MA Matholi'ul Huda Troso

MA Matholi'ul Huda Troso

Seorang web administrator, reporter, dan penulis berita di MA Matholi'ul Huda Troso.

Surel situs web: http://www.mamhtroso.com/

I Don’t Pray: Will My Fasting Be Accepted?

MAMHTROSO.COM -- In the Name of Allah, Most Gracious, Most Merciful. 

All praise and thanks are due to Allah, and peace and blessings be upon His Messenger.


In this fatwa:

1- We are not the one to judge on such matters.

2- While it is a good thing that you are fasting, you may do well to start praying immediately and never be slack in doing so.


In responding to your question, Sheikh Ahmad Kutty, a senior lecturer and Islamic scholar at the Islamic Institute of Toronto, Ontario, Canada, states:

I am not the one to judge on such matters. What I can tell you is that Prayer is the first and foremost pillar of Islam. It is the true hallmark of a believer. That is why it was the first commandment issued to every single messenger of God from Adam to Muhammad.

When Allah spoke to the Prophet Musa (peace be upon him) he ordered him thus: “I am the one and only God: so worship Me and establish Prayer to celebrate My remembrance.” (Taha 20:14)

Therefore, while it is a good thing that you are fasting, you may do well to start praying immediately and never be slack in doing so. The Prophet (peace be upon him) said, “Whoever observes the Five Daily Prayers, they would be a light, evidence of faith and means of salvation for him or her on the Day of Resurrection.”

On the other hand, if anyone neglects them, he would be deprived of light, evidence, and means of salvation; and would join the company of (the tyrants like) Pharoah, Hamaan and Ubyy ibn Khalaf on the Day of Resurrection.” (Ibn Hibban)

Therefore, I would urge you even as you are ready to observe the Fast, why not take the next step of establishing Prayer?

I would guarantee you that once you start doing so sincerely, you will experience inner peace and freedom from worry and anxiety.

I pray to Allah to honor us all to remember Him, thank Him, and worship Him in the best way.

Almighty Allah knows best.

 

http://aboutislam.net/counseling/ask-the-scholar/fasting/dont-pray-will-fasting-accepted/

 

Baca selanjutnya...

Wahyu Budi Santoso dan Fikri Aida Fitriyah Dilantik Sebagai Pradana Masa Bakti 2019-2020 MA MH Troso

Troso, MAMHTROSO.com – Wahyu Budi Santoso (XI MIA-3) dan Fikri Aida Fitriyah (XI MIA-3) dikukuhkan sebagai Pradana Dewan Ambalan Setia Budi dan Fatmawati Gugus Depan 09.115 – 09.116 MA Matholi’ul Huda Troso Masa Bakti 2019-2020 di Hall Muslimat NU Troso Kidul kemarin, Sabtu (18/5/2019).

Lihat galeri kegiatannya - klik 

Diikuti seluruh siswa-siswi dan Dewan Guru, acara ini dimulai pada pukul 10.30 WIB, karena sebelumnya masih ada beberapa agenda yang harus dilaksanakan. Diantaranya adalah Rapat Wali Kelas terkait dengan penyaluran zakat fitrah, dan juga penataan ruang untuk Penilaian Akhir Tahun (PAT) Semester Genap Tahun 2018-2019.

Sebelum pengukuhan Pengurus Dewan Ambalan yang baru, terlebih dahulu Tsalsa Dyna Sofwatin (XII IPA-3) sebagai pradana putri masa bakti 2018-2019 menyampaikan hasil kerjanya selama setahun. Selain membacakan program bulanan dan tahunan yang telah dilaksanakan, dia juga melaporkan realisasi kerja dari seksi-seksinya. Usai dibacakan laporan tahunan inipun kemudian diserahkan kepada Kamabigus. MA Matholi’ul Huda Troso, Drs. H. Nur Kholis Syam’un.

Kemudian Wahyu dan Fikri beserta rekan-rekannya yang tergabung sebagai calon Dewan Ambalan terpilih dilantik langsung oleh Kamabigus. MA Matholi’ul Huda Troso, Drs. H. Nur Kholis Syam’un. Dengan mengucapkan ulang janji tri satya mereka bersedia dan siap mengemban tugas salama satu tahun kedepannya. Usai dilantik kemudian dilanjutkan dengan penanda-tanganan serah terima jabatan . Mulai dari pradana, kerani, juru uang, seksi giat operasional, seksi tekpram, seksi perlengkapan, seksi passus, dan seksi lingkungan masyarakat.

