Masuk

Upacara Pengibaran Bendera - Fista Nihayah, S.Pd. : Jadilah Virus-virus yang Positif

Troso, MAMHTROSO.com – Madrasah Aliyah dan Tsanawiyah Matholi’ul Huda Troso Pecangaan Jepara rutin adakan Upacara pengibaran bendera Merah Putih, Sabtu (3/8/2019).

Pada upacara kali ini ditugaskan kepada perwakilan siswa Kelas XII sebagaimana di upacara sebelumnya. Dengan dipimpin oleh Eva Elviana Novita Sari (XI MIA-1), dkk. Seluruh civitas akademika MA dan MTs. Matholi’ul Huda Troso turut menjadi peserta upacaranya yang berjumlah kurang lebih sekitar 1.200-an orang siswa dan 50-an dari dewan guru.

Fista Nihayah, S.Pd. salah satu guru pengampu mata pelajaran Fisika di MA Matholi’ul Huda Troso kali ini berkesempatan untuk menjadi pembina upacara. Beliau menyampaikan tentang virus.

Sebelum menyampaikan amanatnya beliau mengevaluasi jalannya upacara pada pagi ini. Menurutnya petugas upacara mulai dari pembawa acara sampai pengibar bendera semuanya dapat melaksanakan tanggung jawabnya dengan baik. Tentu saja itu dapat dilaksanakan dengan proses yang tidak mudah, berkali-kali latihan sampai akhirnya bisa tampil dengan baik. Tetapi hanya sebagai peserta upacara saja tidak bisa melaksanakan tugasnya dengan baik. Masih saja ada yang ngomong, dan kalau sudah ngomong pasti mengajak teman yang lainnya.

“Jangan kalian ini seperti virus”, tegasnya.

Virus adalah mahluk organisme yang sangat kecil yang hanya bisa hidup dari inangnya. Kebanyakan virus ini merugikan. Akan tetapi ternyata virus ada yang negatif dan juga ada yang positif. Tetapi pengaruh virus itu luar biasa. Jika virus itu jahat maka akan sangat mudah melumpuhkan mahluk hidup yang diserangnya. Tetapi jika virus itu baik maka akan dapat menjadi sistem imun daya tahan tubuh yang baik.

Dari kehidupan virus itu tentu siswa-siswi dapat memilih, mau jadi virus yang baik atau yang jahat ? Jika siswa memiliki kebiasaan baik, maka tentu tugasnya adalah menularkan pengaruh-pengaruh baik itu kepada teman-teman yang lainnya. Jangan malah menjadi virus yang buruk, sudah perilakunya buruk, tetapi malah mempengaruhi teman-teman yang lain menjadi ikut buruk.

“Kesimpulannya adalah jadilah virus-virus yang positif”, pungkas Fista Nihayah.  (Syah)

  • 0
  • Baca: 103 kali

Penerimaan Tamu Ambalan (PTA) Tahun 2019 Siswa Baru MA MH Troso “Matros : Scouting is Fun”

Troso, MAMHTROSO.com – Ambalan Setiabudi – Fatmawati Gugus Depan 09.115-09.116 selenggarakan Penerimaan Tamu Ambalan (PTA) Tahun 2019, Jum’at pagi tadi (2/8/2019).

Lihat galeri kegiatannya - klik disini

Penerimaan Tamu Ambalan ini adalah sebagai salah satu agenda wajib yang harus diikuti oleh seluruh siswa-siswi Kelas X atau siswa baru pindahan di Kelas XI dan XII. Kegiatan ini berorientasi pada gerakan kepramukaan yang ada di MA Matholi’ul Huda Troso. Selain itu juga untuk mempersiapkan siswa-siswi baru agar memiliki bekal dan pengetahuan tentang Ambalan dan siap mengikuti kegiatan-kegiatan yang sudah diagendakan oleh madrasah dan Dewan Ambalan.

Diikuti oleh sebanyak 196 siswa Kelas X, 3 siswa XI, dan 1 siswa Kelas XII. Dengan melibatkan sekitar 35 panitia dari Dewan Ambalan. Acara dimulai pada pukul 06.00 WIB sampai pukul 16.00 WIB bertempat di MA Matholi’ul Huda Troso dan lingkungan sekitar madrasah.

