MA Matholi'ul Huda Troso

MA Matholi'ul Huda Troso

Seorang web administrator, reporter, dan penulis berita di MA Matholi'ul Huda Troso.

Surel situs web: http://www.mamhtroso.com/

Penerimaan Tamu Ambalan (PTA) Tahun 2022 : Siswa Kelas X Mengenal Sejarah dan Perjalanan Gerakan Pramuka MA MH Troso

Troso, MAMHTROSO.com – Ambalan Setiabudi – Fatmawati Gugus Depan 09.115-09.116 MA Matholi’ul Huda Troso Pecangaan Jepara selenggarakan Penerimaan Tamu Ambalan (PTA) kemarin, Jum’at (29/7/2022).

Lihat galeri fotonya klik : https://www.flickr.com/photos/143371946@N06/albums/72177720300901315/page1
V
ideo Dokumentasi : https://youtu.be/jS_--cc1yFM 

Kegiatan ini selalu diagendakan tiap awal tahun pelajaran diikuti oleh seluruh siswa Kelas X sebagai persyaratan untuk pengambilan badge Ambalan. Sesuai dengan semboyan pramuka di MA Matholi’ul Huda Troso Pecangaan Jepara “Scouting is Fun”, maka kegiatan PTA ini bukan sebuah kegiatan gojlokan atau perploncoan. Tetapi kegiatan ini berorientasi pada pengenalan Gerakan pramuka di madrasah yang bersifat edukatif, kreatif, inovatif, dan menyenangkan.

Dimulai pukul 07.00 WIB acara ini diikuti oleh sekitar 102 peserta dan dipanitiani oleh 20 anggota Dewan Ambalan. Diawali dengan Senam Pramuka dilanjutkan Materi Sejarah Ambalan Setiabudi – Fatmawati dan Arti Badge Ambalan. Setelah selesai materi kemudian seluruh peserta berjalan melewati 3 pos di sekitar lingkungan Madrasah. Dari ketiga pos tersebut terdapat berbagai macam kegiatan tehnik pramuka dan permainan.

Meskipun hanya 1 hari pelaksanaan PTA di MA MH Troso, namun hampir semua agenda terlaksana dengan baik. Karena tujuan dari pelaksanaan ini untuk mengenalkan sejarah, adat, dan perjalanan Gerakan Pramuka di Ambalan Setiabudi – Fatwamati Gugus Depan 09.115-09.116 MA Matholi’ul Huda Troso Pecangaan Jepara. (Syah)

Baca selanjutnya...

Kemadrasahan MTs., MA dan Ponpes Matholi’ul Huda Troso Pecangaan Jepara Tahun 2022 - Tanamkan Pancajiwa dan Ideologi Madrasah

Troso, MAMHTROSO.com – Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Aliyah (MA), dan Pondok Pesantren Matholi’ul Huda Troso selenggarakan Sesi Kemadrasahan selama 5 hari kemarin, Kamis – Selasa (21-26/7/2022). Di madrasah-madrasah lain kegiatan ini juga sering disebut Masa Ta’aruf Siswa Madrasah (MATSAMA) yang dilaksanakan di awal tahun pelajaran untuk memperkenalkan ideologi dan tata tertib madrasah.

Acara ini dilaksanakan di pagi hari pada pukul 07.00 WIB – 08.15 WIB di Gedung Serbaguna. Tidak hanya diikuti oleh siswa dan satri baru namun seluruh civitas akademika MTs., MA, dan Ponpes Matholi’ul Huda Troso. Hal ini dimaksudkan agar siswa dan santri baru mengenal ideologi madrasah, selain itu juga untuk mengingatkan kembali kepada siswa dan santri lama. Selama 5 hari para nara sumber bergantian menyampaikan tentang Visi, Motto, Pancajiwa, dan Tata Tertib Madrasah. Di setiap awal acara siswa dan para santri menyanyikan Lagu Indonesia Raya, Mars MH Troso, dan Yalal Wathon.

Hari pertama, Kamis (21/7/2022) Pimpinan Pondok Pesantren, Drs. H. Nur Kholis Syam’un menyampaikan Pancajiwa yang pertama “Keikhlasan”. Pancajiwa adalah ruh yang harus dimiliki oleh seluruh siswa agar mencapai visi madrasah yaitu menjadi generasi Luhur dalam Budi dan Tinggi dalam Prestasi. Sebelum menyampaikan Pancajiwa yang pertama beliau juga menyampaikan Motto Madrasah. Atas ide beliau Motto madrasah yang ditetapkan adalah Maju untuk Berkhidmat artinya MTs., MA, dan Ponpes Matholi’ul Huda Troso semakin maju untuk melayani masyarakat, tidak semakin mahal dan sulit dijangkau masyarakat.

