Masuk

Apel Pagi – Drs. H. Nur Kholis Syam’un : Termasuk Dosa Besar Adalah Melaknat Kedua Orang Tua Sendiri

Troso, MAMHTROSO.com - Pagi ini lebih dari 1.100-an orang siswa Madrasah Aliyah dan Madrasah Tsanawiyah Matholi’ul Huda Troso Pecangaan Jepara berkumpul di halaman madrasah untuk mengikuti apel pagi, Rabu (11/12/2019).

Dalam apel pagi kali ini seperti biasanya Drs. H. Nur Kholis Syam’un, Kepala Madrasah Aliyah Matholi’ul Huda Troso memberikan pengarahan kepada siswa-siswi terkait dengan padangan hidup secara umum, informasi kemadrasahan, dan wejangan-wejangan agar siswa beretika baik di madrasah maupun di lingkungan masyarakat.

Pertama, beliau langsung menyampaikan sebuah hadits :

إِنَّ مِنْ أَكْبَرِالْكَبَائِرِ أَنْ يَلْعَنَ الرَّجُلُ وَالِدَيْهِ، قِيلَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ وَكَيْفَ يَلْعَنُ الرَّجُلُ وَالِدَيْهِ؟ قَالَ: يَسُبُّ الرَّجُلُ أَبَا الرَّجُلِ فَيَسُبُّ أَبَاهُ وَيَسُبُّ أُمَّهُ

Artinya : “Sesungguhnya termasuk diantara dosa terbesar adalah seseorang melaknat kedua orang tuanya sendiri, ” Beliau ditanya; “Bagaimana mungkin seseorang tega melaknat kedua orang tuanya?” Beliau menjawab: “Seseorang mencela (melaknat) ayah orang lain, kemudian orang tersebut membalas mencela ayah dan ibu orang yang pertama.”

Beliau mengingatkan seluruh siswa agar sadar, supaya memikirkan terlebih dahulu apa yang mereka perbuat. Karena ketika siswa melakukan perbuatan tercela baik di lingkungan madrasah ataupun di luar lingkungan madrasah, akibatnya orang tuanya sering ikut terseret menjadi bahan umpatan. Padahal orang tua belum tentu tau perbuatan tercela apa yang dilakukan sang anak. Hal semacam ini bisa menjadi perbuatan anak yang melaknat orang tua, dan itu termasuk dosa besar.  

 “Semua apa yang kita lakukan ternyata buntute dowo. Karena perbuatan dosa yang kita lakukan bisa melaknat kepada orang tua. Sadaro, nek awakmu sadar tidak mungkin menjadi anak yang mbulet”, tandasnya.  

Kedua, berkaitan dengan tugas remidial bagi siswa yang nilainya belum mencapai KKM. Beliau menegaskan jika ada siswa yang tidak mengumpulkan tugas tersebut, maka madrasah akan mengambil kebijakan tidak menaikkan siswa tersebut atau bahkan dipindah ke sekolah lain.

Ketiga, Setelah Penilaian Akhir Semester (PAS) di MA dan MTs. Matholi’ul Huda Troso selalu diagendakan Class Meeting, dan untuk Semester ini dijadwalkan sampai pada Hari Senin (23/12/2019). Agenda ini tidak hanya sekedar mengisi waktu, tetapi dibuat benar-benar berkualitas. Berbeda dengan di sekolah-sekolah lain siswanya bebas mau masuk sekolah atau tidak berangkat, tetapi di MA dan MTs. MH Troso semuanya siswa harus masuk karena Class Meeting termasuk agenda pembelajaran. “Pelajaran di dalam kelas secara formalnya, tetapi apapun agenda madrasah di luar kelas juga termasuk pembelajaran, berilah suport kepada teman-teman yang lomba”, ungkap beliau.