PTA Tahun 2019 yang mengangkat tema “Matros : Scouting Is Fun”. Mustain, S.Sos.I. sebagai pembina upacara dalam amanatnya mengungkapkan bahwa kepramukaan di MA Matholi’ul Huda Troso ingin memberikan wadah bagi siswa-siswi untuk bersenang-senang, akan tetapi tetap mengandung nilai-nilai pendidikan (edukatif). Maka dalam acara tersebut Panitia mendesain kegiatan-kegiatan sesuai dengan tema yang diangkat.

Ada 2 jenis kegiatan yang dilaksanakan, yaitu giat umum dan giat lomba. Semua giat umum dilaksanakan di madrasah. Mulai dari Upacara Pembukaan, Senam Pramuka, Pengetahuan Sejarah Ambalan Setia Budi dan Fatmawati, Arti Bedge Ambalan Setia Budi dan Fatmawati, dan Sing a Song. Sedangkan untuk giat lomba dilaksanakan di sesi perjalanan mengikuti racing sampai di lapangan datuk ampel Troso. Kegiatannya mulai dari lomba semboyan (semaphore, morse dan sandi), giat lomba pengetahuan sejarah dan arti badge ambalan, sampai permainan balap ban.

Kembali ke madrasah pada pukul 13.00 WIB usai seluruh peserta makan siang bersama. Sampai di madrasah kegiatan outbound langsung diadakan. Ada 2 jenis outbond yang dimainkan pada kegiatan kali ini yaitu estafet balon dan jaga lilin. Keseruan terjadi di kedua outbond ini, meskipun terkesan sederhana dan mudah akan tetapi seluruh peserta sangat tertarik. Tujuannya tentu selain untuk memberikan media refresing para peserta, juga agar antar siswa saling mengenal, dapat menjalin kerjasama dan kebersamaan yang baik.

Upacara penutupan dilaksanakan pada pukul 15.30 WIB dilanjutkan pengumuman sangga tergiat atau sangga terbaik pada giat lomba yang diadakan oleh panitia. Terakhir diadakan salam-salaman antara peserta dengan panitia Penerimaan Tamu Ambalan. (Syah)

  • 0
  • Baca: 134 kali

MA MH Troso Terima 11 Mahasiswa PPL dari UNISNU Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK)

Troso, MAMHTROSO.com – Madrasah Aliyah Matholi’ul Huda Troso pada tahun ini menerima 11 Mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) dari Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) Jepara. Acara penerimaan mahasiswa PPL ini dilaksanakan di ruang Multimedia 1 kemarin, Kamis (1/8/2019).

lihat galerinya - klik disini

Dengan diikuti oleh 8 mahasiswa jurusan pendidikan agama islam (PAI) dan 3 mahasiswa dari jurusan Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) dengan didampingi oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yaitu Ibu Azzah Nor Laila, S.Th.I., M.S.I. serta dari pihak madrasah langsung dihadiri oleh Kepala Madrasah yaitu Drs. H. Nur Kholis Syam’un beserta guru pamong dari MA Matholi’ul Huda Troso pengampu mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Bahasa Inggris.

Sambutan pertama dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). Ibu Azzah menyampaikan terima kasih kepada pihak madrasah karena telah berkenan menjadi mitra dengan UNISNU Jepara dan mau menerima mahasiswa PPL dari Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK).

Beliau menitipkan para mahasiswa ke madrasah selama kurang lebih 1 bulan. Untuk selanjutkan agar nanti mendapat bimbingan dan arahan dari para guru, dengan harapan setelah PPL para mahasiswa akan mendapat banyak pengalaman.

Dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala Madrasah Aliyah Matholi’ul Huda Troso, Drs. H. Nur Kholis Syam’un. Pertama, beliau memperkenalkan satu persatu guru pamong yang mengajar mata pelajaran PAI dan Bahasa Inggris. Beliau juga berpesan kepada para mahasiswa agar membuat suasana senyaman mungkin selama PPL. Karena pihak madrasah sudah memberikan tempat dan fasilitas kepada para mahasiswa. Berbeda dengan di tempat-tempat lain mungkin malah ditempatkan di kelas kosong bahkan ada yang digudang.

