Masuk

Kontingen MA MH Troso Meraih Juara Umum KOMPAK V di UNNES Semarang Tahun 2019

Troso, MAMHTROSO.com – Alhamdulillah, kembali mengukir prestasi siswa-siswi meraih Juara Umum di Kompetisi Pramuka Penegak Ke-5 (KOMPAK V) Se-Jawa Tengah di UNNES Semarang, Ahad kemarin (20/10/2019). Meskipun baru pertama kali mengikuti ajang kompetisi tersebut tetapi tim MA MH Troso sudah dapat meraih hasil maksimal dan keluar sebagai pemenangnya.

Kompetisi kepramukaan ini diikuti oleh 31 sekolah Se-Jawa Tengah, ada SMK N Jawa Tengah, SMA N 1 Semarang, SMA 2 Kendal, SMA N 1 Boyolali, SMK N 2 Bawang Banjarnegara, MA Sunniyah Selo Grobogan, dll.

MA Matholi’ul Huda Troso mengirimkan 20 siswanya yaitu 10 putra dan 10 putri. Mereka adalah tim gabungan mulai dari Kelas X sampai Kelas XII. 10 anggota dari tim putra tersebut adalah Wahyu Budi Santoso (XII MIA-1), M. Syarif Hidayat (XII MIA-2), Gilang Agil Syafrizal (XII MIA-2), Dimas Al Habib Efendi (XII IIS-1), Muhammad Eko Ferdian Syamsudin (XII IIS-3), Muhammad Ilham Syah (XI MIA-2), A’malil Abror Al Muttaqin (X MIA-3), Muhammad Ainun Nijam (X MIA-2), dan Dicki Candra Lesmana (X MIA-1).

Sedangkan untuk 10 anggota tim putri adalah Fikri Aida Fitriyah (XII MIA-3), Eva Elviana Novitasari (XII MIA-2), Fatikha Amalia (XII MIA-2), Selly Dianawati (XII MIA-3), Linda Wahyu Shofiana (XII MIA-1), Indah Wahyu Shofiani (XII MIA-1), Aulia Fitriani (XI MIA-1), Anna Bariroh Fashihah (XI MIA-1), Nilam Maharani (XI MIA-1), dan Rizqi Walida Alkhomsatun (XI IIS-3).

Lihat galeri kegiatannya – klik disini

Acara ini berlangsung hanya selama 1 hari mulai pukul 07.00 WIB hingga pengumuman pada pukul 18.00 WIB petang. Ada 5 mata lomba yang digulirkan yaitu Lomba Iklan Layanan Masyarakat (ILM), Lomba Komik, Lomba Tari Tradisional, dan Lomba Pengembaraan.

Sementara raihan juara oleh tim MA MH Troso adalah sebagai berikut :

  1. Juara 1 Video Iklan Layanan Masyarakat (ILM) Putra
  2. Juara 1 Video Iklan Layanan Masyarakat (ILM) Putri
  3. Juara 1 Pengembaraan Putra
  4. Juara 1 Pengembaraan Putri
  5. Juara 2 Cerdas Cermat Tangkas Kepramukaan Putra
  6. Peserta Terbaik Semboyan Putri
  7. Peserta Terbaik Perpetaan Putra
  8. Best Presenter dalam Presentasi Video ILM Putri

Dengan menjuarai di banyak mata lomba tersebut sehingga tim KOMPAK V dari MA MH Troso berhasil mengumpulkan poin terbanyak diantara 31 peserta yang lainnya. Dan berhak untuk membawa pulang Piala Bergilir Rektor UNNES Semarang Kompetisi Pramuka Penegak Se-Jawa Tengah Gugus Latih Ilmu Sosial Ambalan dan Racana Wijaya. Serta berhak juga membawa pulang Piala Gubernur Jawa Tengah ke Pangkalan MA MH Troso.

Syukur setinggi-tinggi dipanjatkan oleh tim KOMPAK V MA Matholi’ul Huda Troso. Berkat usaha keras, doa dari para guru dan seluruh sivitas MA Matholi’ul Huda Troso sehingga dapat tampil yang terbaik. Dan dengan raihan ini sebagai amal siswa-siswi dalam membesarkan nama madrasah semoga semakin memberkahi, sekaligus mengukir sejarah prestasi madrasah sekali lagi di tingkat provinsi Jawa Tengah. Bravo Matros. (Syah)

  • 0
  • Baca: 333 kali

Apel Pagi – Drs. H. Nur Kholis Syam’un : Setan Akan Kalah dengan Keikhlasan

Troso, MAMHTROSO.com – Drs. H. Nur Kholis Syam’un, Kepala Madrasah mengadakan apel pagi untuk seluruh civitas akademika MTs. dan MA Matholi’ul Huda Troso Pecangaan Jepara kemarin, Ahad (13/10/2019).

Pada apel kali ini sebelum beliau menyampaikan motivasi dan informasi kepada siswa, beliau mengajak doa bersama. Pertama, doa untuk madrasah semoga semakin maju dan memberkahi umat. Kedua, doa untuk para guru semoga semakin sabar dan ikhlas dalam mendidik siswa-siswi. Ketiga, kemudian doa untuk siswa-siswi semoga disadarkan oleh Allah supaya menjadi anak-anak sholih dan muslih.

