MA Matholi'ul Huda Troso

MA Matholi'ul Huda Troso

Seorang web administrator, reporter, dan penulis berita di MA Matholi'ul Huda Troso.

Surel situs web: http://www.mamhtroso.com/

Masjidil Haram Dipugar, Pemondokan Haji Makin Jauh

REPUBLIKA.CO.ID, Jakarta -- Proyek perluasan Masjidil Haram dipastikan akan berdampak terhadap kondisi pemondokan jamaah haji. Hal ini karena sejumlah penginapan yang ada di sekitar Masjidil Haram telah dihancurkan pemerintah Arab Saudi.

“Pemondokan pasti bergeser lebih jauh, karena hotel di sekitar Masjidil Haram sudah dihancurkan,” kata Ketua Forum Komunikasi Ketua Forum Komunikasi Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH), Qasim Shaleh kepada Republika, Jumat (11/5).

Qasim mengatakan, penghancuran penginapan di sekitar Masjidil Haram berarti akan membuat tempat pemondokan jamaah semakin jauh dari Kabah. Dijelaskan Qasim, apabila sebelumnya area yang disebut ring satu berjarak dalam radius tiga kilometer dari Kabah, kini 'ring satu', bisa saja berada di radius empat kilometer lebih dari Kabah.

Untuk itu, Qasim berharap, Pemerintah Indonesia benar-benar memperhatikan hal ini. “Jangan sampai pengalaman pemondokan jauh seperti tahun sebelumnya terjadi di tahun ini,” kata Qasim.

Mengantisipasi permasalahan semakin jauhnya pemondokan ke Kabah, Qasim mengatakan pemerintah harus bergerak cepat menghubungi penginapan-penginapan di sekitar Masjidil Haram. Semakin cepat pemerintah mengontak para pemilik pemondokan, maka posisi tawar pemerintah akan jauh lebih baik. Artinya, pemerintah bisa mendapatkan lokasi pemondokan yang baik dengan biaya sewa bersaing. “Mudah-mudahan diplomasi Kemenag (Kementerian Agama) berhasil mendapat pemondokan yang dekat dan terjangkau,” harap Qasim.

Sebelumnya, Sekretaris Direktorat Jenderal Penyelenggara Haji dan Umrah (Ditjen PHU) Kemenag RI, Cepi Supriyatna, menyatakan, pemugaran Masjid Haram membuat harga sewa penginapan di Makkah naik. Jika pada 2011 lalu rata-rata harga rumah di Mekah mencapai 3.700 real, diperkirakan tahun 2012 akan naik menjadi 4.300 real. “Kenaikan hanya di Makkah, rumah di Madinah tidak ada kenaikkan harga masih sekitar 650 real,” ujar Cepi.

Menurut Cepi, terdapat 1.700 rumah yang dipugar di Makkah. Selain karena pemugaran, naiknya harga penginapan juga karena ada penyesuaian harga penginapan di negara lain. Pemerintah, kata Cepi, mengusahakan pemondokan jamaah haji Indonesia dekat dengan Masjidil Haram. Pada 2012 ini diharapkan jarak pondokan dengan Masjidil haram tidak lebih dari 2.500 meter.

http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-mancanegara/12/05/14/m40ohe-masjidil-haram-dipugar-pemondokan-haji-makin-jauh

http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-mancanegara/12/05/14/m40ohe-masjidil-haram-dipugar-pemondokan-haji-makin-jauh
Baca selanjutnya...

Makkah di antara Kota-kota Tertua Dunia

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebagaimana ditulis Abbas Kararah (1984) dalam al-Din wa Tarikh al-Haramain asy-Syarifain, batas Tanah Haram dari Masjidil Haram adalah sepuluh mil dari arah Jeddah sampai al-Hudaibiyah, empat mil dari arah Madinah sampai Tan’im, sebelas mil dari arah Thaif sampai Arafah, sembilan mil dari arah Ja’ranah sampai Kampung Syi’ib Abdullah Ibnu Khalid, tujuh mil dari arah Irak sampai Tsaniah al-Khal, dan enam mil dari arah Yaman sampai Adhah.

