MA Matholi'ul Huda Troso

MA Matholi'ul Huda Troso

Seorang web administrator, reporter, dan penulis berita di MA Matholi'ul Huda Troso.

Surel situs web: http://www.mamhtroso.com/

Apel Pagi – Drs. H. Nur Kholis Syam’un : Setan Akan Kalah dengan Keikhlasan

Troso, MAMHTROSO.com – Drs. H. Nur Kholis Syam’un, Kepala Madrasah mengadakan apel pagi untuk seluruh civitas akademika MTs. dan MA Matholi’ul Huda Troso Pecangaan Jepara kemarin, Ahad (13/10/2019).

Pada apel kali ini sebelum beliau menyampaikan motivasi dan informasi kepada siswa, beliau mengajak doa bersama. Pertama, doa untuk madrasah semoga semakin maju dan memberkahi umat. Kedua, doa untuk para guru semoga semakin sabar dan ikhlas dalam mendidik siswa-siswi. Ketiga, kemudian doa untuk siswa-siswi semoga disadarkan oleh Allah supaya menjadi anak-anak sholih dan muslih.

 . قَالَ رَبِّ بِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأُزَيِّنَنَّ لَهُمْ فِي الْأَرْضِ وَلَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ

 . إِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ

 

"Iblis berkata: "Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya." kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka". (QS. Al-Hijr: 39-40).

Keikhlasan adalah kunci dari setiap perbuatan manusia. Sama halnya dengan kebiasaan siswa di kelas semuanya harus didasari dengan niat ikhlas. Fakta masih ada siswa ketika diajar gurunya tetapi malah ditinggal tidur, ada siswa yang masih suka mengganggu temannya, siswa sering terlambat, pergerakan yang lambat ketika mau sholat, dll. Semua itu dirasa enak karena ada tipu daya setan yang menggoda manusia agar berbuat melanggar. Padahal setan akan kalah jika dilawan dengan keikhlasan.

Apapun pelanggaran adalah dosa, termasuk jika siswa yang sering melanggar tata tertib madrasah adalah perbuatan dosa. Kepala Madrasah mengingatkan agar seluruh siswa niat dengan ikhlas berangkat sekolah untuk menambah ilmu dan wawasan dengan cara mematuhi semua aturan madrasah. Karena dengan cara itu siswa akan menjadi orang-orang yang mulia. Tetapi sebaliknya jika perilaku siswa di madrasah selalu melanggar dan tidak membiasakan diri dengan perilaku-perilaku yang mulia, bagaimana bisa nantinya menjadi manusia-manusia yang mulia ?  

Kegiatan di madrasah tujuannya adalah untuk mendidik keterampilan mental. Pinter itu penting, tetapi mentalitas juga penting. Seperti contoh hari Sabtu kemarin diadakan Emha Variety Show (EVS) tujuan utamanya adalah mendidik mentalitas siswa. Jika kemudian setelah itu ada yang sakit karena kelelahan, maka jangan dijadikan alasan kegiatannya.

Selajutnya terkait dengan Morning fun (Shobah Farhah). Bagi siswa yang mengikuti kegiatan olah raga, harus memakai training dan kaos tim dari rumah. Supaya bergerakan siswa semakin cepat dan kegiatan dapat berjalan dengan efektif.

Kemudian gerakan Infaq madrasah, Kepala Madrasah menghimbau agar setiap kelas melebihkan dari jumlah siswanya. Karena dari infaq itu meskipun hanya seribu – dua ribu, tetapi manfaatnya luar biasa untuk madrasah. Pembangunan GOR di MI dan pembangunan Asrama di belakang MA MH Troso ini masih membutuhkan banyak sekali biaya. Termasuk dari infaq siswa-siswi ini yang dapat mejalankan pembangunan itu secara terus menerus.  