Keempat, berkaitan dengan agenda-agenda rutin madrasah setiap harinya. Mulai dari jama’ah sholat dhuha dan dzuhur untuk terus ditertibkan. Siswa putra masih lamban untuk membentuk saf-saf sholatnya, musholah harus dipenuhi dulu. Dan jika masih ada siswa putri yang enggan mengikuti sholat berjama’ah, atau malah berbicara keras ketika berhalangan sholat, maka madrasah akan bertindak tegas. Sementara untuk gerakan infaq madrasah, juga harus lebih disadarkan lagi agar siswa tidak ada yang berperilaku medit. Karena sejatinya infaq ini adalah amal jariyah untuk pembangunan madrasah. Jika di tahun sebelumnya masih seribu maka semakin tahun harus bertambah. Pembayaran SPP, juga tidak boleh nunggak setiap bulannya, karena tidak disiplin itu termasuk perbuatan dosa. Apalagi biaya SPP di MA MH Troso hanya 50 ribu, dan di MTs. MH Troso hanya 35 ribu, maka syukurilah karena murahnya itu jangan sampai disepelekan. Dan terakhir tren buruk dengan potong rambut yang tidak standar untuk siswa putra. Siapapun yang tidak segera sadar maka akan digundul.


Sebelum Kepala Madrasah mengakhiri apel pagi ini, beliau mengajak doa bersama untuk seluruh siswa, orang tua, para guru, dan madrasah agar semuanya dimudahkan urusannya oleh Allah. Dan ditutup dengan kafarotul majlis tiga kali. (Syah)

  • 0
  • Baca: 184 kali

MA MH Troso Selenggarakan Penilaian Akhir Semester (PAS) Gasal 2019-2020

Troso, MAMHTROSO.com - Seluruh siswa MA Matholi’ul Huda Troso mengikuti Penilaian Akhir Semester (PAS) Gasal Tahun 2019-2020 yang digelar mulai kemarin, Senin (2/12/2019).

Evaluasi pembelajaran ini rencananya akan berlangsung selama 8 hari sampai Selasa (10/12/2019). Namun untuk Penilaian Akhir Semester kali ini ada yang berbeda yaitu pada pagi harinya tetap diadakan sholat dhuha berjama'ah sebagaimana hari-hari biasanya. Setelah itu baru kemudian siswa-siswi belajar mempersiapkan materi yang akan diujikan.

Total ada sebanyak 559 orang siswa yang mengikuti Penilaian Akhir Semester kali ini. Terbagi menjadi 17 ruang dengan sistem acak antara kelas X, XI, dan XII.

Masing-masing kelas dan jurusan akan menghadapi 16 mata pelajaran dalam PAS Gasal kali ini. Mulai dari mata pelajaran pendidikan agama Islam (PAI), mata pelajaran umum, penjurusan, peminatan, dan lintas minat.

Soal yang diujikan pada PAS Gasal kali ini sama dengan UAS sebelum-sebelumnya yaitu berasal dari Kelompok Kerja MA (KKMA) 01 Jepara yang berpusat di MAN Bawu Jepara. Namun ada beberapa mata pelajaran yang soal ulangannya dibuat oleh guru pengampunya sendiri karena disesuaikan dengan materi yang telah diajarkan, diantaranya adalah Mata Pelajaran Lintas Minat (Sosiologi dan Geografi untuk jurusan MIA, Kimia dan Biologi untuk jurusan IIS).

Seperti biasa setelah pelaksanaan Penilaian Akhir Semester (PAS) akan diselenggarakan Class Meeting yang rencana ada lebih dari 16 mata lomba. (syah)

  • 0
  • Baca: 177 kali

MTs. dan MA MH Troso Bersholawat – Acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. 1441 H

Troso, MAMHTROSO.com – Menjelang Penilaian Akhir Semester (PAS) Gasal Tahun 2019-2020 tidak kurang dari 1.100 siswa dan guru mengikuti pagelaran bertajuk Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. 1441 H di halaman kampus MTs - MA Matholi’ul Huda Troso pagi tadi, Ahad (1/12/2019).

Galeri acara - klik disini

Tidak seperti di hari-hari biasanya seluruh siswa memakai sarung dan pakaian berwarna putih untuk mengikuti acara Peringatan Maulid Nabi 1441 H ini. Sebelum dimulainya acara, seluruh siswa sebagaimana biasa melaksanakan ritual pagi. Yaitu mulai dari sholat dhuha berjama’ah, menyanyikan lagu Indonesia raya, Mars MH, Asmaul Husna, Sholawat nariyah dan berdoa mulai pelajaran. Dilanjutkan absensi dan penyampaian petunjuk teknis Class Meeting oleh masing-masing Wali Kelas.

