Masuk

Siswa Kelas XII Angkatan Tahun 2019 "Legendary Generation", Menampilkan Lebih dari 20 Mata Acara pada Panggung Gembira

Troso, MAMHTROSO.com – Pagelaran Seni Budaya diselenggarakan dengan megah oleh siswa-siswi Kelas XII Madrasah Aliyah Matholi’ul Huda Troso dalam tajuk Panggung Gembira Tahun 2019, Ahad (23/6/2019).

Lihat galeri fotonya - klik disini

Panggung Gembira ini sebagai bentuk persembahan terakhir siswa-siswi Kelas XII sebelum mengikuti Perpisahan dan Pelepasan dengan madrasah. Sudah menjadi tradisi sejak dulu bahwa setelah pelaksanaan serangkain ujian akhir siswa kelas XII langsung membentuk kepanitiaan panggung gembira. Selain untuk mengisi kekosongan kegiatan sampai akhir tahun pelajaran, juga untuk memberikan media pertunjukan seni budaya dan juga kenang-kenangan untuk madrasah.

Pada Panggung Gembira Tahun 2019 “Legendary Generation” ini diketuai oleh Safinatun Nikmah (XII IPA-1) dan juga Moh. Khoiri (XII IPA-1). Butuh persiapan yang panjang untuk menyuguhkan sekitar 23 mata acara. Mulai dari konsep acara keseluruhan, konsep setiap acara, rekruitmen anggota, dan latihan yang berat mereka persiapkan. “Untuk mewujudkan persembahan terakhir kita ini tidak mudah, butuh kebersamaan dan kerjasama yang baik dari teman-teman. Meskipun sekolah kita di ngisor preng tetapi dengan dengan kemajuan demi kemajuan tiap tahunnya, kita tunjukkan bahwa kita bisa”, ungkap Safinatun Nikmah dalam sambutannya.

Sebagaimana menyambung dari sambutan ketua panitia, Drs. H. Nur Kholis Syam’un sebagai Kepala Madrasah Aliyah Matholi’ul Huda Troso juga mengingatkan bahwa madzhab madrasah kita ini adalah madzhabnya kegiatan dan pergerakan. Jadi memang madrasah sengaja mengagendakan banyak kegiatan untuk media pendidikan karakter siswa. Supaya siswa-siswi MA MH Troso memiliki mental-mental yang baik. Meskipun sekolah di kampung tapi tidak kampungan.

Beliau juga mengungkapkan bahwa meskipun di madrasah, tidak kemudian mengharamkan kesenian. Menikmati musik, tari, drama, dll. itu hukumnya mubah asal dengan etika. Justru ini adalah termasuk salah satu upaya untuk melestarikan budaya nusantara. Ada tari jawa, tari melayu, tari madura, tari bambang cakil, tari bali, tari sunda, pencak silat, ludruk, dagelan, dll.

Grand Opening dimulai tampilan perkusi dan dilanjutkan dengan tarian saman 101 orang yang memenuhi panggung ala Pembukaan Asian Games di Jakarta tahun 2018 kemarin. Mike Elayanti dan Aza Nur Fadhila membacakan ayat suci Al Qur’an surat Al Mujadalah 11 – 16. Kemudian MH Band juga berunjuk gigi pada panggung gembira 2019 ini. Wahyu Aji Wijanarko dkk. memainkan 3 lagu yang berjudul kembali bersama, terlalu manis, dan bintang kehidupan.

Grup Rebana juga melantukan 3 judul qosidah yang berjudul busyrolana, ya hannan ya mannan, dan gundul-gundul pacul. Langsung disambung dengan Fashion show busana-busana dari kain tenun troso juga ikut memeriahkan pagelaran ini, setidaknya ada 36 siswa perwakilan dari kelas XI yang menampikan busana-busananya dari pelajaran tata busana yang diampu oleh Siti Saudah, S.Pd.I.

Tampilan drama pertama dengan tema horror, dengan judul “liburan terakhir di pulau cemara”, M. Abdul Wahid dkk. memerankan sebuah cerita mayat hidup (zombi) yang menguasai pulau cemara. Sementara 3 pemuda yang sedang berlibur ke sana terjebak dengan para zombi tersebut.

Tari jawa juga sangat anggun dengan kostumnya yang mentereng dengan warna kemben merah, dipadukan selendang kuning. Disambung modern dance oleh Afrizal Malna Isre, dkk. dengan gaya ala korea-korea juga turut ditampilkan.

Drama Cinta degan judul “Garis Takdir”. Moh Khoiri sebagai pemeran utamanya adalah seorang pemuda miskin. Ia mencintai Khusna Lutfiah anak dari seorang yang kaya. Karena perbedaan status sosial hubungan mereka tidak disetujui Orang tua Khusna. Namun setelah terjadi konflik yang haru akhirnya hubungan mereka disetujui.

Pencak Silat, oleh Nova Liana Putri, dkk. mempertunjukkan gerakan-gerakan seni pencak silat dan juga beberapa duel khas perguruan kembang setaman.

Drama Politik dengan judul “Siapa di atas Presiden?”. Menceritakan proses pemilihan presiden, yang penuh konflik dan permainan politik. Diperankan oleh Ahmad Aris, Saif Aliansyah, dan M. Samsul Ma’arif. Cara-cara politik yang kotor seperti penjebakan pembunuhan diangkat dalam cerita ini.

