MA Matholi'ul Huda Troso

MA Matholi'ul Huda Troso

Seorang web administrator, reporter, dan penulis berita di MA Matholi'ul Huda Troso.

Surel situs web: http://www.mamhtroso.com/

Terapkan Social Distancing, Pria Ini Ciptakan Sepatu Panjang yang Unik

MAMHTROSO.COM -- Pandemi Corona Covid-19 berdampak besar pada kehidupan masyarakat. Banyak aktivitas masyarakat yang tidak berjalan sebagaimana mestinya. Selain itu, ada pula penyesuaian terhadap hal-hal baru yang dianjurkan oleh berbagai pihak terkait dalam penanggulangan wabah tersebut. 

Kendati demikian, masih banyak masyarakat belum paham dengan seberapa jauh jarak yang harus diterapkan dalam social distancing.

Guna mencegah penyebaran corona seorang pembuat sepatu asal kota Transylvania Cluj, Rumania ini melakukan inovasi unik. Pria bernama Grigore Lup tersebut menciptakan sepatu kulit berhidung panjang atau pinokio untuk membantu membuat orang menjaga jarak.

Sepatu berhidung panjangnya itu dilabeli dengan ukuran Eropa 75. Grigore yang telah membuat sepatu selama 39 tahun, mengatakan bahwa idenya berawal dari ketika ia melihat banyak orang tidak mengikuti imbauan social distancing untuk cegah corona.

"Saya melihat orang-orang berkerumun dan tidak menghormati aturan jarak sosial dan saya berkata pada diri sendiri mari kita membuat sepatu untuk menghukum mereka atau bahwa mereka benar-benar bisa memakainya dan mungkin itu cara mereka akan menjaga jarak," kata Grigore seperti dikutip oleh Liputan6.com dari Metro.co.uk, Kamis (4/6/2020)

https://hot.liputan6.com/read/4270282/terapkan-social-distancing-pria-ini-ciptakan-sepatu-panjang-yang-unik

Baca selanjutnya...

Warga Gaza Bahagia karena Masjid dan Sekolah Dibuka

MAMHTROSO.COM -- Masjid-masjid di Jalur Gaza dibuka kembali pada Rabu (3/6) setelah penutupan 70 hari karena virus corona. Dilansir di laman gulftoday seorang muslim mengaku sangat gembira meskipun ada kekhawatiran atas pandemi.

“Sebagian besar keluarga adalah karyawan dan karena mereka telah melanjutkan pekerjaan mereka di kantor, mereka telah membawa anak-anak mereka kembali ke sekolah penitipan anak kami,” kata Hind Assousi, kepala sekolah TK Senyum Cantik di Kota Gaza.

Mengenakan masker hitam, seorang imam di Kota Gaza berazan saat masjid dibuka kembali di kantong Palestina dengan langkah-langkah kesehatan di tempat.

Ahmed Al Safadi, seorang Imam di Gaza mengatakan puluhan orang menghadiri sholat subuh di masjidnya. 

"Kesenangan orang-orang saat kembali ke rumah Tuhan adalah berkah yang luar biasa," kata dia.

Kementerian urusan agama Gaza mengatakan jamaah diminta untuk mengenakan masker wajah di dalam masjid, yang akan didesinfeksi secara teratur sebagai tindakan pencegahan. Sedangkan anak-anak dan orang sakit tidak diizinkan untuk berjamaah saat ini.

Di Kota Gaza, Khader Mussa mengatakan dia sangat gembira menghadiri sholat subuh tetapi juga berhati-hati untuk melindungi kesehatannya.

"Saya sampai di sana hanya dua menit sebelum shalat dimulai untuk menghindari kontak dengan jamaah lain dan kemudian pergi pada akhirnya, tanpa berjabat tangan dengan siapa pun," kata pria berusia 40 tahun itu.

Beberapa masjid membuka pintu mereka 10 hari yang lalu untuk merayakan Idul Fitri, tetapi baru kemarin masjid ini melakukan pembukaan kembali penuh.

"Kami senang masjid telah dibuka. Kami berterima kasih kepada Tuhan, yang melindungi kami dari virus corona di Jalur Gaza," kata Muhammad Hamad.

https://republika.co.id/berita/qbdgd3430/warga-gaza-bahagia-karena-masjid-dan-sekolah-dibuka

Baca selanjutnya...

