Masuk

Tahun ini MA Matholi’ul Huda Troso Terima 3 Rombongan Tamu Dari Santri Pondok Modern Darussalam Gontor

Troso, MAMHTROSO.com – Dalam rangka rihlah at-tarbawiyah al-istishodiyah, 3 rombongan siswa akhir KMI Pondok Modern Darussalam Gontor bertamu di Kampus MA Matholi’ul Huda Troso. Setiap rombongan setidaknya diikuti oleh 90-an orang santri dan ustad pendamping.

Lihat galeri kegiatannya - klik disini 

Rombongan pertama dipimpin oleh Drs. H. Muhammad Fauzi, M.Pd.I. dari Santri Putri Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus 3 hadir di madrasah pada Sabtu kemarin (27/4/2019). Kemudian keesokan harinya giliran rombongan kedua yang dipimpin oleh Ustadz H. Sunarto, S.Ag. yaitu Santri Putra Pondok Modern Darussalam Gontor 1 “Guardian Generation” tiba di MA Matholi’ul Huda Troso pada Hari Senin (29/4/2019). Dan pada hari ini Rabu (1/5/2019) rombongan ketiga yaitu dari santri putri Pondok Modern Darussalam Gontor 1 yang dipimpin oleh H. Surnyoto, S.Ag.

Rihlah at-tarbawiyah al-istishodiyah merupakan kegiatan siswa akhir KMI Pondok Modern Darussalam Gontor yaitu berupa kunjungan silaturrahmi sekaligus studi banding ke beberapa tempat baik dalam bidang pendidikan maupun tempat-tempat wirausaha.

Sudah menjadi agenda rutin Kepala Madrasah Aliyah Matholi’ul Huda Troso, Drs. H. Nur Kholis Syam’un yang juga salah satu dari alumni Pondok Modern Darussalam Gontor menerima kunjungan ini. Karena selain untuk menjaga silaturrahmi, beliau juga berharap semangat pendidikan Gontor dapat menular dan menjadi benih-benih yang tumbuh di Matholi’ul Huda Troso.

Untuk rombongan pertama dan ketiga yaitu santri putri Gontor 3 dan Gontor 1 mengadakan kunjungan ke kampus MA Matholi’ul Huda Troso dan mengikuti ramah tamah dengan Kepala Madrasah. Akan tetapi berbeda dengan rombongan kedua santri putra Gontor yang mengagendakan banyak kegiatan di madrasah. Mulai pertandingan persahabatan di 5 cabang olah raga, yaitu sepak bola, futsal, badminton, tenis meja, dan bola basket. Dan juga mengadakan malam ramah tamah dengan pertunjukan musik band, yaitu band dari santri gontor dan band dari siswa MA MH Troso.

Pada malam ramah tamah yang biasanya diselenggarakan di halaman madrasah, namun kali ini diselenggarakan di lapangan futsal Sera Troso. Hal tersebut dikarenakan di dekat lingkungan madrasah terdapat pengajian umum Ponpes Annur dalam rangkah akhirussanah. Dalam acara tersebut sambutan pertama oleh Penanggung Jawab Rombongan yaitu Ustadz H. Sunarto, S.Ag., kemudian disambung dengan sambutan Kepala MA Matholi’ul Huda Troso, Drs. H. Nur Kholis Syam’un.

Pertunjukan band yang pertama dari siswa MA MH Troso. Mereka adalah Wahyu Aji Wijanarko, Bandu Rahman Al Insani, Adi Setiawan, M. Ainur Rokhim dan Dani Setiawan. Dengan membawakan 4 buah lagu dari ciptaan para santi Gontor yang berjudul Anganku, Kisah kita, melayang, kembali bersama. Sementara untuk band dari siswa Gontor membawakan 5 lagu, yaitu Change your Mind dan Cinta Ali Fatimah dari Dimensi Jr Unida. Kemudian Jiwa Juana dan Tentang Kita dari Guardian band. Dan terakhir berjudul 90 Langkah Cover dari Gontor 6 Musik.