Namun meski begitu Kepala Madrasah juga mengingatkan gunakan fasilitas sebaik-baiknya. Dan yang terpenting adalah menjaga etika sebagaimana calon seorang guru. Seperti contoh kecil setiap pagi kalau ketemu guru bersalaman, sebelum pulang juga bersalaman.

Berkaitan dengan teknis praktik mengajar, Kepala Madrasah hanya berpesan selalu komunikasikan dengan guru pamong. Setelah membuat RPP yang baik, segera komunikasikan dan praktik mengajar dengan sebaik-baiknya. Selain tugas utama praktik mengajar, para mahasiswa juga diberi tugas tambahan yaitu untuk piket dan pengkondisian siswa. Karena tugas guru sebetulnya tidak hanya di dalam kelas tetapi mengkondisikan siswa ketika di luar kelas juga.

Terakhir Drs. H. Nur Kholis Syam’un menyampaikan bahwa kenang-kenangan berupa materi itu tidak penting, karena itu tidak termasuk madzhab di MA Matholi’ul Huda Troso. Justru yang terpenting adalah kenang-kenangan doa dari para mahasiswa dan dosen kepada madrasah agar semakin maju, semakin besar, dan semakin memberkahi umat.

Sebelum acara penerimaan mahasiswa PPL FTIK ini, ternyata ada 2 mahasiswa UNISNU dari Prodi Teknik Informatika yang sudah melaksanakan PPL di MA Matholi’ul Huda Troso. (Syah)

  • 0
  • Baca: 116 kali

“Muhadharah” Menjadi Pelajaran Pembentuk Mental dan Keterampilan Berbicara di MA dan MTs. MH Troso Sejak 1996 Hingga Sekarang

Troso, MAMHTROSO.com – Untuk memperkuat mental dan menambah keterampilan berbicara siswa-siswinya, MA dan MTs. Matholi’ul Huda Troso tetap melaksanakan mata pelajaran Muhadharah sejak awal berdirinya dari tahun 1996 hingga sekarang tahun 2019.

Muhadharah adalah salah satu pelajaran yang dibuat menjadi majelis penyampaian ilmu dari siswa kepada siswa lainnya, atau sering disebut dengan khitobah (latihan berpidato). Latihan pidato di MA Matholi’ul Huda Troso ini dilaksanakan dengan dua Bahasa, yaitu Bahasa Indonesia dan Bahasa Jawa dengan sistem bergantian setiap minggunya. Dilaksanakan setiap seminggu sekali pada Hari Rabu jam ke-9 dan ke-10.

Tujuan dilaksanakannya Muhadharah ini tentu untuk melatih siswa-siswi agar memiliki mental yang kuat untuk berbicara dengan baik di depan khalayak ramai. Sehingga nantinya tidak canggung lagi memimpin dan menyalurkan ilmu-ilmunya di tengah-tengah masyarakat. Banyak sekali manfaat yang dirasakan oleh para lulusan MA Matholi’ul Huda Troso dengan adanya Pelajaran Muhadharah ini. Mereka akan terlihat menonjol dengan kemampuan berbicaranya ketika sudah melanjutkan ke jenjang-jenjang berikutnya.

Di dalam Muhadharah ini pembagian kelasnya-pun dibuat berbeda dengan kelas regular setiap harinya. Karena untuk pembagian kelompoknya sesuai dengan jenis kelamin dan tingkatan kelasnya. Sehingga setiap satu kelompok beranggotakan laki-laki semua atau perempuan semua dan terdapat dari siswa kelas X sampai kelas XII. Dengan cara ini siswa kelas XII dan XI dapat memberikan contoh kepada siswa kelas X, atau sebaliknya.