Makkah sendiri merupakan sebuah kota yang menjadi ibukota provinsi Makkah. Kota tersebut berjarak 45 mil (73 kilometer) dari Kota Jeddah di sebuah lembah sempit berketinggian 277 meter (909 kaki) di atas permukaan laut. Dengan Populasi yang mencapai 1,7 juta pada 2008, kota ini dikunjungi lebih dari dua kali jumlah penduduknya pada musim haji.

Menyebut Makkah sebagai kota tertua di bumi, kita akan dihadapkan pada data arkeologis yang menyebut sebuah kota di Palestina, Yerikho, sebagai kota tertua dunia. Kota tersebut memiliki situs yang diyakini sebagai bekas kota purba berusia lebih dari 10 ribu tahun. Situs arkeologi tersebut terletak 16 kilometer (10 mil) arah utara dari Laut Mati.

Lokasi ibukota Governorat Yerikho ini terletak 244 meter di bawah permukaan laut. Para arkeolog percaya, Yerikho adalah kota tertua di dunia yang terus-menerus dihuni, dengan bukti temuan pemukiman yang diyakini berasal dari masa sekitar 9000 SM.

Sebagian percaya, sebagaimana Laut Mati, temuan arkeologi di Kota Yerikho tersebut adalah sisa-sisa kaum Nabi Hud dan Sholeh, ‘Ad dan Tsamud, yang dibinasakan Allah akibat keingkaran mereka. Nabi Hud diutus menjadi rasul sekitar tahun 2400 SM, sedangkan Nabi Sholeh AS hidup pada kurun waktu sekitar 2150-2080 SM. Berdasarkan asumsi Yerikho merupakan peninggalan kaum ‘Ad dan Tsamud, maka usia kota tersebut kurang dari lima ribu tahun.

Selain Yerikho, sederet nama kota lain disandingkan dalam urutan kota tertua dunia. Sebut saja Gaziantep (Turki), sebuah kota padat penduduk yang diperkirakan telah ada sejak 3650 SM. Kota Giza (Mesir) pun demikian, disebut sebagai salah satu kota tertua lainnya. Ia diperkirakan telah ada sejak 2568 SM. Menurut para arkeolog, piramida yang terdapat di kota ini adalah yang terbesar di dunia. Kota ini juga menjadi rumah bagi Sphinx yang juga berusia ribuan tahun.

Kota Zurich (Swiss) adalah pengisi posisi tertua selanjutnya. Kota ini diperkirakan telah ada sejak tahun 3000 SM, dan didirikan pertama kali pada zaman Romawi dengan nama Turicum. Berbagai jejak masa lalu bisa ditemukan di kota ini, salah satunya pemukiman dari zaman neolitik dan zaman perunggu di sekitar Danau Zurich.

Terakhir adalah Lisbon (Portugal) yang diperkirakan telah ada sejak tahun 2000 SM. Pada masa neolitik, kota yang berada di wilayah perbukitan sebelah utara Sungai Tanus itu dihuni pra-suku Celtic. Mereka membangun monumen-monumen keagaaman dan pekuburan yang dapat disaksikan hingga hari ini di wilayah tepi kota.

Tidak seperti Makkah, semua kota tersebut dinyatakan sebagai yang tertua hanya berdasarkan data-data arkeologis. Sementara itu, selain bukti arkeologis, keberadaan Makkah dijelaskan dalam hadis dan berbagai riwayat, serta kalam Allah SWT dalam Alquran. Semua nash itu menjadi bukti keistimewaan Makkah sebagai kota suci umat Islam, sekaligus kota tertua dunia.

http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-mancanegara/12/05/14/m40tps-makkah-di-antara-kotakota-tertua-dunia

Baca selanjutnya...

Minoritas Muslim di Selandia Baru (3)

REPUBLIKA.CO.ID, Semakin tingginya ketertarikan akan Islam dan juga perannya di dunia mendorong Universitas Auckland memasukkan sebuah mata kuliah tentang studi keislaman bagi mahasiswanya.

Universitas Auckland memasukkan studi Islam dalam program sarjana teologi dimulai pada 2012.

Jurusan teologi di Universitas Auckland fokus pada pemahaman agama dan ritual kristiani, namun universitas memperlebar cakupan dengan menawarkan pada mahasiswa yang tertarik untuk mendalami agama dan kepercayaan.