Usai acara ramah tamah para santri Gontor bermalam di Kampus MA Matholi’ul Huda Troso, dan pada keesokan harinya Ustadz H. Sunarto, S.Ag. dan para santrinya berpamitan untuk melanjutkan perjalanan selanjutnya. (Syah)

  • 0
  • Baca: 66 kali

Apel Pagi – Drs. H. Nur Kholis Syam’un : Diantara Syarat Orang Bertaqwa Yaitu Percara dengan yang Gaib, Sholat, dan Infaq

Troso, MAMHTROSO.com – Pagi ini Kepala Madrasah Aliyah Matholi’ul Huda Troso, Drs. H. Nur Kholis Syam’un mengumpulkan seluruh civitas akademika MTs. dan MA Matholi’ul Huda Troso di halaman madrasah untuk mengikuti apel pagi, Ahad (21/4/2019).

Lebih dari 1.200-an siswa duduk rapi di halaman madrasah, untuk mendengarkan ceramah motivasi dan informasi dari Kepala Madrasah. Pertama, beliau mengajak doa bersama untuk seluruh siswa-siswi. Supaya setelah lulus nanti menjadi manusia yang selalu mendapat bimbingan Allah fiddunya wal akhirah. Kedua, doa untuk para orang tua dan para guru. Semoga rizkinya bertambah melimpah dan barokah. Ketiga, berdoa untuk proyek-proyek madrasah. Baik proyek yang bersifat pembanguan infrastruktur maupun agenda-agenda yang nonfisik. Dari sekian banyak agenda madrasah insyaallah tujuannya dapat memberkahi umat. Dan semoga madrasah akan menjadi besar pada saatnya nanti.

Bertepatan dengan Hari Kartini, Kepala Madrasah juga menyampaikan beberapa point terkait dengan menghargai perjuangan para wanita. Pertama beliau mengajak seluruh siswa untuk menyanyi bersama “Ibu Kita Kartini”. Pada hakikatnya wanita lebih kuat dari pada laki-laki. Karena sebagai wanita harus bisa melakukan apa saja yang ada di dalam rumah. Maka jika ada wanita yang bekerja di rumahnya untuk mendidik anak-anaknya, maka tidak mungkin seorang suami dapat membayarnya dengan rupiah. Perjuangan seorang wanita sangat berat hingga terdapat hadits yang berbunyi “al jannatu tahta akdamil ummahaat”, artinya surga ada di telapak kaki ibu.

الۤمّۤ ۚ. ذٰلِكَ الْكِتٰبُ لَا رَيْبَ ۛ فِيْهِ ۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِيْنَۙ. الَّذِيْنَ يُؤْمِنُوْنَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيْمُوْنَ الصَّلٰوةَ وَمِمَّا رَزَقْنٰهُمْ يُنْفِقُوْنَ

Artinya : Alif Lamm Mim. Kitab (Al-Qur'an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa, yaitu mereka yang beriman kepada yang gaib, melaksanakan salat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka. (Surat Al Baqarah 1–3).

Dari ayat tersebut Kepala Madrasah menerangkan bahwa syarat yang pertama untuk menjadi orang yang bertaqwa adalah beriman kepada yang gaib. Contoh-contoh hal yang gaib adalah Allah, malaikat, pahala, dosa, surga , neraka, dll. Setiap perilaku manusia kalau semuanya mempercai hal-hal gaib di atas, pasti akan mengerti perjuangan hidup yang baik. Semuanya dapat bergerak dengan sendirinya, tidak untuk medapatkan materi akan tetapi hanya untuk mendapatkan keridho’an Allah SWT. Karena semua pergerakan diniatkan untuk mendapat pahala.  

Syarat kedua untuk menjadi orang bertaqwa adalah melaksanakan sholat. Allah memberikan media sholat 5 waktu agar keyakinan seorang muslim tentang yang gaib semakin mantab karena selalu berkomunikasi dengan Allah. Akan tetapi menurut Kepala Madrasah, masih saja ada beberapa siswa baik MTs. maupun MA yang ketika sholat kurang sesuai aturan syariat. Mulai dari kurang khusuk, mendahului imam, garuk-garuk, dan ngobrol ketika doa. Beliau menegaskan mulai pagi ini ketika sholat berjama’ah semuanya harus serius, khusuk, dan tidak ada yang ngobrol.