Moh. Khoiri (XII IPA-1) Pradana Putra sebagai Dewan Ambalan masa bakti 2018-2019 dalam pidatonya menyampaikan permohonan maaf kepada para guru, rekan-rekannya dewan ambalan, dan juga seluruh anggota gerakan pramuka MA Matholi’ul Huda Troso. Karena sebagai pradana ketika memimpin selama satu tahun dirinya tak luput dari kekeliruan atau kekurangan. Kemudian dia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukungnya. Dengan haru dia menyampaikan kepada seluruh teman-temannya yang dia sebut dengan “The Legendary People”.    

Menurutnya setelah belajar kepemimpinan dengan menjadi pradana selama satu periode kemarin ternyata banyak sekali pelajaran-pelajaran hidup yang berharga. “Hidup itu ternyata tidak seperti hitungan matematika, atau sesempurna bentuk geometri. Jika dalam hitungan matematika urut mulai dari 1, 2, 3, dst. Akan tetapi dalam hidup kita bisa saja menjadi 1, atau 2. Bahkan bisa saja menjadi min 1 min 2, dst.”, ungkapnya.

Dia juga berpesan kepada pengurus baru agar siap untuk menuju ke dunia antara ada dan tidak ada. Maksudnya adalah dunia yang ada sebuah tanggung jawab dan dunia tidak ada untuk meninggalkan tanggung jawab. Mengutip dari salah satu kata-kata motivator Indonesia Merry Riana, Khoiri mengungkapkan bahwa semua kesuksesan berawal dari proses, “Succes is process”.

Sementara sambutan dari perwakilan Pengurus Dewan Ambalan baru Masa Bakti 2019-2020 diwakili oleh Fikri Aida Fitriyah. Tidak banyak yang disampaikan akan tetapi dia mengaku semuanya butuh proses belajar dan dukungan dari seluruh pihak. Selain menyampaikan ucapan terima kasih atas kepercayaan madrasah dan teman-teman untuk memberikan amanat kepada dia sebagai pradana periode mendatang. Fikri juga mohon agar nanti didoakan supaya dapat menjalankan tugas dengan baik.

Ka. Mabigus. Drs. H. Nur Kholis Syam’un : We are Muslim Scout

Terakhir sambutan dari Ka. Mabigus MA Matholi’ul Huda Troso, Drs. H. Nur Kholis Syam’un. Pertama beliau menyampaikan ucapan terima kasih kepada Moh. Khoiri, dkk. pengurus Dewan Ambalan lama masa bakti 2018-2019. Dengan harapan semoga jasa dan jerih payah para pengurus Dewan Ambalan yang sudah melaksanakan tugas selama satu tahun diberikan Allah Pahala yang berlimpah dan juga dapat memberkahi hidupnya.

Beliau juga banyak bercerita tentang perjalanan prestasi pramuka mulai dari berdirinya madrasah, sejak angkatan pertama pada tahun 2003. Terus mengukir prestasi dari tahun ke tahun, dan sudah banyak pengakuan bahwa pramuka di Troso maju. Tidak ada sekolah atau madrasah yang pramukanya dijadikan masuk jam pelajaran selain di MA MH Troso. Ini artinya pramuka di MA MH Troso dianggap penting dan dipentingkan.

Selain pramuka dijadikan sebagai salah satu pendidikan karakter, siswa-siswi MA MH Troso juga diajak untuk menyadari bahwa karakter muslim lebih penting. Maka semboyan dari Kepala Madrasah adalah “We are Muslim Scout” kita adalah pramuka muslim. Dari semboyan tersebut, maka seluruh gerakan dan perilaku harus ditujukan pada identitas muslim yang baik. Untuk menuju kepada karakter tersebut tentu tidak mudah. Pihak madrasah selalu memberikan pembinaan-pembinaan diri, baik di dalam kelas maupun di luar kelas.