Acara Peringatan Maulid Nabi ini dipandu oleh Nanda Aurelia Salsabila (XII MIA-1) dan Eva Elfiana Novitasari (XII MIA-2). Diawali dengan Gema sholawat oleh tim rebana gabungan siswa MTs. dan MA Matholi’ul Huda Troso dan dilanjutkan bacaan tahlil oleh Drs. H. Sobari. Sementara sebagai acara inti peringatan Maulid nabi ini yaitu dengan membaca Al banzanji yang dipimpin oleh H. Ismail, S.Pd.I., Muhammad Arsyad, Abdur Rouf, S.Pd.I., Ning Purwanti, S.Ag., dan Nur Muzaroh, S.Pd. Dan barokah doa dipimpin oleh Kepala Madrasah Tsanawiyah Matholi’ul Huda Troso, Noor Ubaidillah, S.Pd.

Sebagai rangkaian acara terakhir diisi dengan mauidhotul hasanah oleh H. Ahmad Harisul Haq, Lc. Beliau bercerita cukup singkat tetang salah satu kisah Nabi Muhammad SAW. yang sedang bersantai dengan para sahabatnya. Namun ditengah-tengah kejadian tersebut datang seorang badui memberikan dan menyuguhi buah kepada Nabi. Anehnya biasanya Nabi Muhammad selalu berbagi makanan kepada para sahabatnya. Namun kali ini beliau menikmati buah pemberian badui tersebut sendirian dengan sangat lahab sampai habis tidak menyisakan untuk para sahabatnya.

Melihat kejadian tersebut para sahabat akhirnya menyakan kepada Nabi Muhammad, kenapa tidak membagi buah pemberian badui tersebut. Ternyata Rasulullah merasakan buah tersebut sangat asam. Beliau menghabiskan buah tersebut supaya orang yang memberinya senang, dan beliau khawatir jika membagikan buah tersebut dengan para sahabat maka akan menyinggung yang memberi buah tersebut.

عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ 

“‘Azizun alaihi ma annitum”, menanggungkan derita umat, yang pertama. kedua “Harisun alaikum ”, rasa cinta pada umat. Yang ketiga “bilmuminina Ro’ufurrohim”, rasa kasih sayang pada kaum beriman.

Dari cerita tersebut di atas ada banyak hikmah yang dapat diambil. Diantaranya adalah Nabi Muhammad SAW. tidak tega melihat umatnya menderita, dan Nabi Muhammad juga melarang umatnya mencela makanan. Jika Nabi Muhammad merasakan makanan yang tidak enak biasanya hanya ditinggal, tidak kemudian dicela-cela. Itu adalah termasuk dari rasa syukur atas rezeki yang diberikan oleh Allah. Selain itu juga H. Ahmad Harisul Haq, Lc. menyampaikan adab makan sesuai dengan yang praktikkanya oleh Rasulullah. Seperti cara makan dengan 3 jari, membersihkan makanan di jari-jari tangan sampai sela, dll.

Usai mauidhotul hasanah, acara terakhir yaitu bancaan kepungan oleh seluruh siswa-siswi dan para guru. Tradisi kepungan di MA dan MTs. Matholi’ul Huda Troso diagendakan 3 – 4 kali dalam satu tahun.

Wali kelas atau ketua kelas di hari sebelum diadakannya acara ini, mereka membagi anggota kelasnya siapa saja yang membawa lauk, nasi, minum, nampan, tikar, dll. Dan lauk yang dibawa juga dianjurkan supaya tidak yang terlalu mewah, tetapi cukup yang sederhana seperti tahu, tempe, blenyek, sambal, dll. (syah)

  • 0
  • Baca: 165 kali

Berlangsung Meriah, LKP Ke-9 di MA Matholi’ul Huda Troso Sukses Diselenggarakan

Troso, MAMHTROSO.com - Pramuka MA Matholi’ul Huda Troso Ambalan Setiabudi dan Fatmawati Gugus Depan 09.115-09.116 selenggarakan ajang kompetisi yang bertajuk Lomba Keterampilan Penegak Ke-9 atau disingkat LKP, Rabu kemarin (27/11/2019).