Tidak hanya tingkatan Madrasah Aliyah, pelajaran ini juga sudah dimulai sejak usia dini yaitu tingkatan Madrasah Tsanawiyah Kelas VII. Sehingga secara berkesinambungan siswa akan terpupuk mentalnya dalam keterampilan berpidato. Tercatat ada 17 kelompok Muhadharah di MA MH Troso dan 15 kelompok Muhadharah di MTs. MH Troso Pecangaan Jepara.

Setiap kelompok Muhadharah beranggotakan sekitar 30 – 35 orang siswa yang dibimbing oleh satu guru. Setiap minggunya siswa yang bertugas menjadi Orator atau Penanggap harus mengumpulkan teks pidato terlebih dahulu kepada guru pembibing. Dengan teks pidato itu pembimbing akan mengoreksi dan memberikan saran-saran kepada anak didik supaya dapat tampil baik.

Selain Orator dan Penanggap dalam Pelajaran Muhadharah ini juga terdapat petugas-petugas lainnya sesuai dengan Susunan Acara yang telah disepakati dari pihak madrasah. Yaitu Pembawa Acara, Petugas Qiroatul Qur’an berikut Sari Tilawahnya, dan juga Petugas yang melantunkan Sholawat Nabi. Sehingga selain melatih keterampilan berpidato siswa-siswi MA MH Troso juga dapat melatih keterampilannya ketika menjadi pembawa acara, membacakan Ayat Suci Al Qur’an dan juga melantunkan sholawat Nabi. Setiap selesai tampilan masing-masing petugas biasanya guru pembimbing akan memberikan evalusi sehingga untuk kedepannya siswa akan mengalami perkembangan dalam perpidato. (Syah)

  • 0
  • Baca: 105 kali

Intrakurikuler Pramuka – Latihan Bentuk-Bentuk Barisan di Awal Tahun Pelajaran 2019/2020

Troso, MAMHTROSO.com - Sedikitnya sebanyak 550 anggota pramuka penegak Gugus Depan MA Matholi’ul Huda Troso kembali mengikuti latihan kepramukaan, Selasa siang ini (23/9). Ada beragam materi yang mereka pelajari pada latihan kali ini, salah satunya adalah bentuk-bentuk barisan dan beberapa permainan.

Latihan dimulai saat memasuki jam pelajaran ke-7 atau sekitar pukul 12.30 WIB setelah diadakannya sholat dzuhur berjama’ah. Latihan diawali dengan kegiatan apel yang dilaksanakan di halaman dan sekitar kampus madrasah. Apel dilaksanakan oleh beberapa kelompok dan dipimpin oleh seorang guru pendamping di setiap kelompoknya.

Seusai kegiatan apel, latihan inti dimulai. Anggota Dewan Ambalan yang sebelumnya telah diberi tugas mendampingi setiap kelompok langsung mengambil alih jalannya latihan. Dewan Ambalan mula-mula menjelaskan beberapa bentuk-bentuk barisan beserta isyarat tangan yang harus diperagakan. Kemudian, Dewan Ambalan memberi kesempatan kepada para anggota sangga untuk mempraktikkan teknik yang telah diajarkan sebelumnya. Pada tahap ini, guru pendamping berperan melakukan pengawasan dan memberi penilaian.

Materi pertama di tahun pelajaran 2019/2020 ini berkaitan dengan bentuk-bentuk barisan. Tujuannya tentu untuk memberikan bekal kepada siswa-siswi anggota pramuka MA Matholi’ul Huda Troso agar memahami jenis-jenis barisan. Ada barisan bersaf, barisan berbanjar, barisan bentuk lingkaran, angkare, setengah lingkaran, barisan lomba, selat, anak panah, dll.

Seluruh aktivitas latihan pramuka kali ini selesai sekitar pukul 13.50 WIB. Siswa kemudian masuk kembali ke ruangan masing-masing untuk mengadakan absensi oleh guru pembimbing. (Syah)

  • 0
  • Baca: 98 kali

Kembang Setaman Cup Ke-20 Tahun 2019, 6 Siswa MA Matholi’ul Huda Troso Berhasil Menjadi Juara

Troso, MAMHTROSO.com –  6 perwakilan siswa MA Matholi’ul Huda Troso mengikuti Turnamen Pencak Silat Kembang Setaman Cup Ke-20 Tahun 2019 kemarin, Ahad (28/7/2019).