Setiap pembinaan tidak boleh hanya diikuti secara lahiriyahnya saja. Manusia itu tidak seperti robot yang tidak dianugrahi akal dan hati nurani. Karena sebetulnya setiap kegiatan pasti ada makna dan filosofi pendidikan yang terkandung di dalamnya. Seperti contoh ketika baris-berbaris siswa tidak boleh hanya sekedar bisa melakukan gerakan-gerakannya, akan tetapi harus paham dengan latihan kedisiplinan, berfikir cepat, kekompakan, kerjasama, dan nilai-nilai pendidikan lain yang ada di latihan baris-berbaris tersebut. Yang semua itu muaranya adalah untuk membentuk siswa-siswi agar memiliki jati diri yang unggul atau memiliki mentalitas-mentalitas pemimpin. Akan tetapi selain itu juga perlu disadari bahwa keseimbangan dalam kehidupan itu sangat penting. Dengan pembinaan-pembinaan diri, siswa dididik untuk memiliki jati diri, serta memiliki kesadaran akan harga diri. Fakta zaman sekarang banyak orang-orang yang kehilangan harga diri, karena orientasi dan tujuan utamanya hanyalah uang dan jabatan. Contoh banyak yang mengaku ustadz tapi sebetulnya dia tidak pantas dipanggil ustadz, hanya karena uang. Banyak di masyarakat, di negara ini seorang ketua, pimpinan, dan pejabat yang sebetulnya tidak layak memimpin akan tetapi dia memaksakan kehendak untuk menjadi pemimpin, semua itu hanya karena jabatan dan uang. Bahkan cara-cara culas dan curang mereka lakukan, ini adalah contoh-contoh sudah hilangnya harga diri pada bangsa ini. Untuk itu dengan pembinaan-pembinaannya siswa-siswi MA MH Troso diajarkan agar memiliki jati diri yang baik, supaya dapat menjaga harga diri.

Dalam dunia pendidikan dengan melaksanakan kegiatan-kegiatan ini ibarat makan nasi lengkap dengan sayur dan lauknya. Dan untuk menuju kepada pendidikan yang baik tentu harus diimbangi antara teori yang diajarkan di dalam kelas, dan juga praktik kegiatan di luar kelas.

Sebelum menutup sambutannya, Drs. H. Nur Kholis Syam’un berpesan kepada seluruh siswa, khususnya  pengurus Dewan Ambalan atau OSIS. Agar setiap selesai melaksanakan pertemuan hendaknya selalu diakhiri doa bersama dengan membaca kafaratul majlis. (Syah)

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ ، أشْهَدُ أنْ لا إلهَ إِلاَّ أنْتَ ، أسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إلَيْكَ

Baca selanjutnya...

Safina Ketua OSIS Periode 2018-2019 Laporkan Hasil Kerjanya – Fatikha Amalia Dilantik sebagai Penerus Estafet OSIS Periode 2019-2020

Troso, MAMHTROSO.com - Setelah selama satu periode mengemban amanat mulia, OSIS periode 2018-2019 yang dipimpin oleh Safinatun Nikmah (XII IPA-1) melaporkan hasil kerjanya. Acara Laporan Pertanggung-jawaban dan Serah Terima Jabatan Pengurus OSIS periode 2018-2019 ke periode 2019-2020 MA Matholi’ul Huda Troso Pecangaan Jepara dilaksanakan kemarin, Kamis (16/5/2019).

Lihat galeri kegiatannya – klik tautan berikut

Kepengurusan OSIS lama yang dipimpin oleh Safinatun Nikmah (XII IPA-1) telah purna tugas sehingga diserahkan kepada penggantinya, Fatikha Amalia  (XI IPA-3) dan rekan-rekan. Fatikha terpilih sebagai ketua OSIS melalui proses pemilihan umum pada Sabtu kemarin (11/5/2019).

Acara yang dilangsungkan pada pukul 09.00 WIB di Hall Muslimat NU Troso kidul ini dihadiri oleh seluruh siswa MA Matholi’ul Huda Troso sebanyak 600-an siswa dan dewan guru. Seremoni serah terima jabatan ini dimulai dengan pembacaan laporan pertanggungjawaban (LPJ) OSIS. Wakil Ketua OSIS periode 2018-2019, Afrizal Malna Isre (XII IPA-1) membacakan seluruh hasil kerja yang telah dilakukan OSIS selama satu periode kepengurusan. Seusai pembacaan LPJ, Kepala MA Matholi’ul Huda Troso, Drs. H. Nur Kholis Syam’un melantik seluruh pengurus OSIS baru dan memimpin pengucapan janji kesanggupan menjadi pengurus OSIS. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara serah terima jabatan oleh pengurus lama dan pengurus baru.