Doa Pun Berpasangan

MAMHTROSO.COM -- Sayyidina Khidlir ‘alaihissalam, Sang Nabi misterius, saudara se-semesta cintanya Kanjeng Nabi Muhammad Saw, adalah lambang dari kesejukan dan kelezatan air, hijaunya dedaunan serta wajah yang indah. Suatu malam di Masjid Madinah, berdoa: “Ya Allah, tolonglah aku atas apa yang bisa menyelamatkan aku dari apa yang paling kutakuti”. Rasulullah Muhammad Saw yang mendengar doa itu, menyuruh sahabat Anas untuk menyampaikan kepada yang melantunkannya: “Mengapa orang itu tidak menyertakan pasangan doa’nya yang seperti ini, Ya Allah berilah kepadaku kerinduan orang-orang shalih yang paling mereka rindukan”.

Kemudian Sayyidina Khidlir menyampaikan balasan: “Wahai Anas, katakan kepada Rasulullah Saw bahwa Allah telah memberi kelebihan karunia kepadanya di atas para Nabi seperti kelebihan kepada ummatnya di atas ummat para nabi lain, seperti kelebihan bulan Ramadhan atas bulan-bulan lainnya dan memberi kelebihan hari Jum’at atas hari-hari yang lain”.

Maha Suci Allah yang menciptakan segala sesuatu berpasang-pasangan, termasuk pria dan wanita serta setiap buah-buahan di bumi maupun sorga. “Allah meninggikan langit dan meletakkan keseimbangan padanya”. Berpasangan adalah salah satu formula keseimbangan. Kanjeng Nabi kekasih-Nya menyempurnakan pengetahuan itu dengan memberi contoh bahwa doa pun berpasangan. Demikian juga cara pandang kita terhadap segala sesuatu. Banyak pembawa Agama lebih mengkonsentrasikan informasinya pada ketakutan terhadap neraka, atau sebaliknya pola kejiwaan manusia yang lebih mendambakan sorga tanpa mengimbanginya dengan ketakutan terhadap neraka. Atau manusia cenderung terlalu cengeng terhadap derita dan kesedihan, tetapi timpang timbangannya dibanding mensyukuri berkah dan kenikmatan dari Allah swt.

https://www.caknun.com/2020/doa-pun-berpasangan/

Baca selanjutnya...

Rendahnya Derajat Pelaku Maksiat

MAMHTROSO.COM -- Ibu Qayyim Al Jauziyah dalam kitabnya yang berjudul Terapi Penyakit Hati mengatakan, maksiat menjadikan pelakunya berada di golongan rendah. Padahal, sebelum melakukan maksiat, seseorang disiapkan untuk golongan yang tinggi.

Allah menciptakan manusia menjadi dua golongan. Golongan aula (atas) dan golongan sufla (bawah).

Asfala safilin adalah tempat golongan sufla. Allah memasukkan orang yang taat kepada-Nya di ke dalam golongan atas yang tinggi kedudukannya di dunia dan akhirat. Dan, memasukkan pelaku maksiat ke dalam golongan orang yang rendah di dunia dan akhirat.

Allah memuliakan orang yang taat dan merendahkan pelaku maksiat, seperti yang terdapat dalam Musnad Imam Ahmad dari hadist yang disampaikan Abdullah bin Umar. Rasulullah bersabda:

"Aku diutus dengan pedang di antara masa sebelum kiamat dan rezeki dijadikan ada di bawah bayangan tombakku. Allah menjadikan kerendahan dan kehinaan untuk siapa saja yang melanggar perintahku."

Orang yang berbuat maksiat akan turun derajatnya sampai pada tingkatan yang paling rendah. Dan, dia akan terus menurutn hingga mencapai tingkatan asfalin (Golongan yang paling rendah). Setiap kali seseorang melaksanakan ketaatan, maka naiklah derajatnya. Demikian seterusnya, hingga mencapai tingkatan yang paling atas.

https://republika.co.id/berita/qayr6t430/rendahnya-derajat-pelaku-maksiat

 

Baca selanjutnya...
Berlangganan RSS feed