Tari Madura, Tari Gelang Ro’om. Ahmad Mujahidin,dkk. dengan mengenakan kostum lorek-lorek khas madura. Ada 10 penari laki-laki, dan 9 penari perempuan bersanggul. Tari India, dengan lagu Gar More Paradesa dan Gerua. Moh. Khoiri dan Aghna Boy Mumtaz sebagai penari laki-lakinya. Sementara banyak penari perempuan Erica Anastasya, dkk. dengan kostum yang anggun khas model india.

Ludruk, dengan lakon Adi Setiawan duet dengan Muhammad Nor Rokhim. Mengadopsi dari dagelan Percil duet Yudho mereka bisa mengimprovisasi dengan baik. Berbeda dengan drama-drama yang lainnya yang menggunakan lipsing, ludruk ini bisa menampilkan secara langsung lewat mic sehingga membuat suasana lebih hidup.

Tari Melayu, Zapin Kasmaran. Syida Auliyauzzaroh duet dengan Lukman Faiz diiringi dengan lebih dari 13 penari yang lainnya. Kostum memakai peci hitam dan sarung setengah di pinggang khas melayu. Seni bela diri dari Korea Tae Kwondo juga turut ditampilkan. Kembali Moh. Khoiri, dkk. menampilkan gerakan-gerakan energik. Dengan kompak mereka memeragakan gerakan-gerakan khas tae kwondo sampai diakhiri dengan pertunjukkan atraktif, yaitu menendang genteng tebal di 5 posisi yang berbeda dengan serempak. Tari bambangan cakil, kali ini Afrizal Malna Isre sebagai buto cakil. Sementara Siti Muzaroah sebagai Arjuna. Tari ini mempertunjukkan saktinya Arjuna ketika melawan buto cakil. Meskipun Cakil dengan bala tentaranya Arjuna seorang diri dapat menumpasnya.

Drama Komedi dengan judul “Bojo Nakal”. Menceritakan para suami yang diperankan oleh Ahmad Shochibul Munir, Darul Ihsan, Samsul Ma’arif, dan Bandu Rahman. Mereka semua tergila-gila dengan biduan yang bernama Saritem. Akan tetapi ternyata Saritem adalah seorang banci.

Tari Renjang Sari, Tari bali. Ada sebanyak 16 penari yang berkostum putih dan kuning emas. Udeng hiasan kembang kamboja, riasan wajah yang khas bali. Meskipun dengan gerakan sederhana tetapi sangat terlihat anggun dan elegan. Tari Sunda, Rampak Jaipong Kalang Sunda Tidas. Ita Nurul Laili, dkk. juga cukup berhasil memperagakan tari asal jawa barat ini. Dengan anggun mereka berkostum kemben merah dengan memakai padakain dalam lengan panjang serta berjilbab krem. Tariannya cukup kompak dan kental instrumen suasana sundanya.

Drama Tragedi, dengan judul Cinta Dua Dunia. Antara bangsa manusia dan bangsa peri. Muslihatul Aini sebagai ratu peri dibunuh oleh Rofiqul A’la sebagai peran antagonisnya dari bangsa manusia. Dengan mencabut bulu peri sebagai kekuatannya sehingga ratu peri mati. Malna sebagai tambatan hatinyapun merasa sangat sedih atas kejadian tersebut.

Lebih 20 mata acara dilaksanakan dalam panggung gembira tahun 2019 ini. Dan ditutup dengan satu lagu yang dibawakan oleh MH band pada pukul 13.30 WIB. (Syah)

  • 0
  • Baca: 131 kali

Class Meeting Semester Genap 2018/2019 – OSIS MA MH Troso Selenggaran 16 Mata Lomba

Troso, MAMHTROSO.com - Class Meeting Semester Genap Tahun 2018-2019 MA Matholi’ul Huda Troso Pecangaan Jepara bergulir mulai kemarin, Ahad (16/6/2019). Rencananya event ini akan berlangsung selama 11 hari yaitu sampai Sabtu (29/6/2019).

Lihat galeri kegiatannya - klik disini

Ini adalah termasuk agenda kedua yang dilaksanakan oleh Pengurus OSIS baru periode 2018-2019 yang diketuai oleh Fatikha Amalia (XI MIA-3), setelah kemarin ketika Bulan Ramadhan sudah melaksanakan satu program kerja yaitu penyaluran zakat fitrah.

Class Meeting adalah acara yang sangat ditunggu-tunggu bagi siswa selepas ulangan umum. Satu ajang kebolehan dari berbagai cabang olah raga, dan berbagai permainan yang dilombakan dan diikuti antar kelas. Dan disitu pula boleh adu prestasi, boleh berteriak sekeras-kerasnya, memberi semangat pada rekan-rekannya yang sedang berlaga di arena pertandingan.

Beberapa fungsi Class Meeting adalah agar anak-anak muda saling silaturahmi menjalin setia kawan. Bukan saling bertikai. Meskipun ada beberapa gesekan antar siswa dalam beberapa pertandingan, akan tetapi tidak ada sampai terjadi pertikaian, perkelahian, atau bahkan tawuran. Karena semuanya untuk melatih sportifitas dan sikap fairplay.

Class Meeting yang akan dilaksanakan oleh OSIS ini rencananya akan diadakan 16 mata lomba. 16 mata lomba dalam Class Meeting tersebut adalah Futsal, Bola Sarung, Memasak, Majalah Dinding, Badminton, Bola Basket, Tahlil, Pazzel, Bola Voli, Panco, Balap Karung, Tenis Meja, Pop Up, Al Barjanzi, Nasyid, dan Dakwah.