Terakhir, beliau menginformasikan bahwa pada Hari Kamis depan akan ada pemilihan petinggi (PILPET). Siswa-siswi pada hari itu tetap masuk seperti biasa, namun akan dipulangkan setelah istirahat. Kemudian guru bersama dengan siswa yang sudah memiliki hak pilih akan bersama-sama memberikan hak suaranya di tempat pemungutan suara. Apel ditutup dengan doa kafarotul majlis. (Syah)

Baca selanjutnya...

ARTIKEL - PEMBELAJARAN YANG MENYENANGKAN LEBIH EFEKTIF BAGI SISWA

PEMBELAJARAN YANG MENYENANGKAN LEBIH EFEKTIF BAGI SISWA

Oleh : Syafiqun Nafik

 

Sebagian besar siswa merasa jenuh terhadap materi yang disampaikan oleh guru jika guru tidak dapat menyampaikannya secara menyenangkan, kreatif dan aktif. Semakin lama siswa akan menjadi malas, bosan dan tidak bersemangat lagi dalam belajar. Tentunya hal ini bukan hanya dari dalam siswanya saja yang tidak mampu menguasai materi yang diberikan, guru harus tahu bahwa dalam proses pembelajaran yang dilakukannya belum berhasil dan harus lebih di kembangkan lagi dengan memiliki cara-cara tertentu.

Seorang guru tidak boleh heran apabila para siswa yang diajar tidak menguasai pelajaran apa yang disampaikan oleh guru, karena para murid merasa jenuh dan tidak bisa konsen. Guru dapat mengubah cara pembelajaran menjadi menyenangkan agar para siswa tidak merasa jenuh atau bosan, banyak cara yang dapat guru lakukan agar pembelajaran terasa menyenangkan.

Lantas bagaimana cara menciptakan pembelajaran yang menyenangkan? Guru dapat melakukan beberapa hal di bawah ini:

  1. Menyapa siswa dengan ramah dan bersemangat

Menciptakan awal yang berkesan sangat penting karena akan mempengaruhi proses selanjutnya. Jika awalnya baik, menarik, dan memikat, maka proses pembelajaran akan lebih hidup dan menggairahkan.

Dengan meberi awalan yang baik dan menyenangkan dapat membuat perspektif siswa terhadap pelajaran itu berubah. Contoh, biasanya siswa mempunyai fikiran bahwa pelajaran matematika itu membosankan maka pemikiran siswa tersebut dapat berubah apabila seorang guru memberikan sapaan yang baik dan ramah sebelum memulai pelajaran.

  1. Menciptakan Suasana Rileks

Menciptakan suasana rileks dengan menciptakan lingkungan yang nyaman. Hal tersebut dapat dilakukan dengan cara: membuat hiasan dan menata ruang sesuai dengan keinginan siswa, mengatur ventilasi dan tata cahaya. Selain itu hal yang berkenaan siswa jika ada kesalahan ketika menjawab sebuah pertanyaan dari guru jangan di tegur atau di marahi tapi guru hanya dapat menjawab “tidak apa-apa, namanya juga belajar.” Hal tersebut dapat membuat siswa tidak merasa takut untuk menjawab di lain waktu.

  1. Memotivasi Siswa

Pembelajaran tidak akan bermakna jika para siswa tidak termotivasi untuk belajar. Maka dari itu perlu adanya dorongan dari seorang guru untuk membangkitkan semangat para siswa. Guru harus berupaya sekeras mungkin untuk meningkatkan motivasi belajar siswa.

  1. Menggunakan Ice Breaking

Tujuan ice breaking adalah pencair suasana agar dalam kondisi yang optimal. Seorang guru mestinya pernah mengalami situasi kelas yang sangat tegang. Dengan adanya ice breaking dapat dilakukan pada awal jam masuk atau saat jam terakhir ketika siswa sudah merasakan kejenuhan.