“Keikhlasan” adalah jiwa pertama yang paling penting dimiliki siswa-siswi dan para santri dalam menuntut ilmu. Menurut beliau siswa dan satri harus ikhlas diajar, ikhlas dididik oleh guru. Siswa yang ikhlas dididik oleh gurunya pasti hasilnya akan berbeda dengan siswa yang tidak ikhlas. Guru punya kewajiban mendidik siswa, dan siswa wajib patuh kepada guru.

Imam al-Ghazali pernah mengatakan,

الناس كلهم هلكى إلا العالمون ، والعالمون كلهم هلكى إلاالمؤمنون، والمؤمنون كلهم هلكى إلا العاملون ، والعاملون كلهم هلكى إلا المخلصون

Artinya : "Setiap manusia akan binasa kecuali orang-orang yang berilmu. Orang yang berilmu pun akan binasa kecuali yang orang-orang yang beriman. Orang yang beriman juga binasa kecuali orang-orang yang beramal, dan orang yang beramal akan binasa kecuali orang-orang yang ikhlas." Dari kutipan tersebut jelas bahwa dasar dari segala amal perbuatan adalah keikhlasan. Maka jiwa keikhlasan ini menjadi syarat utama seluruh siswa dan santri di MTs., MA, dan Ponpes Matholi’ul huda Troso agar mendapat ilmu yang bermanfaat.

Hari Kedua, Sabtu (23/7/2022) giliran Kepala Madrasah Aliyah Matholi’ul Huda Troso, H. Ahmad Harisul Haq, Lc. menyampaikan Pancajiwa yang kedua, “Kesederhanaan”. Jiwa Kesederhanaan ini bisa diaplikasikan dalam semua hal. Misalnya dalam berpakaian, berperilaku, makan-makanan, dandanan, kendaraan, dll. Termasuk pada surat Al Furqan ayat 67 sebagai berikut:

 وَالَّذِيْنَ اِذَآ اَنْفَقُوْا لَمْ يُسْرِفُوْا وَلَمْ يَقْتُرُوْا وَكَانَ بَيْنَ ذٰلِكَ قَوَامًا

Artinya : “Dan (termasuk hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih) orang-orang yang apabila menginfakkan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, di antara keduanya secara wajar.”

Siswa-siswi di MTs., MA dan Ponpes Matholi’ul Huda Troso memiliki latar belakang yang berbeda-beda. Yang orang tuanya kaya sepatutnya tidak boleh membanggakan dirinya. Dalam Kutaib terdapat Tata Tertib salah satunya adalah tidak boleh memakai perhiasan/aksesoris yang berlebihan. Termasuk dilarang memakaai make up yang tebal (menor), modifikasi motor dengan knalpot bising, ukuran ban kecil, tas dan sepatu yang mahal. Semua itu dalam rangka untuk membiasakan hidup sederhana.

 إِنَّ اللَّهَ لاَ يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ

Artinya : “Sesungguhnya Allah tidak melihat fisik dan harta kalian tetapi Ia melihat hati dan amal kalian”. HR. Muslim.

Hari Ketiga, Ahad (24/7/2022) Kepala Madrasah Tsanawiyah Matholi’ul Huda Troso, Dra. Wafiroh menyampaikan Pancajiwa yang ketiga, “Kemandirian”. Beliau menjelaskan bahwa Kemandirian adalah suatu sikap atau kemampuan untuk menyelesaikan suatu masalah tanpa tergantung dengan orang lain.

"Tidaklah seseorang memakan makanan yang lebih baik dari hasil usahanya sendiri. Dan sesungguhnya Nabi Daud As memakan panganan dari jerih payahnya sendiri." (HR. Bukhari). Meminta-minta sama saja merendahkan diri sendiri. Dari hadits tesebut beliau menjelaskan bahwa jiwa kemandirian adalah jiwa fitrah manusia yang berfikir bebas. Karena setiap manusia mau menjadi baik atau buruk itu adalah kehendak dirinya sendiri.

اِنَّ اللّٰهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَنْفُسِهِمْۗ

“Allah tidak akan mengubah suatu kaum kecuali kaum itu sendiri”.