 . قَالَ رَبِّ بِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأُزَيِّنَنَّ لَهُمْ فِي الْأَرْضِ وَلَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ

 . إِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ

 

"Iblis berkata: "Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya." kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka". (QS. Al-Hijr: 39-40).

Keikhlasan adalah kunci dari setiap perbuatan manusia. Sama halnya dengan kebiasaan siswa di kelas semuanya harus didasari dengan niat ikhlas. Fakta masih ada siswa ketika diajar gurunya tetapi malah ditinggal tidur, ada siswa yang masih suka mengganggu temannya, siswa sering terlambat, pergerakan yang lambat ketika mau sholat, dll. Semua itu dirasa enak karena ada tipu daya setan yang menggoda manusia agar berbuat melanggar. Padahal setan akan kalah jika dilawan dengan keikhlasan.

Apapun pelanggaran adalah dosa, termasuk jika siswa yang sering melanggar tata tertib madrasah adalah perbuatan dosa. Kepala Madrasah mengingatkan agar seluruh siswa niat dengan ikhlas berangkat sekolah untuk menambah ilmu dan wawasan dengan cara mematuhi semua aturan madrasah. Karena dengan cara itu siswa akan menjadi orang-orang yang mulia. Tetapi sebaliknya jika perilaku siswa di madrasah selalu melanggar dan tidak membiasakan diri dengan perilaku-perilaku yang mulia, bagaimana bisa nantinya menjadi manusia-manusia yang mulia ?  

Kegiatan di madrasah tujuannya adalah untuk mendidik keterampilan mental. Pinter itu penting, tetapi mentalitas juga penting. Seperti contoh hari Sabtu kemarin diadakan Emha Variety Show (EVS) tujuan utamanya adalah mendidik mentalitas siswa. Jika kemudian setelah itu ada yang sakit karena kelelahan, maka jangan dijadikan alasan kegiatannya.

Selajutnya terkait dengan Morning fun (Shobah Farhah). Bagi siswa yang mengikuti kegiatan olah raga, harus memakai training dan kaos tim dari rumah. Supaya bergerakan siswa semakin cepat dan kegiatan dapat berjalan dengan efektif.

Kemudian gerakan Infaq madrasah, Kepala Madrasah menghimbau agar setiap kelas melebihkan dari jumlah siswanya. Karena dari infaq itu meskipun hanya seribu – dua ribu, tetapi manfaatnya luar biasa untuk madrasah. Pembangunan GOR di MI dan pembangunan Asrama di belakang MA MH Troso ini masih membutuhkan banyak sekali biaya. Termasuk dari infaq siswa-siswi ini yang dapat mejalankan pembangunan itu secara terus menerus.  

Terakhir, beliau menginformasikan bahwa pada Hari Kamis depan akan ada pemilihan petinggi (PILPET). Siswa-siswi pada hari itu tetap masuk seperti biasa, namun akan dipulangkan setelah istirahat. Kemudian guru bersama dengan siswa yang sudah memiliki hak pilih akan bersama-sama memberikan hak suaranya di tempat pemungutan suara. Apel ditutup dengan doa kafarotul majlis. (Syah)

  • 0
  • Baca: 234 kali

MA MH Troso Selenggarakan Emha Variety Show (EVS) Semester Gasal Tahun 2019

Troso, MAMHTROSO.com – Madrasah Aliyah Matholi’ul Huda Troso Pecangaan Jepara selenggarakan Emha Variety Show (EVS) kemarin, Sabtu (12/10/2019). Acara ini adalah agenda rutin yang diselenggarakan tiap semester untuk memberikan media pendidikan di luar kelas kepada siswa-siswinya.

Pada semester gasal ini yang ditugaskan untuk tampil adalah dari seluruh Kelas XII dan Kelas XI IIS. Tampilan mereka di panggung EVS, sebenarnya dibebaskan tergantung kreasi siswa. Namun hampir seluruh kelas menyuguhkan drama lipsing dengan genre yang berbeda-beda. Mulai dari yang bergenre komedi, sejarah, percintaan, dll.Sementara untuk Kelas X dan XI MIA ditugaskan untuk mengisi stand jajanan dengan modal dari madrasah. Mereka menjual makanan dan minuman untuk seluruh siswa-siswi yang dari pagi hingga siang menyaksikan tampilan-tampilan EVS.

Untuk dapat menyuguhkan sebuah tampilan EVS, tidak jarang mereka melibatkan konseptor dari para guru, alumni, namun juga beberapa kelas ada yang secara mandiri mengkonsep sendiri. Karena prosesnya cukup panjang mulai dari menentukan konsep tema tampilan, menyusun backsound, perekaman pengisi suara, mempersiapkan properti, kostum, make up, dll. Dan untuk EVS kali ini pihak madrasah mengambil kebijakan bahwa make up atau tata rias harus diupayakan dari kelas masing-masing, tidak mengambil jasa salon agar lebih hemat.

Ada sebanyak 9 kelas yang tampil di EVS Semester Gasal ini, yaitu 6 kelas dari Kelas XII dan 3 kelas dari Kelas XI IIS. Selain itu juga ada beberapa tampilan yang lain, mulai dari Rebana, Tari Tradisional, Penampilan Tae Kwondo, dan Pencak Silat.