Ketiga, beliau menyampaikan bahwa selain sholat orang yang bertaqwa harus berinfaq. Karena sejatinya keduanya ini ada korelasi yang selaras. Tidak sempurna sholat seseorang jika dia masih berperilaku medit, dan tidak sempurna infaq seseorang jika dia masih sering melalaikan sholat. Yang dimaksud infaq adalah tidak hanya menyumbah secara materi, akan tetapi berinfaq adalah berkorban, berderma, berjuang untuk orang lain, dll. Dan pengorbanan ini sebagai pengejawantahan dari sholat. Oleh karena itu di madrasah diadakan sekain banyak kegiatan dengan pergerakan dan aktivitas yang begitu banyak, agar siswa-siswi kelak menjadi manusia yang suka berkorban, menolong lain, kepeduli sosialnya tinggi dan tidak egois. "Maka madzhab madrasah kita adalah pergerakan dan kegiatan", pungkasnya. (Syah)

  • 0
  • Baca: 61 kali

Pramuka MA MH Troso Adakan Bakti Sosial Bersih-bersih Sampah di Pantai Teluk Awur

Troso, MAMHTROSO.com – Pramuka MA Matholi’ul Huda Troso Pecangaan Jepara Gugus Depan 09.115 – 09.116 Ambalan Setiabudi – Fatmawati kemarin adakan bakti sosial dengan membersihkan sampah-sampah di Pantai Teluk Awur, Jum’at (19/4/2019). 

Lihat galeri fotonya - klik disini

Kegiatan bakti sosial ini adalah salah satu program kerja Dewan Ambalan setiap tahunnya. Tsalsa Dyna Sofwatin (XII IPA-3) dan Moh. Khoiri (XII IPA-1) sebagai pradana selalu berupaya untuk melaksanakan setiap program kerjanya sebagaimana yang telah diputuskan dalam musyawarah program kerja (muker) di awal tahun. Dan kali ini melalui seksi lingkungan dan baksi sosial bersama dengan pengurus harian Dewan Ambalan memutuskan untuk mengadakan bakti sosial membersihkan samaph-sampah yang ada di Pantai Teluk Awur.

Diikuti oleh seluruh anggota Dewan Ambalan yaitu sebanyak 104 orang. Kegiatan bakti sosial ini dimulai pada pukul 06.00 berkumpul di madrasah terlebih dahulu. Kemudian pada pukul 06.30 WIB berangkat bersama-sama ke lokasi sekitar pukul 07.00 WIB.

Disambut dengan baik oleh Bpk. Ma’ruf, salah satu perangkat Desa Teluk. Beliau mengarahkan beberapa hal teknis terkait dengan tempat-tempat dan peralatan yang dapat digunakan untuk membersihkan sampah-sampah yang ada di sepanjang pantai. Banyak sekali sampah-sampah yang ditemukan, mulai dari sampah plastik, bekas botol minuman, ranting pohon, sampai dengan bekas ban, dll.

Bersama-sama seluruh Dewan Ambalan bergotong royong memungut dan membersihkan sampah-sampah tersebut. Dimasukkan ke dalam trash bag dan dikumpulkan menjadi satu di tempat pembuangan sampah Desa Teluk sesuai dengan arahan dari Bpk. Ma’ruf. Kegiatan ini selesai kurang lebih pada pukul 10.00 WIB. (Syah)

  • 0
  • Baca: 62 kali

Pengecoran Gedung Baru, YPI. Matholi’ul Huda Troso Bekerjasama dengan Kontraktor H. Maslan

Troso, MAMHTROSO.com – Untuk mengembangkan fasilitas pendidikannya, Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Matholi’ul Huda Troso hari ini melaksanakan pengecoran gedung baru, Kamis (18/4/2019). Pengecoran ini rencananya menghabiskan waktu selama dua hari. Yaitu pada hari ini satu hari penuh, dilanjutkan hari Ahad nanti juga selama satu hari penuh.

lihat galerinya - klik disini 

Gedung baru yang berisi 8 lokal, 1 ruang kantor dan 9 kamar mandi ini kedepannya diperuntukkan sebagai gedung asrama siswa atau sebagai boarding school. Dan rencananya gedung ini akan dibangun menjadi 3 lantai, dengan menghabiskan milyaran anggaran dana.