Contoh kebiasaan-kebiasaan di madrasah yang harus dilandasi jiwa kemandirian; Pertama, membayar infaq. Semestinya infaq ini diambil dari uangnya sendiri, dari uang saku. Tidak malah meminta tambahan dari orang tua khusus untuk berinfaq. Maksud dari madrasah Gerakan infaq ini digunakan untuk melatih siswa-siswi infaq dari uangnya sendiri. Contoh kedua, menjelang ulangan para guru biasanya sudah memberikan bank soal. Semestinya siswa dengan mandiri mengerjakannya, tidak malah menggantungkan ke teman yang lain. Contoh ketiga, tentang kebersihan lingkungan madrasah. Jiwa kemandirian perlu ditanamkan untuk peduli ketika lingkungan kelas terasa kotor. Siswa harusnya dengan kesadarannya membersihkan lingkungan kelasnya, tidak usah menunggu diperintahkan oleh guru.

Hari Keempat, Senin (25/7/2022) Waka. Kesiswaan MA Matholi’ul Huda Troso, Karwadi, S.Ag. berkesempatan menyampaikan Pancajiwa keempat, “Penolong”.

“Siswa Madrasah ini mau dibawa kemana ? Ibarat madrasah ini adalah sebuah kapal yang ditumpangi para siswa dari pelabuhan menuju ke sebuah pulau yang indah bernama Pulau Luhur dalam Budi dan Tinggi dalam Prestasi yang dihuni oleh generasi-generasi Rabbani”, ungkap di awal pidatonya.

Beliau menjelaskan bahwa jiwa “Penolong” adalah jiwa bentuk kepedulian kepada teman, lingkungan, dan diri sendiri, tidak masa bodoh dengan apa yang terjadi di lingkungan sekitar. Siapapun yang membutuhkan pertolongan, maka semestinya harus ditolong. Dan lebih baik menawarkan pertolongan tidak udah menunggu dimintai pertolongan.

وَتَعَاوَنُوا۟ عَلَى ٱلْبِرِّ وَٱلتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا۟ عَلَى ٱلْإِثْمِ وَٱلْعُدْوَٰنِ

Artinya: "Dan tolong menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, jangan tolong menolang dalam berbuat dosa dan permusuhan".

Atau dalam istilah jawa ada pepatah “Sopo sing nandur, bakal ngunduh”.

Salah satu contoh jiwa penolong yang kongrit untuk siswa-siswi adalah dengan menjadi manusia-manusia yang berakhlak mulia baik di lingkungan madrasah maupun di masyarakat. Dengan begitu secara tidak langsung akan menarik minat masyarakat kepada madrasah. Ikut menolong madrasah dan membesarkan madrasah dengan menjadi generasi-geransi Rabbani.

Hari kelima, Selasa (26/7/2022) giliran salah satu Ustadz Ponpes Matholi’ul Huda Troso, Noor Ubaidillah, S.Pd.I. beliau menyampaikan Pancajiwa kelima, “Ukhuwah Islamiah”. Secara istilah Ukhuwah Islamiah adalah rasa persaudaraan yang didasari nilai-nilai keislaman. Tetapi dalam arti luas setiap siswa juga harus menyadari bahwa ada hubungan ukhuwah basariyah. Yang artinya rasa persaudaraan yang muncul atas dasar sesama manusia.

Jiwa Ukhuwah Islamiah akan tumbuh jika diawali saling Ta'aruf, saling pengenal. Mengenal antar siswa dan santri tidak hanya Namanya saja. Tetapi mengenal dengan seutuhnya mulai dari sifat, karakter, dan kebiasaannya. Hal tersebut sangat penting agar muncul rasa saling menghormati. Setelah ta’aruf pasti akan muncul Tafaul, yaitu rasa menjamin semuanya nyaman dan saling percaya. Dan banyaknya agenda di madrasah seperti Class Meeting, LKP, Pentas Seni, dan Panggung Gembira salah satu tujuannya adalah untuk membangun jiwa ukhuwah islamiah. Jangan sampai memaknai banyaknya agenda di madrasah hanya untuk hura-hura. Jika ada yang berfikir seperti itu berarti belum faham dan dapat menimbulkan fitnah.

بِأَنَّ الْعِلْمَ نُورٌ وَنُورُ اللَّهِ لَا يُهْدَى لِعَاصِي

Artinya : "Ilmu itu adalah cahaya, dan cahaya tidak akan diberikan kepada orang maksiat".