Ice breaking dapat mengembalikan konsentrasi para siswa yang sudah buyar. Ice breaking dapat dilakukan kurang lebih 15 menit. Ice breaking bisa berupa sebuah candaan, yel-yel, bernyanyi, tebak-tebakan, maupun melakukan sebuah permainan.

  1. Menggunakan Metode yang Bervariatif

Metode adalah cara atau teknik untuk mencapai tujuan khusus tertentu. Karena dalam pembelajaran itu biasanya terdapat lebih dari satu metode yang digunakan. Meskipun pada dasarnya satu metode bisa digunakan untuk mencapai lebih dari satu tujuan, akan tetapi untuk pertimbangan variasi dan motivasi belajar siswa sebaiknya pembelajaran menggunakan metode yang bervariasi.

Dengan menggunakan berbagai metode guru tidak hanya berfokus pada satu metode tetapi dapat melakukan berbagi metode seperti metode ceramah, selain itu metode Tanya jawab, metode diskusi, metode latihan, metode demonstrasi dan eksperimen, metode karyawisata, metode kerja kelompok. Dari satu metode guru dapat melakukan dengan hal yang berbeda dan harus lebih kreatif lagi.

  1. Pemilihan Media Pembelajaran

Menentukan jenis media pembelajaran harus diperhatikan dengan benar, yang akan guru buat itu apakah semacam alat bantu guru dalam mengajar (presentasi) ke siswa atau kita arahkan untuk bisa dibawa pulang siswa untuk belajar mandiri di rumah atau sekolah.

 

Berdasarkan uraianb diatas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran yang menyenangkan adalah pembelajaran yang dapat dinikmati siswa dengan nyaman dan mengasyikan. Banyak cara yang dapat dilakukan guru agar tidak berdampak pada siswanya, dan menjadikan kebiasaan guru yang dapat menyenangkan siswa. Hal itu tidak akan membuat siswa jenuh, bosan, perasaan malas, mengantuk, semuanya tidak akan terjadi jika guru memiliki suatu cara yang bisa membuat siswanya nyaman dan menyenangkan dalam menyenangkan.

Baca selanjutnya...

ARTIKEL - PEMBELAJARAN YANG MENYENANGKAN LEBIH EFEKTIF BAGI SISWA

PEMBELAJARAN YANG MENYENANGKAN LEBIH EFEKTIF BAGI SISWA

Oleh : Syafiqun Nafik

 

Sebagian besar siswa merasa jenuh terhadap materi yang disampaikan oleh guru jika guru tidak dapat menyampaikannya secara menyenangkan, kreatif dan aktif. Semakin lama siswa akan menjadi malas, bosan dan tidak bersemangat lagi dalam belajar. Tentunya hal ini bukan hanya dari dalam siswanya saja yang tidak mampu menguasai materi yang diberikan, guru harus tahu bahwa dalam proses pembelajaran yang dilakukannya belum berhasil dan harus lebih di kembangkan lagi dengan memiliki cara-cara tertentu.

Seorang guru tidak boleh heran apabila para siswa yang diajar tidak menguasai pelajaran apa yang disampaikan oleh guru, karena para murid merasa jenuh dan tidak bisa konsen. Guru dapat mengubah cara pembelajaran menjadi menyenangkan agar para siswa tidak merasa jenuh atau bosan, banyak cara yang dapat guru lakukan agar pembelajaran terasa menyenangkan.

Lantas bagaimana cara menciptakan pembelajaran yang menyenangkan? Guru dapat melakukan beberapa hal di bawah ini:

  1. Menyapa siswa dengan ramah dan bersemangat

Menciptakan awal yang berkesan sangat penting karena akan mempengaruhi proses selanjutnya. Jika awalnya baik, menarik, dan memikat, maka proses pembelajaran akan lebih hidup dan menggairahkan.

Dengan meberi awalan yang baik dan menyenangkan dapat membuat perspektif siswa terhadap pelajaran itu berubah. Contoh, biasanya siswa mempunyai fikiran bahwa pelajaran matematika itu membosankan maka pemikiran siswa tersebut dapat berubah apabila seorang guru memberikan sapaan yang baik dan ramah sebelum memulai pelajaran.