Pada acara sambutan, mantan ketua OSIS periode 2018-2019 Safina mengaku pada tahun kemarin usai dilantik menjadi Ketua OSIS merasakan ketakutan, keraguan, dan kekhawatiran akan dirinya sebagai pengemban amanat dari madrasah. Akan tetapi setelah belajar tentang kepemimpinan secara langsung dan juga dukungan dari teman-teman, ia mengaku sangat bangga dengan para rekan-rekannya. Apresiasi yang setinggi-tingginya diungkapkannya untuk seluruh pengurus yang lain. Karena dalam organisasi diibaratkannya sebuah “sapu lidi”. Jika sapu lidi hanya terdiri dari 1 atau 2 lidi saja, maka akan sangat mudah dipatahkan. Akan tetapi jika sapu lidi itu banyak jumlah lidinya dan diikat menjadi satu maka akan sulit untuk dipatahkan. Itulah salah satu filosofi organisasi yang dia bangun bersama teman-temannya untuk membangkitkan kerjasama, menghilangkan keegoisan dan menumbuhkan keberanian untuk kemajuan. Sebagaimana kutipan dari RA. Kartini “Pemberani-pemberani akan menguasai seperempat dari dunia”, ungkapnya.

Kemudian dengan singkat, pemimpin OSIS baru Fatikha Amalia juga menyampaikan sambutannya. Ia mengucapkan terima kasih seluruh siswa, para guru, dan juga Kepala Madrasah atas terpilihnya dan diberikan amanat menjadi ketua OSIS periode 2019-2020. Kemudian dia juga sangat mengharap bantuan rekan-rekannya selama satu tahun kedepan. Meskipun dia sudah menjabat sebagai ketua OSIS tentu tidak mungkin berkerja seorang diri. Dan terakhir Fatikha minta didoakan agar selama kepengurusannya nanti lebih baik dan dapat membawa OSIS lebih maju.

Sambutan terakhir dari Drs. H. Nur Kholis Syam’un, Kepala Madrasah Aliyah Matholi’ul Huda Troso Pecangaan Jepara. Pertama, beliau menyampaikan terima kasih kepada pengurus OSIS lama. Karena telah membantu madrasah, dan semoga pengalaman belajar kepemimpinan di madrasah dapat memberkahi hidup.

Kemudian beliau bercerita, “ada seorang pendidik, dia tidak marah ketika anaknya mendapat nilai jelek di pelajaran eksak. Akan tetapi dia akan marah ketika melihat anaknya tidak tertib menunggu antrian”.

Dari cerita tersebut tentu orang yang paham tentang pendidikan akan lebih mementikan mental, moral, adab, etika atau akhlak. Berkali-kali beliau menyampaikan akan lebih menghormati siswa yang ketika di kelas biasa-biasa saja, akan tetapi dia mau aktif, mau berkorban, dan mau membantu madrasah. Memang idealnya seorang siswa itu pintar secara akademis, dan juga memiliki mental yang baik. Akan tetapi anak yang seperti itu tidak banyak.

Maka ketika ada sekolah yang membanggakan beberapa siswanya yang dapat menjadi juara Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat Nasional. Akan tetapi itu tidak bisa secara dominan menggambarkan keadaan siswa di sekolah tersebut, maka itu semuanya akan sia-sia dalam pendidikan. Karena selain biaya yang dikeluarkan mahal, namun tidak secara masiv berpengaruh kepada siswa-siswinya. Maka beliau lebih menyukai kegiatan-kegiatan yang sifatnya masiv untuk pendidikan karakter dan mental siswa-siswinya. Sesuai dengan madzhab madrasah yaitu madzhab pergerakan dan kegiatan.

Siswa MA Matholi’ul Huda Troso diajarkan supaya memiliki mental-mental yang baik, bukan mental-mental yang jelek. Akan tetapi ternyata masih ada siswa yang bermental jelek, mereka itu adalah yang tidak mau menghargai temannya, tidak mau membantu madrasah, kegiatan apa saja di madrasah selalu dikomentari negatif, hanya memikirkan dirinya sendiri, tidak mau diingatkan oleh orang lain, hanya mengukur semuanya dari kesenangan dan materi.