Jika pada sekolah umumnya Class Meeting hanya untuk mengisi waktu luang antara selesai ujian semester dan menerima rapor, namun di MA Matholi’ul Huda Troso Pecangaan Jepara ajang akhir semester ini dibuat semeriah mungkin. Karena dari kegiatan ini juga memberikan nilai pendidikan dan pembelajaran kepada siswa. Maka seluruh siswa diwajibkan tetap masuk sekolah dan diabsen seperti pada saat proses belajar mengajar berlangsung. Sampai pada pukul 12.00 WIB semua jadwal Class Meeting berakhir kemudian mengadakan sholar dzuhur berjama’ah, baru semua siswa dipersilakan pulang. (Syah)

  • 0
  • Baca: 102 kali

Masuk Pertama Setelah Libur Hari Raya Idhul Fitri 1440 H – MA dan MTs. MH Troso Selenggaran Halal Bi Halal

Troso, MAMHTROSO.com – Selama kurang lebih 2 minggu siswa-siswi libur Akhir Bulan Ramadhan dan libur Hari Raya Idhul Fitri 1440 H. Masuk pertama kali MTs. dan MA Matholi’ul Huda Troso mengagendakan acara halal bi halal untuk seluruh siswa dan para guru, Sabtu (15/6/2019).

Lihat galeri kegiatannya - klik disini 

Acara halal bi halal ini memang rutin setiap tahun diadakan. Selain untuk menjaga tradisi baik juga untuk menjaga hubungan silaturahmi antar siswa, antar guru, antara siswa dan guru.

Rangkaian acara halal bi halal kali ini cukup berbeda, jika biasanya dibarengi dengan sholat dhuha dan sujud syukur berjama’ah karena bertepatan dengan memasuki tahun ajaran baru. Namun kali ini  acara halal bi halal dimulai dengan mendengarkan ceramah dari Kepala Madrasah Tsanawiyah Matholi’ul Huda Troso, Noor Ubaidillah, S.Pd.I. Kemudian mushofahah atau berjabat tangan berurutan kepada para guru dan sesama siswa. Terakhir tahlilan dan makan kepungan bersama-sama.

Ceramah Kepala Madrasah Tsanawiyah Matholi’ul Huda Troso, Noor Ubaidillah, S.Pd.I.

Pertama, beliau mengutip salah satu hadits :

وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا، سَهَّلَ اللهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

“Barangsiapa yang meniti suatu jalan untuk mencari ilmu, maka Allah memudahkan untuknya jalan menuju Surga”, (HR. Muslim)

Dari hadits tersebut Noor Ubaidillah mengingatkan bahwa niat untuk ke sekolah jika diniatkan dengan benar maka akan memudahkan jalan untuk menuju surga. Baik siswa yang mengikuti pendidikan maupun para guru yang memberikan pembelajaran dan pendidikan.

Kedua, berkaitan dengan halal bi halal. Secara bahasa halal bi halal artinya adalah mengurai benang kusut. Halal bihalal lebih luas artinya, jika dibanding dengan maghfiroh atau alma’fu yang artinya memaafkan atau ampunan.

Beliau memaparkan bahwa halal bi halal sebenarnya adalah tradisinya orang jawa. Yang sebelum Islam datang di jawa sudah mengenal tradisi adiluhung. Salah satu tradisi ini adalah salam-salaman untuk saling memaafkan. Namun kemudian melalui salah satu pendiri NU, Mbah Abdul Wahab Hasbullah menetapkan halal bihalal sebagai tradisi nusantara.

Kenapa harus saling memaafkan ? Karena manusia memiliki kecenderungan untuk melakukan lupa dan salah. Dosa ada 4 kategori yaitu dosa besar, dosa kecil, dosa meninggalkan kewajiban, dan dosa sesama manusia. 3 dosa yang pertama adalah urusan dengan Allah. Dosa besar harus bertaubat, dosa kecil dengan melakukan amalan seperti wudhu dan puasa maka Allah dengan maha pengampunnya dapat memaafkan hambanya. Dosa meninggalkan kewajiban, maka Allah akan mengampuni jika kewajiban itu dilaksanakan. Dan kategori keempat dosa sesama manusia jelas untuk meleburnya harus saling maaf memaafkan.

“Maka, hari ini kalian benar-benar harus dengan tulus dan sungguh-sungguh untuk saling maaf dan memaafkan”, pungkasnya. (syah)

  • 0
  • Baca: 74 kali

Sebanyak 600 Lebih Bungkus Beras Zakat Fitrah Disalurkan Siswa MA MH Troso Kepada Yang Berhak

Troso, MAMHTROSO.com – Panitia Penyaluran Zakat Fitrah dari Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) MA Matholi’ul Huda Troso Pecangan Jepara Periode 2019-2020 salurkan total 600-an lebih bungkus beras kepada mustahik kemarin, Sabtu (2/6/2019).

Lihat galeri kegiatannya - klik disini

Setiap tahunnya penyaluran zakat fitrah ini memang selalu diprogramkan baik dari OSIS maupun dari madrasah. Seluruh siswa baik MA Matholi’ul Huda Troso dihimbau untuk menyalurkan zakat fitrahnya melalui amil zakat di madrasah.

Penggalangan zakat fitrah ini hanya berjalan kurang lebih 1 minggu ketika siswa melakoni Penilaian Akhir Tahun (PAT) kemarin. Panitia dengan dibantu oleh para guru masuk ke ruang-ruang ulangan untuk menerima zakat dari siswa. Dari total 555 orang siswa, hanya 4 orang siswa saja yang tidak menyalurkan zakat fitrahnya melalui Panitia MA MH Troso. Sehingga prosentase siswa yang menyalurkan zakat melalui madrasah pada tahun ini mencapai 99 %. Prosentase ini adalah pencapaian tertinggi sejak tahun-tahun sebelumnya.