Lihat galeri kegiatannya - klik disini

Ada enam macam mata lomba yang menarik diadakan pada LKP Ke-9 kali ini. Diantaranya adalah Lomba Orientering, melakukan perjalanan dengan peta orientering menuju ke 3 pos yaitu pos sandi, pos semboyan, dan pos perpetaan. Kedua, Lomba Kreasi Senam Lantas dengan iringan musik dan gerakan sesuai dengan kreasi masing-masing kelompok. Ketiga, Lomba Pionering jembatan. Keempat, Lomba Kewirausahaan dengan membuat jajan dan minuman dari bahan tradisional serta dipromosikan lewat x banner. Kelima, Lomba Penyuluhan Agama atau Lomba Pidato. Terakhir keenam adalah Lomba gegurita yaitu membaca puisi bahasa jawa.

Upacara pembukaan dimulai pada pukul 07.30 WIB di halaman madrasah dan langsung dibuka oleh Ka. Mabigus, Drs. H. Nur Kholis Syam’un. Dalam amanatnya beliau bersyukur bahwa kegiatan-kegiatan yang diagendakan madrasah dalam rangka mendidik siswa-siswinya dapat berjalan dengan baik. Itu sesuai dengan semboyan di MA Matholi’ul Huda Troso bahwa madrasah yang bermadzhab bergerakan dan madzhab kegiatan. Karena beliau meyakini bahwa pembelajaran tidak cukup hanya di dalam kelas. Di kelas siswa-siswi diajarkan terori-teori ilmu pengetahuan, tetapi di luar kelas siswa-siswi terlibat aktif dengan kegiatan-kegiatan yang mengharuskan mereka untuk berinteraksi dan kerjasama dengan siswa lain.

Beliau juga menyampaikan korelasi pendidikan di MA Matholi’ul Huda Troso dengan isi pidato Menteri Pendidikan dan Budaya, Nadiem Makarim di Hari Guru kemarin Senin (25/11/2019). Yaitu dengan melibatkan siswa secara aktif dalam kegiatan pendidikan, guru tidak terkungkung dengan hal-hal administratif, dan belajar tidak hanya bertujuan pada nilai angka-angka. Itulah bentuk-bentuk kemerdekaan belajar yang sudah dipraktikkan di madrasah sejak dulu.

“Nilai akademis penting, tetapi lebih penting lagi mentalitas, karakter, dan akhlak siswa”, ungkap Drs. H. Nur Kholis Syam’un.  

Usai upacara pembukaan dilanjutkan dengan demonstrasi Kreasi baris-berbaris oleh Tim LKBB yang berhasil menjuarai Roscomp Ke-10 di UPGRIS Tahun 2019. Seluruh siswa menyaksikan dan tampak takjub dengan atraksi-atraksi yang dipraktikkan. M. Ihlam Ainun Nijam sebagai Danton dapat tampil maksimal memimpin 11 rekan-rekannya dalam demonstrasi ini.

Pada pukul 08.30 seluruh lomba mulai dilaksanakan. Untuk Lomba Pionering dan Kreasi Senam Lantas dilaksanakan di halaman utama. Lomba Penyuluhan Agama dan Geguritan dilaksanakan di Ruang Multimedia. Lomba Kewirausahaan dilaksanakan di Ruang Tata Boga. Dan Lomba Orientering berjalan menuju ke pos-pos yang ada di dekat kampus MA MH Troso.

Sampai siang hari pada pukul 12.30 WIB dilaksanakan sholat dzuhur berjama’ah kemudian langsung diumumkan hasil perlombaan langsung oleh Pradana Putra dan Putri, yaitu Wahyu Budi Santoso dan Fikri Aida Fitriyah. Sebagai juara tergiat 1 putra diraih oleh Kelompok 5 yang dibimbing oleh Bpk. Aditya Purwidya Saksono, S.Pd. yang berhasil meraih 4 kejuaraan yaitu sebagai Juara 2 Lomba Orientering, Juara 2 Lomba Kewirausahaan, Juara 2 Lomba Pionering, dan Juara 1 Lomba Kreasi Senam Lantas. Sementara untuk juara tergiat 2 dan 3 berurutan diraih oleh Kelompok 6 yang dibimbing Bpk. Karwadi, S.Ag. dan Kelompok 1 yang dibimbing oleh Bpk. Muhammad Arsyad.