“Semuanya harus sadar dan harus berubah, jangan mau jadi orang yang rugi. Karena untuk menjadi manusia yang mulia, maka biasakanlah berperilaku mulia. Jika kalian sudah terbiasa dengan perilaku yang mulia, itulah yang dimaksud pendidikan yang berhasil”, tegasnya.

 Terakhir beliau mengajak seluruh siswa untuk menirukan salah satu kalimat bijak dalam bahasa Arab.

العَبْدُ يُضْرَبُ بِالعَصَا وَالحُرُّ تَكْفِيْهِ بِالإِشَارَةِ

Hamba sahaya itu harus dipukul dengan tongkat, dan orang yang merdeka (bukan budak) cukuplah dengan isyarat.

Dari kalimat itu beliau mengingatkan agar seluruh siswa mau dengan sendirinya bergerak. Tidak usah menunggu dipukul atau diperingatkan guru dengan keras. Karena itu termasuk mental-mental budak. Jika orang yang merdeka, memiliki ilmu pengetahuan, memeliki kesadaran tinggi maka cukup dengan bahasa isyarat saja dia sudah bergerak. (Syah)

Baca selanjutnya...

Pengumuman Kelulusan Sistem Online – Nilai Sikap Menjadi Prioritas dari 3 Syarat Kelulusan Siswa Kelas XII MA MH Troso

Troso, MAMHTROSO.com – Madrasah Aliyah Matholi’ul Huda Troso berikan pengumuman kelulusan siswa Kelas XII dengan sistem online Senin (13/5/2019) pukul 17.00 WIB sore kemarin.

Pengumuman kelulusan dengan sistem online ini sudah dilaksanakan selama 4 tahun ini. Selain lebih cepat dan praktis dengan menggunakan teknologi digital, juga meminimalisir kemungkinan siswa berkumpul dan konvoi di jalan untuk merayakan kelulusan seperti siswa di sekolah-sekolah lain. Siswa kelas XII MA Matholi’ul Huda Troso dengan mudah bisa mengakses hasil pengumuman kelulusannya dengan akses internet yang dipunyainya bisa melalui android ataupun laptop.

Dengan membuka website resmi MA MH Troso dengan domain www.mamhtroso.com, kemudian pilih pengumuman kelulusan. Untuk mengetahui hasil dari pengumuman kelulusan ini siswa cukup log in dengan username menggunakan nomor induk siswa (NIS) dan password nomor ujian.

Dalam pengumuman kelulusan siswa Kelas XII ini ada 3 kemungkinan yang didapat. Pertama, yaitu dinyatakan lulus secara akademis. Kedua, Belum diumumkan karena belum lunas pembayaran administrasi. Dan ketiga, Belum diumumkan karena pertimbangan kedisiplinan, perilaku, dan sikap.

Dari tiga kemungkinan tersebut Kepala Madrasah beracuan kepada Prosedur Operasional Standar Ujian (POS). Siswa dinyatakan lulus dengan memenuhi 3 syarat. Yaitu menyelesaikan seluruh program pembelajaran, memperoleh nilai sikap/perilaku minimal baik, dan lulus UAMBN dan USBN.

Berdasarkan peraturan tersebut di atas, dari 204 orang siswa kelas XII MA Matholi’ul Huda Troso untuk poin pertama dan ketiga semuanya bisa dinyatakan lulus. Tetapi ada sebanyak 20 siswa yang ditunda kelulusannya karena pertimbangan sikapnya.

Secara akademis seluruh siswa Kelas XII MA Matholi’ul Huda Troso Tahun Pelajaran 2018/2019 dinyatakan lulus. Namun untuk nilai sikap dipertimbangan dari 3 syarat, yaitu Keaktifan selama mengikuti proses pembelajaran selama 3 (tiga) tahun. Etika, baik itu ucapan maupun perilaku sehari-hari di lingkungan madrasah maupun di luar lingkungan madrasah. Kedisiplinan dan keaktifan mengikuti semua agenda madrasah utamanya dalam persiapan sampai dengan pelaksanaan Panggung Gembira siswa Kelas XII.

Bagi siswa yang mendapatkan nilai sikap baik, maka akan dinyatakan lulus. Dan bagi siswa yang mendapat nilai sikap kurang baik, maka kelulusan akademis bisa dicabut kembali sesuai dengan kebijakan madrasah. (Syah)

Baca selanjutnya...
Berlangganan RSS feed