Siswa dapat menyalurkan zakat fitrahnya dalam bentuk beras sebanyak 2,5 kg atau uang sejumlah Rp 28.000,-. Akan tetapi banyak juga siswa yang membayar zakat fitrahnya sejumlah Rp 30.000,-. Dari uang tersebut akan dibelikan beras oleh panitia kemudian disalurkan kepada orang-orang yang berhak menerimanya.

Sebelum proses pendistribusian zakat fitrah, panitia dan Waka. Kesiswaan Karwadi, S.Ag. membelanjakan beras kepada para penjual beras di sekitar. Tentu beras dipilih adalah beras yang baik dan layak untuk digunakan zakat. “Dari 551 siswa yang menyalurkan zakat fitrah, ada sekitar 200-an siswa yang menyalurkan zakat fitrahnya langsung dalam bentuk beras. Akan tetapi selebihnya membayar zakat fitrahnya dalam bentuk uang, yang totalnya 10 juta lebih”, Ungkap Waka. Kesiswaan Karwadi, S.Ag. di madrasah usai penyaluran zakat fitrah.

Pihak panitia mendata orang-orang yang berhak menerima zakat (mustahik) dari lingkungan sekitar siswa, atau kepada ketua RT, RW, dan tokoh masyarakat yang ada di beberapa desa. Setelah mendapatkan data tersebut maka pada saat hari pendistribusian masing-masing RT tersebut diberikan beras sejumlah yang ada di data. Meskipun memang sebagian besar disalurkan di Desa Troso tetapi beberapa desa di sekitar Desa Troso juga menjadi target sasaran penyaluran, seperti Desa Ngeling, Sowan Lor, Dongos, Pecangaan, Rengging, Karangrandu dan Lebuawu. Dan beberapa yayasan panti asuhan juga menjadi tempat penyalur zakat fitrah ini, diantaranya adalah Panti Asuhan Darul Aitam Al Ma’un di Desa Sowan Lor dan Panti Asuhan Nurul Huda di Desa Karangrandu. (Syah)

  • 0
  • Baca: 75 kali

Apel Pagi – Drs. H. Nur Kholis Syam’un : Menujulah pada Cita-cita yang Benar yaitu Menjadi Manusia yang Sholih Sholihah

Troso, MAMHTROSO.com – Seluruh siswa-siswi MA dan MTs. Matholi’ul Huda Troso Pecangaan Jepara pagi ini berkumpul di halaman madrasah untuk mengikuti apel pagi, Rabu (29/5/2019).

Apel ini disampaikan langsung oleh Kepala Madrasah Aliyah Matholi’ul Huda Troso, Drs. H. Nur Kholis Syam’un. Tujuannya adalah untuk memberikan motivasi dan meluruskan niat siswa dalam bersekolah. Selain itu juga memberikan informasi terkait dengan agenda-agenda madrasah menjelang libur hari raya dna akhir tahun pelajaran semester genap tahun pelajaran 2018-2019.  

Beliau langsung mengajak doa bersama dengan tulus dari hati. Yang pertama, untuk madrasah yang ingin berjuang untuk mengembangkan diri dan terus menjadi besar, pembangunan infrastruktur, dengan segala program dan agendanya semoga semakin memberkahi. Kedua, doa untuk orang tua dan para guru, semoga rizkinya dilimpahkan oleh Allah, para guru lebih tenang mendidik siswa-siswinya. Ketiga, seluruh siswa-siswi kelas IX dan XII, semoga ilmunya betul-betul dapat memberkahi, bermanfaat bagi diri, keluarga, dan masyarakat. Berdoa dengan alfatihah 3 kali.

Drs. H. Nur Kholis Syam’un kemudian memberikan pemahaman kepada seluruh siswa terkait dengan tujuan utama hidup. Bahwa seorang muslim sejatinya adalah untuk menjadi manusia yang sholih dan sholihah. Sebagaimana nabi-nabi yang diturunkan oleh Allah misi utamanya adalah pembimbingan umat untuk menyembah Allah, tidak ada yang misinya untuk memperkaya umatnya. Begitupun orang tua ketika mendoakan anaknya pasti agar nantinya menjadi anak yang sholeh dan sholihah. Doa Nabi Ibrahim as.

رَبِّ هَبْ لِي حُكْمًا وَأَلْحِقْنِي بِالصَّالِحِينَ

““Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku hikmah dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang shalih”.

رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ

“Ya Tuhanku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh”.

Dari doa tersebut beliau mengingatkan agar siswa memahami konsep hidup seorang muslim yang benar. “Ketika kalian sekolah tidak memiliki cita-cita untuk menjadi sholeh dan sholehah, jika kalian sekolah hanya untuk kesenangan duniawi, maka kamu akan mendapatkan kehampaan dari Tuhan, kamu hanya mendapatkan kesia-sian dari Tuhan”, ungkap beliau. Dengan kesholihan harapannya kelak ketika menjadi pejabat tetapi bejabat yang sholih, ketika menjadi tokoh tetapi tokoh yang sholih, ketika menjadi pemimpin tetapi pemimpin yang sholih, ketika mejadi bos tetapi bos yang sholih, ketika menjadi politisi tetapi politisi yang sholih.