Sementara untuk kelompok Putri yang berhasil keluar sebagai Juara Tergiat 1 adalah Kelompok 16 yang dibimbing oleh Ibu Ainun Nadhifah, S.Pd.Si. dengan meraih 4 kejuaraan yaitu Juara 2 Lomba geguritan, Juara 3 Lomba Penyuluhan Agama, Juara 2 Lomba Kewirausahaan, dan Juara 1 Lomba Kreasi Senam Lantas. Dan untuk kelompok juara tergiat 2 dan 3 diraih oleh kelompok 13 yang dibimbing oleh Ibu Siti Saudah, S.Pd.I. dan Kelompok 9 yang dibimbing oleh Ibu Nur Muzaroh, S.Pd.

Dari kegiatan LKP ini tentu banyak nilai-nilai pendidikan yang diambil sesuai dengan slogannya Terampil, Cerdas, dan Berprestasi. (Syah)

  • 0
  • Baca: 221 kali

Apel Pagi dan Penyerahan Tropi Kejuaraan 5 Ajang Lomba – Drs. H. Nur Kholis Syam’un : Madrasah Butuh Dibantu, Dibela, dan Diperjuangkan

Troso, MAMHTROSO.com – Seluruh civitas akademika MTs. dan MA Matholi’ul Huda Troso mengikuti Apel pagi hari ini, Sabtu (23/11/2019). Seluruh siswa baik MTs. maupun MA yang berjumlah hampir 1.100 berkumpul dan duduk rapi di halaman madrasah. Apel pagi ini diagendakan untuk mendengarkan ceramah langsung Drs. H. Kholis Syam’un dan prosesi penyerahan tropi kejuaraan yang diraih oleh siswa-siswi di perlombaan baik di tingkat Kabupaten maupun Provinsi.

Lihat galerinya - klik

Drs. H. Kholis Syam’un, selaku Kepala Madrasah Aliyah Matholi’ul Huda Troso berulang kali menegaskan bahwa madrasah perlu dibantu, perlu dibela, dan perlu diperjuangkan. Karena tidak mungkin madrasah akan berkembang dan menjadi besar sendiri tanpa adanya usaha dari pihak guru, siswa, dan masyarakat yang bersinergi. Ada banyak cara untuk membantu madrasah, dan yang paling mudah adalah keberadaan siswa dengan akhlaknya, etikanya, budi pekertinya, dan karakternya.

Ketika siswa atau alumni dapat mengaktulisasikan perilaku dan berakhlak baik di rumah dan di lingkungan masyarakat, itulah termasuk wujud nyata cara membantu madrasah. Karena dengan cara seperti itu berarti secara tidak langsung menunjukkan bahwa pendidikan di madrasah berhasil. Akan tetapi jika yang terjadi sebaliknya. Jika ada siswa atau alumni yang berperilaku kayak Bento, koplak, menjadi wereng di masyarakat, perilaku tersebut tidaklah membantu madrasah tetapi malah merusak madrasah.

Cara kedua untuk membela madrasah adalah meluruskan dan memahamkan masyarakat agar tidak muncul fitnah-fitnah. Karena sejatinya guru dalam mendidik tidak ada yang gila, semua bertujuan baik untuk mendidik siswa-siswinya. Guru boleh marah tetapi pada saatnya, orang tua boleh marah tetapi pada saatnya, tidak melulu setiap hari marah-marah. Begitupun siswa tidak boleh menyakiti hati guru dan orang tua. Karena itu akan mengangkat berkah dalam kehidupan. Begitupun guru juga tidak boleh kalah dengan siswa, jika ada siswa yang melanggar aturan, tidak mau memperhatikan guru ketika menerangkan, bahkan tidur pada saat pelajaran, maka guru wajib menegur siswa tersebut. Karena semua bertujuan baik untuk mendidik siswa-siswinya.

Cara ketiga untuk memperjuangkan madrasah adalah dengan menjadi siswa-siswi yang berprestasi, baik dalam bidang akademik maupun non-akademik. Seperti contoh raihan prestasi siswa-siswi MA dan MTs. Matholi’ul Huda Troso kali ini. Semuanya dalam rangka membantu, membela dan memperjuangkan madrasah.