Setelah menyampaikan Pancajiwa, Noor Ubaidillah, S.Pd.I. melanjutkan menyampaikan Tata Tertib Madrasah. Beliau menekankan bahwa adanya Tata Tertib ini adalah untuk mengarah pada akhlakul karimah, sesuai visi Luhur dalam Budi, Tinggi dalam Prestasi. Dan Tata tertib di madrasah ini sesuai dengan syariat islam. Maka setiap siswa dan santri yang menta’ati Tata Tertib ini adalah sebuah bentuk ibadah yang berpahala. (Syah)

Baca selanjutnya...

Tradisi Sujud Syukur Awal Tahun Pelajaran 2022-2023 di MTs., MA dan Ponpes Matholi’ul Huda Troso Pecangaan Jepara

Troso, MAMHTROSO.com – Dalam rangka memulai Tahun Pelajaran Baru 2022-2023 Madrasah Aliyah Matholi’ul Huda Troso Pecangaan Jepara selenggarakan sujud syukur bersama kemarin, Rabu (20/7/2022). Acara ini sudah 2 tahun ditiadakan karena pandemic covid-19. Namun di tahun pelajaran ini acara sujud syukur dapat digelar kembali.  

Lihat galeri/foto kegiatannya – klik.

Acara sujud syukur ini diikuti oleh setidaknya 1.000-an orang siswa dan dewan guru di Gedung Serba Guna Matholi’ul Huda Troso. Selain itu, tampak hadir pula sebagian pengurus YPI Matholi’ul Huda Troso.

Kegiatan ini seperti biasa diawali dengan sholat Dhuha berjamaah sebanyak 4 rakaat. Bertidak sebagai imam sholat adalah Kepala MA Matholi’ul Huda Troso, Ustadza H. Ahmad Harisul Haq, Lc. Seusai sholat, acara dilanjutkan dengan sujud syukur berjamaah dengan imam yang sama.

Seusai sujud syukur, acara dilanjutkan dengan doa bersama. Serangkaian Acara dimulai dari Istighatsah yang dipimpin oleh Ustadz H. Ismail, bacaan Tahlil dipimpin oleh Ustadz Ahmad Azhari Nasir, S.H.I., M.S.I. dan barokah doa dipimpin oleh Ustadz Noor Ubaidillah, S.Pd.I. Kemudian mauidzoh hasanah disampaikan oleh Pimpinan Pondok Pesantren Matholi’ul Huda Troso, Ustadz Drs. H. Nur Kholis Syam’un.

Dalam mauidzoh hasanah ini beliau menyampaikan tentang hakikat makna syukur dan sejarah lahirnya Yayasan Pendidikan Islam Matholi’ul Huda Troso Pecangaan Jepara. Syukur tidak hanya cukup mengucap kata Alhamdulillah saja, tetapi harus direalisasikan dalam perilaku yang nyata. Hakikat makna syukur yang sesungguhnya adalah menggunakan apa yang dianugrahkan oleh Allah dengan sebaik-baiknya. Contohnya, manusia diberi telinga oleh Allah, maka untuk mensyukurinya gunakan telinga itu mendengarkan hal-hal yang baik. Diberi mulut oleh Allah, maka syukuri itu dengan berbicara yang baik.

Setelah itu beliau juga menyampaikan sejarah berdirinya Yayasan Pendidikan Islam Matholi’ul Huda Troso. Usai Indonesia Merdeka Tahun 1945, para tokoh dan sesepuh Desa Troso membentuk perkumpulan ngaji. Sejak Tahun 1947 para tokoh, sesepuh, dan kyai di Troso sudah mendirikan pendidikan madrasah tingkat dasar. Pertama kali didirikan di kampung Krajan dan dikepalai oleh Bapak Husain, beliau adalah putra dari Bapak Abdul Hamid suami dari Ibu Khuzaimah binti Nur Ihsan. Dan sebagai pengurus pertamanya adalah Mbah Abdur Rohman dan Mbah Abdul Hamid.

Sampai kemudian pada Tahun 1954 madrasah ini dipindahkan ke sebuah gedung yang sebagian dari gedung tersebut masih digunakan untuk gudang penyimpanan padi (beras). Gedung tersebut adalah milik dari Bpk. Abdul Ghoni (H. Zainuri) yang telah diwakafkan. Tanah tersebutlah yang saat ini ditempati Madrasah Ibtidaiyah (MI) Matholi'ul Huda 01 Troso. Selang beberapa tahun sekitar tahun 1958 Bapak Husain meninggal kemudian digantikan oleh Mbah Jufri Alwi sebagai Kepala Madrasah. Dan sebagai Ketua Pengurusnya adalah Bapak H. Ridwan. 