Selanjutnya terkait dengan penyaluran Zakat Fitrah siswa-siswi, pada tahun ini data terakhir untuk madrasah aliyah sudah mencapai 99 % dan untuk madrasah tsanawiyah mencapai 90 %. Kepala Madrasah menegaskan bahwa zakat fitrah ini tidak sedikitpun digunakan untuk pembangunan madrasah apalagi digunakan oleh para guru. Akan tetapi hasil zakat fitrah ini nantinya akan disalurkan kepada yang berhak menerimanya (mustahiq). Jika ada orang yang berkomentar negatif atau malah menganggap bahwa zakat fitrah ini untuk pembangunan madrasah maka siswa-siswi wajib menjelaskannya.

Hari libur akhir Ramadhan dimulai pada besok pagi, Kamis (30/5/2019) selama 2 minggu yaitu sampai Kamis (13/6/2019). Dan masuk kembali pada hari Sabtu (15/6/2019). Untuk siswa Kelas XI nanti setelah masuk diagendakan melakoni Class Meeting. Sementara Kelas XII masih berjuang untuk mempersiapkan panggung gembira sebagai tugas akhir dan kenang-kenangan sebelum lulus.

Pada saat Hari Raya Idhul Fitri Kepala Madrasah mengharuskan seluruh siswa-siswi untuk berkunjung ke rumah para guru dengan tata cara pakaian yang baik. Beliau juga berpesan agar ketika libur panjang siswa-siswi tetap menjaga etikanya di lingkungan masyarakat. Karena kadang ketika libur panjang ada kasus-kasus terjadi, baik pelanggaran moral atau bahkan kriminal. Libur sekolah dinikmati dengan hal-hal yang baik dan tetap sesuai jalur-jalur yang sholih sholihah. (Syah)

Kaffarotul majlis :

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ ، أشْهَدُ أنْ لا إلهَ إِلاَّ أنْتَ ، أسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إلَيْكَ

  • 0
  • Baca: 73 kali

Pertengahan Bulan Ramadan 1440 H., MA MH Troso Selenggarakan Penilaian Akhir Tahun (PAT) Semester Genap Tahun 2018-2019

Troso, MAMHTROSO.com – MA Matholi’ul Huda Troso Pecangaan Jepara selenggarakan Penilaian Akhir Tahun (PAT) untuk siswa Kelas X dan XI mulai kemarin, Senin (20/5/2019). PAT atau yang biasanya dikenal dengan istilah Ulangan Kenaikan Kelas (UKK) ini adalah bentuk evaluasi pembelajaran terakhir yang harus diikuti oleh seluruh siswa kelas X dan XI sebelum mereka naik ke jenjang kelas berikutnya. Ada sebanyak 351 siswa sebagai peserta PAT dan terbagi menjadi 11 ruang.

PAT kali ini dilaksanakan selama 8 hari dengan mengujikan 16 mapel untuk kelas X dan XI. Untuk Kelas X mengujikan 5 mapel PAI yaitu Qur’an Hadits, Akidah Akhlak, SKI, Fikih, dan Bahasa Arab. Kemudian 5 mapel umum yaitu Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, Sejarah Indonesia, dan PKn. 3 mapel jurusan untuk IPA yaitu biologi, fisika, kimia dan jurusan IPS yaitu Sosiologi, geografi, ekonomi. Dan terakhir 3 mapel peminatan dan lintas minat untuk jurusan IPA yaitu matematika (peminatan), sosiologi dan geografi (lintas minat). Untuk jurusan IPS yaitu sejarah (peminatan), kimia dan biologi (lintas minat).

Sama halnya dengan Ulangan Akhir Semester Gasal, MA Matholi’ul Huda Troso mengikuti soal-soal yang berasal dari Kelompok Kerja Madrasah Aliyah (KKMA) 01 Jepara. Akan tetapi pada PAT ini KKMA 01 Jepara telah membagikan kisi-kisi soal kepada masing-masing satuan pendidikan. Sehingga dengan kisi-kisi tersebut siswa dapat belajar lebih terarah untuk mempersiapkan diri mengerjakan soal-soal dalam Penilaian Akhir Tahun (PAT).

PAT ini berlangsung tepat pada hari ke-14 puasa bulan Ramadhan 1440 H. Hal ini ternyata sama dengan pelaksanaan Ulangan Kenaikan Kelas (UKK) pada tahun ajaran sebelumnya. Yaitu dilaksanakan bertepatan hari kelima puasa. Meskipun begitu pihak madrasah tetap melaksanakan PAT sesuai dengan jadwal yaitu setiap harinya siswa menghadapi 2 mapel yang diujikan. Pada mapel pertama dimulai pada pukul 08.00 sampai 09.50 WIB dan mapel kedua diujikan mulai pukul 10.20 sampai 11.40 WIB. Setelah itu seluruh siswa mengikuti sholat dzuhur berjama’ah sebelum pulang. Sementara untuk siswa kelas XII tetap masuk seperti biasa untuk mempersiapkan panggung gembira (PG) Tahun 2018.