Untuk pengecoran lantai dasar ini semula Kepala Madrasah Aliyah Matholi’ul Huda Troso, Drs. H. Nur Kholis Syam’un berkerjasama dengan H. Sunarto Ketua YPI. Matholi’ul Huda Troso berencana untuk menggunakan jasa Yajamix. Lebih mudah dan tidak membutuhkan banyak tenaga. Akan tetapi karena akses jalan masuk ke tempat pengecoran yang tidak memungkinkan akhirnya beliau bekerjasama dengan kontraktor asal Bugel yang bernama H. Maslan.

H. Maslan sebagai kontraktor hanya menyediakan jasa tenaga kerjanya saja yaitu sekitar 60 orang pekerja. Sementara untuk material pengecoran dibelanjakan oleh pihak yayasan tersendiri. Kerjasama jasa tenaga kerja ini diberi bandrol oleh H. Maslan sebesar Rp 400.000,- / m3. Dan total pembiayaan tenaga kerja untuk pengecoran gedung baru ini diperkirakan sekitar Rp 40 juta.

Kemudian untuk pengadaan konsumsi pekerja, YPI. Matholi’ul Huda Troso berkerjasama dengan masyarakat dan lingkunan sekitar. (Syah)   

  • 0
  • Baca: 72 kali

Bpk. Sunhadi, S.Ag. dan Ibu Dra. Hj. Tasi’ah Khoiriyah, M.Pd.I. Laksanakan Visitasi Akeditasi di MA MH Troso Tahun 2019

Troso, MAMHTROSO.com – Sebanyak dua asesor Sunhadi, S.Ag. dan Dra. Hj. Tasi’ah Khoiriyah, M.Pd.I.  dari Badan Akreditasi Propinsi (BAP) Jawa Tengah melakukan visitasi di MA Matholi’ul Huda Troso mulai Senin kemarin hingga hari ini, Selasa (16/4/2019).

Lihat galeri kegiatannya - klik disini

Jajaran Pengurusan Yayasan dan Kepala Madrasah Aliyah Matholi’ul Huda Troso, Drs. H. Nur Kholis Syam’un beserta dewan guru menyambut hangat kedatangan tim asesor visitasi ini. Dalam acara penyambutan H. Sunarto sebagai Ketua Yayasan Pendidik Islam Matholi’ul Huda Troso menyampaikan selamat datang kepada tim asesor dan juga sekilas keadaan madrasah swasta yang ada di tengah-tengah desa.

“Memang beginilah kenyataan yang ada pada madrasah kami. Dengan kedatang Bapak dan Ibu untuk visitasi akreditasi ini tentu sebagai pelecut kemajuan madrasah kami kedepannya. Menyadari di sekolah banyak tantangan dan hambatan. Akan tetapi kami semua selalu terbuka dengan lembaga-lembaga atau instansi pendidikan yang kami kelolah. Memang banyak kekurangan, dan mohon dinilai apa adanya”, sambut H. Sunarto.

Dalam acara sambutan tersebut juga dihadiri oleh Pengawas Madrasah Dra. Hj. Ida Nunung Puspito, M.S.I. Beliau menyampaikan bahwa visitasi akreditasi ini adalah untuk mencocokkan Sistem Informasi Penilaian Akreditasi (sisPenA) dengan bukti-bukti yang ada di lapangan. Ibu Nunung juga menuturkan agar semuanya dapat berjalan dengan baik, sehingga memohon tim asesor memberikan kesempatan yang lebih longgar kepada pengawal 8 standar. “Jika di MA Matholi’ul Huda Troso di akreditasi sebelumnya sudah mendapatkan predikat A maka kali ini cukup mendapat A lagi”, imbuhnya.

Salah satu tim asesor Sunhadi, S.Ag. dalam sambutannya terlebih dahulu memperkenalkan diri dan menceritakan latar belakangnya. Selaras dengan permintaan Pengawas Madrasah, 2 anggota tim asesor akan sangat kooperatif dalam pelaksanaan proses visitasi akreditasi nantinya.   “Data Instrumen Akreditasi (DIA) yang sudah diisi dengan nilai 95 mohon hari ini bisa dibuktikan, jika tidak maka silakan dipenuhi selama maksimal 24 jam”, tandas beliau.

