MA Matholi'ul Huda Troso

MA Matholi'ul Huda Troso

Seorang web administrator, reporter, dan penulis berita di MA Matholi'ul Huda Troso.

Surel situs web: http://www.mamhtroso.com/

PUISI - Tatkala Ardh Sudah Tak Kuasa

Tatkala Ardh Sudah Tak Kuasa
Karya: Z.Z (XI MIA-2)

 

Tatkala Ardh sudah tak kuasa
Menahan beban yang dikandungnya
Menanggung perilaku para makhluk-Nya
Bak manusia tanpa dosa

Tibalah akhir masa..
Gunung memuntahkan segala isinya
Samudera mempertunjukkan aksinya
Bagai raja yg menuangkan murkanya

Sesuatu yang tiada terduga
Bagi para insan di dunia
Inilah kuasa-Nya
Dengan segala keMahaan-Nya

20 01 '19
Jepara

 

Baca selanjutnya...

PUISI - Akan Ada Suatu Masa di Hari Esok

Akan Ada Suatu Masa di Hari Esok

 

Kau merindu tentang kala kau menatapku

tertidur pulas tak pulas,

Kala kau terhibur anggukan kantukku yang

semilir sepoi-sepoi,

Atau tentang trik membangunkanku dari

gelayut mimpi,

Tentang amnesia mendadak,

Tentang mengirit.

 

Wahai peri-peri  yang tepat duduk di sisi kanan

Atau kiri lengan ringkihku,

Jangan ikuti kata Dylan,

Tetaplah merindu,

Biar kita bertemu dalam imaji itu.

Agar kita ingat betapa baiknya sang Gusti

mempertemukan kita,

Atas asa yang harus terus diperjuangkan,

Cita yang selalu membunga mekar,

Pada masa yang terus berputar,

Sampai di ujung nirwarna yang syahdu.

 

Di akhir minggu yang tak berakhir,

Bulan Januari ‘19

Dari Swara

Untuk kawan

Baca selanjutnya...

Alison Stevens: Alquran Ibarat Sinar di Tengah Kegelapan

MAMHTROSO.COM --  Meski tak lagi muda, Alison Stevens yang berumur kepala lima tetap bersemangat men dalami Islam. Risalah Ilahiyah yang menurutnya sangat inspiratif telah mengubah jalan hidupnya, dari seorang ateis menjadi pengiman Sang Pencipta.

Lika-liku perjalanan hidupnya telah mengukuhkan Alison untuk berpegang teguh pada Islam, agama yang memantapkan pemahamannya akan Tuhan yang Mahaesa. Pada saat berusia 47 tahun, dia memantapkan diri untuk bersyahadat, pengakuan bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Sang Pencipta.

Wanita berkebangsaan Inggris ini sejak kecil selalu berpindah-pindah rumah. Ini karena ayahnya bekerja di industri minyak dan sering ditempatkan di tempat yang tidak tetap. Keluarganya tidak memiliki rumah tetap.

Sejak kecil Alison tidak mendapatkan pendidikan agama di rumah. Beribadah pun hanya sekali ketika perayaan hari besar di sekolah. Ketika itu teman-teman nya berkumpul untuk bernyanyi dan bergembira bersama.

Alison menempuh pendidikan menengah di Skotlandia. Di sekolah itu, pendidikan agama menjadi hal yang wajib dipilih. Namun kebanyakan siswa membenci pelajaran itu, karena banyak dari mereka yang sekuler dan tidak mengang gap pelajaran agama sebagai kebutuhan.

Mereka juga tidak pernah menikmati pelayanan di tempat ibadah. Kehidupan mereka sehari-hari hampir tak pernah ber kaitan dengan agama. Ukuran kehidupan adalah pemikiran dan sikap manusia semata. Meski demikian Alison sangat menghormati mereka yang religius.

"Tapi bagi saya itu tidak perlu, saya tidak merasakan kerinduan akan agama ketika itu,"jelas dia dalam sebuah rekaman video.

 Sejujurnya, dia merasa agama menyebabkan banyak masalah, sehingga lebih tertarik dengan kehidupan sosial seperti merawat orang-orang yang membutuhkan pertolongan.

https://khazanah.republika.co.id/berita/dunia-islam/mualaf/19/01/08/pl0a2x313-alison-stevens-alquran-ibarat-sinar-di-tengah-kegelapan

Baca selanjutnya...