Disela-sela proses mengerjakan soal PAT, siswa juga diberi kesempatan untuk menyalurkan zakat fitrah. Sebagaimana program OSIS dan madrasah setiap bulan Ramadan selalu menyalurkan zakat fitrah siswa kepada para mustahik atau yang berhak menerimanya. Karena setelah pelaksanaan PAT kali ini langsung masuk pada hari libur akhir bulan Ramadan, sehingga supaya lebih efektif penyaluran zakat fitrah ini dilaksanakan pada saat pelaksanaan PAT. Dan rencananya nanti zakat fitrah ini akan didistribusikan pada tanggal 27 atau 28 Ramadan 1440 H. (Syah)

  • 0
  • Baca: 90 kali

Wahyu Budi Santoso dan Fikri Aida Fitriyah Dilantik Sebagai Pradana Masa Bakti 2019-2020 MA MH Troso

Troso, MAMHTROSO.com – Wahyu Budi Santoso (XI MIA-3) dan Fikri Aida Fitriyah (XI MIA-3) dikukuhkan sebagai Pradana Dewan Ambalan Setia Budi dan Fatmawati Gugus Depan 09.115 – 09.116 MA Matholi’ul Huda Troso Masa Bakti 2019-2020 di Hall Muslimat NU Troso Kidul kemarin, Sabtu (18/5/2019).

Lihat galeri kegiatannya - klik 

Diikuti seluruh siswa-siswi dan Dewan Guru, acara ini dimulai pada pukul 10.30 WIB, karena sebelumnya masih ada beberapa agenda yang harus dilaksanakan. Diantaranya adalah Rapat Wali Kelas terkait dengan penyaluran zakat fitrah, dan juga penataan ruang untuk Penilaian Akhir Tahun (PAT) Semester Genap Tahun 2018-2019.

Sebelum pengukuhan Pengurus Dewan Ambalan yang baru, terlebih dahulu Tsalsa Dyna Sofwatin (XII IPA-3) sebagai pradana putri masa bakti 2018-2019 menyampaikan hasil kerjanya selama setahun. Selain membacakan program bulanan dan tahunan yang telah dilaksanakan, dia juga melaporkan realisasi kerja dari seksi-seksinya. Usai dibacakan laporan tahunan inipun kemudian diserahkan kepada Kamabigus. MA Matholi’ul Huda Troso, Drs. H. Nur Kholis Syam’un.

Kemudian Wahyu dan Fikri beserta rekan-rekannya yang tergabung sebagai calon Dewan Ambalan terpilih dilantik langsung oleh Kamabigus. MA Matholi’ul Huda Troso, Drs. H. Nur Kholis Syam’un. Dengan mengucapkan ulang janji tri satya mereka bersedia dan siap mengemban tugas salama satu tahun kedepannya. Usai dilantik kemudian dilanjutkan dengan penanda-tanganan serah terima jabatan . Mulai dari pradana, kerani, juru uang, seksi giat operasional, seksi tekpram, seksi perlengkapan, seksi passus, dan seksi lingkungan masyarakat.

Moh. Khoiri (XII IPA-1) Pradana Putra sebagai Dewan Ambalan masa bakti 2018-2019 dalam pidatonya menyampaikan permohonan maaf kepada para guru, rekan-rekannya dewan ambalan, dan juga seluruh anggota gerakan pramuka MA Matholi’ul Huda Troso. Karena sebagai pradana ketika memimpin selama satu tahun dirinya tak luput dari kekeliruan atau kekurangan. Kemudian dia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukungnya. Dengan haru dia menyampaikan kepada seluruh teman-temannya yang dia sebut dengan “The Legendary People”.    

Menurutnya setelah belajar kepemimpinan dengan menjadi pradana selama satu periode kemarin ternyata banyak sekali pelajaran-pelajaran hidup yang berharga. “Hidup itu ternyata tidak seperti hitungan matematika, atau sesempurna bentuk geometri. Jika dalam hitungan matematika urut mulai dari 1, 2, 3, dst. Akan tetapi dalam hidup kita bisa saja menjadi 1, atau 2. Bahkan bisa saja menjadi min 1 min 2, dst.”, ungkapnya.

Dia juga berpesan kepada pengurus baru agar siap untuk menuju ke dunia antara ada dan tidak ada. Maksudnya adalah dunia yang ada sebuah tanggung jawab dan dunia tidak ada untuk meninggalkan tanggung jawab. Mengutip dari salah satu kata-kata motivator Indonesia Merry Riana, Khoiri mengungkapkan bahwa semua kesuksesan berawal dari proses, “Succes is process”.

Sementara sambutan dari perwakilan Pengurus Dewan Ambalan baru Masa Bakti 2019-2020 diwakili oleh Fikri Aida Fitriyah. Tidak banyak yang disampaikan akan tetapi dia mengaku semuanya butuh proses belajar dan dukungan dari seluruh pihak. Selain menyampaikan ucapan terima kasih atas kepercayaan madrasah dan teman-teman untuk memberikan amanat kepada dia sebagai pradana periode mendatang. Fikri juga mohon agar nanti didoakan supaya dapat menjalankan tugas dengan baik.

Ka. Mabigus. Drs. H. Nur Kholis Syam’un : We are Muslim Scout

Terakhir sambutan dari Ka. Mabigus MA Matholi’ul Huda Troso, Drs. H. Nur Kholis Syam’un. Pertama beliau menyampaikan ucapan terima kasih kepada Moh. Khoiri, dkk. pengurus Dewan Ambalan lama masa bakti 2018-2019. Dengan harapan semoga jasa dan jerih payah para pengurus Dewan Ambalan yang sudah melaksanakan tugas selama satu tahun diberikan Allah Pahala yang berlimpah dan juga dapat memberkahi hidupnya.

