemudian selain itu juga Kepala Madrasah mengingatkan agar seluruh siswa betul-betul terus mengamalkan jiwa keikhlasan. Karena pondasi dari segala perilaku berawal dari keikhlasan. “Wong sing ikhlas iku bakal padang pikire, jembar dadane, dowo umure, akeh ganjarane, suargo panggonane”, ungkap beliau. Artinya jika seseorang selalu berjiwa ikhlas dalam setiap perilakunya, baik di madrasah, ataupun di lingkungan sekitar. Maka akan diterangkan pikirannya, dilapangkan dadanya, dipanjangkan umurnya, banyak pahalanya, dan surga tempatnya. Penyakit badan selain disebabkan karena makanan juga disebabkan dari penyakit hati. Maka jangan sampai punya penyakit hati karena sering tidak ikhlas.

Ketiga, menyinggung Class Meeting yang akan dilaksanakan oleh OSIS rencananya akan diadakan 21 mata lomba. Proposal Anggaran Dana dari pantia mencapai hampir 5 juta. Tetapi beberapa kegiatan masih ada yang menggunakan biaya langsung dari madrasah seperti kebutuhan sound, panggung, dan grup qasidah pada lomba dakwah, band, dan pitutur agami yang total biayanya nanti diperkirakan mencapai hampir 13 juta. Untuk itu siswa-siswi tidak boleh ada anggapan setelah PAS tidak usah berangkat karena tidak ada pelajaran. Kepala Madrasah dengan tegas semuanya masih harus tetap masuk seperti biasa sampai tiba waktu hari libur. Karena Class Meeting ini juga termasuk pendidikan dan pembelajaran di luar kelas. Pada Class Meeting  kali ini juga rencananya akan diadakan bazar makanan oleh perwakilan kelas.

Keempat, bagi siswa yang masih memiliki tanggung jawab remidi karena nilainya masih belum mencapai KKM maka harus dikerjakan sebaik-baiknya. Bagi siswa tidak memperhatikan maka pihak madrasah tidak akan segan-segan mengambil tindakan tegas. Sementara untuk penerimaan raport nanti akan diadakan pada tanggal 17 Desember 2018 pada pukul 12.00 WIB siang. Kepala Madrasah mengingatkan agar wali murid benar-benar memperhatikan undangan penerimaan raport nanti. Dianjurkan agar benar-benar orang tua wali yang datang karena madrasah akan memberikan infomasi yang sangat penting terkait siswa dan perkembangan madrasah.

Kelima, berkaitan dengan sholat berjama’ah Kepala Madrasah juga mengingatkan agar seluruh siswa mengikutinya dengan serius. Karena sholat ini adalah ibadah langsung menghadap Allah SWT. Maka dosa besar bagi siswa yang malah bermain-main atau menggangu temannya pada saat sholat. Kepala madrasah dengan tegas mengingatkan bahkan jika ada siswa yang setelah diperingatkan berulang-ulang masih saja tidak serius dalam mengikuti sholat berjama’ah maka akan dipanggil orang tuanya dan dikeluarkan.

Terakhir beliau mengajak doa bersama dengan membaca surat Al Fatihan tiga kali. Yaitu yang pertama untuk siswa-siswi agar dibuka hatinya, disadarkan, terus dijaga oleh Allah. Kemudian doa untuk orang tua, para guru, dan madrasah semoga dimudahkan dan dilimpahkan rizkinya dan terus dapat melanjutkan pembangunan. (Syah)

Dengar Suara Azan, Aisha Menangis

MAMHTROSO.COM -- Saat mendengarkan suara azan, air mata Aisha berlinang. Pemilik nama lengkap Aisha Jibreel Alexander ini tak tahu apa yang terjadi mengapa ia sampai seperti itu. Ia kemudian membuka kacamata hitamnya dan menghapus air mata tersebut.

“Saat itu rasanya aku berkata, ayo, kamu berhenti menangis dan dengarkanlah merdunya  panggilan azan tersebut,” katanya.

Secara tak sengaja, lantunan kumandang seruan shalat itu terlintas di kedua telinganya saat ia berada di Bahrain. Ia sedang berada di jalan menuju ke sebuah restoran dan mendengar suara azan. Merdu dan syahdu lantunan suara azan tersebut menyentuh relung jiwanya. Ia pun tergugah untuk memutuskan memeluk agama Muhammad SAW ini.

“Di momen tersebut, saya yakin bahwa Islam memang untuk saya,” katanya.

Kisah pertemuannya dengan Islam itu mengalir begitu saja, tentu ada kuasa Allah SWT di sana. Ini tak terlepas pula dari profesi pilot yang ia lakoni. Pekerjaannya ini membawanya keliling dunia dan bertemu dengan bermacam-macam orang dan budayanya. 

Pertama kali ia bersinggungan dengan Muslim adalah saat ia bekerja di sebuah perusahaan Kanada yang dimiliki oleh orang Islam. Hanya saja, ia belum terlalu tertarik, selain masih muda juga fokus pada karier.

“Itu sekitar 2001,” tutur dia.  

Banyak negara telah dikunjunginya, termasuk Malaysia dan negara di Timur Tengah. Bekerja jauh dari keluarga seperti ini selalu membuatnya merasa kesepian. Doa yang dipanjatkan setiap pagi dan malam pun tak bisa mengikis rasa sepi tersebut. Karena kesibukannya, ia juga tak pernah sempat pergi ke gereja.

Pengalamannya saat pergi ke negara di Timur Tengah membuatnya mengenal lebih dalam tentang Islam. Pertama, yang membuatnya tertarik adalah aturan untuk memakai pakaian yang tidak boleh seksi dan ketat. Saat itu, ia ikut mengenakan pakaian panjang nan longgar untuk menghormati budaya setempat dan ia merasa nyaman dengan pakaian tersebut.

Keyakinannya mulai berubah saat itu. Ia kemudian mengunduh program Alquran dan berbagai program pendidikan dasar Islam. Ia mulai mencari tahu lebih banyak tentang Islam. Hingga akhirnya sewaktu sedang berada di Argentina, ia menghubungi komunitas Muslim setempat untuk bergabung dan mempelajari Islam.   

 

Katolik

Hidayah yang ia terima itu tentunya sangat bertolak belakang dengan keyakinan yang ia peluk selama ini. Aisha Jibreel Alexander terlahir dan dibesarkan oleh keluarga Katolik Roma yang taat. Ia pun menimba ilmu dasar hingga perguruan tinggi di yayasan Katolik. 

Sebenarnya ketika usia remaja, ia penasaran dan mempertanyakan apa yang dikenal dengan “dogma” dari iman Katoliknya, juga tentang prinsip trinitas ketuhanan. 

Namun, setiap ia bertanya mengenai hal tersebut, jawaban yang diberikan oleh para biarawati selalu sama: “Kau harus memercayai semua ini dan tidak perlu meragukannya. Jika kau meragukannya, berarti kau telah melakukan sebuah dosa.”

Jawaban ini selalu mengekangnya. Ia pun selalu takut untuk menantang imannya. Untuk amannya, ia tetap berada di jalan iman tersebut hingga ia biasa dan belajar berkompromi untuk percaya pada prinsip ketuhanan Katolik. Hingga akhirnya, peristiwa azan itu membuka pintu hidayah dalam kehidupan Aisha.

https://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/mualaf/18/11/29/piy9qk313-dengar-suara-azan-aisha-menangis

 

Berlangganan RSS feed