MA Matholi'ul Huda Troso

MA Matholi'ul Huda Troso

Seorang web administrator, reporter, dan penulis berita di MA Matholi'ul Huda Troso.

Surel situs web: http://www.mamhtroso.com/

Kisah Sayyad Milne, Remaja yang Syahid di Christchurch

MAMHTROSO.COM -- John Milne begitu kehilangan putranya Sayyad Milne yang menjadi salah satu korban dalam penembakan masal di masjid Al Noor, Christchurch, Selandia Baru. Dengan air mata, Milne menyebut anaknya sebagai prajurit kecil yang pemberani.

Sayyad adalah siswa kelas 10 di sekolah menengah Cashmere yang berada di masjid Al Noor bersama ibu dan teman-temannya ketika serangan itu terjadi. Saban Jumat ia datang ke masiid itu.

“Saya kehilangan anak lelaki saya, dia baru berusia 14 tahun. Saya belum mendengar secara resmi bahwa dia sebenarnya sudah meninggal tapi saya tahu dia sudah meninggal karena dia terlihat,” kata Milne seperti dilansir New Zealand Herald, Senin (18/3).

Milne merasa terbantu dengan kehadiran orang-orang. Ia mengungkapkan dirinya hampir kehilangan putranya itu ketika masih bayi. Berbagai perjuangan telah dihadapi putranya itu.

“Seorang prajurit kecil pemberani, sangat sulit melihatnya ditembaki oleh seseorang yang tak peduli dengan siapa pun atau apa pun, aku tahu dimana dia berada. Aku tahu dia dalam damai,” katanya.

Ia pun mengungkapkan serangan itu telah menghancurkan segalanya. Meski sulit untuk menerima, namun jelas Milner adanya dukungan dari banyak orang membuatnya bangkit.  Ia percaya kota itu akan kembali bangkit, menjadi simbol setelah mendapat pukulan bertubi-tubi.

Biasanya putra Milne yang lainnya pergi ke masjid itu, namun pada waktu itu sedang dalam perjalanan ke sekolah. Sementara kakaknya sedang berada di sekolah ketika serangan itu terjadi.

Sayyad adalah satu dari tujuh orang yang tewas di masjid itu. Sebanyak tiga siswa menengah Cashmere terbunuh dan mengalami luka dalam serangan teroris Jumat lalu.

Hamzah Mustafa, siswa kelas 12 bersama ayahnya Khaled juga terbunuh dalam serangan itu. Sementara adik Hamza dirawat di Rumah Sakit Christchurch karena luka tembak di kakinya.

“Sayyad adalah anak yang luar biasa ia memiliki  perhatian yang baik, hati yang besar, senyum yang manis dan rambut yang tebak. Dia menyukai sepakbola dan futsal dan merupakan penjaga gawang  yang ulung,” kata Kepala sekolah, Mark Wilson.

Wilson mengungkapkan Sayyad sedang belajar keras dan berencana menjadi seorang arsitek atau insinyur. Teman-temannya di sekolah dalam keadaan terpukul sejak serangan itu. Wilson pun bangga dengan murid-muridnya menanggapi tragedi itu. Ia berpesan agar siswanya menunjukan cinta kasih, sebab dia yakin kebencian tak akan pernah menang.

“Dalam situasi ini sangat mudah diliputi kebencian, kegilaan, kegelapan. Pesan yang kami tekankan adalah hal terbaik yang dapat Anda lakukan yakni sebaliknya dengan menunjukkan cahaya, menunjukkan cinta, dan itu dapat dilakukan dalam hal paling sederhana yaitu menunjukkan senyum kepada seseorang,” katanya.

https://internasional.republika.co.id/berita/internasional/asia/pokea8366/kisah-sayyad-milne-remaja-yang-syahid-di-christchurch

 

Baca selanjutnya...

Islam Begitu Dekat dengan Masyarakat Rusia

MAMHTROSO.COM -- Jika berkunjung ke Rusia, umat Islam dari berbagai dunia akan menyaksikan bentuk-bentuk masjid yang unik di setiap wilayah. Arsitekturnya menggambarkan bahwa Islam pada masa lalu begitu sangat lekat dengan kehidupan masyarakat Rusia.

"Ini yang tidak banyak orang ketahui terutama setelah hampir 70 tahun mereka di bawah kekuasaan Uni Soviet yang komunis, sehingga bayangan orang tentang Rusia ya komunis. Padahal, sekarang ini cukup berkembang Islam di sana," kata Kepala LPMQ Kemenag Muchlis Hanafi.

Islam di Rusia saat ini telah tersebar di seluruh distrik federal Rusia. Di distrik federal pusat sendiri, terdapat Masjid Katedral Moskow, yang menjadi tempat ibadah utama bagi umat Islam.