Lihat galeri kegiatannya – klik tautan berikut ini

Jalannya Kegiatan :

Acara ini dimulai pada pukul 07.30 WIB dibuka oleh Aulia Fitriani (XI MIA-1), Sella Nor Fauziah (XI MIA-1), Nihaya Tussa`adah (XI MIA-1), dan Nadia Nor Inayah Ulya (XI MIA-2) sebagai pembawa acara. Kemudian dilanjutkan sholawat dari Tim Rebana gabungan siswa MTs. dan MA Matholi’ul Huda Troso. Sebelum tampilan dari kelas-kelas, Tari Tradisional dengan judul Prahara Ratu Kalinyamat ditampilkan oleh kontingen KOMPAK Ke-5 di Unnes.

XII IIS-1 dengan Judul Barongan Magic.com. Habib Wibowo atau yang lebih dikenal Mbah Kamed sebagai konseptornya terinspirasi dari Karnaval HUT Kemerdekaan Indonesia di Desa Troso bulan Agustus lalu. Tampilan kelas ini cukup membuat tawa lucu para penonton. Dibuka dengan Marching Band emak-emak dengan alat dapur. Sementara Siti Nur Jamilah dan Siti Khumairoh yang bertubuh tinggi besar kompak menjadi mayoretnya. Secara singkat menceritakan kehidupan orang-orang yang mencari nafkah dari dunia seni, dan sebagai tokoh utamanya adalah Dimas Al Habib Efendi. Karena tuntutan dari istri, Dimas harus aktif dan kreatif hingga memiliki sanggar seni Perkusi. Dia berhasil membuat sebuah pertunjukan perkusi yang sukses dengan personil yang lengkap. Mulai dari tim perkusinya, penari jaranan, badut, barongan, atraksi-atraksi, tapi semua dikemas dengan genre komedi.  

XII MIA-1 dengan Judul Hukum Archimedes. Cukup inspiratif dan edukatif, Kelas XII MIA-1 ini menampilkan kisah asal usul salah satu hukum fisika yaitu Hukum Archimedes. Pada suatu hari Archimedes yang diperankan oleh Wahyu Budi Santoso, dimintai Raja HieronII yang diperankan oleh Roni Fathur Rizal untuk menyelidiki apakah mahkota emasnya dicampuri perak atau tidak. Archimedes memikirkan masalah ini dengan sungguh-sungguh. Hingga ia merasa sangat letih dan menceburkan dirinya dalam bak mandi umum penuh dengan air. Lalu, ia memperhatikan ada air yang tumpah ke lantai dan seketika itu pula ia menemukan jawabannya. Ia bangkit berdiri, dan berlari sepanjang jalan ke rumah dengan telanjang bulat. Setiba di rumah ia berteriak pada istrinya, “Eureka! Eureka!” yang artinya “sudah kutemukan! sudah kutemukan!” Lalu ia membuat hukum Archimedes. Dengan itu ia berhasil membuktikan bahwa mahkota raja telah dicampuri dengan perak.

XI IIS-1 dengan Judul Satu Takdir yang Terpisah. Ahmad Shochibul Munir salah satu alumi mengkosep cerita ini. Mengisahkan pertemuan 2 pemuda yaitu M. Wafda Khoirizad dengan Musana di OSPEK salah satu Perguruan Tinggi. Keduanya timbul rasa cinta, tetapi ternyata keduanya adalah saudara kandung yang terpisahkan. Wafda yang sejak kecil hidup bersama ayahnya yang diperankan oleh Ahmad Amiruddin, sementara Musana tinggal bersama Ibunya yang perankan oleh Intan Nur Cahyani. Wafda dan Musana berpacaran, akan tetapi orang tua Wafda tidak menyetujui hubungan mereka karena Musana dari latar belakang sosial yang tidak jelas. Hingga ahirnya Amir membunuh Musana yang ternyata itu adalah anaknya sendiri.  

XII IIS-3 dengan Judul Bejo : The Untold Story. Danang Fardian, salah satu guru MTs. MH Troso berhasil mengkonsep tampilan yang sangat inspiratif. Diadopsi dari beberapa Film Joker (2019) dan Gundala (2019) alur cerita dan aksinya sangat mengharukan. Bejo sebagai tokoh utamanya adalah seorang anak yang terlahir cacat dengan wajah yang buruk rupa. Dari kecil diasuh oleh orang tuanya, tetapi karena broken home, ahirnya Bejo ditinggalkan dan hidup sebatang kara. Dia beranggapan bahwa dunia luar itu indah. Tetapi ternyata ketika di jalan dia selalu dianiaya, disiksa, disakiti oleh orang. Akhirnya dia menilai bahwa ternyata dunia itu kejam, dan harus menjadi orang kejam untuk menghadapi dunia. Bejo, tumbuh menjadi perampok. Hingga aksinya itu dihentikan oleh seorang anak tuli yang dari kecil dibuang oleh orang tuanya tetapi tetap tumbuh menjadi anak yang baik.