  1. Menciptakan Suasana Rileks

Menciptakan suasana rileks dengan menciptakan lingkungan yang nyaman. Hal tersebut dapat dilakukan dengan cara: membuat hiasan dan menata ruang sesuai dengan keinginan siswa, mengatur ventilasi dan tata cahaya. Selain itu hal yang berkenaan siswa jika ada kesalahan ketika menjawab sebuah pertanyaan dari guru jangan di tegur atau di marahi tapi guru hanya dapat menjawab “tidak apa-apa, namanya juga belajar.” Hal tersebut dapat membuat siswa tidak merasa takut untuk menjawab di lain waktu.

  1. Memotivasi Siswa

Pembelajaran tidak akan bermakna jika para siswa tidak termotivasi untuk belajar. Maka dari itu perlu adanya dorongan dari seorang guru untuk membangkitkan semangat para siswa. Guru harus berupaya sekeras mungkin untuk meningkatkan motivasi belajar siswa.

  1. Menggunakan Ice Breaking

Tujuan ice breaking adalah pencair suasana agar dalam kondisi yang optimal. Seorang guru mestinya pernah mengalami situasi kelas yang sangat tegang. Dengan adanya ice breaking dapat dilakukan pada awal jam masuk atau saat jam terakhir ketika siswa sudah merasakan kejenuhan.

Ice breaking dapat mengembalikan konsentrasi para siswa yang sudah buyar. Ice breaking dapat dilakukan kurang lebih 15 menit. Ice breaking bisa berupa sebuah candaan, yel-yel, bernyanyi, tebak-tebakan, maupun melakukan sebuah permainan.

  1. Menggunakan Metode yang Bervariatif

Metode adalah cara atau teknik untuk mencapai tujuan khusus tertentu. Karena dalam pembelajaran itu biasanya terdapat lebih dari satu metode yang digunakan. Meskipun pada dasarnya satu metode bisa digunakan untuk mencapai lebih dari satu tujuan, akan tetapi untuk pertimbangan variasi dan motivasi belajar siswa sebaiknya pembelajaran menggunakan metode yang bervariasi.

Dengan menggunakan berbagai metode guru tidak hanya berfokus pada satu metode tetapi dapat melakukan berbagi metode seperti metode ceramah, selain itu metode Tanya jawab, metode diskusi, metode latihan, metode demonstrasi dan eksperimen, metode karyawisata, metode kerja kelompok. Dari satu metode guru dapat melakukan dengan hal yang berbeda dan harus lebih kreatif lagi.

  1. Pemilihan Media Pembelajaran

Menentukan jenis media pembelajaran harus diperhatikan dengan benar, yang akan guru buat itu apakah semacam alat bantu guru dalam mengajar (presentasi) ke siswa atau kita arahkan untuk bisa dibawa pulang siswa untuk belajar mandiri di rumah atau sekolah.

 

Berdasarkan uraianb diatas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran yang menyenangkan adalah pembelajaran yang dapat dinikmati siswa dengan nyaman dan mengasyikan. Banyak cara yang dapat dilakukan guru agar tidak berdampak pada siswanya, dan menjadikan kebiasaan guru yang dapat menyenangkan siswa. Hal itu tidak akan membuat siswa jenuh, bosan, perasaan malas, mengantuk, semuanya tidak akan terjadi jika guru memiliki suatu cara yang bisa membuat siswanya nyaman dan menyenangkan dalam menyenangkan.

Baca selanjutnya...

MA MH Troso Selenggarakan Emha Variety Show (EVS) Semester Gasal Tahun 2019

Troso, MAMHTROSO.com – Madrasah Aliyah Matholi’ul Huda Troso Pecangaan Jepara selenggarakan Emha Variety Show (EVS) kemarin, Sabtu (12/10/2019). Acara ini adalah agenda rutin yang diselenggarakan tiap semester untuk memberikan media pendidikan di luar kelas kepada siswa-siswinya.