Pada hari pertama, kedua asesor secara bergantian melakasanakan penilaian terhadap Delapan komponen visitasi akreditasi.  Delapan komponen yang ditetapkan Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN S/M) Pusat itu meliputi standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar kependidikan dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, serta standar penilaian. Masing-masing komponen dijabarkan ke dalam beberapa aspek. Dari masing-masing aspek dijabarkan lagi ke dalam indikator. Berdasarkan indikator itu dibuat item-item yang tersusun dalam instrumen evaluasi diri dan instrumen visitasi. Sementara untuk hari kedua, dijadwalkan melanjutkan proses penilaian 8 standar ditambah dengan tinjauan sarana prasana madrasah dan supervisi proses pembelajaran di ruang kelas.

Sekitar pukul 14.00 WIB acara seremonial penutupan dilaksanakan. Karwadi, S.Ag. berperan sebagai pembawa acara memberikan kesempatan pertama kepada Drs. H. Nur Kholis Syam’un untuk menyampaikan ucapan selamat jalan dan permohonan maaf jika ada kekurangan dalam penyuguhan di MA Matholi’ul Huda Troso.

Dan sambutan terakhir disampaikan oleh Dra. Hj. Tasi’ah Khoiriyah, M.Pd.I. beliau menyampaikan kesan dan pesan serta evaluasi terkait pelaksanaan visitasi akreditasi kali ini. “Kesan pertama kali setelah masuk gerbang madrasah adalah madrasah swasta yang besar. Kedua setelah masuk ruang kepala madrasah piala yang sangat banyak, bearti siswa-siswinya banyak yang berprestasi, punya anak-anak didik yang berpotensi, guru-guru muda yang berpotensi”, ungkap beliau.

Dan terkait dengan evaluasi pelaksanaan visitasi akreditasi Dra. Hj. Tasi’ah Khoiriyah, M.Pd.I. berpesan agar setiap guru terus meningkatkan dokumen-dokumen pembelajaran seperti contoh penyusunan RPP dan juga membuat dokumen-dokumen kegiatan pendidikan yang lain sebagai bukti fisik karena sudah melaksanakan banyak kegiatan. (Syah)

  • 0
  • Baca: 95 kali

Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) Tahun 2019, Siswa Kelas X dan XI Tetap Masuk Pelajaran

Troso, MAMHTROSO.com - Sebanyak 204 siswa Madrasah Aliyah (MA) Matholi’ul Huda Troso Pecangaan Jepara mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), mulai Senin kemarin (1/4/2019) hingga Senin depan (8/4/2019).

UNBK di MA Matholi’ul Huda Troso dilaksanakan dalam dua sesi. Sebab, rasio perangkat komputer dan jumlah siswa belum sama. Ada 3 ruang laboratorium komputer yang digunakan. Masing-masing ruangan dapat menampung 40 peserta ujian. Dengan jumlah peserta yang mencapai 204 orang sehingga ruang pertama akan digunakan UNBK 2 sesi.

Hampir tidak ada perubahan yang besar jika dibandingkan dengan UBNK dari tahun-tahun sebelumnya. UNBK kali ini juga menguji mata pelajaran Bahasa Indonesia di hari pertamanya, hari kedua Matematika, ketiga Bahasa Inggris, dan terakhir mata pelajaran pilihan siswa sesuai dengan jurusan masing-masing. Tetapi di MA Matholi’ul Huda Troso mata pelajaran pilihan ini sudah ditentukan secara kolektif. Yaitu untuk kelas program IPA akan mengujikan mata pelajaran Biologi dan program IPS akan mengujikan mata pelajaran Sosiologi.

MA Matholi’ul Huda Troso sudah tercatat 3 kali ini mengadakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Maka sebagian besar siswa sudah tidak ada rasa gugup dan panik ketika ada kendala-kendala yang tidak diinginkan ketika proses mengerjakan soal-soal UNBK. Meskipun pada hari pertama, dan kedua kemarin beberapa kendala, listrik sempat mati beberapa menit, tetapi ini tidak menjadi sebuah permasalahan yang berarti.

Meskipun pelaksanaan UNBK kali ini dilaksanakan 2 sesi, lantas tidak kemudian siswa yang mendapat sesi kedua berangkat lebih siang. Akan tetapi semua siswa tetap masuk sebagaimana biasa pada pukul 06.50 WIB. Bersamaan dengan siswa Kelas X dan Kelas XI yang masuk untuk proses belajar mengajar. Hal tersebut menurut Drs. H. Nur Kholis Syam’un, Kepala Madrasah Aliyah Matholi’ul Huda Troso pelaksanaan Ujian Nasional yang sudah berbasis komputer semua pelaksanaannya di Ruang Laboratorium Komputer tidak menggunakan satupun ruang kelas. Maka tidak ada dampak sama sekali kepada siswa Kelas X dan XI, dengan itu tidak ada alasan untuk meliburkan siswa-siswinya.