Beliau juga banyak bercerita tentang perjalanan prestasi pramuka mulai dari berdirinya madrasah, sejak angkatan pertama pada tahun 2003. Terus mengukir prestasi dari tahun ke tahun, dan sudah banyak pengakuan bahwa pramuka di Troso maju. Tidak ada sekolah atau madrasah yang pramukanya dijadikan masuk jam pelajaran selain di MA MH Troso. Ini artinya pramuka di MA MH Troso dianggap penting dan dipentingkan.

Selain pramuka dijadikan sebagai salah satu pendidikan karakter, siswa-siswi MA MH Troso juga diajak untuk menyadari bahwa karakter muslim lebih penting. Maka semboyan dari Kepala Madrasah adalah “We are Muslim Scout” kita adalah pramuka muslim. Dari semboyan tersebut, maka seluruh gerakan dan perilaku harus ditujukan pada identitas muslim yang baik. Untuk menuju kepada karakter tersebut tentu tidak mudah. Pihak madrasah selalu memberikan pembinaan-pembinaan diri, baik di dalam kelas maupun di luar kelas.

Setiap pembinaan tidak boleh hanya diikuti secara lahiriyahnya saja. Manusia itu tidak seperti robot yang tidak dianugrahi akal dan hati nurani. Karena sebetulnya setiap kegiatan pasti ada makna dan filosofi pendidikan yang terkandung di dalamnya. Seperti contoh ketika baris-berbaris siswa tidak boleh hanya sekedar bisa melakukan gerakan-gerakannya, akan tetapi harus paham dengan latihan kedisiplinan, berfikir cepat, kekompakan, kerjasama, dan nilai-nilai pendidikan lain yang ada di latihan baris-berbaris tersebut. Yang semua itu muaranya adalah untuk membentuk siswa-siswi agar memiliki jati diri yang unggul atau memiliki mentalitas-mentalitas pemimpin. Akan tetapi selain itu juga perlu disadari bahwa keseimbangan dalam kehidupan itu sangat penting. Dengan pembinaan-pembinaan diri, siswa dididik untuk memiliki jati diri, serta memiliki kesadaran akan harga diri. Fakta zaman sekarang banyak orang-orang yang kehilangan harga diri, karena orientasi dan tujuan utamanya hanyalah uang dan jabatan. Contoh banyak yang mengaku ustadz tapi sebetulnya dia tidak pantas dipanggil ustadz, hanya karena uang. Banyak di masyarakat, di negara ini seorang ketua, pimpinan, dan pejabat yang sebetulnya tidak layak memimpin akan tetapi dia memaksakan kehendak untuk menjadi pemimpin, semua itu hanya karena jabatan dan uang. Bahkan cara-cara culas dan curang mereka lakukan, ini adalah contoh-contoh sudah hilangnya harga diri pada bangsa ini. Untuk itu dengan pembinaan-pembinaannya siswa-siswi MA MH Troso diajarkan agar memiliki jati diri yang baik, supaya dapat menjaga harga diri.

Dalam dunia pendidikan dengan melaksanakan kegiatan-kegiatan ini ibarat makan nasi lengkap dengan sayur dan lauknya. Dan untuk menuju kepada pendidikan yang baik tentu harus diimbangi antara teori yang diajarkan di dalam kelas, dan juga praktik kegiatan di luar kelas.

Sebelum menutup sambutannya, Drs. H. Nur Kholis Syam’un berpesan kepada seluruh siswa, khususnya  pengurus Dewan Ambalan atau OSIS. Agar setiap selesai melaksanakan pertemuan hendaknya selalu diakhiri doa bersama dengan membaca kafaratul majlis. (Syah)

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ ، أشْهَدُ أنْ لا إلهَ إِلاَّ أنْتَ ، أسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إلَيْكَ

  • 0
  • Baca: 98 kali

Safina Ketua OSIS Periode 2018-2019 Laporkan Hasil Kerjanya – Fatikha Amalia Dilantik sebagai Penerus Estafet OSIS Periode 2019-2020

Troso, MAMHTROSO.com - Setelah selama satu periode mengemban amanat mulia, OSIS periode 2018-2019 yang dipimpin oleh Safinatun Nikmah (XII IPA-1) melaporkan hasil kerjanya. Acara Laporan Pertanggung-jawaban dan Serah Terima Jabatan Pengurus OSIS periode 2018-2019 ke periode 2019-2020 MA Matholi’ul Huda Troso Pecangaan Jepara dilaksanakan kemarin, Kamis (16/5/2019).

Lihat galeri kegiatannya – klik tautan berikut

Kepengurusan OSIS lama yang dipimpin oleh Safinatun Nikmah (XII IPA-1) telah purna tugas sehingga diserahkan kepada penggantinya, Fatikha Amalia  (XI IPA-3) dan rekan-rekan. Fatikha terpilih sebagai ketua OSIS melalui proses pemilihan umum pada Sabtu kemarin (11/5/2019).

Acara yang dilangsungkan pada pukul 09.00 WIB di Hall Muslimat NU Troso kidul ini dihadiri oleh seluruh siswa MA Matholi’ul Huda Troso sebanyak 600-an siswa dan dewan guru. Seremoni serah terima jabatan ini dimulai dengan pembacaan laporan pertanggungjawaban (LPJ) OSIS. Wakil Ketua OSIS periode 2018-2019, Afrizal Malna Isre (XII IPA-1) membacakan seluruh hasil kerja yang telah dilakukan OSIS selama satu periode kepengurusan. Seusai pembacaan LPJ, Kepala MA Matholi’ul Huda Troso, Drs. H. Nur Kholis Syam’un melantik seluruh pengurus OSIS baru dan memimpin pengucapan janji kesanggupan menjadi pengurus OSIS. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara serah terima jabatan oleh pengurus lama dan pengurus baru.