Pada semester gasal ini yang ditugaskan untuk tampil adalah dari seluruh Kelas XII dan Kelas XI IIS. Tampilan mereka di panggung EVS, sebenarnya dibebaskan tergantung kreasi siswa. Namun hampir seluruh kelas menyuguhkan drama lipsing dengan genre yang berbeda-beda. Mulai dari yang bergenre komedi, sejarah, percintaan, dll.Sementara untuk Kelas X dan XI MIA ditugaskan untuk mengisi stand jajanan dengan modal dari madrasah. Mereka menjual makanan dan minuman untuk seluruh siswa-siswi yang dari pagi hingga siang menyaksikan tampilan-tampilan EVS.

Untuk dapat menyuguhkan sebuah tampilan EVS, tidak jarang mereka melibatkan konseptor dari para guru, alumni, namun juga beberapa kelas ada yang secara mandiri mengkonsep sendiri. Karena prosesnya cukup panjang mulai dari menentukan konsep tema tampilan, menyusun backsound, perekaman pengisi suara, mempersiapkan properti, kostum, make up, dll. Dan untuk EVS kali ini pihak madrasah mengambil kebijakan bahwa make up atau tata rias harus diupayakan dari kelas masing-masing, tidak mengambil jasa salon agar lebih hemat.

Ada sebanyak 9 kelas yang tampil di EVS Semester Gasal ini, yaitu 6 kelas dari Kelas XII dan 3 kelas dari Kelas XI IIS. Selain itu juga ada beberapa tampilan yang lain, mulai dari Rebana, Tari Tradisional, Penampilan Tae Kwondo, dan Pencak Silat.

Lihat galeri kegiatannya – klik tautan berikut ini

Jalannya Kegiatan :

Acara ini dimulai pada pukul 07.30 WIB dibuka oleh Aulia Fitriani (XI MIA-1), Sella Nor Fauziah (XI MIA-1), Nihaya Tussa`adah (XI MIA-1), dan Nadia Nor Inayah Ulya (XI MIA-2) sebagai pembawa acara. Kemudian dilanjutkan sholawat dari Tim Rebana gabungan siswa MTs. dan MA Matholi’ul Huda Troso. Sebelum tampilan dari kelas-kelas, Tari Tradisional dengan judul Prahara Ratu Kalinyamat ditampilkan oleh kontingen KOMPAK Ke-5 di Unnes.

XII IIS-1 dengan Judul Barongan Magic.com. Habib Wibowo atau yang lebih dikenal Mbah Kamed sebagai konseptornya terinspirasi dari Karnaval HUT Kemerdekaan Indonesia di Desa Troso bulan Agustus lalu. Tampilan kelas ini cukup membuat tawa lucu para penonton. Dibuka dengan Marching Band emak-emak dengan alat dapur. Sementara Siti Nur Jamilah dan Siti Khumairoh yang bertubuh tinggi besar kompak menjadi mayoretnya. Secara singkat menceritakan kehidupan orang-orang yang mencari nafkah dari dunia seni, dan sebagai tokoh utamanya adalah Dimas Al Habib Efendi. Karena tuntutan dari istri, Dimas harus aktif dan kreatif hingga memiliki sanggar seni Perkusi. Dia berhasil membuat sebuah pertunjukan perkusi yang sukses dengan personil yang lengkap. Mulai dari tim perkusinya, penari jaranan, badut, barongan, atraksi-atraksi, tapi semua dikemas dengan genre komedi.  