XII IIS-2 dengan Judul Abu Nawas 90. Dikonsep oleh salah satu alumni Moh. Khoiri menceritakan kecerdikan Abu Nawas yang diperankan oleh Muhammad Taufiq. Dibuka dengan tarian khas timur tengah oleh seluruh siswa putri. Cerita pertama, mengisahkan Abu Nawas yang ditugaskan oleh seorang Raja untuk menangkap angin. Kemudian Abu Nawas yang mendapat tantangan untuk membuat monyet agar kepalanya geleng-geleng. Terakhir Abu Nawas membantu seorang pengembala yang kerbaunya dirampas paksa oleh seorang mentri. Semua kisahnya tentang kecerdikan Abu Nawas dalam menyelesaikan sebuah masala,h akan tetapi dengan cara-cara Abu Nawas yang lucu.

XI IIS-2 dengan Judul Lika-Liku 5 K. Danang Fardian, kembali sekali lagi sebagai konseptor di kelas ini. Dengan mengeksplorasi beberapa adegan kehidupan siswa di dalam kelas ketika mempersiapkan kegiatan lomba 5 K. Ahmad Rouf sebagai ketua kelas menjadi pemeran utamanya. Cerita yang sederhana tetapi dikemas dalam adegan yang menarik dan lucu. Cerita ini dimulai dari macam-macam tipe ketua kelas. Ada ketua yang sering gugup, ada ketua yang tipenya tidak paham, ada juga ketua kelas yang berwibawa. Mereka kemudian berdiskusi menentukan tema, disetujuilah temanya “cendol dawet” yang sedang viral di sosial media. Kemudian ada adegan tipe-tepi anak yang membeli cat ke toko bangunan, tingkatan keahlian siswa ketika mengecat, sampai tipe-tipe anak yang lembur di malam hari ketika mengecat kelas.  

XII MIA-3 dengan Judul Pertiwi dan Nusantara. Ide-ide kreatif siswa Kelas XII MIA-3 dituangkan dalam tampilannya ini. Pertiwi diperankan oleh Vina Ramandhani dan Nusantara diperankan oleh Alex Lubab Muhammad. Mereka adalah pasangan pemuda yang diberikan amanat Garuda emas untuk mengjaga kesatuan bangsa. Akan tetapi karena hasutan dari Yoga dan Manzihul Hikam yang berperan sebagai pemuda kembar, mereka bertujuan menguasai bumi nusantara. Namun yang menarik dari tampilan kelas ini adalah adegan-adegan sketsa sisipan yang diperankan oleh Ahmad Latif, Muhammad Maftuh Ahnan Labib, dkk. sangat terlihat total sehingga pesan lucunya tersampaikan. Pesan dari kisah ini adalah jangan sampai dengan mudah memunculkan fitnah yang dapat menghancurkan bumi pertiwi.   

XI IIS-3 dengan Judul Babi Ngepet. Muhammad Rosyadi salah satu guru di MTs. dan MA Matholi’ul Huda Troso mengangkat judul yang bertemakan mistis sosial. Diceritakan ada seseorang yang bernama Joko, dia terlilit hutang hingga dikejar-kejar orang dan istrinya pun sampai meninggalkannya. Pada saat dia terpuruk dan putus asa, ternyata ada siluman babi menghampirinya. Dengan bisikan siluman babi tersebut menjanjikan kekayaan kepada Joko, akan tetapi dengan memenuhi beberapa syarat. Jokopun akhirnya mau ikut menjadi siluman babi. Tetapi belum sampai kaya teryata Joko sudah tertangkap oleh warga dan dimassa. Yang menarik dari Kelas ini adalah para penarinya dapat tampil dengan baik.  

XII MIA-2 dengan Judul Pergi Karena Cinta Pulang Karena Cinta. Kelas ini mengadopsi dari cerita tokoh nasional bangsa Indonesia, yaitu B. J. Habibie dan istirnya Hasri Ainun Besari. Habibie  diperankan oleh Dhimas Agung Hermawan. Rudy Habibie seorang jenius ahli pesawat terbang yang punya mimpi besar. Sedangkan Ainun adalah seorang dokter muda cerdas. Mereka menikah dan terbang ke Jerman. Cinta mereka terbangun dalam perjalanan mewujudkan mimpi. Dinginnya salju Jerman, pengorbanan, rasa sakit, kesendirian serta godaan harta dan kuasa saat mereka kembali ke Indonesia mengiringi perjalanan dua hidup menjadi satu. Bagi Habibie, Ainun adalah segalanya. Ainun adalah mata untuk melihat hidupnya. Bagi Ainun, Habibie adalah segalanya, pengisi kasih dalam hidupnya. Namun setiap kisah mempunyai akhir, setiap mimpi mempunyai batas. (syah)

  • 0
  • Baca: 383 kali

Upacara Pengibaran Bendera – Heri Kiswanto, S.Kom. : Musuh Terbesar Manusia adalah Sifat Malas

Troso, MAMHTROSO.com – Heri Kiswanto, S.Kom. menjadi pembina upacara dalam upacara pengibaran bendera di halaman MTs-MA Matholi’ul Huda Troso, Sabtu (5/10/2019) pagi ini. Beliau adalah salah satu guru mata pelajaran TIK dan Keterampilan Grafis di unit MA Matholi’ul Huda Troso.