Dan seperti biasa seluruh siswa melaksanakan ritual rutin setiap paginya, mulai dari sholat dhuha berjama’ah, asmaul husna, membaca Al qur’an, dll. Untuk peserta UNBK yang mendapat jadwal di sesi pertama setelah berdoa langsung menuju ke Laboratorium Komputer untuk mengikuti ujian, dan untuk siswa yang mendapat jadwal di sesi kedua harus masuk kelas masing-masing untuk belajar.  (Syah)

  • 0
  • Baca: 85 kali

8 Drama Berbagai Genre Ditampilkan di Emha Variety Show (EVS) Semester Genap Tahun 2019

Troso, MAMHTROSO.com – Sudah menjadi agenda rutin tiap tengah semester di MA Matholi’ul Huda Troso selenggarakan Emha Variety Show Semester Genap Tahun 2019 kemarin, Kamis (28/3/2019).

Lihat galeri kegiatannya - klik disini 

Emha Variety Show atau lebih dikenal dengan sebutan EVS ini sudah sejak 5 tahun yang lalu pertama kali diselenggarakan. Berawal dari banyaknya kegiatan-kegiatan yang dimiliki oleh Madrasah Aliyah Matholi’ul Huda Troso, sehingga madrasah memberikan media kepada seluruh siswa-siswinya untuk mengeksplor masing-masing kemampuannya tersebut. Kegiatan-kegaitan tersebut mulai dari yang bersifat ilmiah, keolah-ragaan, keterampilan, terlebih lagi bidang kesenian. Termasuk salah satunya adalah EVS ini untuk media pendidikan mental siswa-siswinya. Karena dengan kegiatan ini siswa harus bekerjasama dengan teman sekelasnya atau dengan kakak kelas dan para wali kelas untuk mengkonsep sebuah tampilan yang memukau.

Hampir seluruh siswa terlibat dalam kegiatan EVS ini. Karena rangkaian acara sangat padat, mulai dari dari penampilan MH Band, Rebana, penampilan drama dari kelas-kelas, dan juga bazar-bazar makanan. Untuk EVS Semester Gasal kemarin Kelas XII dan XI IPS mendapat kesempatan untuk tampil di atas panggung untuk menunjukkan penampilan dramanya, namun di Semester Genap ini giliran untuk Kelas XI IPA dan seluruh Kelas X yang berada di atas panggung. Dan untuk Kelas XI IPS dan XII bertugas untuk membuka bazar-bazar makanan untuk seluruh siswa MA dan MTs. Matholi’ul Huda Troso yang menonton.

Jalannya acara EVS Semester Genap Tahun 2019

Acara dimulai sekitar pukul 07.45 oleh Safinatun Ni’mah (XII IPA-1) dan Astri Cahyaning Khoirunnisa’ (XII IPA-2) sebagai pembawa acara. MH Band, Wahyu Aji Wijanarko, dkk. langsung membuka dengan 3 lagu dari Naff dan Iwan Fals. Ahmad Rofiqul A’la (XII IPA-3), Nilam Maharani (X MIA-1), dan Sumiati (XI IIS-1) berunjuk gigi sebagai vocalisnya. Disambung dengan tampilan Rebana oleh M. Kholikul Isna, dkk. dengan 4 vocalisnya yaitu M. Ainul Yakin (XII IPS-1), M. Najmudin Said (XI MIA-2), M. Sahal Abdan (X MIA-1), dan A. Rofiqul A’la (XII IPA-3).

Dilanjutkan dengan acara penampilan drama dari siswa-siswi yang semua kelas XI MIA dan X. Total ada sebanyak 8 kelas, yaitu 3 kelas XI IPA dan 5 kelas dari Kelas X. Keseluruhan menampilkan drama dengan berbagai genre. Ada yang bergenre sejarah seperti mengangkat cerita RA. Kartini, genre komedi, sampai genre romance yang paling sering muncul.