Studi tentang kebudayaan Islam dan komunitasnya dinilai sebagai komponen penting di seluruh universitas terkenal dunia, di mana Islam memberi kontribusi pada peradaban, sejarah dan juga percaturan politik dunia.

Dalam studi keislaman ini akan dipelajari tentang sejarah Islam, termasuk perkembangan teologi Islam, filsafat dan juga terjemahan dari kandungan Alquran.

Sedangkan sekolah Islam pertama yang berdiri adalah Al-Madinah, berlokasi di daerah pinggiran Kota Auckland, Mangere.

Berdasarkan dari laporan terakhir, Al-Madinah yang memiliki 350 siswa ini menjadi sekolah dengan nilai terendah di Selandia Baru. Di Auckland terdapat pula sekolah Islam khusus untuk peremuan bernama Zayed College.

http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-mancanegara/12/05/11/m3v5e5-minoritas-muslim-di-selandia-baru-3

Baca selanjutnya...

Minoritas Muslim di Selandia Baru (2)

REPUBLIKA.CO.ID, Terbentuknya New Zealand Muslim Association (NZMA) tahun 1950  di Auckland dan juga berkembangnya kegiatan Islam di kota itu juga mendorong berdirinya organisasi Islam di Kota Wellington dengan nama Wellington Muslim Association yang kemudian menjadi International Muslim Association of New Zealand (IMAN).

Perubahan nama organisasi ini mengikuti situasi di Wellington di mana sebagian besar umat Muslim adalah pelajar dari berbagai negara, sebagai bagian dari 'Colombo Plan'.

Laman www.fianz.org menyebutkan asosiasi Muslim pun bermunculan di beberapa kota di Selandia Baru mulai pertengahan abad 15, di mana organisasi ini terdaftar di pemerintah sebagai suatu kelompok kerjasama.

Fungsi asosiasi di masa itu adalah untuk mengusahakan pemenuhan kebutuhan komunitas Muslim. Dalam beberapa, kasus termasuk mendirikan kelas-kelas Alquran dan pengetahuan Islam bagi anak-anak. Dan juga kelompok belajar bagi laki-laki dan perempuan dewasa.

Dan pada akhir tahun 1970-an, asosiasi-asosiasi ini nampak meningkatkan kapasitasnya dan juga efisiensi yang mewakili Muslim secara keseluruhan baik di tingkat nasional dan internasional. Maka pada September 1979, Federation of Islamic Association of New Zealand (FIANZ) terbentuk.

Saat ini, komunitas Muslim di Selandia Baru menaungi Muslim 35 kewarganegaraan yang berbeda. Selama tiga dekade terakhir jumlah Muslim terus bertambah sebanyak 15.000 orang.

Layaknya Pusat Islam, jumlah masjid di Selandia Baru juga bertambah. Empat masjid dibangun di beberapa wilayah, meliputi Ponsonby dan MasWest Auckland (keduanya di Auckland), Hamilton dan Christchurch. Di Pegunungan Roskill (Auckland) sebuah gereha diubah menjadi sebuah masjid.

Pusat Islam berada di Otahuhu (Auckland), Palmerston North, Porirua dan Newtown (Wellington). Sejumlah lahan juga dipersiapkan di beberapa kota untuk didirikan sebuah masjid dan Pusat Islam. Sebuah sekolah Islam juga didirikan di Auckland. Pada waktu bersamaan, kebutuhan spiritual untuk lahan kuburan Muslim pun terpenuhi.

Sekolah dan universitas mengirimkan siswa mereka untuk mengunjungi pusat Islam dan masjid agar mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang Islam dan kegiatan-kegiatannya. Sebaliknya perguruan tinggi dan juga lembaga pendidikan lainnya dikunjungi oleh asosiasi Muslim. Program televisi dan radio juga memasukkan program keislaman, dan ilmuwan Islam terkenal dihadirkan untuk kuliah umum.

Data mencatat 63 persen populasi Muslim di Selandia Baru tinggal di Auckland. Dari sembilan masjid yang ada di Selandia Baru, lima di antaranya berada di Kota Auckland. Dengan masjid terbesar di Auckland berada di Ranuai, sebuah daerah di pinggir kota.

http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-mancanegara/12/05/11/m3v4fs-minoritas-muslim-di-selandia-baru-2

Baca selanjutnya...
Berlangganan RSS feed