Lihat galerinya - klik 

Ajang kejuaraan ini bertempat di Gedung PGRI Kecamatan Bangsri, sebagai tuan rumah adalah dari Amtsilati Pusat Pondok Pesantren Darul Falah Bangsri. Kejuaraan ini setidaknya diikuti oleh sekitar 70 peserta dari 4 kecamatan, yaitu Kecamatan Pecangaan, Kedung, Welahan, Dan Bangsri.

Acara ini juga termasuk memperingati ulang tahun perguruan pencak silat kembang setaman, serta memperingati sesepuhnya. Diantaranya adalah Haul Bapak Wiwik Hestiwibowo sebagai pendiri dari persaudaraan pencak silat (PPS) kembang setaman dan Bapak Surito sebagai sesepuh dari PPS Kembang Setaman.

Dari turnamen yang digelar selama 2 hari itu, siswa perutusan dari MA Matholi’ul Huda Troso berhasil mendapatkan beberapa gelar kejuaraan. Endang Setya Nindha (X MIA-1) berhasil menjadi juara 1 kelas B dan berhak mewakili di ajang pekan olah raga pelajar daerah (POPDA). Daru Puji Astuti (XI MIA-1) di kelas D juga berhak mewakili di ajang pekan olah raga pelajar daerah (POPDA). Kemudian Apriani Safitri (X MIA-2) berhasil meraih juara 2 kelas B. Rismawanty (XI IIS-3) berhasil menjadi juara 3 kelas F. Nur Fadhilah Isnaini (XI IIS-2) juara 2 kelas D dan Rosanika Rahmawati (X MIA-1) jaura 2 kelas B.

Jadi ada 2 siswa yang nantinya berhak mewakilki di ajang pekan olah raga pelajar daerah (POPDA). Mereka adalah Endang Setya Nindha dari Kelas X MIA-1 dan Daru Puji Astuti dari Kelas XI MIA-1. (Syah)

  • 0
  • Baca: 88 kali

Kegiatan Shobah Farhah Tahun Pelajaran 2019-2020 Mulai Rutin Digelar

Troso, MAMHTROSO.com – Salah satu program madrasah Morning Fun/Shobah Farhah di Tahun Ajaran 2019/2020 mulai Senin (29/7/2019) kemarin sudah dapat dijalankan.

Morning Fun/Shobah Farhah yang berarti pagi ceria ini tidak hanya program di Madrasah Aliyah, tetapi juga di Madrasah Tsanawiyah Matholi’ul Huda Troso Pecangaan Jepara. Program ini terdapat banyak sekali kegiatan yang terbagi menjadi 3 kategori, yaitu keilmuan, keolah-ragaan, dan keterampilan.

Kategori pertama adalah keilmuan, yang meliputi Tilawatil Qur’an, Jurnalisme, Kelompok Peneliti Remaja (KPR), Kelompok Diskusi Remaja (KDR), Arabic Club, English Club, dan Kelompok Kajian Kitab Kuning (K4). Kategori kedua adalah keolah-ragaan yang meliputi Bola Basket, Bola Voli, Tenis Meja, Pencak Silat, Taekwondo, Badminton, Sepak bola, dan Panjat Tebing. Sementara untuk kategori ketiga adalah keterampilan, yaitu diantaranya adalah Musik Band, Kelompok Rebana, Marching Band, Penyiar Radio, Teater Kompas, Membatik, Hasta Karya, Tata Busana, Koreografi, Kaligrafi, dan Sinematografi. Sehingga semua total ada 26 jenis kegiatan yang dilaksanakan pada program Morning Fun/Shobah Farhah ini.

Program ini dilaksanakan setiap Senin pagi setelah sholat dhuha berjama’ah mulai pukul 07.30 – 09.45 WIB. Beberapa kegiatan seperti pencak silat, tae kwondo, marching band, dll. mendatangan pelatih yang kompeten di bidangnya, dan beberapa kegiatan lainnya dibimbing oleh guru-guru dari MTs. dan MA Matholi’ul Huda Troso.