XII MIA-1 dengan Judul Hukum Archimedes. Cukup inspiratif dan edukatif, Kelas XII MIA-1 ini menampilkan kisah asal usul salah satu hukum fisika yaitu Hukum Archimedes. Pada suatu hari Archimedes yang diperankan oleh Wahyu Budi Santoso, dimintai Raja HieronII yang diperankan oleh Roni Fathur Rizal untuk menyelidiki apakah mahkota emasnya dicampuri perak atau tidak. Archimedes memikirkan masalah ini dengan sungguh-sungguh. Hingga ia merasa sangat letih dan menceburkan dirinya dalam bak mandi umum penuh dengan air. Lalu, ia memperhatikan ada air yang tumpah ke lantai dan seketika itu pula ia menemukan jawabannya. Ia bangkit berdiri, dan berlari sepanjang jalan ke rumah dengan telanjang bulat. Setiba di rumah ia berteriak pada istrinya, “Eureka! Eureka!” yang artinya “sudah kutemukan! sudah kutemukan!” Lalu ia membuat hukum Archimedes. Dengan itu ia berhasil membuktikan bahwa mahkota raja telah dicampuri dengan perak.

XI IIS-1 dengan Judul Satu Takdir yang Terpisah. Ahmad Shochibul Munir salah satu alumi mengkosep cerita ini. Mengisahkan pertemuan 2 pemuda yaitu M. Wafda Khoirizad dengan Musana di OSPEK salah satu Perguruan Tinggi. Keduanya timbul rasa cinta, tetapi ternyata keduanya adalah saudara kandung yang terpisahkan. Wafda yang sejak kecil hidup bersama ayahnya yang diperankan oleh Ahmad Amiruddin, sementara Musana tinggal bersama Ibunya yang perankan oleh Intan Nur Cahyani. Wafda dan Musana berpacaran, akan tetapi orang tua Wafda tidak menyetujui hubungan mereka karena Musana dari latar belakang sosial yang tidak jelas. Hingga ahirnya Amir membunuh Musana yang ternyata itu adalah anaknya sendiri.  

XII IIS-3 dengan Judul Bejo : The Untold Story. Danang Fardian, salah satu guru MTs. MH Troso berhasil mengkonsep tampilan yang sangat inspiratif. Diadopsi dari beberapa Film Joker (2019) dan Gundala (2019) alur cerita dan aksinya sangat mengharukan. Bejo sebagai tokoh utamanya adalah seorang anak yang terlahir cacat dengan wajah yang buruk rupa. Dari kecil diasuh oleh orang tuanya, tetapi karena broken home, ahirnya Bejo ditinggalkan dan hidup sebatang kara. Dia beranggapan bahwa dunia luar itu indah. Tetapi ternyata ketika di jalan dia selalu dianiaya, disiksa, disakiti oleh orang. Akhirnya dia menilai bahwa ternyata dunia itu kejam, dan harus menjadi orang kejam untuk menghadapi dunia. Bejo, tumbuh menjadi perampok. Hingga aksinya itu dihentikan oleh seorang anak tuli yang dari kecil dibuang oleh orang tuanya tetapi tetap tumbuh menjadi anak yang baik.

XII IIS-2 dengan Judul Abu Nawas 90. Dikonsep oleh salah satu alumni Moh. Khoiri menceritakan kecerdikan Abu Nawas yang diperankan oleh Muhammad Taufiq. Dibuka dengan tarian khas timur tengah oleh seluruh siswa putri. Cerita pertama, mengisahkan Abu Nawas yang ditugaskan oleh seorang Raja untuk menangkap angin. Kemudian Abu Nawas yang mendapat tantangan untuk membuat monyet agar kepalanya geleng-geleng. Terakhir Abu Nawas membantu seorang pengembala yang kerbaunya dirampas paksa oleh seorang mentri. Semua kisahnya tentang kecerdikan Abu Nawas dalam menyelesaikan sebuah masala,h akan tetapi dengan cara-cara Abu Nawas yang lucu.