Pada acara sambutan, mantan ketua OSIS periode 2018-2019 Safina mengaku pada tahun kemarin usai dilantik menjadi Ketua OSIS merasakan ketakutan, keraguan, dan kekhawatiran akan dirinya sebagai pengemban amanat dari madrasah. Akan tetapi setelah belajar tentang kepemimpinan secara langsung dan juga dukungan dari teman-teman, ia mengaku sangat bangga dengan para rekan-rekannya. Apresiasi yang setinggi-tingginya diungkapkannya untuk seluruh pengurus yang lain. Karena dalam organisasi diibaratkannya sebuah “sapu lidi”. Jika sapu lidi hanya terdiri dari 1 atau 2 lidi saja, maka akan sangat mudah dipatahkan. Akan tetapi jika sapu lidi itu banyak jumlah lidinya dan diikat menjadi satu maka akan sulit untuk dipatahkan. Itulah salah satu filosofi organisasi yang dia bangun bersama teman-temannya untuk membangkitkan kerjasama, menghilangkan keegoisan dan menumbuhkan keberanian untuk kemajuan. Sebagaimana kutipan dari RA. Kartini “Pemberani-pemberani akan menguasai seperempat dari dunia”, ungkapnya.

Kemudian dengan singkat, pemimpin OSIS baru Fatikha Amalia juga menyampaikan sambutannya. Ia mengucapkan terima kasih seluruh siswa, para guru, dan juga Kepala Madrasah atas terpilihnya dan diberikan amanat menjadi ketua OSIS periode 2019-2020. Kemudian dia juga sangat mengharap bantuan rekan-rekannya selama satu tahun kedepan. Meskipun dia sudah menjabat sebagai ketua OSIS tentu tidak mungkin berkerja seorang diri. Dan terakhir Fatikha minta didoakan agar selama kepengurusannya nanti lebih baik dan dapat membawa OSIS lebih maju.

Sambutan terakhir dari Drs. H. Nur Kholis Syam’un, Kepala Madrasah Aliyah Matholi’ul Huda Troso Pecangaan Jepara. Pertama, beliau menyampaikan terima kasih kepada pengurus OSIS lama. Karena telah membantu madrasah, dan semoga pengalaman belajar kepemimpinan di madrasah dapat memberkahi hidup.

Kemudian beliau bercerita, “ada seorang pendidik, dia tidak marah ketika anaknya mendapat nilai jelek di pelajaran eksak. Akan tetapi dia akan marah ketika melihat anaknya tidak tertib menunggu antrian”.

Dari cerita tersebut tentu orang yang paham tentang pendidikan akan lebih mementikan mental, moral, adab, etika atau akhlak. Berkali-kali beliau menyampaikan akan lebih menghormati siswa yang ketika di kelas biasa-biasa saja, akan tetapi dia mau aktif, mau berkorban, dan mau membantu madrasah. Memang idealnya seorang siswa itu pintar secara akademis, dan juga memiliki mental yang baik. Akan tetapi anak yang seperti itu tidak banyak.

Maka ketika ada sekolah yang membanggakan beberapa siswanya yang dapat menjadi juara Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat Nasional. Akan tetapi itu tidak bisa secara dominan menggambarkan keadaan siswa di sekolah tersebut, maka itu semuanya akan sia-sia dalam pendidikan. Karena selain biaya yang dikeluarkan mahal, namun tidak secara masiv berpengaruh kepada siswa-siswinya. Maka beliau lebih menyukai kegiatan-kegiatan yang sifatnya masiv untuk pendidikan karakter dan mental siswa-siswinya. Sesuai dengan madzhab madrasah yaitu madzhab pergerakan dan kegiatan.

Siswa MA Matholi’ul Huda Troso diajarkan supaya memiliki mental-mental yang baik, bukan mental-mental yang jelek. Akan tetapi ternyata masih ada siswa yang bermental jelek, mereka itu adalah yang tidak mau menghargai temannya, tidak mau membantu madrasah, kegiatan apa saja di madrasah selalu dikomentari negatif, hanya memikirkan dirinya sendiri, tidak mau diingatkan oleh orang lain, hanya mengukur semuanya dari kesenangan dan materi.

“Semuanya harus sadar dan harus berubah, jangan mau jadi orang yang rugi. Karena untuk menjadi manusia yang mulia, maka biasakanlah berperilaku mulia. Jika kalian sudah terbiasa dengan perilaku yang mulia, itulah yang dimaksud pendidikan yang berhasil”, tegasnya.

 Terakhir beliau mengajak seluruh siswa untuk menirukan salah satu kalimat bijak dalam bahasa Arab.

العَبْدُ يُضْرَبُ بِالعَصَا وَالحُرُّ تَكْفِيْهِ بِالإِشَارَةِ

Hamba sahaya itu harus dipukul dengan tongkat, dan orang yang merdeka (bukan budak) cukuplah dengan isyarat.

Dari kalimat itu beliau mengingatkan agar seluruh siswa mau dengan sendirinya bergerak. Tidak usah menunggu dipukul atau diperingatkan guru dengan keras. Karena itu termasuk mental-mental budak. Jika orang yang merdeka, memiliki ilmu pengetahuan, memeliki kesadaran tinggi maka cukup dengan bahasa isyarat saja dia sudah bergerak. (Syah)

  • 0
  • Baca: 106 kali
Berlangganan RSS feed