Mengimani Kiamat

MAMHTROSO.COM -- Allah SWT memiliki kuasa atas segala hal yang akan terjadi dunia ini, termasuk dalam hal azab. Sebagai umat Islam, percaya adanya azab Allah adalah bentuk keimanan kepada Allah.

Ustaz Bachtiar Nasir dalam kelas tadabur pagi bertajuk "Menantang Azab Allah Adalah Perilaku Kekufuran" di Masjid Raya Pondok Indah, Jakarta, Selasa (8/1), mengatakan, umat Islam wajib memercayai adanya azab Allah. Azab diturunkan bagi me reka orang-orang kafir.

"Azab ini tak ada yang pernah bisa me nolaknya karena azab datangnya dari Allah yang punya tempat-tempat naik," ujar dia.

Dalam kesempatan tersebut, Ustaz Bachtiar menjelaskan dan menadaburi tentang isi surah al- Ma'rij. Menurut dia, pada awal surah tersebut, Allah mencerita kan penghinaan kaum musyrikin atas informasi kebenaran yang disampaikan oleh Rasulullah SAW.

Orang-orang seperti ini akan mendapatkan azab dari Allah. Namun, ada beberapa orang som bong yang justru menantang azab Allah. Dia adalah Abu Jahal dan Nadhr bin Harits bin Kildah. Ke dua nama tersebut adalah orang yang tidak percaya kepada azab Allah.

Padahal, azab pasti akan datang kepada mereka yang meng ingkari perintah-Nya. "Padahal, peristiwa hari kiamat dan ancamannya pasti terjadi," ka tanya.

Menelaah awal surah al- Ma'rij, Ustaz Bactiar menambah kan, pada dasarnya akan dihadap kan terhadap diri sendiri. Artinya surah ini akan membuat seseorang mempertanyakan ke imanannya tentang hari kiamat dan azab Allah.

Dia menuturkan, mereka yang melakukan kemaksiatan tidak memercayai adanya hari kiamat. Menghadapinya diperlukan kesa baran kuat seperti menghadapi kelompok lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT).

Pada ayat 1-4 surah al- Ma'arij, kata Ustaz Bachtiar, ma nusia akan dihadapkan dengan orang-orang yang mengingkari hari kiamat. Kemudian, surah tersebut pun akan memberikan gambaran bahwa kiamat pasti akan terjadi. Ustaz Bachtiar menegaskan, umat Islam wajib mem punyai keyakinan tentang datangnya hari kiamat.

Jika keyakinan tersebut sudah tertanam dalam diri mereka, harus diba rengi dengan peningkatan amal saleh sebagai persiapan menghadapi hari kiamat. "Mengimani hari akhirat itu membuat kita semakin pasrah pada takdir. Artinya akal dan mental punya kesiapan menerima takdir itu," tutur dia.

Menurut dia, kadar keimanan seseorang akan memengaruhi ke yakinan seseorang terhadap da tangnya hari kiamat. Untuk itu, Ustaz Bachtiar mengajak umat Islam agar menjalani hidup ber orientasi akhirat. Cara tersebut merupakan jalan menumbuhkan keyakinan tentang hari akhir. "Orang yakin pada janji Allah dan takut pada ancaman Allah, insya Allah hidup orientasi akhi rat akan tercapai," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Ustaz Bachtiar juga mengajak agar umat Islam meningkatkan ketakutannya kepada Allah. Me reka yang takut kepada Allah, menurutnya, Ustaz Bachtiar di yakini hidupnya akan bahagia. Allah, katanya, sangat baik ke pa da makhluk-Nya.

Ustaz Bachtiar menyebutkan tentang poin di awal surah al- Ma'arij, azab pasti terjadi bagi orang-orang kufur. Kemudian, azab tersebut tidak dapat ditolak sebab azab datang dari Allah. Us taz Bactiar menyerukan agar umat Islam berlomba-lomba men capai kemuliaan Allah ketika di akhirat nanti. Untuk itu, persiapan harus dilakukan sejak ber ada di dunia.

Ustaz Bachtiar meng ingatkan agar umat Islam tidak disorientasi hidup. "Jangan salah pilih jalan hi dup. Takwa adalah salah satu ja lannya. Itu orang paling mulia. Jangan pilih jalan karier yang be lum jelas. Di dunia hidup hanya sekali. Hidup jangan coba-coba. Untuk menapaki kemuliaan pelajari Alquran," kata dia.

https://khazanah.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/19/01/12/pl70wd313-mengimani-kiamat

Baca selanjutnya...
Berlangganan RSS feed