MA Matholi'ul Huda Troso

MA Matholi'ul Huda Troso

Seorang web administrator, reporter, dan penulis berita di MA Matholi'ul Huda Troso.

Surel situs web: http://www.mamhtroso.com/

Hadiah untuk Lebah Madu, Atap Halte Bus di Utrecht Ditutupi Bunga

MAMHTROSO.COM -- Atap ratusan halte di Utrecht, Belanda, ditutupi oleh tanaman hias berbunga sebagai hadiah untuk lebah madu. Total ada 316 halte yang dirias, dengan membangun taman mini di atap halte menggunakan Sedum, genus besar tanaman berbunga dalam famili Crassulaceae --anggota yang umumnya dikenal sebagai stonecrops.

Taman mungil tersebut tidak hanya mendukung keanekaragaman hayati kota, seperti pelestarian lebah madu dan kumbang, tetapi mereka juga membantu mengurangi debu halus dan menyimpan air hujan. Demikian seperti dikutip dari The Independent, Minggu (14/7/2019).

Seluruh halte tersebut dirawat oleh para pekerja dari pemerintah kota Utrecht yang berkeliling dengan kendaraan listrik, dan semua halte pun dilengkapi dengan lampu LED hemat energi serta bangku bambu.

Pembuatan taman mini di atap beberapa halte bus itu hanyalah satu dari sejumlah tindakan yang telah diperkenalkan oleh Belanda dalam upaya meningkatkan kualitas udara.

Negeri Kincir angin nantinya bermaksud mengenalkan 55 bus listrik baru pada akhir tahun di Utrecht dan sudah seratus persen menggunakan angkutan umum yang benar-benar ramah lingkungan pada 2028.

Sedangkan listrik yang digunakan untuk menyalakan bus akan bersumber dari kincir-kincir angin yang ada di seantero Belanda.

Sementara itu, Utrecht juga menjalankan skema yang memungkinkan warga setempat mengajukan permohonan dana untuk mengubah atap rumah mereka menjadi "hijau".

https://www.liputan6.com/global/read/4012308/hadiah-untuk-lebah-madu-atap-halte-bus-di-utrecht-ditutupi-bunga?utm_expid=.9Z4i5ypGQeGiS7w9arwTvQ.0&utm_referrer=https%3A%2F%2Fwww.liputan6.com%2Ftag%2Funik

Baca selanjutnya...

Muslim Inggris Berangkat Haji dengan Bersepeda

MAMHTROSO.COM -- Sekelompok Muslim Inggris bersepeda dari London menuju Tanah Suci. Saat ini, mereka tengah singgah di Istanbul, Turki.

Kelompok berjumlah 8 orang ini menamakan diri mereka "Tour de Hajj". Sebelum mencapai Tanah Suci, mereka menargetkan akan melewati 17 negara berbeda melewati Suriah dan Irak sebelum akhirnya menuju Mesir dengan pesawat.

“Pada tanggal 7 Juni, kita berangkat dari London dengan sepeda kita. Kita berencana untuk mencapai Madinah setelah perjalanan sepeda yang memakan 60 hari dan jarak 4,000 kilometer,” papar Junaid Afzal salah seorang dari kelompok tersebut.

Afzal mengaku telah niat berangkat ke Tanah Suci dengan bersepeda. Menurutnya, dalam melihat kehidupan segala sesuatunya harus didasari niat. "Dalam Alquran dikatakan ketika Allah SWT berkehendak maka terjadilah," katanya penuh syukur. 

Zain Lambat, anggota lain dari kelompok itu, mengatakan kalau ini adalah hari pertamanya dalam melaksanakan perjalann haji. “Perjalanan ini penting dalam banyak hal. Kita semua berada di jalan untuk keimanan kita. Kita ketemu orang orang hebat dan kita mempunyai banyak cerita menarik”.

“Alhamdullilah kita memiliki waktu yang hebat sebagaimana kita mengunjungi banyak tempat.”

“Kalau anda memiliki niat baik untuk melakukan ibadah haji, Allah akan membuat jalanmu lebih mudah,” kata Lambat.

Setelah itu, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan juga menyambut Tour de Hajj di istana kepresidenannya yang di Dolmabahce, Istanbul.

https://khazanah.republika.co.id/berita/pusjhv313/muslim-inggris-berangkat-haji-dengan-bersepeda

 

Baca selanjutnya...

Jangan Jadi Bangsa Laba-Laba

MAMHTROSO.COM -- Dalam surah Al-Ankabut ayat 41 ditegaskan ''bahwa rumah yang paling rapuh (lemah) adalah rumah laba-laba''. Lemah karena: 1. Rumahnya menjadi perangkap. Serangga yang masuk akan menjadi mangsa. 2. Begitu selesai hubungan seks, laba-laba betina berusaha membunuh jantannya. 3. Telur laba-laba yang baru menetas saling tindih sehingga menimbulkan korban.

Dalam bahasa lain, rumah laba-laba dinilai sebagai rumah yang paling rapuh, di antaranya, karena: Tidak adanya jaminan keamanan di rumah tersebut. Tidak akurnya di antara pemimpin rumah dan tidak harmoninya para anak.

Meskipun fokusnya laba-laba, tidak salah jika dipetik pelajaran darinya dalam menilai dan membenahi kehidupan rumah tangga dan bahkan kehidupan berbangsa. Sebuah rumah tangga yang tidak aman, yang kepala keluarganya tidak rukun, yang anak-anaknya kacau balau merupakan rumah tangga yang rapuh.