Upacara ini merupakan agenda rutin madrasah setiap awal pekan yang menandai dimulainya kegiatan belajar mengajar di madrasah tersebut. Dari pantauan MAMHTROSO.COM, Heri Kiswanto, S.Kom. mengenakan pakaian batik salah satu seragam yayasan domininan berwarna kuning, beliau berdiri di depan sekitar 1000-an siswa serta sejumlah dewan guru yang khidmat mengikuti upacara pengibaran bendera.

Petugas upacara pada pagi ini diemban oleh siswa perkalian kelas XI seperti minggu kemarin. Dipimpin oleh Muhammad Sholikul Huda (XI MIA-1) beserta teman-temannya. Meskipun masih ada kekurangan namun semua petugas dapat melaksanakan tugasnya dengan cukup baik.

Kemudian dalam amanat pembina upacara, Heri Kiswanto, S.Kom. menyampaikan bahwa musuh besar dalam diri manusia adalah malas. Malas adalah keenggenan melakukan sesuatu yang seharusnya dilakukan. Contoh efek perbuatan malas adalah tidak mau disiplin, tidak mau mengikuti pelajaran dengan baik, tidak mau mematuhi tata tertib, dll.

Diantara penyebab rasa malas bisa masuk ke dalam diri, beliau memaparkan 3 alasan. Pertama, karena manusia lebih memilih hal-hal yang menarik dan menyenangkan dari pada berfikir. Hal tersebut karena setan yang bisa mempengaruhi manusia dan membuat rasa kesenangan nafsunya.

حُفَّتِ الْجَنَّةُ بِالْمَكَارِهِ وَحُفَّتِ النَّارُ بِالشَّهَوَاتِ

“Surga itu diliputi perkara-perkara yang dibenci (oleh jiwa) dan neraka itu diliputi perkara-perkara yang disukai syahwat.”(HR. Muslim).

Kedua, karena belum ada kesungguhan. Orang yang tidak bersungguh-sungguh dalam hidupnya tentu akan terus-menerus bemalas-malasan. Ada sebuah kalimat mutiara dalam bahasa arab :

اِجْهَدْ وَلاَ تَكْسَلْ وَلاَ تَكُ غَافِلاً فَنَدَامَةُ العُقْبىَ لِمَنْ يَتَكاَسَلُ

“Bersungguh-sungguhlah dan jangan bermala-malasan dan jangan pula lengah, karena penyesalan itu bagi orang yang bermalas-malasan”. Jangan sampai di kemudian hari menjadi manusia yang menyesal karena saat ini kita bermalas-malasan.

Ketiga, karena pergaulan, lingkungan, dan pertemanan. Manusia memiliki kecenderungan untuk mengikuti sifat teman. Kalau sering berkumpul dengan teman-teman yang malas, maka kita juga akan ikut malas. Tetapi ketika memiliki teman yang rajin, maka biasanya akan ikut menjadi rajin.

Selain menyampaikan sebab-sebab manusia menjadi pemalas, beliau juga menyampaikan bagaimana cara menghilangkan sifat malas yang ada di dalam diri manusia. Pertama, harus bisa mengatur waktu, kapan waktunya untuk belajar. Jangan menyia-nyiakan waktu, jika bisa dikerjakan pagi tidak harus menunggu sampai sore, jika bisa dikerjakan malam hari tidak harus menunggu besok pagi.

Kedua, ikrarkan diri untuk disiplin. Jika sudah bisa memanage waktu maka tinggal mengikararkan diri. Bersungguh-sungguh untuk berubah dari kemalasan menjadi manusia yang rajin. Ketiga, tidak ada tips dan trik, kecuali doa kepada Allah.

اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْجُبْنِ وَالْهَرَمِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan, rasa malas, rasa takut, kejelekan di waktu tua, dan sifat kikir. Dan aku juga berlindung kepada-Mu dari siksa kubur serta bencana kehidupan dan kematian”. (HR. Bukhori Muslim). (syah)

  • 0
  • Baca: 235 kali

Upacara Pengibaran Bendera – Zahrotun Ni’mah, S.Pd. : Teladani Prof. B. J. Habibie yang Memiliki Tekat Kuat, Disiplin, dan Visioner

Troso, MAMHTROSO.com – Siswa-siswi MA dan MTs. Matholi’ul Huda Troso ikuti upacara pengibaran bendera pagi ini, Sabtu (28/9/2019). Upacara yang dilaksanakan setiap Sabtu pagi ini bertujuan untuk mengawali minggu efektif proses belajar mengajar siswa. Selain itu juga untuk memupuk sikap disiplin, patriotisme, dan nilai-nilai positif lainnya.   

Perwakilan Kelas XI Madrasah Aliyah Matholi’ul Huda Troso kali ini berkesempatan untuk mengemban tugas sebagai petugas upacara. Meskipun kurang maksimal, namun semuanya dapat berjalan dengan cukup baik. Mengingat ini adalah kali pertama mereka menjadi petugas upacara. Sebagai Pembawa Acara adalah Layinatus Sifah (XI MIA-2), Pembaca Pembukaan UUD 1945 adalah Ira Vivi Faridah (XI MIA-1), dan pembaca doa adalah Mohamad Sahal Abdan (XI MIA-1). Sementara Muhammad Sholikul Huda (XI MIA-1) bertindak sebagai pemimpin upacara, sedangkan pemimpin pasukan berurutan adalah Muhammad Hadi Khoirun Nasirin (XI IIS-3), Muhammad Ilham Syah (XI MIA-2), dan Septian Hidayat (XI MIA-1).