Ada 32 tropi dari 5 event yang diserahkan kepada madrasah dari siswa-siswi yang berprestasi. Yang pertama adalah juara 2 dan mayoret terbaik di Lomba Marching Band di SMA NU Al Ma’ruf Tingkat Jawa Tengah. Kedua, Juara Umum di Kompetisi Pramuka Penegak (KOMPAK) Ke-5 Se-Jawa Tengah Racana Wijaya Fakultas Ilmu Sosial UNNES Semarang. Ketiga, Juara Umum Rover Scout Competition (ROSCOMP) Ke-10 Racana Subiadinata Universitas PGRI Semarang. Keempat, Juara Umum Dinus Rover Scout Competition (DRSC) Ke-3 di UDINUS Semarang, dan Kelima, siswa MTs. Matholi’ul Huda Troso berhasil meraih Juara 3 Lomba Rebana tingkat SMP/MTs. di SMK N 1 Jepara. (Syah)

  • 0
  • Baca: 183 kali

Setelah 6 Tahun Vakum, MA MH Troso Kembali Berjaya di Roscomp Ke-10 Tahun 2019 UPGRIS Semarang

Troso, MAMHTROSO.com – 12 siswa MA Matholi’ul Huda Troso berhasil meraih Juara Umum di 10th Rover Scout Competition (ROSCOMP Ke-10) yang diselenggarakan Racana Subiadinata Universitas PGRI Semarang kemarin, Ahad (17/11/2019).

Lihat galeri kegiatannya - klik disini

10th Rover Scout Competition Lomba Pramuka Penegak Se-Jawa Tengah ini dilaksanakan di Kampus 4 Universitas PGRI Semarang, dengan diikuti oleh sedikitnya 32 sangga putri dan 26 sangga putra tingkat SMA, MA, SMK, dan Perguruan Tinggi di Jawa Tengah. Kegiatan yang dilaksanakan selama 2 hari ini memiliki agenda giat prestasi yang sangat padat. Mengingat setiap sangganya hanya terdiri dari 6 orang sementara ada sebanyak 10 lomba yang harus diikuti.

Di Hari pertama, sesi pagi ada 3 lomba yang selenggarakan yaitu Lomba Cerdas Tangkas Pramuka, Lomba Esai, dan Lomba Pertolongan Pertama. Pada sesi kedua waktu siang hari, Lomba Praktik Administrasi Satuan dan Lomba Scouting Skill yang terbagi menjadi 2 kegiatan yaitu Lomba Isyarat dan Lomba Navigasi darat. Dilanjutkan sesi ketiga pada sore hari, Babak Final LCTP, Lomba Handy Craft, dan Lomba Melukis Tong Sampah. Pada Sesi malam setelah isyak langsung dimulai Lomba Tari Tradisional sampai tengah malam. Dan pada hari kedua tinggal menyisakan Lomba Kreasi Baris-berbaris.   

Kontingen MA Matholi’ul Huda Troso yang beranggotakan 12 siswa, sangga putra dipimpin oleh Wahyu Budi Santoso, beranggotakan 5 orang lainnya yaitu M. Syarif Hidayat, Gilang Agil Syafrizal, M. Ilham Syah, Dicky Candra Lesmana, dan M. Ilham Ainun Nijam. Sementara untuk sangga putri dipimpin oleh Fikri Aida Fitriyah beranggotakan Fatikha Amalia, Sely Dianawati, Linda Wahyu Laila Shofiana, Indah Wahyu Laili Shofiani, dan Aulia Fitriani.

Dari 10 lomba terbagi menjadi 7 lomba antar sangga dan 3 lomba antar kontingen. Dan pada ajang ini kontingen MA Matholi’ul Huda Troso berhasil membawa 16 piala. Yaitu Juara 1 Lomba Kreasi Baris-Berbaris, Juara 1 Lomba Pawarta Jawi, Juara 2 Lomba Tari Tradisional, Juara 1 Lomba Praktik Administrasi Satuan Putra, Juara 1 Lomba Handy Craft Putra, Juara 1 Lomba Melukis Tong Sampah, Juara 3 LCTP Putra, Juara 1 LCTP Putri, Juara 2 Handy Craft Putri, Juara 2 Lomba Melukis Tong Sampah, Juara 3 Pertolongan Pertama Putri, Juara 3 Scouting Skill Putri, Juara 1 Tergiat Putra, Juara 1 Tergiat Putri, Piala Gubernur Jawa Tengah, dan Piala Bergilir Roscomp Upgris Semarang.