Kelas XI MIA-2 sebagai penampil pertama mengangkat cerita dari sebuah Film layar lebar, yang berjudul Mowgle The Jungle Book. Dibuka dengan tarian kocak khas suku pedalaman oleh Berlian Beta, dkk. Drama ini menceritakan sebuah bocah yang bernama Mowgle diperankan oleh M. Soya Arifin Ilham hidup di tengah-tengah hutan bersama dengan para hewan. Dari penampilan kelas ini yang paling mencuri perhatian adalah banyaknya properti seperti gajah, ular, badak, macan, dll. yang sebagian besar mereka membuatnya sendiri. Bahkan yang paling memukau adalah ketika ular besar keluar dengan digerakkan ala ular barongsai oleh banyak siswa putri.

Sebagai penampil yang kedua adalah dari Kelas X MIA-2 dengan judul Kartini. Mengadopsi dari Film yang menceritakan sejarah asli pejuang emansimasi wanita asal Jepara. Tampilan ini dibuka dengan tarian tradisional kreasi dari salah satu sanggar tari di Jakarta, koreo dan gerakannya memang cukup dapat menyejukkan mata. Lailatul Munawaroh (X MIA-2) berperan sebagai Kartini terlihat anggun dengan dandanan khas perempuan jawa.

Kelas XI MIA-3 mendapat giliran tampil di urutan ketiga dengan mengangkat judul Asmara Terbuang. Diawali dengan peragaan gerakan variasi baris-berbaris, cerita fiktif ini menceritakan seorang perwira yang berprestasi yang diperankan oleh Wahyu Budi Santoso. Akan tetapi karena dengan jiwa patriotiknya sebagai tentara angkatan laut dia rela mengorbankan jiwanya di medan perang. Dan tentu istri yang ditinggalkannya bergitu sangat sedih ketika mendapat surat pemberitahuan tentang gugurnya sang suami.

X MIA-1 bekerjasama dengan Moh. Khoiri (XII IPA-1) sebagai konseptornya dapat menampilkan drama  yang berjudul “Sudut Khilaf” dengan genre yang sangat kuat antara komedi dengan romance. Dengan khas adegan-adegan konyolnya di awal-awal dapat mengocok perut para penonton, akan tetapi tidak jarang yang bersedih terharu diakhir-akhir cerita. Cerita fiktif ini mengisahkan perjalanan asmara dua sejoli yang diperankan oleh Nilam Maharani dan Septian. Mereka ketika sekolah menjadi lulusan terbaik, sampai kemudian keduanya berhasil meraih cita-citanya. Akan tetapi karena berbedaan keyakian orang tua Septian sampai tega membunuh anaknya sendiri. Kematian Septian-pun membuat sedih Nilam, adegan dan totalitas akting Nilampun mampu membuat banyak siswa menahan air matanya.

Penampil berikutnya adalah dari Kelas X IIS-2 denan judul “Cinta Abadi”. Bekerjasama dengan Siswa Kelas XII Afrizal Malna Isre sebagai konseptornya. Banyak sekali tampilan seni tarinya dengan konsep duel. Yaitu Antara negeri es dengan seorang raja yang diperankan oleh M. Nasirin dan negeri api yang memiliki seorang ratu yang diperankan oleh Wulida. Totalitas mereka dengan kostum putih dan biru yang menggambarkan dinginnya es, sementar dominan merah menggambarkan panasnya api. Cerita fiktif ini akhirnya mempersatukan putra dan putri mahkota antar kedua negeri yang semula saling bertentangan. Namun karena dua cinta mereka berdua akhirnya dapat menyatukan antar kedua negeri tersebut.

Kelas X IIS-1 diurutan keenam juga menampilkan drama dengan genre komedi yang berjudul “Tuyul Scane”. M. Zaka Farikul dan Wahab Chudori berperan sebagai tuyul. Cerita komedi ini bermula dari Ahmad Rouf sebagai orang kaya yang pelit tetapi akhirnya bangkrut. Mintalah dia bantuan tuyul kepada Dukun yang diperankan oleh Abdul Rouf. Timbul konflik di masyarakat karena banyak uang yang hilang namun yang tertuduh adalah mantan preman yang insyaf menjadi pendakwah. Namun akhirnya semuanya kembali damai setelah si tuyul ketemu emaknya dan bapaknya yaitu Si Kunti dan Drakula yang diperankan oleh Sabilil Falah.