Kemudian untuk pasukan pengibar bendera terdiri dari 8 pasukan. Mereka adalah Lailatul Munawaroh (XI MIA-1), Abida Ardelia (XI MIA-1), Daru Puji Astuti (XI MIA-1), Nadia Nor Inayah Ulya (XI MIA-2), Nur Failah Isnaini (XI IIS-2), Rismawanty (XI IIS-3), Nafisatun Niswah (XI IIS-3), dan Salmah (XI MIA-2).

Zahrotun Ni’mah, S.Pd. bertindak sebagai pembina upacara. Salah satu guru di MTs. Matholi’ul Huda Troso ini sebelum menyampaikan amanatnya, terlebih dahulu mengevaluasi jalannya upacara. Beliau mengingatkan bahwa meskipun petugas sudah melaksanakan tugasnya dengan cukup baik, tetapi masih ada beberapa peserta upacara yang kurang khidmat mengikuti upacara pengibaran bendera ini.  

Pada amanatnya, beliau menyampaikan sosok yang menginspirasi bagi bangsa Indonesia yang baru beberapa minggu kemarin meninggal dunia yaitu Prof. Dr. Ing. H. Bacharuddin Jusuf Habibie, FREng. Ilmuan yang taat ibadah dan cerdas dengan memiliki IQ 200. Dibanding dengan Isacc Newton yang memiliki IQ 190, dan Albert Enstein IQ-nya 160, ternyata masih tinggi Prof. B.J. Habibie. Dengan kecerdasan dan hasil karya dalam dunia pesawat terbang, beliau menjadi sosok yang tidak hanya dihormati bagi bangsa Indonesia tetapi seluruh dunia menghormatinya. Tentu itu adalah berkat dari ilmu yang dimilikinya.

Maka siswa-siswi sebagai generasi penerusnya harus bisa meneladani ketekuanan beliau dalam menuntut ilmu. Apalagi ilmu dalam islam adalah sesuatu yang mulia kedudukannya dan wajib bagi muslim untuk menuntut ilmu sampai akhir hayat.

 اُطْلُبُوا العِلْمَ مِنَ المَهْدِ إِلى اللَّحْدِ

Artinya : “Tuntutlah ilmu sejak dari buaian hingga liang lahat”

Dari keberhasilan Prof. B.J. Habibie sebagai salah satu tokoh nasional, Zahrotun Ni’mah, S.Pd. mengungkapkan setidaknya ada 3 hal yang harus ditiru. Pertama, adalah tekat yang kuat. Prof. B. J. Habibie sejak kecil tertarik dengan pesawat terbang. Dari ketertarikannya itu kemudian beliau sejak kecil bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu dan berhasil masuk Kkuliah di ITB jurusan tehnik mesin hingga akhirnya berhasil melanjutkan S3 di Jerman. Dari tekat yang menggelora itu digunakan untuk mewujudkan hal yang dicintainya sejak kecil.

Kedua, Kedisiplinan yang tinggi. Prof. B. J. Habibie selama hidupnya menghabiskan waktu 7,5 jam untuk membaca dan menulis. Dari kedisiplinannya itu sehingga banyak sekali ilmu yang serapnya dan dapat menjadikannya sebagai seorang ahli. Kertiga, beliau adalah seorang yang visioner dan fokus. Memiliki tujuan yang jelas dan berusaha dengan kerja keras untuk mewujudkannya.

Dari ketiga hal tersebut di atas, tentu menjadi pelajaran yang sangat berharga untuk siswa-siswi agar semakin giat dalam belajar. Maka ketika ada siswa yang masih malas-malasan dalam belajar, tidak mau mengerjakan tugas dari gurunya, malas bahkan tidur ketika diajar gurunya di dalam kelas, tidak mematuhi aturan atau tata tertib madrasah adalah siswa-siswi yang rugi. (syah)

  • 0
  • Baca: 262 kali

Bahana Swara Marching Band MTs. dan MA Matholi’ul Huda Troso Juara 2 di Lomba Al-Ma’ruf Open Marching Band Tahun 2019

Troso, MAMHTROSO.com – Tim Marching Band “Bahana Swara” Madrasah Aliyah dan Tsanawiyah Matholi’ul Huda Troso kali pertama mengikuti ajang perlombaan di Al-Ma’ruf Open Marching Band Tahun 2019, Ahad kemarin (22/9/2019).

Lihat gelari kegiatannya - klik disini

Meskipun dengan persiapan yang singkat ternyata Tim Marching Band “Bahana Swara” Madrasah Aliyah dan Tsanawiyah Matholi’ul Huda Troso berhasil menyabet sebagai juara ke-2 di event ini. Karwadi, S.Ag. sebagai guru pendamping mengaku sebetulnya tidak menargetkan sebagai juara, namun yang terpenting adalah bisa tampil maksimal dan juga dapat memberikan tambahan pengalaman dan semangat kepada para anggota Marching Band Bahasa Swara. Namun berkat doa dan usaha dari semua anggota ternyata tidak sia-sia dan membuahkan hasil yang cukup membanggakan untuk madrasah.