Pasalnya dengan dilaksanakannya program ini salah satu tujuannya untuk memberikan suasana baru dan penyegaran untuk seluruh siswa-siswi. Selain itu juga untuk mengembangkan bakat siswa-siswi dalam bidang yang digemarinya. Karena pendidikan sejatinya tidak cukup hanya didapat di dalam kelas, tetapi juga dengan mengikuti kegiatan-kegiatan yang ada di luar kelas. (syah)

  • 0
  • Baca: 70 kali

Upacara Pengibaran Bendera – Ainun Nadhifah, S.Pd.Si. : Jadilah Generasi Milenial Yang Hebat

Troso, MAMHTROSO.com – MTs. dan MA Matholi’ul Huda Troso Pecangaan Jepara perdana laksanakan upacara pengibaran bendera merah putih di tahun pelajaran 2019-2020 pagi tadi, Sabtu (27/7/2019).

Sebagai petugas upacara adalah perwakilan dari Kelas XII. Yaitu Eva Elfiana Novita Sari sebagai pemimpin upacara, sementara Soya Angga Arifin Ilham, Zaha Muhammad Al Haq, dan Henry Hermawan sebagai pemimpin pasukan upacara. Vina Ramandhani sebagai pembawa acara, Fatikha Amalia sebagai pembaca Pembukaan UUD 1945, Dimas Al Habib Efendi sebagai pembaca doa, dan Ahmad Setiawan sebagai ajudan upacara.

Pasukan pengibar bendera menggunakan 8 formasi yang terdiri dari Fikri Aida Fitriyah, Ulufiatur Rahmanita, Indah Wahyu Laili Shofiani, Linda Wahyu Laila Shofiana, Muhammad Wahyudi, Muhammad Syarif Hidayat, Gilang Agil Syafrizal, dan Wahyu Budi Santoso.

Ainun Nadhifah, S.Pd.Si. menyampaikan bahwa memasuki tahun ajaran baru ini, siswa-siswi juga harus memiliki semangat baru. Mempertahankan hal-hal yang sudah baik, meninggalkan hal-hal yang tidak baik. Seperti contoh mungkin di tahun kemarin masih sering telas, maka di tahun pelajaran baru ini harus tidak boleh telat lagi. Jika tahun kemarin masih ada yang malas-malasan belajar atau tidak mau mengerjakan tugas, maka di tahun pelajaran baru ini harus diubah yaitu lebih rajin belajar dan mengerjakan tugas.

Meskipun pada minggu kemarin sudah mulai pembelajaran, tetapi mulai minggu ini akan dilaksanakan pembelajaran yang lebih efektif. Akan tetapi perlu diingat bahwa belajar tidak hanya di dalam kelas, akan tetapi setiap yang siswa lakukan di madrasah adalah pembelajaran. “Jangan bangga ketika hanya sudah menghafal bank soal atau mendapat nilai 100, akan tetapi kalian tidak paham arti sebenarnya dari materi-materi pembelajaran itu”, ungkap Ainun Nadhifah.

Beliau juga agar siswa-siswi dapat menjadi generasi milenial yang dapat dibanggakan. Generasi yang hebat, yang pandai, yang mau berfikir. Tidak malah menjadi generasi yang apatis, tidak mau bergerak, egois, bahkan mengkritik hasil pemikiran orang lain padahal dia sendiri tidak mau berfikir.  

Di madrasah memang banyak sekali dengan berbagai macam pelajaran dan kegiatan. Contoh dekat-dekat ini adalah madrasah mengadakan lomba menghias kelas dan 5K. “Jika setiap siswa tidak mau aktif untuk bahu-membahu, gotong royong, kerjasama, saling empati, malah selalu egois memikirkan kepentingan dirinya sendiri, maka selesailah hidupmu. Maka jadilah generasi milenial yang aktif, tanggap, hebat, pandai, yang dapat dibanggakan baik untuk diri sendiri maupun oleh madrasah”, pungkasnya. (syah)

  • 0
  • Baca: 86 kali
Berlangganan RSS feed