Masjid terbesar di ibu kota Rusia itu menjadi pusat gerakan organisasi-organisasi muslim Rusia, seperti Dewan Mufti Rusia dan Dewan Agama Muslim Federasi Rusia, yang keduanya diketuai oleh Mufti Besar Rusia, Syekh Ravil Gaynutdin, selama 30 tahun terakhir.

Setelah direkonstruksi besar-besaran, Masjid Katedral Moskow diresmikan pada 23 September 2015 lalu. Peresmian itu dihadiri Mufti Besar Rusia, Syekh Ravil Gaynutdin, Presiden Federal Rusia Vladimir Putin, Wali Kota Moskow Sergey Sobyanin, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, dan Presiden Palestina Mahmoud Abbas.

Masjid Katedral Moskow menjadi pusat atraksi bagi ribuan umat Islam. Selama lebih dari satu abad, masjid megah ini telah menjadi pusat daya tarik bagi ribuan Muslim dari seluruh dunia. Lebih dari 100 ribu umat Islam selalu hadir di masjid ini ketika melaksanakan shalat Idul Adha dan Idul Fitri.

Masjid yang dibangun sejak 1904 ini telah direkonstruksi sebanyak 20 kali. Seka rang total luasnya mencapai 18,9 ribu me ter persegi. Bagian atas kubah dihiasi dengan ayat-ayat Alquran. Masjid yang dibangun enam lantai ini dapat menampung lebih dari 10 ribu Muslim.

Kubah Masjid Katedral Moskow dilapisi emas yang terkenal dan memiliki dua menara utama yang tingginya mencapai 78 meter. Bentuk bangunan masjid ini melambangkan persahabatan orang-orang Rusia selama berabad-abad.

https://khazanah.republika.co.id/berita/dunia-islam/dunia/pok3fd313/islam-begitu-dekat-dengan-masyarakat-rusia

 

Baca selanjutnya...

Wudhu Mengaktifkan Titik-Titik Energi

MAMHTROSO.COM — Dalam berbagai penelitian, sejumlah pakar kesehatan telah mengungkapkan bahwa wudhu mampu merangsang irama energi yang ada dalam tubuh jika dilakukan secara benar oleh umat Islam. Selain itu, berwudhu juga dapat melancarkan peredaran darah.

Asisten di sebuah lembaga Kesehatan Umum dan Ekologi di Dagestan State Medical Academy, Dr Magomedov, menyimpulkan bahwa dengan berwudhu seluruh peredaran darah yang terkena wudhu akan menjadi lancar.

Menurut dia, rangsangan yang terjadi saat berwudhu akan muncul pada seluruh tubuh, khususnya pada area yang disebut biological active spot (BASes) atau titik-titik aktif biologis. Menurut penelitian ini, BASes mirip dengan titik-titik refleksiologi Cina.

Magomedov menjelaskan, sekitar 61 dari 65 titik refleksi Cina adalah bagian tubuh yang dibasuh air wudhu. Lima lainnya terletak antara tumit dan lutut. Buku Sehat dengan Wudhu ini mengungkapkan beberapa manfaat yang diperoleh dari wudhu dengan cara menekan atau mengusap bagian-bagian anggota wudhu, seperti wajah, telinga, kepala, hidung, tangan, sela-sela jari, dan kaki.

Dalam membasuh bagian wajah, misalnya, Syahruddin El-Fikri menjelaskan bahwa kulit wajah akan semakin kencang dan akan tampak bercahaya jika dilakukan dengan benar. Ketika berwudhu, disarankan agar membasuh wajah disertai dengan sedikit pijatan atau penekanan, sehingga akan memberikan efek positif pada usus, ginjal, dan sistem saraf maupun reproduksi.

Membasuh wajah dengan air bersih ketika berwudhu dapat merangsang titik-titik akupuntur (saraf) di bagian wajah yang efeknya sangat bermanfaat untuk kesehatan. Rangsangan yang ditimbulkan berfungsi sesuai dengan terapi akupuntur sebagaimana dijelaskan dalam buku ini.

Pada anggota tubuh yang dibersihkan dengan berwudhu, terdapat sekitar 493 titik akupuntur yang bisa digu na kan untuk menyembuhkan dan men cegah penyakit. Pada wajah ada 84 titik energi, tangan 95 titik, kepala 64 titik, telinga 125 titik, dan kaki 125 titik energi.