Al-Ma’ruf Open Marching Band Tahun 2019 tingkat Jawa Tengah ini diikuti oleh 10 peserta dengan berbagai tingkatan dari berbagai kabupaten. Sementara untuk Tim Marching Band Bahana Swara MA Matholi'ul Huda Troso sendiri beranggotakan lebih dari 60 orang anggota. Mulai dari Mayoret, Percussion Battrey, Pit Instrument, Divisi Brass, dan Colour Guard.

Rangkain acara ini dimulai pada pukul 07.00 WIB diadakan upacara pembukaan hingga perlombaan dimulai pada pukul 08.00 WIB. Rute yang dilalui oleh 10 peserta lomba cukup jauh yaitu dari depan SMA NU Al-Ma’ruf atau sebelah selatan Hypermart Kudus menuju alun-alun Kudus, dan kembali ke SMA NU Al Ma’ruf. Tentu saja disepanjang perjalanan tim Marching Band harus memainkan alat musiknya yang atraktif untuk mendapat nilai tertinggi dari para juri.

Acara penutupan dan pengumuman pemenang dilaksanakan pada pukul 10.30 di halaman SMA NU Al-Ma’ruf. Adapun raihan juaranya untuk tingkat MA/SMA sebagai juara pertama adalah dari SMA N 1 Purwodadi, juara kedua adalah MA Matholi’ul Huda Troso, dan juara ketiga adalah MA Nahdatul Muslimin Undaan Kudus.

Mengikuti event lomba ini menjadi bagian awal dari pejuangan prestasi Tim Marching Band Bahana Swara MA Matholi’ul Huda Troso. Madrasah berharap kedepannya akan terus berprestasi di perlombaan Marching Band berikutnya. (Syah)

  • 0
  • Baca: 322 kali

Apel Pagi – Drs. H. Nur Kholis Syam’un : Sebaik-baiknya Amalan adalah Konsistensi, Meski Sedikit

Troso, MAMHTROSO.com – Seluruh civitas akademika MTs. Dan MA Matholi’ul Huda Troso Pecangan Jepara mengikuti apel pagi kemarin, Sabtu (21/9/2019). Yaitu sebanyak 1.100-an siswa dan 50 dewan guru berkumpul tepat pada pukul 07.00 WIB dan siap untuk mendengarkan informasi dan motivasi dari Kepala Madrasah.

Agenda apel pagi ini seperti biasanya dipimpin langsung Kepala Madrasah Aliyah Matholi’ul Huda Troso yaitu Drs. H. Nur Kholis Syam’un. Tujuannya tentu untuk memberikan bekal konsep kehidupan kepada seluruh siswa sebagai pedoman yang fundamental. Dasar-dasar aqidah islam juga sering ditekankan kepada siswa dengan harapan seluruh siswa dapat mempraktikkan dalam kehidupannya sehari-hari. Selain itu juga dalam apel pagi ini biasanya dipergunakan untuk memberikan informasi terkait agenda-agenda madrasah ke depannya.

Pada apel kali ini beliau menyampaikan bahwa siswa-siswi yang sekolah di madrasah harus berbeda dengan siswa-siswi yang ada di sekolah umum. Karena di madrasah siswa-siswi diberikan bekal setiap saat untuk  berperilaku sesuai dengan agama Islam. Maka tidak pantas jiwa ada siswa yang sekolah di madrasah tetapi perilakunya jauh dari norma agama, apalagi malah lebih parah dari siswa yang ada di sekolah umum.

Adanya peraturan di madrasah merupakan hasil dari kesepakatan para guru dan sudah disesuaikan dengan aturan muslim/mukmin. “Mau sekolah disini tetapi tidak mau mengikuti aturannya bearti termasuk orang yang keblinger. Aturan itu ada supaya menjadi orang-orang yang baik. Maka bagi anak-anak yang baik sebetulnya sudah tidak butuh lagi tata tertib, Ojo malah sak karepe dewe”, ungkap Drs. H. Nur Kholis Syam’un pagi itu.

Beliau juga mengingatkan agar siswa-siswi MTs. dan MA Matholi’ul Huda Troso agar segera sadar bahwa visi-misi yang dicanangkan oleh madrasah adalah untuk menjadikan siswa-siswinya menjadi manusia-manusia yang mulia nantinya. Jika masih ada siswa yang sering melanggar, maka sejatinya dia tidak paham bahwa untuk menjadi seseorang yang mulia harus memiliki perilaku yang mulia, ucapan yang mulia, dan juga pola pikir yang mulia.

أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ

Artinya : ”Amalan yang paling dicintai oleh Allah Ta’ala adalah amalan yang kontinu walaupun itu sedikit”.

Kebiasaan itu harus dimulai dari hal-hal kecil, terutama ketika berada di madrasah. Jika amalan-amalan itu dilakukan terus menjadi konsistensi/istiqomah, maka tentu akan dapat masuk ke dalam hati dan juga menjadi sebuah karakter. Seperti contoh ketika siswa jama’ah sholat dzuhur, ketika sudah iqomah maka harus membiasakan segera berdiri dan membentuk barisan saf sholat dengan cepat, ini termasuk kebiasaan-kebiasaan mulia.