“Perjuangan Para Santri” judul yang diangkat oleh Kelas XI IIS-3 dengan bekerjasama konseptor salah satu alumni Ramdhan Khalid diadopsi dari sebuah Film Sang Kyai. Diperankan oleh Imam Syafi’i sebagai KH. Hasyim Asy’ari menceritakan perjuangan para santri melawan penjajah bangsa jepang. Salah satu santri yang sentral sebagai tokohnya adalah Harun yang diperankan oleh Amirudin. Dan perjuangannya didukung oleh kekasihnya yang diperankan oleh Intan. Pesan yang kuat dalam drama ini adalah keikhlasan hati KH. Hasyim Asy’ari dalam berdakwah dan juga perjuangan para santri.

Sebagai penampil terakhir adalah dari Kelas XI MIA-1 dengan judul “Berbulan madu dengan sang Bidadari”. Cerita fiktif ini diperankan oleh M. Syarif Hidayat sebagai tokoh utamanya. Dia adalah seorang pemuda yang baik hatinya. Dia mencintai anak seorang raja, yang semula sudah dijodohkan dengan putra mahkota dari kerjaan lain. Akibat tidak terimanya sang putra mahkota akhirnya Syarif terbunuh. Dan yang paling menghibur pada tampilan ini adalah mereka menari dengan gerakan-gerakan kocak.

EVS kali ini ditutup dengan tampilan MH Band yang membawakan lagu dari Iwan Fals yang dinyanyikan oleh Nilam Maharani dan Slank yang berjudul Ku Tak Bisa yang dinyanyikan oleh A. Rofiqul A’la. (Syah)

  • 0
  • Baca: 181 kali

Upacara Pengibaran Bendera - Fathur Rokhim, S.Pd. : Beribadahlah Tidak Hanya dengan Fisik, Tetapi Resapi dengan Hati

Troso, MAMHTROSO.com – Madrasah Aliyah dan Tsanawiyah Matholi’ul Huda Troso Pecangaan Jepara rutin adakan Upacara pengibaran bendera Merah Putih, Sabtu (16/3/2019).

Pada upacara kali ini ditugaskan kepada perwakilan siswa Kelas XI sebagaimana di upacara sebelumnya. Dengan dipimpin oleh Eva Elviana Novita Sari (XI MIA-1), dkk. Seluruh civitas akademika MA dan MTs. Matholi’ul Huda Troso turut menjadi peserta upacaranya yang berjumlah kurang lebih sekitar 1.200-an orang siswa dan 50-an dari dewan guru.

Fathur Rokhim, S.Pd. salah satu guru pengampu mata pelajaran Fisika di MA Matholi’ul Huda Troso kali ini berkesempatan untuk menjadi pembina upacara. Beliau menyampaikan tentang efek ibadah dengan akhlak.

Pertama beliau mengutip salah satu ayah dari Surat Adz-Dzariyat : 56 yang berbunyi :

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

Dari ayat tersebut sudah jelas bahwa kewajiban manusia dan jin diciptakan oleh Allah di bumi adalah untuk ibadah. Lebih kompleknya adalah manusia harus khidmat kepada sang pencipta yaitu Allah SWT.

Menurutnya sudah menjadi hal yang bersifat rutin ketika seorang siswa melaksanakan ibadah-ibadah, baik yang mahdzoh maupun yang ghoiru mahdzoh. Akan tetapi ternyata ibadah-ibadah ini kebanyakan dilaksanakan hanya dari segi fisiknya, belum sampai menyentuh ke hati.

Seperti contoh ketika siswa sholat dhuha, melafalkan sholawat nariyah, berdoa, tahlil, dll. Jangan sampai hanya lahiriyahnya saja yang melakukan ibadah, tapi harus diresapi dengan hati. Ketika ini sudah berhasil diamalkan pasti akan berpengaruh kepada akhlak. Sebaliknya jika seseorang meskipun rutin beribadah akan tetapi hanya fisiknya saja, maka biasanya tidak ada efeknya kepada akhlak dan perilakunya.

“Kesimpulannya, ayo kita semua mulai dari sekarang lebih rajin beribadah kepada Allah, tidak hanya dari fisiknya saja, tetapi lebih kepada hati kita”, pungkasnya. (Syah)

  • 0
  • Baca: 109 kali
Berlangganan RSS feed