Pada tahun 1965 juga mendirikan pendidikan menengah pertama Muallimin di gudang kain milik Bpk. Sudar. Setelah 2 - 3 tahun Mualllimin dipindahkan ke kampung Krajan. Namun karena situasi politik yang tidak kondusif, akhirnya Muallimin dipindahkan ke Pecangaan pada tahun 1971 dan menjadi cikal bakal lembaga pendidikan Yayasan Walisongo Pecangaan. Dan nama Walisongo itu sendiri adalah atas usulan KH. Abdul Jalil Al Khafid. Hampir seluruh pendirinya adalah orang Troso kecuali KH. Mahfudz Asymawi Pecangaan Kulon.

Berlanjut Tahun 1988 YPI Matholi'ul huda Troso mendirikan Raudlatul Atfal (RA) atas inisiatif dari para pengurus Muslimat NU, RA ini didirikan di atas tanah wakaf milik Bpk. Karmisan dan Ibu Darmi. Kemudian setelah berjalan beberapa tahun pengelolaan RA ini dilimpahkan kepada YPI Matholi’ul Huda Troso. Pada tahun 1993 pendidikan madrasah tingkat dasar baru dinotariskan dan resmi menjadi Madrasah Ibtidaiyah (MI) Matholi’ul Huda 01 Troso dibawah naungan YPI Matholi'ul Huda Troso dengan kepengurusan yang baru yang diketuai oleh KH. Abdul Jalil Al Hafidz mengganti pengurus yang lama. Pada awal tahun 1990-an YPI Matholi'ul Huda Troso bersama para tokoh, sesepuh, dan para kyai Desa Troso mendirikan Madrasah Dinniyah Awaliyah dan Wustho. Dan akhirnya pada tahun 1996 mendirikan Madrasah Tsanawiyah (MTs.) Matholi’ul Huda Troso pertama kali ditempatkan di Gedung Muslimat NU disekat menjadi 3 kelas. Terus melebarkan sayap pada tahun 2003 mendirikan Madrasah Aliyah (MA) Matholi’ul Huda Troso dan tahun 2021 mendirikan Pondok Pesantren Matholi'ul Huda Troso.

اِنۡ تَـنۡصُرُوا اللّٰهَ يَنۡصُرۡكُمۡ وَيُثَبِّتۡ اَقۡدَامَكُمۡ

“Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu”. Dari ayat tersebut, untuk meneguhkan hati seluruh siswa, Ustadz Drs. H. Nur Kholis Syam’un mengingatkan agar siswa selalu di jalan yang diridloi Allah. Karena siapapun yang berjuang untuk kebaikan di jalan Allah, pasti akan mendapatkan kemudahan dan pertolongan dari Allah SWT. Pula.

Usai mauidzoh hasanah, serangkaian acara sujud syukur ini dipungkasi dengan makan bersama (kepungan). (Syah)

Baca selanjutnya...

Memupuk Kebersamaan, Kedisiplinan dan Jiwa Korsa, Gladi Tangguh Dewan Ambalan Setiabudi – Fatmawati 2022

Troso, MAMHTROSO.com – Gugus Depan 09.115 – 09.116 Madrasah Aliyah (MA) Matholi’ul Huda Troso Pecangaan Jepara selenggarakan Gladi Tangguh Dewan Ambalan Setiabudi – Fatmawati Masa Bakti 2022-2023, Selasa (12/6/2022) kemarin.

Lihat galeri foto kegiatannya - klik disini

Kegiatan ini dijadwalkan selama 3 hari dengan program yang padat. Mulai Hari Selasa – Kamis (12-14/7/2022) berbagai macam kegiatan dilaksanakan. Diantaranya adalah Kesamaptaan, Keterampilan Baris-berbaris, Kurikulum dan Program Kerja Dewan Ambalan, Pelatihan Teori dan Praktik Teknik Dasar Menjadi Fasilitator Latihan Rutin, Rencana dan Prosedur Outbond, sekaligus Pengambilan Atribut Dewan Ambalan.

Dari program Gladi Tangguh ini memang lebih menekankan pada kegiatan-kegiatan yang aplikatif. Karena sebagaimana dalam Kode Kehormatan Tri Satya nomor 2, pada usia pramuka penegak harus bisa mulai ikut serta membangun masyarakat.

Meskipun terkesan kegiatan yang berat, tetapi seluruh anggota menikmati dan semangat. Karena selain kegiatan-kegiatan yang melatih kedisiplinan juga banyak kegiatan ice breaking dan yel-yel yang menyenangkan. Scouting is Fun. (Syah)

Baca selanjutnya...
Berlangganan RSS feed