Contoh yang lain jika siswa di dalam kelas ketika proses belajar mengajar juga harus memperhatikan guru yang mengajar. Tidak kemudian malah tidur atau ngobrol dengan teman yang lain, karena itu termasuk perilaku yang tidak mulia. Ketika siswa ke kamar kecil juga sebagaimana normalnya saja, jangan setiap pergantian jam selalu ke kamar kecil. Mulai muncul fenomena siswa memakai sepatu yang tidak sesuai aturan madrasah. Dan juga masih saja ada siswa yang tidak membuang sampah pada tempatnya.

Kebiasaan-kebiasaan buruk ini harus diubah. Kepala Madrasah menegaskan agar siswa-siswi semuanya sadar. Betul-betul sadar bahwa kebiasaan itu adalah sesuatu yang menjadi karakter. Maka siswa yang memiliki kebiasaan buruk berarti memiliki karakter buruk, dan tidak mungkin menjadi manusia yang mulia. Sebaliknya, siswa yang memiliki kebiasaan baik, berarti memiliki karakter baik, dan semoga nantinya menjadi manusia-manusia yang mulia. (Syah)

  • 0
  • Baca: 215 kali

Pekan Ulangan Bersama (PUB) Ke-1 Semester Gasal Tahun 2019-2020 Akan Dilaksanakan Selama 5 Hari

Troso, MAMHTROSO.com – Madrasah Aliyah Matholi’ul Huda Troso Pecangaan Jepara gelar Pekan Ulangan Bersama (PUB) Pertama di Semester Gasal Tahun Pelajaran 2019-2020 mulai kemarin, Rabu (11/9/2019).

Pekan Ulangan Bersama atau sering disebut PUB ini diikuti oleh seluruh siswa mulai dari Kelas X sampai Kelas XII yang terbagi menjadi 17 ruang atau sebanyak 562 orang siswa. Dengan rincian siswa Kelas X berjumlah 203 orang, Kelas XI sebanyak 151 orang, dan Kelas XII sebanyak 208 orang.

PUB adalah salah satu bentuk sistem evaluasi pembelajaran di MA Matholi’ul Huda Troso yang diadakan dua kali setiap satu semester. Madrasah ini mempertahankan PUB sebagai sistem pengukuran kompetensi kognisi siswa menggantikan sistem ulangan mid semester. Selain itu juga pelaksanaan PUB ini dimaksudkan agar bentuk ulangan siswa lebih terarah dan lebih siap, sehingga nantinya nilai-nilai ulangan yang diraih lebih maksimal.

Berbeda dengan PUB sebelumnya yang biasanya berlangsung selama 4 hari, kali ini Pekan Ulangan Bersama akan dilaksanakan selama 5 hari. Penambahan hari ulangan ini agar siswa lebih mudah dan lebih fokus mempersiapkan materi-materi yang diujikan. Jika sebelumnya siswa harus mempersiapkan 4 mata pelajaran setiap hari, dirasa berat. Maka mulai tahun pelajaran baru ini madrasah mengambil kebijakan untuk memperpanjang hari pelakasanaan Pekan Ulangan Bersama dan hanya mengujikan 3 mata pelajaran setiap harinya. Dengan perubahan ini, maka durasi waktu mengerjakan juga ditambah, efeknya soal-soal juga ikut ditambah sesuai dengan tingkat kesulitan dan alokasi waktu yang tersedia yaitu selama 1 jam atau 50 menit setiap mapelnya.

Mulai masuk di pagi hari seluruh siswa kemudian melaksanakan sholat dhuha terlebih dahulu sebagaimana biasanya. Setelah itu kemudian mereka melaksanakan ritual pagi seperti pelantunan Asmaul Husna dan doa awal belajar di ruang ulangan masing-masing. Setelah itu kemudian siswa belajar di dalam kelas selama 20 menit dan mapel pertama baru dimulai diujikan sekitar pukul 07.50 WIB. Terpantau hingga pukul 11.40 WIB ketiga mapel telah selesai diujikan dan siswa bisa langsung melaksanakan sholat dzuhur berjama’ah sebelum kemudian pulang ke rumah masing-masing.

Ada sebanyak 16 mata pelajaran yang diujikan dalam PUB untuk masing-masing tingkatan kelas. 15 mapel tersebut adalah mapel Pendidikan agama Islam yang meliputi Qur’an Hadits, Aqidah Akhlak, SKI, Fiqih, dan Bahasa Arab. Kemudian ada mapel Umum yaitu Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, PKn, Sejarah Indonesia dan Matematika. Tambahan untuk Kelas Ilmu-Ilmu Sosial (IIS) yaitu Sejarah Peminatan, Sosiologi, Ekonomi, Geografi, dan Kimia Lintas Minat.  Sementara untuk Kelas Matematika dan Ilmu Alam (MIA) adalah Biologi, Kimia, Fisika, Matematika Peminatan, dan Geografi Lintas Minat. (Syah)

  • 0
  • Baca: 663 kali
Berlangganan RSS feed