Dalam sejarahnya, pencapaian ini adalah juara kelima kalinya di Roscomp yang berhasil diraih oleh gugus depan 09.115-09.116 Ambalan Setiabudi-Fatmawati MA Matholi’ul Huda Troso. Pertama kali mengikuti Roscomp ke-3 dan berhasil langsung menjadi juara. Begitupun Roscomp ke-4, ke-5, dan ke-6 berhasil bertahan menjadi juara umum empat kali berturut-turut. Namun pada Roscomp ke-7, ke-8, dan ke-9 MA Matholi’ul Huda Troso rehat dari ajang lomba pramuka penegak se-Jawa Tengah tersebut. Namun pada tahun 2019 ini kembali MA Matholi’ul Huda Troso mengikuti Roscomp Ke-10. Dan syukur alhamdulillah tetap bisa berjaya keluar sebagai Juara Umum 10th Rover Scout Competition.

“Abinaya Abirama Jaya – Gigih – Mantab”. (syah)

  • 0
  • Baca: 239 kali

Upacara Pengibaran Bendera - Dewi Setyana, S.Pd.I. : Berkata-katalah yang Baik, Atau Lebih Baik Diam

Troso, MAMHTROSO.com – Seperti biasa pada Sabtu pagi seluruh siswa MA dan MTs. Matholi’ul Huda Troso mengikuti Upacara Pengibaran bendera Merah Putih kemarin, Sabtu (26/10/2019).

Upacara ini merupakan agenda rutin madrasah setiap awal pekan yang menandai dimulainya kegiatan belajar mengajar di madrasah tersebut. Dari pantauan MAMHTROSO.COM, Petugas upacara pada pagi ini diemban oleh perwakilan siswa perkalian Kelas IX MTs. Matholi’ul Huda Troso. Dipimpin oleh Muhammad Fikri Haikal (9 A) beserta teman-temannya, pelaksanaan Upacara pengibaran bendera ini dapat berjalan dengan lancar.

Dewi Setyana, S.Pd.I. menjadi pembina upacara menyampaikan amanatnya tentang menjaga lisan. Diawali dengan banyak pepatah, lidah tidak bertulang, terpleset kaki lebih baik dari pada terpleset lisan, diam itu emas, mulutmu harimaumu, dll. semua pepatah tersebut mengarah pada satu organ manusia yaitu mulut. Karena meskipun hanya mulut, bentuknya kecil, tetapi dari organ satu ini memiliki efek yang luar biasa. Sering anak-anak masih berkata-kata kotor, bahkan sering dalam forum ghibah atau membicarakan kejelekan orang lain.

Dalam sebuah Hadits Nabi dijelaskan bahwa :

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَليَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُت

“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia mengatakan yang baik atau hendaklah ia diam.” HR. Bukhari.

Mulut adalah salah satu organ yang sangat penting dalam kehidupan. Karena tanpa organ tersebut manusia tidak bisa makan, minum, berbicara, dll. Maka sebagai manusia harus bersyukur masih diberikan anugrah mulut dengan cara menjaganya dengan baik. Tidak hanya makan dan minuman yang baik tetapi juga berucap yang baik.

Mulut sangat bermanfaat jika digunakan tepat pada waktu dan tempatnya. Kalau ada anak yang ketika dinasihati oleh gurunya kemudian menjawab dengan kata-kata acuhnya “loss”, hal ini tentu akan menyakiti hati.

Ingat bahwa dengan mulut dapat menyakiti hati orang lawan bicara. “Ketika kalian terluka bisa dilihat lukanya terbuka, terasa sakit 1 minggu 2 minggu, ketika sembuh akan hilang. Tetapi jika terluka hatinya karena mulut, bisa saja 1 tahun 2 tahun bahkan selamanya tidak akan hilang”, ungkap Dewi.  

Jangan sampai siswa-siswi menjadi penyebab sakit hati temannya, gurunya, orang tuanya karena disebabkan mulut. “Jangan sampai lisanmu menyakiti teman, gurumu, dan orang tuamu”, pungkasnya. (Syah)

  • 0
  • Baca: 230 kali

Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) di MA dan MTs. Matholi’ul Huda Troso Tahun 2019 Berlangsung Meriah

Troso, MAMHTROSO.com – Tepat pada tanggal 22 Oktober MA dan MTs. Matholi’ul Huda Troso ikut memperingati Hari Santri Nasional kemarin, Selasa (22/10/2019). Setelah mengadakan upacara pengibaran bendera, seluruh siswa bersama-sama menyaksikan 2 penampilan dari perwakilan siswa-siswi MTs. dan MA Matholi’ul Huda Troso yang dilaksanakan di lapangan utama.