XI IIS-2 dengan Judul Lika-Liku 5 K. Danang Fardian, kembali sekali lagi sebagai konseptor di kelas ini. Dengan mengeksplorasi beberapa adegan kehidupan siswa di dalam kelas ketika mempersiapkan kegiatan lomba 5 K. Ahmad Rouf sebagai ketua kelas menjadi pemeran utamanya. Cerita yang sederhana tetapi dikemas dalam adegan yang menarik dan lucu. Cerita ini dimulai dari macam-macam tipe ketua kelas. Ada ketua yang sering gugup, ada ketua yang tipenya tidak paham, ada juga ketua kelas yang berwibawa. Mereka kemudian berdiskusi menentukan tema, disetujuilah temanya “cendol dawet” yang sedang viral di sosial media. Kemudian ada adegan tipe-tepi anak yang membeli cat ke toko bangunan, tingkatan keahlian siswa ketika mengecat, sampai tipe-tipe anak yang lembur di malam hari ketika mengecat kelas.  

XII MIA-3 dengan Judul Pertiwi dan Nusantara. Ide-ide kreatif siswa Kelas XII MIA-3 dituangkan dalam tampilannya ini. Pertiwi diperankan oleh Vina Ramandhani dan Nusantara diperankan oleh Alex Lubab Muhammad. Mereka adalah pasangan pemuda yang diberikan amanat Garuda emas untuk mengjaga kesatuan bangsa. Akan tetapi karena hasutan dari Yoga dan Manzihul Hikam yang berperan sebagai pemuda kembar, mereka bertujuan menguasai bumi nusantara. Namun yang menarik dari tampilan kelas ini adalah adegan-adegan sketsa sisipan yang diperankan oleh Ahmad Latif, Muhammad Maftuh Ahnan Labib, dkk. sangat terlihat total sehingga pesan lucunya tersampaikan. Pesan dari kisah ini adalah jangan sampai dengan mudah memunculkan fitnah yang dapat menghancurkan bumi pertiwi.   

XI IIS-3 dengan Judul Babi Ngepet. Muhammad Rosyadi salah satu guru di MTs. dan MA Matholi’ul Huda Troso mengangkat judul yang bertemakan mistis sosial. Diceritakan ada seseorang yang bernama Joko, dia terlilit hutang hingga dikejar-kejar orang dan istrinya pun sampai meninggalkannya. Pada saat dia terpuruk dan putus asa, ternyata ada siluman babi menghampirinya. Dengan bisikan siluman babi tersebut menjanjikan kekayaan kepada Joko, akan tetapi dengan memenuhi beberapa syarat. Jokopun akhirnya mau ikut menjadi siluman babi. Tetapi belum sampai kaya teryata Joko sudah tertangkap oleh warga dan dimassa. Yang menarik dari Kelas ini adalah para penarinya dapat tampil dengan baik.  

XII MIA-2 dengan Judul Pergi Karena Cinta Pulang Karena Cinta. Kelas ini mengadopsi dari cerita tokoh nasional bangsa Indonesia, yaitu B. J. Habibie dan istirnya Hasri Ainun Besari. Habibie  diperankan oleh Dhimas Agung Hermawan. Rudy Habibie seorang jenius ahli pesawat terbang yang punya mimpi besar. Sedangkan Ainun adalah seorang dokter muda cerdas. Mereka menikah dan terbang ke Jerman. Cinta mereka terbangun dalam perjalanan mewujudkan mimpi. Dinginnya salju Jerman, pengorbanan, rasa sakit, kesendirian serta godaan harta dan kuasa saat mereka kembali ke Indonesia mengiringi perjalanan dua hidup menjadi satu. Bagi Habibie, Ainun adalah segalanya. Ainun adalah mata untuk melihat hidupnya. Bagi Ainun, Habibie adalah segalanya, pengisi kasih dalam hidupnya. Namun setiap kisah mempunyai akhir, setiap mimpi mempunyai batas. (syah)

Baca selanjutnya...
Berlangganan RSS feed