Suatu bangsa yang senantiasa dilanda ketakutan karena tidak ada jaminan keamanan, yang pemimpin-pemimpinnya bukan saja ''tidak sehati'' tapi juga saling ingin menjatuhkan, yang sebagian rakyatnya menjadi korban kelompok rakyat yang lain, adalah sebuah bangsa yang rapuh. Karena itu, rumah tangga atau bangsa tidak boleh dijadikan atau dibiarkan seperti rumah laba-laba yang rapuh.

Untuk mewujudkan sebuah bangsa yang kuat memang sangat diperlukan jaminan keamanan. Lalu para pemimpin yang akur serta rakyat yang rukun dan damai. Ekonomi dan keuangan memang suatu yang mutlak, tetapi pertumbuhan ekonomi sangat dipengaruhi oleh jaminan keamanan, kredibilitas pemimpin, persatuan, dan kesatuan rakyat.

Para pemimpin mesti pula menanamkan di dalam diri bahwa mereka bukan berjuang dan bekerja untuk kepentingan golongan yang karenanya bisa terpecah-pecah, tapi untuk bangsa dan negara yang dengannya terjalin rasa kesamaan dan persamaan.

Rakyat pun harus bersabar, saling menasihati, saling merangkul, menanamkan dalam jiwa bahwa kerukunan di antara mereka sangat menentukan. Tiada kekuatan tanpa kebersamaan.

Mari kita perhatikan firman Allah tentang laba-laba ini selengkapnya: ''Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah ialah rumah laba-laba kalau mereka mengetahui.'' (Al-Ankabut: 41).

Perhatikan, orang yang mengambil perlindungan selain Allah seperti laba-laba yang membuat rumah. Begitu lemahnya, begitu rapuhnya. Mestikah sebuah rumah tangga atau bangsa dibiarkan lemah seterusnya? Jawabnya tidak, dan semua harus berusaha ke arah itu.

https://khazanah.republika.co.id/berita/puosp9458/jangan-jadi-bangsa-labalaba

 

Baca selanjutnya...

Zikir, Tanda Cinta kepada Allah SWT

MAMHTROSO.COM -- "Tanda cinta pada Allah adalah menyukai zikrullah (zikir kepada Allah). Dan tanda benci pada Allah adalah membenci dzikrullah azza wajalla.'' (HR Baihaqi). Hadis di atas menjelaskan bagaimana kaitan antara zikir dan cinta. Apakah zikir itu bagian dari cinta, atau justru sebaliknya, cinta adalah bagian dari zikir? Cinta merupakan fitrah yang dianugerahkan Allah SWT kepada setiap makhluk-Nya. Cinta akan selalu hadir dalam napas manusia. Cinta pula yang kadang menjadikan orang bahagia atau sengsara.

Berbicara serba-serbi cinta, tentu tidak akan ada habisnya. Bahkan, para sastrawan Barat pun kesulitan mengungkap definisi cinta, karena ia begitu relatif dan multimakna, tergantung siapa yang mendefinisikannya. Islam sangat menganjurkan kepada manusia agar mencintai sesama, asalkan cinta tersebut dalam koridor agama dan tidak melebihi cinta kepada Allah SWT.

Ketika seseorang sudah jatuh cinta, ia akan selalu mengingat dan memikirkan yang dicintainya itu. Maka, jatuh cinta kepada Allah adalah suatu keniscayaan yang tak dapat dielakkan bagi diri setiap Muslim. Dengan cinta kepada Allah, tentu kita akan selalu mengingatnya, yang dalam Islam disebut dengan zikrullah. Karena, zikir merupakan manifestasi cinta seorang hamba kepada Sang Khalik.

Zikir adalah ibadah yang paling dicintai Allah. Zikir merupakan amalan yang paling bersih di sisi-Nya dan sangat tinggi tingkatannya. Lebih dari itu, berzikir juga lebih baik dan afdhal daripada mendermakan emas perak ataupun berlian, serta berperang melawan musuh-musuh Islam. (HR Ahmad). Ketika Rasulallah ditanya oleh sahabatnya, ''Ibadah manakah yang paling utama di sisi Allah ketika hari kiamat?'' Rasulallah menjawab, ''Orang-orang yang banyak berzikir.'' (HR Tirmidzi).

Hal ini juga diungkap dalam firman Allah SWT, ''Hai orang-orang yang beriman berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya.'' (QS Al-Ahzab [33]: 41). Zikir dan cinta adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Seseorang yang mencintai Allah, ia akan selalu berzikir kepada-Nya. Begitu sebaliknya, orang yang selalu berzikir kepada Allah, berarti ia sangat mencintai-Nya. Dengan mencintai Allah, manusia akan selalu menaati segala perintah dan laranngan-Nya.

Jika zikir dan cinta ini sudah menggurita dan terpatri pada setiap dada manusia, maka tidak akan lagi kita mendengar berita tentang tindakan-tindakan tercela, menyalahfungsikan jabatan, atau menjualbelikan undang-undang. Insya Allah.

https://khazanah.republika.co.id/berita/puw84t458/zikir-tanda-cinta-kepada-allah-swt

 

Baca selanjutnya...
Berlangganan RSS feed