Lihat galeri kegiatannya - klik disini

Upacara pengibaran bendera dalam rangka memperingati Hari Santri Tahun 2019 ditugaskan kepada siswa-siswi Kelas XII MA Matholi’ul Huda Troso. Pada Upacara kali ini seluruh peserta dan petugas upacara mengenakan sarung dan memakai sandal. Selain itu juga ada petugas tambahan untuk membacakan ikrar santri yang di tugaskan kepada Fitri Aulia (XI MIA-1).

Noor Ubaidillah, S.Pd.I. selaku Kepala Madrasah Tsanawiyah Matholi’ul Huda Troso menyampaikan amanatnya bahwa ditetapkannya hari santri nasional pada tanggal 22 Oktober oleh pemerintah memang sudah tepat. Mengingat bahwa perjuangan hebat para santri dalam revolusi jihadnya untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Semua dari kita sejatinya adalah santri, karena seorang santri setidaknya memiliki 2 sifat yang penting untuk diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Pertama, santri sebagai pelopor kebaikan. Hal tersebut tentu kita selalu tanamkan kepada siswa-siswi agar selalu memegang akidah islam agar selalu mengaktualisasikan perilaku-perilaku yang mulia. Kedua, sifat santri biasanya selalu memperbaiki diri dan patuh kepada guru, ustadz, atau kyainya.

Setelah upacara pengibaran bendera selesai, dilanjutkan dengan penampilan tari kolosal keaneka-ragaman budaya dari siswa-siswi MTs. Matholi’ul Huda Troso. Mereka nemampilkan beberapa tari-tarian. Secara berurutan dan dipadukan mulai dari tari berdera, tari talam badantiang (Sumatera Barat), tari Ri Mamuna Kuri Pasai (Papua Barat), adegan pencak silat, dan ditutup dengan formasi 50 siswa dengan keaneka-ragaman budaya nusantara.

Pertunjukan kedua dari siswa-siswi MA Matholi’ul Huda Troso, yang menampilkan drama dengan judul Man Jadda Wajada. Diadopsi dari novel karya A. Fuadi yang berjudul “Negeri 5 Menara”. Menceritakan 5 pemuda santri yang memiliki cita-cita yang tinggi. Tokoh utamanya yang bernama Alif diperankan oleh M. Sahal Abdan (XI MIA-1) adalah seorang siswa lulusan SMA. Namun karena saran dari pamannya yang bekerja di Mesir, akhirnya Alif memaksa dirinya untuk mondok di Pondok Madani. Disana dia bertemu dan bersahabat dengan santri-santri yang lain, diantaranya adalah Said, Raja, Atang, Dulmajid, dan Baso.

Meskipun kelimanya memiliki latar belakang yang berbeda-beda, namun karena saking akrabnya mereka percaya mimpi-mimpi mereka akan terwujud. Dengan keyakinan tinggi dan kerja keras sebagaimana yang diajarkan oleh salah satu Ustadnya “Man Jadda Wajada”, siapa yang bersenguh-sunguh pasti sukses.

Usai pertunjukan siswa-siswi kembali ke kelas masing-masing untuk mempersiapkan lomba-lomba yang diadakan untuk memperingati hari santri nasional. Untuk siswa MA Matholi’ul Huda Troso mengadakan lomba merias wajah dengan mata tertutup dan lomba kreasi hijab. Keseruan terjadi ketika lomba meriasa wajah dengan wajah tertutup, apalagi lomba ini diadakan untuk 2 kategori, yaitu kategori putra dan kategori putri. Hasil Lomba Merias Wajah Putra sebagai juara pertama dari Kelas 10 MIA-3, juara kedua dari Kelas 10 MIA-1, dan juara ketiga dari Kelas 11 IIS-1. Kemudian untuk Lomba Merias Wajah Putri sebagai juara pertama adalah Kelas 12 MIA-3, juara kedua Kelas 12 IIS-2, dan juara ketiga Kelas 10 MIA-1. Sedangkan untuk Lomba Kreasi Hijab sebagai juara pertama dari Kelas 12 MIA-3, juara kedua Kelas 12 IIS-1, dan juara ketiga Kelas 12 MIA-1. (syah)

  • 0
  • Baca: 272 kali
Berlangganan RSS feed