Setidaknya, wudhu menggabungkan empat teknik pengobatan dari metode klasik hingga modern, mulai dari akupuntur, refleksi, emotional freedom tech nique (EFT), hingga spiritual emotional freedom technique (SEFT).

https://khazanah.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-digest/pok46g313/wudhu-mengaktifkan-titiktitik-energi

 

Baca selanjutnya...

Merajut Keharmonisan Sosial

MAMHTROSO.COM -- Sejatinya, Alquran dan As-Sunnah cukuplah menjadi pedoman bagi setiap Muslim dalam menata kehidupan, baik pribadi, keluarga, masyarakat, maupun bangsa. Umat Islam adalah khairul ummah (umat terbaik) yang terwujud setelah terbentuk khairul jama'ah (masyarakat terbaik). Khairul jama'ah pun akan tercipta, jika lahir khairul usrah (keluarga terbaik). Khairul usrah juga tegak kalau di bangun oleh khairul bariyyah (pribadi terbaik). Itulah tujuan dakwah Islam yang hendak dicapai (QS 3:110, 98:7).

Jika demikian, setiap Muslim hendaknya menjaga sikap, kata, dan tindakan agar tercipta harmoni dalam keluarga dan masyarakat. Alqur an, surah al-Hujurat ayat 6-13, mestinya menjadi pegangan untuk membangun masyarakat berkeadaban (civil society). Paling tidak, ada lima adab keharmonisan dalam menyikapi suasana kontestasi politik di negeri kita saat ini, yakni: Pertama, bersikap kritis terhadap informasi (QS 49: 6). Awal dari disharmoni sosial adalah ke tika akal sehat tak berfungsi baik dalam menge lola informasi (berita). Apakah benar atau bo hong (hoaks)? Jika benar, apakah baik disebar kan?Jangan mudah percaya tanpa klarifikasi (tabayun). Perlu disaring sebelum di-sharing atau diamkan saja.

Ayat ini mengingatkan kita akan kisah al- Walid Bin Uqbah yang diutus ke Bani Musthaliq. Melihat orang-orang ramai menyambut, justru ia takut dan melapor kepada Rasulullah SAW bahwa mereka murtad dan tidak mau bayar zakat. Hampir saja mereka diperangi jika Nabi SAW tidak tabayun terlebih dahulu.

Kedua, menjadi pendamai dalam pertikaian (QS 49:9). Prof Buya Hamka dalam Tafsir Al- Azhar menyebutkan, kata "iqtatalu" tidak hanya berarti "perang", tetapi juga "bertikai". Bela kangan ini, menebar ungkapan 'perang total' dan 'perang badar'. Seharusnya, ada yang mendama ikan dengan adil agar jangan sampai terjadi benturan sosial, yakni para ulama yang istiqamah.

Ketiga, jangan suka mengolok-olok (QS 49:11). Tidak patut orang yang beriman menge jek, merendahkan, atau menertawakan orang lain, apalagi sesama Muslim. Sikap itu ter masuk kesombongan yang sangat dimurkai Allah SWT (HR Bukhari). Ketika mencela orang lain, sebe narnya kita sedang mencela diri sen diri. Sebab, dengan mencela, dengan sendirinya orang pun akan mencela kita dengan aib yang lebih banyak.

Keempat, jangan mudah buruk sangka (QS 49:12). Manakala tidak suka pada seseorang, biasanya segala sesuatu yang dikerjakannya akan terlihat buruk. Orang yang buruk sangka akan selalu mencari-cari kesalahan (tajassas) dan mau tahu urusannya (tahassas) serta meng gunjing (ghibah) dengan membicarakan celanya (HR. Bukhari).

Kelima, jangan merasa paling mulia (QS 49:13). Simpul keharmonisan sosial adalah saling menghargai dan memahami perbedaan, bukan merendahkan. Berbeda itu naluriah manusia yang Allah titipkan bagi semesta, agar terjadi dinamika dan kompetisi dalam kebaikan (fastabiqul khairat). Bukankah taman yang indah selalu ditumbuhi bunga yang beraneka ragam?

Orang bijak berkata, "Janganlah menghina seseorang sebab setiap orang ada kelebihan nya". Tak seorang pun yang patut merasa paling suci sebab Allah SWT tahu siapa kita sebenarnya (QS 53:32). Akhirnya, setiap ucapan dan kelakuan adalah pembelajaran bagi anak-anak kita. Jika tidak mampu menjaga adab keharmonisan ini, boleh jadi akan lahir generasi tak beradab dan ke lak kita termasuk orang yang bangkrut amal ibadahnya (al-muflis). Allahu a'lam bish-shawab.

https://khazanah.republika.co.id/berita/dunia-islam/hikmah/poemqx313/merajut-keharmonisan-sosial

 

Baca selanjutnya...
Berlangganan RSS feed